Pages - Menu

Thursday, October 03, 2013

Sinopsis Incarnation Of Money Epiosde 24 Part 2 (Final)

Bi Ryung membawa Se Kwang bersembunyi di vila rahasia miliknya. Se Kwang mengerang menahan sakit ketika orang suruhan Bi Ryung berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di bahunya. Bi Ryung berdiri tak jauh dari sana, memalingkan wajahnya tak kuasa melihat ekpresi wajah kesakitan Se Kwang. Nyeri..

Peluru berhasil dikeluarkan. Se Kwang tertidur pulas. Orang suruhan Bi Ryung menyarankan lebih baik Se Kwang beristirahat malam ini. Ia juga memberikan paspor Cina yang Bi Ryung pesan sebelumnya. Orang itu berkata jika Bi Ryung bisa pergi diam-diam melalui kapal ke Cina, maka tidak akan masalah jika selanjutnya Bi Ryung naik pesawat ke Amerika. 

Bi Ryung minta dibuatkan satu lagi untuk Se Kwang. Orang itu berkata bayarannya akan lebih mahal. Tak masalah bagi Bi Ryung, "Tolong buat secepatnya, dan rahasiakan". Orang itu berkata tidak akan buka mulut, karena dia juga imigran ilegal.

Ny. Bok mendapatkan kembali rumahnya. Tapi penyakit Ny. Bok kembali kambuh. Kali ini dia melahap semua makanan yang ada di hadapannya. Pal Do kalang kabut mencoba mencegah. Ny. Bok merengek, "Lapar" dengan mimik polos seperti anak kecil.

Jae In datang dan langsung menegur Pal Do, "Paman, sudah kubilang jangan ijinkan ibu makan banyak!". Pal Do berkata jika ia tidak menginjinkan Ny. Bok makan, maka dia akan ngamuk.

Jae In mencegah ibunya makan, "Ibu, Ibu! Jangan, jangan!. Kenapa ibu begini. Perut ibu akan meledak dan ibu bisa mati!. Ibu tak boleh begini!. Hentikan ibu!".  Ny. Bok tak menghiraukan larangan Jae In, ia terus makan dan dengan santai menyuapkan makanannya ke mulut Jae In.

 Jae In mengecap-ngecap dan berkata "Memang enak". Suapan itu membuat nafsu makan Jae In meningkat, "Baiklah kalau begitu! Mari kita makan!. Kita makan semuanya sampai perut kita meledak dan mati!".

"Hei, Jae In! Kenapa kau juga ikut-ikutan? Jangan!", tegur Pal Do. Dengan mulutnya yang penuh makanan, Jae In berkata. "Kita juga harus makan agar semua makanan ini tak dihabiskan ibu sendirian. Cepat makan!".

Seperti Ny. Bok, Jae In menyuapkan makanan ke mulut Pal Do. Pal Do jadi ikut-ikut'an makan setelah mengetahui rasanya yang enak. Ny. Bok merengek, tak rela berbagi makanan dengan mereka.

Setelah makan Jae In mencuci muka Ny. Bok sembari memuji, "Ibu ku sangat cantik" (Ibu ku juga cantik..hahahaha). Ny. Bok mengeluh matanya perih. Jae In minta ibunya jangan berisik, sabun ini tak membuat mata ibu perih. Jae In membasuh sabun dan mengeringkan wajah Ny. Bok dengan handuk.

Cha Don berkunjung kerumah Ny. Bok dan sedang berbincang dengan Pal Do di ruang tamu. Pal Do menanyakan apa ada berita soal Se Kwang. Cha Don menjawab belum, ia balik bertanya mungkinkah Pal Do tahu keberadaan wartawan Go Ho. Pal Do mendengar dari stasiun TV, istri wartawan Go mengambil seluruh uangnya dan pergi ke luar negeri. Jadi dia sekarang gelandangan.

Cha Don berpikir dan berguman lirih, "Apa mungkin Eun Bi Ryung bersama dengan Ji Se Kwang". Bingo.

Jae In membawa Ny. Bok ke ruang tamu. Jae In baru menyadari Cha Don datang. Ny. Bok memandangi Cha Don dengan tatapan rindu lalu memeluknya dan menangis, "Jae Nam-shi...Jae Nam-sshi".

Jae In heran, kenapa ibunya tiba-tiba menyebut nama ayahnya. "Ibu, apa ibu mencari ayah?". Pal Do membujuk ini saatnya Ny. Bok minum obat dan tidur siang. Ny. Bok enggan melepaskan pelukannya. Pal Do melepaskan pelukan Ny. Bok dan membawanya ke kamar.

"Jangan pergi", ucap Ny. Bok pada Cha Don, saat Pal Do membawanya ke kamar.

Jae In duduk dan berkata ingin mencari ahjushi itu (Mr. Jingogae), "Ibu dulu mau menurut padanya tapi dia tak pernah menurut pada kami sama sekali".

"Jae In-ah", panggil Cha Don pelan. "Ajussi itu, Pria dari Gingogae palsu. Dia adalah ayah kandungmu. Orang yang membuatmu ada di dunia ini, dia Gong Jae Nam", jelas Cha Don.

"Apa maksudmu?. Ayahku sudah lama meninggal".

Cha Don berkata paman Pal Do juga mengatahui hal ini. Itulah sebabnya Ny. Bok bertingkah seperti itu, karena dia merindukannya.

"Kalau begitu kau sudah mengetahuinya, tapi aku tak tahu?", tanya Jae In.

"Dia memintaku untuk tak memberitahumu. Dia bilang, dia merasa sangat malu bertemu denganmu".

