Friday, July 08, 2011

Etika Menyambut Ramadhan


 
Waktu terus berlalu, tanpa terasa Ramadhan hampir di depan mata. Saatnya kita tuk berbenah diri ini menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

1. Berdoalah  agar Allah Swt memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. 
Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, tilawah, shalat, dan dzikir. Dari Anas bin Malik R.a, berkata, bahwa Rasulullah Saw. "Apabila masuk bulan Rajab, beliau selalu berdoa "Allahuma bariklana dii Rajab wa Syabab. wa baligna Ramadhan". Artinya, Ya Allah, berkahilah kami pada bulan rajab dan syaban dan sampaikanlah kami pada bulan ramadhan. (HR. Ahmad dan Tabrani). Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadhan dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah "Allahuakbar, allhumma ahlillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha". Artinya, Ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman dan berikanlah kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadhan yang kembali diberikan kepada kita. 
Al-Iman Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai rasa syukur, dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya". Dan, diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal al'fia, kita harus bersyukur dengan memuji allah sebagai bentuk dari rasa syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadhan. 
Rasulullah Saw, selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadhan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka". (HR. Ahmad). Salafush shalih sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu adalah bulan yang pebuh dengan kebaikan dan turunya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan mamfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan.
Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan berharga, yang bisa membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahkan melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jika kalau mereka benar terhadap Allah", niscaya yang demikian itu lebih baik dari mereka. (Q.S. Muhammad {47}:21).

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadan di bulan Ramadhan. 
Wajib bagi setiap mukmin beribadah dilandasi dengan ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui", begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa ayat 7. Sambut Ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadhan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung [Q.S. An-Nur(24):31].

7. Siapkan jiwa dan ruhaniyah kita dengan bacaan yangz mendukung prose tadkiyatun -nafs. 
Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan.

8. Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembarun baru yang bersih. 
Kepada Allah, dengan taubat nashuha. Kepada Rasulullah dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada Orangtua, Istri, Anak-anak, dan Kerabat dengan mempererat hubungan silaturahmi. Kepada Masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermamfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik yang paling bermamfaat bagi orang lain. 






1 comment:

  1. Lengkap neh pembahasannya... Makasih

    Salam kenal dari Pulau Dollar

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)