Pages - Menu

Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Sunday, June 26, 2011

Cinta Suci Zahrana



Judul        : Cinta Suci Zahrana
Penulis     : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit   : Republika- Basmalah
Terbit        : Juni, 2011

Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan.
Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan.
Biarlah orang lain menangisi kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan.
Biarlah orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan.
Kedua mata Zahrana berkaca-kaca membaca pesan itu. Ia teringat saat ia menuliskan kalimat itu di lembar biodata yang akan dijadikan album kenangan.
“Dari mana kau dapat kalimat bagus itu Rana. Kau sendiri yang buat atau kau memetik dari kalimat orang lain?”
“Itu aku petik dari kalimat Jim Rohn.” Lirih Zahrana.

“Zahrana adalah seorang penulis yang aktif menulis sehingga, keaktifannya mengantarkannya kuliah di beijing, banyak mendapatkan penghargaan. Perempuan berumur 34 tahun ini sudah beberapa kali mengukir prestasi, sebagai perempuan terbaik sarjana tehnik di Universitas terkemuka di Indonesia Zahrana juga menjadi dosen tehnik. Prestasi terbesarnya, adalah saat mendapatkan penghargaan International di Beijing Cina. 

Saking sibuknya mencari ilmu, 34 tahun belum juga menikah. Sampai disinilah terjadi konflik dengan ibunya. Apakah sampai umur itu Dia belum juga menemukan seorang lelaki pemimpin rumah tangganya?

Novel ini mengkisahkan perjalanan seorang Perempuan muslim dalam meraih impian dan cita-citanya. Akankah Zahrana mengorbankan impiannya, ketika ia mendapat tuntutan dari orang tuanya yang ingin segera melihat Zahrana menikah , apakah tak pernah terbesit dalam benak Zahrana untuk memilik suami dan sebuah keluarga?

Seperti novel kang Abik yang terdahulu, novel kang Abik kali ini masih sarat dengan religi yang kental dari sang tokoh utama. Kal ini kang Abik memilih Beijing, China sebagai setting novel terbarunya, tak seperti novel terdahulu yang kebanyakan memilih Timur Tengah. Alasannya karena Islam itu Universal dan ada dimana-mana tak hanya di Timur Tengah.



Friday, May 27, 2011

Bercinta Dalam Tahajjudku



Judul : Bercinta Dalam Tahajjudku
Pengarang : Anshela
Penerbit : Diva Press

Jika perempuan muda manja semata wayang (Kisi Carissa) dari kalangan berada tiba-tiba dibenturkan dengan peristiwa dahsyat ditinggal sang ayah tercinta untuk selamanya dengan cara tragis, mampukah ia tegar?
 
Jika kemudian tak lama dari peristiwa itu, orang yang ditaksirnya selama ini benar-benar tidak memilihnya, melainkan justru memilih teman terdekatnya, akankah ia masih bisa tegar?
 
Jika bahkan tak lama dari itu pun, ia dihadapkan kembali dengan peristiwa yang juga tak kalah tragisnya, yang menimpuknya sempurna dalam derita, akankah ia kuasa untuk tegar?
 
Novel ini menyajikan sebuah kisah yang menarik mengajarkan makna pelajaran maha penting dalam kehidupan, yakni SABAR dan TAWAKKAL. Lewat kisah ini, si tokoh tak henti dihadapkan pada ujian-ujian hidup yang maha berat, yang melindasnya dalam puruk dan duka.
 
Mampukah ia menghadapi peristiwa-peristiwa hebat yang tak berkesudahan itu? Mengapa cobaan yang dikirimkan Tuhan kepadanya makin berat?
 
Ketika cobaan hidup makin membelitnya, Kisi Carissa tumpahkan segala bebannya dalam shalat tahajjud. Menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan bagi kisi untuk berdialog dengan Rabb-Nya dalam shalat tahujjudnya.

Buku ini sekaligus mengungkapkan kedahsyatan shalat tahajjud bagi setiap insan yang melaksanakannya.

Bidadari Bidadari Surga



Judul             :  Bidadari Bidadari Surga
Pengarang     : Tere - Liye
Penerbit        : Republika

Bidadari-Bidadari Surga bercerita tentang pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay agar adik-adiknya dapat melanjutkan pendidikan mereka, meski ia harus bekerja diterik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta dimalam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeza dengan dirinya.