Jae In sedih dan marah, "Lalu kenapa dia muncul?. Kenapa dia terus menyembunyikannya?. Apa alasan dia yang sebenarnya muncul disaat seperti ini?".

Semenjak pergi dari rumah Ny. Bok, Mr. Jingogae kembali menjalani hidup sebagai gelandangan. Ia tidur di taman berselimutkan koran bersama para gelandangan lain-nya. Dengkuran keras Mr. Jingogae menganggu tidur orang yang ada di sebelahnya. Yang ternyata adalah wartawan Go..Hahaha...

Wartawan Go kesal, "Berisik sekali, aku tak bisa tidur. Hei, Ajussi! Ajussi!", panggilnya kesal. Sia-sia Mr. Jingogae sama sekali tidak mendengar. Mata wartawan Go berbinar melihat botol soju yang masih penuh berada di dekat Mr. Jingogae.

Tangan wartawan Go terulur siap dan berhasil menangkap leher botol. Tapi Mr. Jingogae mendadak membuka mata dan menahan apa yang menjadi miliknya. Terjadi adegan tarik menarik.

"Kau pencuri ya?", tuduh Mr. Jingogae tanpa segan. "Jika kau mau meminumnya, belilah sendiri dengan uangmu. Dasar tak tahu malu. Aish, sungguh tidak beruntung".

Wartawan Go yang malu dan kesal langsung pergi dari sana. Mr. Jingogae teriak, "Kau salah satu orang tak beruntung yang tertangkap!. Apa akulah yang tak beruntung?". Lalu berguman sendiri, "Lihat pengemis itu!. Sepertinya aku pernah melihatnya. Dimana aku melihatnya?".

Jae In dan Pal Do datang ke tanam, Mr. Jingogae yang melihatnya buru-buru merebahkan badanya kembali dan menutupi wajahnya dengan koran. Mata Jae In berkeliling mencari sosok pria yang ia kenal.

"Jae In-ah, Sebelah sana", tunjuk Pal Do ke arah Mr. Jingogae. Pal Do mengenali tas saksofon yang dijadikan bantal oleh Mr. Jingogae.

Jae In membangunkan Mr. Jingogae, ia masih memanggilnya dengan sebutan ahjushi. Mr. Jingogae bangun, bertanya apa yang dilakukan Jae In di sini. Jae In menyeka air matanya dan berkata penyakit ibunya kambuh lagi. Mr. Jingogae kaget, "Benarkah?. Terakhir kali aku melihatnya, dia tampaknya sangat sehat".

"Apa kau mengintipnya?", tanya Jae In. Mr. Jingogae menyangkal, "Ah, aku tak berusaha
mengintipnya. Aku hanya melihatnya saat aku kebetulan lewat".

"Cepat pulang", ajak Jae In. "Ibu, membutuhkanmu. Ahjushi". Mr. Jingogae bergegas berdiri, ia lebih senang karena bisa makan makanan hangat setiap hari dan juga bisa mandi.

Dirumah. Mr. Jingogae yang sudah mandi di pertemukan dengan Ny. Bok. Ny. Bok diam memandangi suaminya dengan wajah sedih. Mr. Jingoge salah tingkah. Jae In tanya, "Ibu, kenapa ibu seperti ini?. Apa ibu tak mengenal Ajussi ini?".

Mr. Jingogae membuka topinya, menawarkan kepalanya yang botak untuk dipukuli. Mungkin itu bisa membuat perasaan Ny. Bok menjadi lebih baik. Ny. Bok mengangkat tangannya, siap memukul. Pal Do berancang-ancang mencegah.

Perlahan Ny. Bok mengelus kepala Mr. Jingogae lembut. Lalu menangis seperti anak kecil, "Kenapa kau baru datang sekarang?. Kenapa lama sekali?.

Mr. Jingogae : Karena sudah lama tak melihatku, kau menyambutku.

Ny. Bok memeluk Mr. Jingogae, "Kau kemana saja selama ini?. Kenapa kau baru datang?". Suami istri yang lama berpisah ini berpelukan dan menangis bersama.

Bi Ryung mengompres dahi Se Kwang. Se Kwang mengigau dalam tidurnya lalu tersentak bangun. "Se Kwang-shi. Apa kau sudah sadar?", tanya Bi Ryung. Se Kwang meraih sandaran kursi mencoba bangun. Bi Ryung melarang, "Jangan banyak bergerak. Banyak bergerak itu tak baik untukmu. Selama 3 hari, kau hanya tidur saja, seperti orang mati".

Se Kwang berkata, "Aku bermimpi. Aku bermimpi membunuh Lee Cha Don. Bi Ryung membujuk Se Kwang untuk menghentikan semua ini. Se Kwang tanya hentikan apa. Apa lagi yang harus di hentikan.

"Keserakahan, obsesi, ketamakanmu!. Bukan karena Lee Cha Don, tapi karena hal itu kita menjadi seperti ini".

Se Kwang menyeringai, "Lebih baik kau berhenti berpihak pada bajin*** itu!. Bahkan aku sendiri tak tahu caranya agar aku bisa berubah".

Se Kwang mencoba bangun, Bi Ryung melarang. Tapi Se Kwang menyingkirkan tangan Bi Ryung dengan kasar. Se Kwang melihat baju tahanannya yang terlipat di atas rak. Di bawah baju ada pistol yang ia curi. Dia memeriksa isi peluru. Lengkap 5 peluru berada di dalam pistol.

Bi Ryung panik bertanya apa yang akan Se Kwang lakukan. Se Kwang menjawab aku harus menyingkirkan Lee Cha Don. Bi Ryung frustasi, "Kenapa kau begini?. Kita membunuh orang tuanya!. Ini bukan kesalahan Lee Cha Don, tapi kita..."

Se Kwang menodongkan pistol ke kepala Bi Ryung, "Aku bilang jangan membelanya!". (Inikah bentuk terima kasih Se Kwang pada wanita yang telah menyelamatkannya?).
Bi Ryung tercengang tidak percaya, "Kau...Kau benar-benar sudah gila. Kau sudah tak waras".

Se Kwang : Benar. Aku sudah tidak waras. Siapapun yang menghalangiku aku tak akan membiarkannya, siapapun dia. Meskipun itu kau, Eun Bi Ryung.
Bi Ryung : Aku, aku akan segera menyusup melalui kapal ke China. Ikutlah denganku, Se Kwang. Aku akan menyiapkan paspormu...

"Tutup mulutmu!!!!, teriak Se Kwang dengan wajah buas. "Semua yang kuinginkan saat ini hanyalah Lee Cha Don!!!!".

Teriakan itu membuat otot-otot Se Kwang menegang. Rasa sakit pun ia rasakan pada luka tembaknya yang belum sembuh. Se Kwang menurunkan pistol, berlalu dari hadapan Bi Ryung yang menangis dan tampak putus asa menghadapi sikapnya.

Sementara itu, Cha Don memutar-mutar koin emas keberuntungan, memikirkan keberadaan Se Kwang. Ponsel Cha Don berdering, ia mengangkatnya tapi tidak bicara. Sengaja diam untuk mendengarkan suara penelpon yang ternyata adalah Bi Ryung. "Kau dimana?", tanya Cha Don.

Bi Ryung berkata sebenarnya, ia kabur dari rumah sakit jiwa, dan meminta maaf karena tidak memberitahu Cha Don lebih dulu. Cha Don bisa membaca situasi dan berkata, "Jika kau bersama Ji Se Kwang, katakan kau kurang sehat".

Bi Ryung melirik ke belakang, dimana ada Se Kwang tengah menodongkan pistol dengan posisi mengancam ke arahnya. Bi Ryung menjawab, "Aku saat ini kurang sehat".

Cha Don : Jika kau menelepon karena dipaksa Ji Se Kwang, katakan kau harus minum obat.
Bi Ryung : Aku harus minum obat. Tolong temui aku. Cha Don, aku harap kau bisa mengembalikanku ke rumah sakit jiwa.

Cha Don : Dimana lokasinya?
Bi Ryung : Aku akan mengirimkan pesannya mengenai alamatnya padamu. Tapi, kau harus datang sendirian.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Cha Don minta Bi Ryung mendengarnya baik-baik. Entah apa yang dikatakan Cha Don, tapi Bi Ryung hanya menjawab, "Tidak. Hanya saja, Aku kedinginan sampai badanku sakit". .

Usai menutup telepon Bi Ryung menatap Se Kwang, "Apa kau puas sekarang?".

"Berikan ponsel itu padaku", Se Kwang menunjuk ponsel dengan menggunakan pistol, wajahnya benar-benar jahat. Bi Ryung menyerahkan ponsel. Se Kwang melepaskan baterai dan membuangnya begitu saja.

Bi Ryung geleng-geleng kepala, "Kau gila".
"Kenapa kau seperti ini kau sudah tahu", jawab Se Kwang.

"Tidak. Aku tak tahu. Kau hanya orang yang gila membunuh. Kau sampah!!!!!", teriak Bi Ryung murka. Se Kwang hanya menanggapinya dengan senyum sinis.

Cha Don dalam perjalanan menuju vila Bi Ryung, "Kau tunggu saja, Ji Se Kwang. Tunggu saja". Wah Cha Don benar-benar marah.

Se Kwang mengintip di jendela, berjaga-jaga jika Cha Don datang. Bi Ryung berada di bar menyiapkan 2 gelas minuman,  sembari menoleh ke belakang melihat Se Kwang. Tatapannya terlihat berbeda. Lalu memberikan minuman itu pada Se Kwang.

Se Kwang menerimanya, wajahnya tampak menyesal, "Maafkan aku, Bi Ryung. Setelah Lee Cha Don mati, maka kita bisa hidup bersama. Maka, kemanapun kita pergi, kurasa aku bisa bernapas lega dan hidup dengan damai".

Bi Ryung : Ya. Disuatu tempat yang tak ada orang sama sekali, kita akan hidup berdua saja.
Se Kwang : Pada saat itu, aku tak akan meninggalkanmu lagi. Aku tak akan membuat hatimu terluka.

Bi Ryung menangis sedih, "Aku sangat bersyukur, sampai aku menangis".

Se Kwang tersenyum tampak ketulusan di matanya atas ucapannya tadi. Kemudian ia meminum minuman yang diberikan Bi Ryung. Bi Ryung memperhatikan dengan tatapan sedih, lalu meminum miliknya sendiri hingga habis.

Se Kwang yang semula tenang kembali agresif ketika mendengar suara mobil mendekat. Cha Don keluar dari mobil, berlari masuk kedalam rumah tanpa rasa takut. Sesampainya di dalam, ia hanya bertemu dengan Bi Ryung yang menunduk dengan tatapan kosong. "Bi Ryung-shi", panggil Cha Don.

Bi Ryung menoleh. Dibelakang Cha Don, Se Kwang pelan-pelan keluar dari persembunyiannya, menodongkan pistol. "Aku harus membunuhmu dengan tanganmu sendiri dari awal".

Cha Don terkejut, sorot matanya seolah bertanya pada Bi Ryung. Bi Ryung mengangguk memberikan kode pada Cha Don.