Satu sisi Laisa digambarkan sebagai kakak yang galak dan tegas, mengejar-ngejar adiknya yang bolos sekolah dengan rotan dan ranting kayu. Di sisi lain, kontradiktif dengan fizikalnya yang gempal, gendut, berkulit hitam, wajah yang tidak proporsional ditambah dengan rambut gimbal serta ukuran tubuhnya yang tidak normal, lebih pendek, Laisa sesungguhnya tipikal kakak yang mendukung adik-adiknya, rela mengorbankan diri untuk keselamatan ‘dua anak nakal’ Ikanuri dan Wibisana dari siluman Gunung Kendeng, serta mati-matian mencari obat untuk   menyembuhkan adiknya Yashinta yang diserang demam panas hingga kejang pada suatu malam.

Sebuah kisah kasih sayang dan cinta kasih persaudaraan yang menyentuh hati. Kesabaran dan keikhlasan akan berbuah indah pada ahkirnya.

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin



Judul           : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang   : Tere - Liya
Penerbit      : PT. Gramedia Pusataka Utama

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Para Mujahid Cinta



Judul             : Para Mujahid Cinta
Pengarang    : Najieb Kailani
Penerbit        : Ihwah/Basmala

Buku ini diawali dengan kisah pendudukan pasukan China yang mencengkeram Propinsi Kumul pada tahun 1930. Disebabkan karena merasa sudah menguasai daerah jajahannya, maka komandan China membuat peraturan yang sesuka hatinya. Tak perduli apakah peraturan itu bertentangan dengan keyakinan penduduk yang dijajahnya. Peraturan itu adalah keharusan bagi semua orang Turkistan untuk menikahkan anak perempuannya kepada pasukan China, meskipun berbeda keyakinan.

Berawal dari sanalah, pemberontakan rakyat Turkistan melawan China mulai bergelora di bawah pimpinan pemikir, negarawan serta ulama’ kharismatik Khaja Niyaz Haji. Padanya terdapat sikap keberanian dan kearifan serta sang motivator para mujahid muslim Turkistan. Dialah pada akhirnya menjadi Presiden pertama negeri Turkistan menggantikan raja Kumul yang tewas.

Melihat peperangan antara Turkistan dan China, Uni Sovyet mencoba untuk ikut bermain dalam konflik kedua Negara tersebut dengan topeng “membantu”. Pemimpin Uni Sovyet saat itu, Stalin, mencoba mengutus perwakilan ke Turkistan di bawah pimpinan Zajam Sin Dargam untuk bertemu muka dengan Khaja Niyaz Haji. Tentunya dengan kompensasi yang mempertaruhkan harkat dan martabat negeri Turkistan.Penolakan halus dilakukan Khaja Niyaz Haji atas bantuan yang ditawarkan utusan Rusia itu. Mendapat penolakan itu, pihak Sovyet pada akhirnya merapat kepada Pasukan China dengan alasan yang sama. Membantu!. Hingga akhirnya dua kekuatan komunis membabat habis wilayah-wilayah negeri Turkistan.

Buku yang diterjemahkan oleh Socheh Muhammad ini, selain mengisahkan tentang jiwa patriotisme, juga mengisahkan tentang jalinan cinta tokoh utama yang bernama Mustafa Murad Hadrat dengan Najmat Lail. Keduanya adalah pelayan istana Raja Kumul. Peperangan membuat cinta mereka terpisahkan untuk sementara waktu. Demi menyelamatkan keluarga kerajaan, Najmat Lail rela menikah dengan Pao Din, perwira pasukan China yang menyerang istana raja Kumul.

Namun seiring berjalannya waktu, saat Mustafa Murad Hadrat melakukan taktik perang gerilya bersama para mujahidin yang lain. Tuhan mempertemukan keduanya kembali di Urungi. Dengan menyamar menjadi pembantu perwira Pao Din bernama samaran Torson, Mustafa Murad Hadrat merasa bahwa cinta yang ada dalam hati Najmat Lail telah sirna. Ternyata pernyataanya salah besar. Dengan alasan cinta kepadanya, Najmat Lail membunuh suaminya sendiri. Dan menjalani hidup dalam pelarian bersama Mustafa Murad Hadrat. Keduanya menikah di sela-sela waktu senggang kala perang lagi mereda.