Masih dengan menodongkan pistol, Se Kwang berdiri tak jauh dari Cha Don. Sangat marah dan berkata jika bukan karena Cha Don, pasti sekarang ia sudah menjadi walikota yang jujur dan memerintah banyak orang. "Kau menghancurkan semuanya. Mimipiku. Masa depanku. Hidupku!. Kau menghancurkan semuanya!".

Cha Don tak gentar, "Kau masih berpikir ini semua salahku?. Dengar baik-baik, Ji Se Kwang. Keadilan yang kau bicarakan, kenyataannya, bukanlah keadilan. Itu hanyalah keserakahan kejam. Jika itu keadilan yang sebenarnya, tak akan pernah berubah seperti ini. Kau tak akan mengalah karena aku, kau yang menghancurkannya sendiri".

"Tutup mulutmu", teriak Se Kwang.

Bi Ryung diam di tempatnya, memandang sedih 2 pria yang tengah berseteru.

Cha Don : Kita berdua, keberadaan kita di dunia ini tak ada artinya. Tapi bagiku, ini adalah kesempatan. Sebuah kesempatan untuk merenungkan kehidupan jahat yang sudah kutinggalkan. Tapi kau, menyia-nyiakan kesempatan itu bahkan sampai akhir. Itulah sebabnya kau kalah, Ji Se Kwang. Pada akhirnya, kau yang bersalah.

Se Kwang menyeringai, "Tutup mulutmu, Lee Kang Seok. Kemenangan adalah keadilan. Kau mati, aku hidup. Akulah pemenangnya. Lee Kang Seok.

Tangan Se Kwang bergetar menarik pelatuk, Chao Don tegang....dan......"Tek", hanya bunyi itu yang terdengar. Se Kwang menarik pelatuk lagi dan lagi...hingga 5 kali menarik pelatuk, tetap tidak ada satu pun peluru yang melesat keluar.

"Pelurunya. Ada disini", Bi Ryung membuka tangannya, ada peluru di dalam genggamannya. Lalu menjatuhkannya kelantai. Kisah lama terulang kembali. Dulu Se Kwang melakukan hal yang sama saat ingin membunuh ayah Cha Don, Lee Joong Man.

Flashbacak ketika Cha Don bicara dengan Bi Ryung di telepon. Cha Don berkata jika Se Kwang punya senjata, dan Bi Ryung merasa bisa mengeluarkan peluru dari senjatanya maka katakan "Aku kedinginan sampai badanku sakit".
Bi Ryung mengikuti perkataan Cha Don, dengan mengatakan. "Aku kedinginan sampai badanku sakit". Flashback end.

Se Kwang syok, "Bi Ryung, Kenapa!!!!!!!"

"Kita hentikan saja...Kita hentikan semua dosa-dosa ini", jawab Bi Ryung lirih di sela-sela tangisannya.

"Bi Ryung, Kau!!!!", Se Kwang marah dan tidak percaya

Tiba-tiba Bi Ryung muntah darah, tubuhnya roboh ke lantai. Cha Don menangkap badan Bi Ryung yang lemah, "Bi Ryung-shi. Kenapa ini".

Hal yang sama juga dialami Se Kwang. Darah keluar dari lubang hidungnya, lalu mulutnya. Dan semakin banyak lagi darah yang jatuh menetes dilantai. Se Kwang roboh tanpa mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.

Flashback. Bi Ryung mencampurkan racun ke dalam 2 minuman yang ia buat. Itu minuman yang dia minum bersama Se Kwang. Setelah itu, Bi Ryung mengeluarkan isi peluru dari pistol. Flashback end.

Se Kwang mengerang. Bi Ryung menatap sendu pada Se Kwang yang merangkak di lantai, Bi Ryung menangis dan meminta maaf, "Se Kwang-shi. Maafkan aku. Maafkan aku". Lalu pingsan.

Cha Don mengguncang badan Bi Ryung. "Bi Ryung-shi, sadarlah".

Di saat kesakitan seperti ini, Se Kwang tidak menyerah. Tangannya berhasil menggapai peluru yang jatuh di lantai, memasukkanya kembali ke dalam pistol. Bersamaan dengan itu Cha Don menggendong Bi Ryung membawanya keluar.

Se Kwang mengarahkan pistolnya ke arah Cha Don siap menembak. Tapi gagal, Cha Don berlalu sebelum Se Kwang melacarkan niatnya itu. Tangan Se Kwang terjatuh lemas, tidak ada lagi yang tenaga tersisa. Se Kwang batuk-batuk, darah membasahi bajunya. Ia melihat 2 paspor di meja dengan tatapan kosong.

Suara sirine mobil polisi menderu-deru mendekat. Cha Don keluar dengan menggedong Bi Ryung. Gu Shik yang heran bertanya apa yang terjadi. Cha Don yang panik teriak menyuruh Gu Shik untuk segera membawa Bi Ryung kerumah sakit.

Tangan Bi Ryung menarik kemeja Cha Don, menandakan ia ingin bicara. Dengan suara lemah tersengal-sengal dan isak tangis, Bi Ryung berkata, "Cha Don-shi. Maafkan...Maafkan aku...". Usai mengatakanya kepala dan tangan Bi Ryung terkulai lemas.

Bi Ryung menghembuskan napas terakhirnya, meninggal di lengan Cha Don. Cha Don tercengang, mengguncang badan Bi Ryung dan memanggil namanya, tapi Bi Ryung tak lagi bisa membuka mata.

Di dalam rumah, Se Kwang yang merasa tidak lagi mempunyai harapan hidup,  menempelkan pistol ke pelipisnya. Ia yang biasanya kuat dan gagah, kini tampak pasrah menunggu ajal menjemput.

Scene beralih keluar rumah. Polisi menoleh terkejut mendengar suara letusan yang berasal dari dalam. Cha Don menoleh ke sumber suara, dari wajahnya terlukis kalau ia bisa mengira apa yang terjadi di dalam.

Pistol jatuh ke lantai. Se Kwang memilih menembak kepalanya sendiri dibanding menahan sakit karena racun. Saat menutup mata, air mata Se Kwang merembes keluar. Air mata terakhir yang dia miliki. Mungkin itu adalah air mata penyesalan pada jalan salah yang ia tempuh selama hidup.

Selesai sudah, tidak ada kejahatan lagi yang bisa Se Kwang lakukan. Diluar Cha Don terpaku diam di tempatnya, menatap sedih Bi Ryung yang kini tak lagi bernyawa. Akhir yang tragis, yang bahkan Cha Don tidak pernah membayangkannya sama sekali.

Waktu berlalu. Cha Don membawa Jae In pergi mengunjungi rumah abu Park Gi Soon. Disana Cha Don memperkenalkan Jae In pada mendiang ibunya sebagai wanita yang akan ia nikahi. Jae In terkejut. Cha Don bertanya, "Kenapa kau terkejut?. Apa kau tak mau menikah denganku?".

Jae In mengadu pada Gi Soon, "Ibu, apa ibu tahu dia sangat tak peka. Dia melamarku tanpa cincin". Cha Don tersenyum, memasukan tangan kanannya kesaku celana.

Jae In : Ibu, apa ibu ingin mendengar seberapa sering aku menderita karena dia?. Saat pertama kali kami bertemu, aku menyuapinya, aku mengajarinya bagaimana caranya berbicara. Aku menyelamatkannya dari kematian. Tapi dia melukaiku dengan memanggilku babi. Dia bukan tipeku, dia yang merayuku lebih dulu, lalu bilang padaku kalau tanganku seperti kaki babi.

Cha Don malu, "Kenapa kau masih belum berhenti".

Jae In terus bicara, "Mengingatnya kembali benar-benar membuatku ingin mati. Apa ibu tahu yang terjadi setelah itu?. Aku diam-diam mencintainya selama 5 tahun. Itu hampir melukai hatiku.

Cha Don : Cukup. Hentikan. Aku sudah bilang maafkan aku.

Jae In : Belum. Aku akan bicara dulu dengan ibumu, jadi jika kau sibuk, kau bisa pergi.

Cha Don mengangkat tangannya keatas, dan sebuah kalung mengayun di udara. Jae In yang masih kesal hanya berkata itu koin emas yang sering kau bawa. Cha Don menunjukkan kalung yang sama yang ia pakai. Dengan liontin koin emas keberuntungan. Cha Don mengalamar Jae In bukan pakai cincin tapi pakai kalung.

"Aku mencintaimu, Jae In. Mari kita hidup sama-sama sampai maut memisahkan kita".

"Lee Cha Don", Jae In terharu menahan tangis.

Cha Don memasangkan kalung ke leher Jae In, "Aku tak akan membuatmu menderita lagi. Apa kau mau menikahiku?". Jae In menganguk tanda setuju.

Tangan Cha Don melingkar di pinggang Jae In. Jae In meletakkan tangannya di atas tangan Cha Don...so sweet... back hug.

Cha Don : Ibu. Kami akan hidup bahagia selamanya. Tolong awasi kami.

Jae In menangis bahagia, "Ibu, aku akan menjaganya. Terima kasih karena sudah melahirkan Cha Don. Aku benar-benar, sangat bersyukur".

Beralih ke gedung pernikahan. Gu Shik sibuk mencari seseorang. Ketika bertemu dia berkata, "Apa yang kau lakukan di sini?. Kau harus menyelesaikan make up-nya".

Orang yang diajak bicara itu rupanya adalah Cha Don, sang pengantin pria ..... OMG...cakep bener dah...Cha Don bingung dan gugup, "Sudah waktunya. Bagaimana ini?. Bagaimana dengan Jae In?.

Lalu kita diperlihatkan pada tirai dengan bayangan 2 wanita. Bayangan wanita bertubuh besar tampak kesusahan dan bayangan wanita bertubuh langsing membantunya.
"Sial!. Kenapa masih belum tertutup?Aku tidak bisa bernapas", keluh wanita gemuk
"Sudah, akhirnya tertutup juga", ujar wanita langsing.

Wanita bertubuh besar bertanya, bagaimana menurutmu, apa aku cantik?. Wanita bertubuh langsing menjawab cantik...cantik...sekali.

Wanita bertubuh langsing keluar, dia adalah Sek. Hong. Sek. Hong kipas-kipas kepanasan, "Ah, aku sampai kehabisan napas. Kita hampir tidak berhasil".

Lho...jadi wanita yang bertubuh besar di dalam itu siapa????.

Gu Shik sebagai pembawa acara mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. "Kita mulai upacaranya. Pertama, Pengantin Pria, Silakan masuk!".

Cha Don menarik napas dalam-dalam, gugup. Gu Shik memberi semangat, "Fighting!. Lee Cha Don! Fighting!".

Tepuk tangan dari para tamu undangan mengiringi langkah Cha Don. Cha Don membungkuk kikuk memberi hormat kepara tamu, tapi kemudian Cha Don malah tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, tertawa geli sendiri. hehehehe..cute...

Jaksa Jo berkomentar senyum Cha Don sangat lebar seperti Chester Cheetah. Ji Hoo berkata pengantin wanitanya juga sangat cantik.  Jaksa Jo menyahut "Aku tahu itu. Aku kenal Bok Jae In". Sek. Hong yang duduk di samping Ji Hoo hanya tersenyum simpul tak berkomentar. Jaksa Jo tertawa terbahak melihat senyum lebar Cha Don.