Akan tetapi, peperangan yang terus menerus tak kunjung henti membuat keduanya harus berpisah lagi. Demi bisa menjaga akidah Islamnya, para Mujahid Cinta negeri Turkistan ini mencoba untuk terus bertahan dengan jumlah yang sedikit melalui taktik prang gerilya. Sembunyi di pegunungan, jika terlihat musuh mulai lengah, mereka turun gunung dengan menyerang titik sentral pertahanan pasukan China dan Uni Sovyet. Meskipun pada akhirnya kekalahan selalu ada disebabkan kurang modernnya persenjataan perang pasukan Turkistan.

Akibat makin menipisnya jumlah pasukan Turkistan, maka mengungsilah Mustafa Murad Hadrat bersama para pejuang lainnya menuju Srinagar, Kashmir. Disanalah pertemuan kembali dengan Istri dan anaknya terjadi lagi. Hingga keduanya berkeinginan untuk hidup dipinggiran kota Mekkah. Nah di Mekkah-lah, saat bulan Dzulhijjah Najieb Kailani bertatap muka secara tidak sengaja dengan Mustafa Murad Hadrat yang menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi pedagang tasbih, kopiah dan barag-barang antic. Maka diceritakanlah negeri Turkistan, negeri Islam yang hilang ini pada Najieb Kailani dengan cerita yang sangat menyentuh nurani.

Sungguh Aku Mencintaimu Karena Allah



Judul           : Sungguh, Aku mencintaimu karena Allah
Pengarang   : Pipiet Senja, dkk
Panerbit      : QultumMedia

Sungguh, Aku mencintaimu karena Allah, mungkin inilah sebuah kata yang terindah yang ingin aku dengar dari seseorang. :) Karena memang cinta hanya berasal dari Allah. Allah yang maha pengasih dan penyayang menganugerahkan cinta kepada seluruh manusia. Begitu banyak definisi tentang cinta. Cinta  kepada anak, orang tua, kekasih, teman dan juga cinta terhadap Sang Maha Pencipta. Karena hanyalah cinta kepada Allah yang merupakan cinta abadi.

Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata dan muara curahan hati dari para pencari cinta sejati oleh Pipit Senja dan kawan-kawan. Di dalamnya, ada goresan kepenatan hidup, tetesan air mata, hingga ada gurat senyum kebahagiaan yang terkembang dari para pemburu cinta sejati yang menggugah hati pembacanya karena mereka telah menemukan teka-teki cinta dan kunci kehidupan yang berlandaskan “karena Allah”.

Sungguh, Aku mencintaimu karena Allah.


Qais dan Laila



Judul       : Qais dan Laila
Penulis    : Nizami Fanjavi
Penerbit  : Qiyas Media

Saya penasaran dengan kisah cinta Laila dan Majnun karena itu saya membaca novel ini.


Qais dan Laila lebih populer dengan judul "Laila dan Majnun". Sebuah maha karya sastra yang sebenarnya jauh lebih tua dari kisah Romeo dan Yuliet (William Shakepear, 1616 M). Kisah Laila dan Majnun ditulis oleh Nazami Fanjavi (Sufi asal Persia 1188). Kisahnya telah terkenal di seluruh duni dan telah berulang kali diubbah menjadi syair sajak, pertunjukan teater dan film-film di bioskop dunia.

Qais terlahir sebagai anak tunggal dengan wajah yang tampan dan berasal dari keturunan Sayid, orang terhormat dari Kabilah Bani Amir. Ketika beranjak remaja, ayahnya mempercayakan pendidikan Qais kepada seorang guru yang sangat termasyhur akan tinggi ilmunya. Anak-anak bangsawan arab bersekolah dengan guru ini. Qais adalah murid yang sangat cerdas,tekun bijak lestari dan terbaik yang pernah gurunya ajari.

Suatu hari sang guru memperkenalkan murid baru berjenis kelamin wanita kepada murid-muridnya, seorang gadis yang mempunyai paras jelita yang pasti membuat setiap pemuda seperti Qais terpesona akan kecantikan yang dipancarkanya. Dengan seketika Qais jatuh hati kepada gadis itu, Laila.

Ibarat gayung bersambut ketika tangan menimba, Laila pun menaruh hati kepada Qais. Berdua mereka mulai merajut benang-benang asmara, semakin lama mereka semakin terlarut oleh manisnya cinta. Qais dan Laila terlalu asyik dengan duni mereka, Hingga akhirnya gunjingan orang-orang disekeliling mereka yang masih menganggap tabu hubungan mereka, membuat Qais dan Laila harus menjaga jarak dan berpisah untuk sementara. Memang tak ada yang melarang orang jatuh cinta, tetapi karena Laila dan Qais berasal dari keluarga terpandang dan telah membuat malu keluarga mereka akan desas desus yang semakin lama semakin ramai dibincangkan. 

Laila bisa saja menahan kepedihan dan kesedihan hatinya dengan sembunyi-sembunyi. Tapi tidak bagi Qais, kerinduan yang memuncak kepada kekasihnya membuat Qais linglung dan sering bertingkah aneh. Qais sering memuji kecantikan dan kebaikan Laila kepada setiap orang yang dijumpainya, tingkahnya yang semakin aneh membuat orang-orang menjulukinya " Si Majnun" (orang gila).

Ayah Qais berusaha untuk menyembuhkan putranya, ia pergi kerumah Laila. Ayah Qais meminta kepada ayah Laila untuk menikahkan Qais dan Laila, tetapi lamaran itu ditolak oleh ayah Laila. Kabar Qais yang telah gila telah tersebar diseluruh kota, sehingga ayah Laila tak ingin menikahkan putrinya dengan orang yang terganggu pikirannya. Penolakan ini membuat Qais makin terganggu pikiranya. Meskipun pikiranya terganggu, tapi Qais mampu melantunkan bait-bait nan puitis sebagai ungkapan kerinduannya kepada sang kekasih. Lantuan kata yang membuat orang miris ketika mendengarnya.

Menurut pepatah " Cinta tak kan pernah salah", tapi terkadang cinta juga bisa salah, banyak manusia terpedaya dengan cinta, cinta memiliki banyak rasa, warna dan pesona. Cinta Qais yang begitu besar kepada Laila justru membuat ia menjadi linglung. Qais yang pintar tak mampu lagi berpikir secara rasional, ia tak juga memperdulikan keadaan dirinya sendiri. Akal pikirannya hilang bahkan kepada Sang Maha Pencipta Cinta itu sendiri. Pada akhirnya cinta dan kerinduan yang terlalu besar membuat dua insan ini saling menderita dan terluka. Sebuah cinta yang manis pada awalnya namun pahit pada akhirnya. 
 

Monday, April 04, 2011

Shobrun Jamil



Judul Buku            : Shobrun Jamil ( Sabar yang indah )
Penulis                  :  Human S. Chudori
Penerbit                :  Republika

Ning, anak kelima dari enam bersau
dara dari enam bersaudara dari pasangan Sarmanto dan Yuliana. Ning merupakan sosok gadis yang sabar. Ia bukan sekedar memiliki kesadaran, melainkan cerminan manusia Shobrun Jamil, sabar yang indah. Kendati cobaan yang menerpa hidupnya, ia tetap tabah menjalani kehidupan ini karena ia yakin semua sudah merupakan takdir yang ditetapkan Oleh yang Maha Kuasa. Gadis yang memiliki lesung pipit ini sangat yakin bahwa setiap ketetapan-Nya pasti baik. Meskipun tak jarang, berbeda dengan keinginan manusia.

Dua bulan sebelum acara pernikahannya, Ning harus merelakan kepergian tunangannya kembali kehadapan yang Maha Kuasa. Belum genap setahun kepergian sang kekasih, Ning harus merelakan sang adik, Darmini untuk menikah lebih dahulu. Ayahnya pun menderita sakit gara-gara stress, yang merasa bersalah kepada Ning karena telah menikahkan adiknya terlebih dahulu.

Tak berhenti sampai di situ saja, cobaan kehidupan Ning bertambah ketika pada akhirnya ia "dikerjai" oleh seorang pemuda yang pernah menaksirnya. Sebagai manusia biasa, Ning hanyalah seorang manusia yang terkadang tak kuat menanggung penderitaan yang beruntun. Akhirnya Ning menghembuskan nafas terakhir setelah menderita penyakit aneh yang tidak terdeteksi secara medis. Kematian Ning memang menimbulkan sebuah teka teki, namun ibunya yakin bahwa putrinya itu meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Bumi Cinta



Judul Buku     :  Bumi Cinta
Penulis            :   Habibburahman El Shirazy
Penerbit          :   Basmala