Pal Do bertanya pada Ny. Bok, "Apa anda baik-baik saja hari ini?". Ny. Bok menjawab, "Aku baik-baik saja".

Gu Shik : Berikutnya, wanita terpenting hari ini. Ini dia pengantin wanita yang cantik. Pengantin wanita, silakan masuk.

Jae In, sang pengantin wanita memasuki aula, bersama Mr. Jingogae...eits..tunggu dulu, kenapa ini. Kenapa lingkar pinggang pengantin wanita ini lebar???...Jangan....jangan...!!!!!

Terdengar suara Gu Shik yang memberi sambutan, "Berikutnya, wanita terpenting hari ini. Ini dia pengantin wanita yang cantik. Pengantin wanita, silakan masuk".

Wah benar saja, Jae In kembali gemuk. Ia jalan menuju ke altar bersama ayah Gong Jae Nam. Ayah Gong jalan pelan karena kondisi kakinya yang sakit. Beda halnya dengan Jae In yang berjalan terburu-buru. Jadinya terlihat Jae In menyeret ayah Gong.

Cha Don memandang pengantin wanitanya dengan penuh cinta....

Jaksa Jo heran melihat pengantin wanita yang tampak berbeda, "Apa dia Bok Jae In?". Ji Hoo yang juga bingung menjawab sepertinya tidak mirip. Jaksa Jo berguman pengantin wanita tidak mungkin berubah seperti itu. Sek. Hong hanya bertepuk tangan dan tersenyum.

Pal Do tertawa melambaikan tangannya ke arah Jae In. Ny. Bok heran, "Apa Jae In hamil?", tanyanya pada Pal Do.
Pal Do menjelaskan ini semua karena Ny. Bok, "Agar anda tak makan terlalu banyak, dia yang menghabiskan semuanya". (Oh...itu toh penyebabnya, Jae In jadi gemuk lagi).

Ayah Gong berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Jae In, "Pelan-pelan, pelan-pelan, kalau jalan pelan-pelan".

Jae In menarik napas gugup, "Ayah, aku bukan anak kecil", lalu jalan dengan langkah lebih pelan.

Ayah Gong menepuk pundak Cha Don, menitipkan putrinya, "Tolong jaga dia" , lalu duduk di samping Ny. Bok. 

Cha Don mengulurkan tangan. Jae In menyambut uluran tangan Cha Don. Keduanya tersenyum bahagia. Jae In memejamkan matanya, seolah tak percaya ini bukanlah mimpi.

Tamu undangan bertepuk tangan dan tersenyum, turut merasakan kebahagian sepasang pengantin itu.
Hakim Jeon Ji Hoo...jika tersenyum seperti ini, terlihat lebih cantik.
Paman Kim Pal Do
Jaksa Jo Sang Deuk, Lho, kenapa sedih Om!...terharu ya...hihihi
Sekertaris Hong Ja Mong, lesung pipinya manis...
Ny. Bok Hwa Sool, keinginan Ny. Bok mempunyai menantu jaksa terkabul.
Mr. Jingogae aka Ayah Gong Jae Nam
Manager Yang Gu Shik
Kembali ke pengantin kita, Cha Don berbisik,

"Jae In-ah. Hari ini, kau cantik sekali".
"Shhhh!. Walaupun kau tak mengatakannya, aku sudah tahu".

Jae In mengedipkan mata, "Ting". 

Cha Don tersenyum geli.

Jae In dan Cha Don tersenyum bahagia. Jae In bahkan memekik kecil meluapkan rasa gembiranya.

Perhatikan dech, mimik wajah Cha Don lucu. ^_^

Happy Ending.


Komentar :
Done..done..done...Fuih...tamat juga akhirnya...setelah sinopsis ini tergantung selama berbulan-bulan. Lihat pernikahan Jae dan Cha Don membuat saya tertawa lebar. Suka liat Jae In gemuk lagi...hahahaha. Banyak tawa pada 2 menit terakhir.

Apakah puas dengan endingnya, ya puas. Kenapa?. Oke kita bahas kejatuhan kelima penjahat.

Pengacara Hwang Jung Shik meninggal karena dibunuh, sebelum dibunuh hidupnya lebih dulu kacau, kehilangan harta karena sering berjudi. Kwon Jae Kyu pasti akan berakhir di penjara. Lalu wartawan Go, mungkin ada yang berpikir hukuman wartawan Go enak banget hanya jadi gelandang.

Eits...siapa bilang hidup sebagai gelandangan lebih enak di bandingkan hidup di penjara. Hidup di penjara memang terkurung, tapi setidaknya di penjara tidak perlu pusing memikirkan makan. Karena para tahanan di berikan makan gratis, tis...tis...meski ala kadarnya.

Coba bayangkan hidup sebagai gelandangan, tidak punya rumah.....tidak punya uang untuk membeli makanan. Hidup luntang lantung yang pastinya akan selalu di dera rasa lapar. Tidur pun di pinggiran emper toko, atau di taman beralaskan koran atau kardus seadanya. Ditambah lagi wartawan Go ditinggalkan anak istri dan kehilangan semua harta benda plus rasa malu yang ditanggungnya, membuat hidupnya akan lebih menyedihkan.

Untuk Ji Se Kwang, memang lebih baik dia mati...kenapa, karena orang seperti Se Kwang tidak pernah menyerah hingga nyawa di cabut dari badan. Kalau dia di penjara bisa jadi dia melarikan diri lagi.

Terakhir Eun Bi Ryung, diantara ke-5 penjahat hanya Bi Ryung yang sempat meminta maaf pada Cha Don dan benar-benar menyadari kesalahannya. Hanya sungguh disayangkan kenapa dia memilih bunuh diri. Semula dia ingin melarikan diri dan kembali pada anaknya. Tapi melihat Se Kwang yang tak pernah menyadari kesalahannya, akhirnya Bi Ryung mengubah niat, dengan meminum racun dan meracuni Se Kwang.