Muhammad Ayyas, seorang pemuda asal Indonesia yang datang ke Rusia dengan tujuan untuk mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya tentang Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin. Di Rusia Ayyas disambut oleh teman lamanya yang juga pemuda asal Indonesia, David. David yang sudah  lama tinggal di Rusia kini telah mengikuti kehidupan masyarakat rusia yang bebas dalam pergaulan. Lewat bantuan David, Ayyas menyewa sebuah apertemen yang memiliki tempat strategis dengan uang sewa yang relatif murah, namun Ayyas harus rela berbagi apaetemen itu dengan 2 wanita Rusia yang jelita, Linor dan Yelena

Semula Ayyas merasa keberatan harus tinggal satu atap dengan wanita yang bukan mahramnya, namun dengan alasan kedatangan Ayyas yang tiba-tiba membuat David tidak mempunyai banyak waktu untuk mencarikan tempat tinggal seperti yang diinginkan oleh Ayyas. David pun berjanji suatu hari akan membantu Ayyas untuk mencari tempat tinggal baru yang lebih layak dari apertemen yang kini telah disewa oleh Ayyas. Ahkirnya Ayyas pun setuju, untuk semantara waktu akan tinggal di apertemen dan tinggal bersama 2 wanita itu.

Berbagi apertemen dengan 2 wanita dewasa bukanlah hal yang mudah bagi Ayyas. Bagi Ayyas ini merupakan ujian keimanan yang dahsyat ditengah usahanya untuk mencoba menjaga kesuciaanya sebagai muslim. Berbagi ruang tamu, dapur dan ruang keluarga membuat Ayyas setiap harinya terus berinteraksi dengan kedua wanita tersebut. 

Yelena menyambut kehadiran Ayyas dengan ramah, berbeda dengan Linor yang bersikap dingin dan jutek terhadap Ayyas, terlebih lagi perkataan pedas Linor yang mengatakan bahwa agama islam yang dianut oleh Ayya adalah sebuah agama yang primitif. Tak tahan dengan perkataan pedas Linor yang menghina agamanya membuat Ayyas marah. Namun hal itu tak membuat Linor berhenti untuk menghina agama Ayyas. Sebelum pertengkaran terjadi antara Linor dan Ayyas, Yelena terlebih dahulu merelai ke dua teman seapertemenya tersebut. Semenjak kejadian itu, Ayyas berusaha untuk tidak sering bertemu dengan Linor.  

Kehidupan Ayyas di Rusia banyak dikelilingi wanita cantik. Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang taat. Ia merupakan asisten dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosen Ayyas di Delhi, karena suatu keperluan yang mendesak membuat Dosen pembimbingnya tak bisa melakukan bimbinganya kepada Ayyas, dan menyerahkan tugas tersebut kepada Anastasia. Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpat lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ayyas yang pintar dan mempunyai pengetahuan yang luas membuat rasa ketertarikan dalam hati Anastasia semakin kuat.

Kepribadiaan Ayyas yang baik membuat Yelena menceritakan kehidupan pribadinya yang ingin disimpanya, diketahui bahwa Yelena adalah seorang pelacaur kelas atas yang mempunyai seorang anak yang kini diasuh oleh mantan suaminya. Ketika menikah Yelena adalah seorang muslim, namun perpisahan dengan suaminya dan penderitaan serta cobaan dalam  hidupnya membuat Yelena keluar dari agama islam dan memilih untuk menjadi seorang atheis. Namun kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya dan konflik yang tengan dilandanya dengan sang mucikari mengantarkan Yelena kembali menjadi percaya kepada tuhan dan merengkuh agama islam yang dulu pernah ditinggalkanya.

Hubungan yang tidak terlalu baik dan kemisteriusan Linor, membuat Ayyas tidak mengetahui siapa Linor yang sebenarnya, ternyata Linor adalah seorang agen mosad yang kini tengah menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman di sebuah gedung yang diarahkan agar Ayyas menjadi pelakunya. Namun dengan pertolongan Allah, membuat Ayyas bebas dari jebakan yang dibuat oleh Linor. Mengetahui rencana jahatnya tak berhasil, membuat Linor untuk sementara waktu harus meninggalkan Rusia. Sebagai seorang agen mosad tentu bukanlah hal sulit bagi Linor untuk memalsukan identitasnya. Linor mengasingkan diri dan pergi kekampung halaman ibunya.
Bersama dengan ibunya, Linor merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Disinilah akhirnya Linor mengetahui siapa dia sebenarnya. Linor dan Ibunya menyaksikan sebuah video yang memutar tentang pembantaian zionis terhadap muslim palestina di Sabra dan Sathila. Dalam video itu terlihat mayat seorang wanita palestina dengan kondisi yang mengenaskan. Madam Ekatarina, ibunya Linor menceritakan kehidupan semasa mudanya ketika menjadi sukarelawan tim medis dipalestina, dan pertemuanya dengan seorang dokter muda yang menjadi sahabatnya, Salma Abdul Aziz. Madem Ekatarina menjelaskan bahwa gambar mayat wanita palestina dengan kondisi mengenaskan itu adalah Salma Abdul Aziz, ibu kandung Linor. Madam Ekatarina menyelamatkan bayi Linor ketika terjadi pembantaian tersebut, namun ia tak berhasil menyelamatkan Salma yang telah dianggap sebagai saudaranya.