Mungkin Bi Ryung berpikir itulah satu-satunya cara untuk menghentikan Se Kwang sekaligus menebus kesalahannya pada Cha Don, dengan membuat Se Kwang mati. Karena saat itu hanya ada 2 pilihan, jika bukan Cha Don yang mati maka Se Kwang yang mati. Di akhir episode ini Bi Ryung banyak menangis, sedih juga liatnya.

Sampai disitu saja komentarnya. Thanks untuk semua reader. Terima kasih untuk semua komentar-komentarnya, dukungan, kata-kata penyemangat dan kesabaran menunggu hingga sinopsis ini rampung dibuat. Maaf jika banyak kalimat ataupun ungkapan yang tidak dimengerti. Maaf jika banyak terjadi kesalahan pada pengetikan. Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya. Say good bye to Lee Cha Don.  ^_^

20 comments:

  1. Wahhhh...udah di upload yhaaa...♡♡♡♡
    Tapi Belum bisa bacanya.... masih di kantorrr plus meeting ampe malem...
    Hikz.... T_T

    btw thanks nuri dah di upload part2-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah lembur ya..yang semangat ya...fighting ^-^

      Delete
  2. finally.. Slese jg smpe akhir :) ,, aq ckup suka ma endingnya tpi yg aq syangkan knpa jae in gndut lg ?? Kan cntikan langsing :P .. *Yg penting happy ending lahh :D

    ReplyDelete
  3. makasih atas kerja kerasnya merampungkan sinopsis ini Mbak Nuri... drama ini asli bikin penasaran.. sy ngga nonton mbak, cuma baca aja dr sini. makanya betul2 nungguin sinopsis ini sampe tamat hehehe. bener2 happy ending. gpp jae in gendut, yg penting hatinya baik, cha don cinta jae in apa adanya.. dan utk 4 sekawan. fiuh bnr2 miris sama Se Kwang.. dia msh merasa semua ini kesalahan Cha Don, pdhal dialah yg sdh dibutakan harta dan tahta.. dan dia sdh menghalalkan segala cara utk mendptkannya.. "Incarnation of Money" bener2 ini semua karena uang deh.. tragedi ini karena keserakahan akan uang.

    Sekali lagi makasih banyak Mbak Nuri yang baik. Yang selalu menyelesaikan sinopsisnya sampai tamat, nggak kecewa deh nungguin sampe episode 24. Thank You. Hani Fatma Yuniar :)

    ReplyDelete
  4. Makasih mbak nuri..akhirnya selesai juga...mati deh si se kwang nya...bi ryung sih say JŲ̃ƍǻ Ɣªά̲̣̣̣̥"̮:) hɑ̳̈̐rυ̲̣s ikut mati...れ cha don ama jae in akhirnya menikah.....sinop mbak nuri ¡Ώ¡ SŲ̃đªh ƍWǻ({}) promoin keteman2x JŲ̃ƍǻ...heheh...thanx mbak
    Hmmm...kira2 ♍ɑ̤̥̈̊☺ Ɓυ̲̣ɑ̤̈̊τ̩ sinop baru ǻPǻ Ļǻƍȉ ŋ¡h mbak..

    ReplyDelete
  5. Makasih mbak nuri..akhirnya selesai juga...mati deh si se kwang nya...bi ryung sih say JŲ̃ƍǻ Ɣªά̲̣̣̣̥"̮:) hɑ̳̈̐rυ̲̣s ikut mati...れ cha don ama jae in akhirnya menikah.....sinop mbak nuri ¡Ώ¡ SŲ̃đªh ƍWǻ({}) promoin keteman2x JŲ̃ƍǻ...heheh...thanx mbak
    Hmmm...kira2 ♍ɑ̤̥̈̊☺ Ɓυ̲̣ɑ̤̈̊τ̩ sinop baru ǻPǻ Ļǻƍȉ ŋ¡h mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencananya saya mau buat sinop The Heirs. Sambil tetap lanjutin sinop AHYI yang belum rampung.

      Delete
  6. mb nuri...jangan buat the heirs...soalnya pasti udah ada blog lain yg mau buat......hehe... buat sinop lain aja mb

    SECRET ----> BLOG BERBAGI

    THE SUSPICIOUS HOUSEKEEPER --->BLOG MB ANIS & QUEEN BEE

    THE HEIRS ----> SPTNYA MB DEE N MB FANNY DEH ?????

    eh..tapi gpp deh...terserah mb Nuri juga,,,,hehe....btw ditunggu lanjutan AHYI yah... ^^

    tengkyu

    san

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya memang banyak blog yang mau buat sinop the heirs, selain blog mba fanny dan mba dee..ada juga blog my story milik ayu, blog berbagi mba mumuzizi juga bakal buat spoiler atau sinop singkatnya,..dan kemungkinan besar kak tirza juga bakal buat. Nah loh berapa blog sudah yang tertarik buat sinop ini drama???. Tapi sekali lagi ini karena faktor Lee Min Ho...mana mungkin saya melewatkan drama oppa yang ganteng ini...hehehehe...gak apa makin banyak yang buat makin rame, kembali lagi ke selera pembaca suka sama tulisan siapa. Kalau saya sich udah buat sinop aja dah seneng, yach syukur2 ada yang baca....^_^

      Delete
    2. hehe iya mbak kami makasih juga buat sinopnya dan maaf kalo ada kata2 komen yang kurang berkenan ^^
      tetep semangat buat nyinop mbak!

      Delete
  7. alhamdulilah... Yippiiie... Akhirnya selesai juga... kamsha mba nuri ... Utk perjuangannya membuat sinopsis ini ... Semangat utk sinopsis berikutnya,, ^^

    ReplyDelete
  8. Tapi tetep saya mah Sad Ending karena Kwon Hyuk metong hahaha.


    Drama yg membuat saya nonstop nonton 14 episode selama 2 hari hahaha.... Gila dibuat penasaran sama kelanjutannya n langsung jadi fans aktingnya Park Sang Min.

    Selain tegang nih drama juga kadang menampilkan sisi kocak dari couple nya... Hihi...

    Finaly, berharap Do Ji Han menjadi salah satu dari sepuluh New Star di SBS Drama Award akhir tahun nanti.....

    ReplyDelete
  9. Many big thanks ya mbak Nuri atas sinopsisnya. Akhrnya iom kelar juga. Sy bener2 kecanduan baca sinopsis drakor dan jd sebel banget klo pas sinyal lg buruk (bcnya lewat BB) maklum tingglnya d ujung kampung. Skrg lg nunggu kelanjutan sinop ahyi. Smg mbak nuri terus semangat menulis sinopsisnya.

    ReplyDelete
  10. Thank Mba Nurie

    padahal tiap hari liat, baru nyadar kemaren tanggal 10 ternyata dah semingguan posting endinya.
    GAMSAHAMIDAAA..
    fighting NEXT PROJECT YAAAAAAAH

    TX Nurie (idadedabes) :D

    ReplyDelete
  11. Huahhhh!!! Finally ....the end. Good drama, good actors and actresses. Thanks 4 your hard work, Ms. Nuri.

    ReplyDelete
  12. Wah akhirnya cha don bahagia seneng liat jae in gemuk lagi cantik

    ReplyDelete
  13. Hallo mbak nuri:D ini kunjungan pertama aku disini nih hehe eh bukan hari ini sih tepatnya kemaren'-'
    Hmm aku mau komen dulu ya,walopun trbilang telat *banget malah*
    Well,aku mau bilang aku nyesel abis gak ngikutin drama ini dari dulu:-( dulu tuh udah hampir mau beli kaset dvdnya,eh tergoda sama drama laen,gaak jadi dah u,u /alibi karna duit kurang(?)/ alhasil sampe laptopku rusak juga ga beli beli pfffft... *jadi curhat kan*
    ga nyangka bakal seseru dan sekeren ini ceritanya. Awalnya aku ngeliat cover tuh kaset ga terlalu excited gitu, apalagi ngeliat nama pemerannya yg asing buat aku *maklum dulu masi newbie jadi penggemar k-drama*
    Dan kemaren saya penasaran juga sama drama ini, kebetulan aku nemu blog mbak ini hehe. Aku ikutiin terus ceritanya sampe end..seharian tuh sampe puasa pun ga kerasa(?)*curhat lagi pffft*
    Di episode awal yang aku tau cuma si lee kangseok kecil itu, karna pernah liat dia di may queen,siapadah namanya park jibin yak(?) Dari situ aku udah mulai suka,perannya kangseok juga bagus, masih kecil tapi berani(?). Awalnya akupikir pengacara hwang yg bakal jadi penjahat utamanya eh ternyata si buaya sungai han -read:se kwang-
    Semenjak ayahnya kangseok meninggal dan ibunya kangseok yg dituduh jadi tersangka padahal sebenernya sekwang aku udah naek darah aja tuh. Bisa2nya nuduh orang ga bersalah astagfirullah. Hampir aja batal puasa kemaren garagara sekwang dkk errrr...*yah curhat lagi*
    kok bisa ya ada orang kayak mereka mereka yg menginginkan harta orang laen sampe segitunya ampun euy~
    Pas pertemuan chadon & gisoon yg udah tau sbg ibu anak itu buat banjir huaaa:'( tapi untung udah buka puasa kemaren(??)
    Pas misi bales dendamnya chadon ke penjahat2 itu aku suka sekali. Chadonnya smart,bisa memperkirakan apa yg bakal dilakuin si sekwang. Tp pas sekwang dtg ke tmpat chadon masa chadon gaktau sih kalo yg ngirim spam itu sekwang-_- tapi aku salut sama sek.hong & gushik yang bantuin chadon bukan semata karna uang haha sukasuka.
    Nama asli yg jadi kwon hyuk siapasih kayak pernah liat.--. Jaein-chadon lucuu suka ngeliatnya hihi. Jadi inget tingkah jaein pas ngerusuhin kampanye sekwang wkwkk bravo abis! sempet kecewa sama chadon grgr dia korupsi pffft..
    Diantara semua penjahat aku paling kasihan sama biryung.dia masih ada sisi baiknya buktinya dia sempet minta maaf sama chadon.trus dia sebenernya pingin bersama2 dgn anaknya kan tp dia mutusin buat bunuh diri.poor her...
    Buat sekwang....HAHAHA akhirnya ngilang juga dari pandangan mata(?) *ehmaap* abis sama kesel udah sampe pucuk ubun ubun sama dia-_- Kang jihwan top dah aktingnya! Hwang jung eum jugaaa! incarnation of money is great drama!! (Y) maaf komenku kepanjangan:D trimakasih sinopsisnya mbaknuri:--)

    ReplyDelete
  14. ..mbam nuri mkash...
    Puasss bnget dgn sinopsisnyaa.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama Risna, thanks ya udah sering mampir :)

      Delete
  15. Waaa sinopsisnya keren abis bisa menyeluruh.. walupun ga nonton scara langsung tp sudah tergambarkan.. thanks yaa..

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)