Linor yang mengetahui bahwa ia sejatinya adalah orang palestina, menjerit dan menangis mengingat tindakanya yang selama ini telah menjadi agen mosad, dan betapa jahatnya ia telah menjadi bagian dari penyebab hilangnya nyawa orang-orang palestina yang ternyata adalah saudaranya sendiri, bangsanya sendiri.
 

Sunday, March 06, 2011

Issabella



Pengarang : Maulana Muhammas Saeed Dehlvi
Penerbit    : Navila

Sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata. Studi perbandingan antara agama islam dan kristen

Isabella, Seorang putri dari kepala pendeta kristen di Cordova, yang sangat kaku dan ortodoks. Ia mempelajari agama kristen secara mendalam dan tekun, keiginan tahunya yang besar membuat ia mencoba untuk mencari kebenaran doktrin kristen dengan membedah prinsip-prinsip dasar kekristenan. Suatu ketika ia menemukan keraguan dan kejanggalan dalam ajaran agama kristen. Tak kala kebenaran terbentang dihadapanya,, ia mulai meninggalkan agamanya dan meraih islam sebagai agama baru. Ia dengan berani dan gigih menghadapi tantangan dari ayah, guru, serta umat kristen di cardova. Dan menjadikan Islam sebagai agamanya sampai ahkir hayatnya. Novel ini merupakan sebuah karya yang sangat bermamfaat, dikemas dalam sebuah cerita yang menarik. Memberikan penjelasan perbandingan antara dua agama, yang akan memberikan kita perncerahan spiritual yang menyentuh. 
 

Friday, March 04, 2011

Madah Cinta Shalihah



Pengarang   :  Vanny Crisma W
Penerbit        :  Diva Press

Shalihah terlahir mengidap penyakit kronis, hal itu membuat ibunya memutuskan untuk menjadi TKW di negei orang untuk membiayai pengobatanya. Namun di negeri itulah ibunya di vonis hukuman mati karena dituduh membunuh majikanya yang hendak memperkosanya. Kemarahan memuncak dihati shalilah dan ia merasa takdir yang diberikan kepadanya tidaklah adil menurutnya. Kemarahan itu menyebabkan ia menjadi murtad dan menghina agamanya sendiri yang selama ini ia yakini dan dijalaninya dengan taat.

Shalihah yang terombang - ambing dalam kemarahan melakukan suatu pelecehan yang menodai ajaran agama, ia pun ahkirnya diusir oleh para penduduk kampung karena dianggap meresahkan dan menodai serta menghina Allah dan Rasullah. Shalihah menjalani hidup tanpa tujuan. Suatu hari  shalihah bertemu dengan 3 anak kecil perempuan yang menjadi pemulung. Salah satu dari anak kecil itu memberikan makan siangnya kepada shalihah yang saat itu dalam keadaan lemas karena sudah beberapa hari tidak makan. Dan ahkirnya shalihah tinggal bersama dengan gadis2 kecil itu dan ikut menjadi pemulung.

Kasih sayang serta ketulusan yang diberikan para gadis kecil itu membuat hati Shalihah tersentuh.Ditambah dengan kehadiran seorang pria yang telah lama menyukai shalihah jauh sebelum ia diusir oleh para penduduk kampung. Disinilah Shalihah mulai merasa bersemangat kembali dan menyadari akan kesalahanya yg telah menghina agamanya sendiri.

Suatu hari penyakit kanker darah Shalihah kambuh sehinggan harus dirawat dirumah sakit.
Disaat itulah datang seorang wanita yang merupakan istri dari majikan ibunya yang menberikan banyak uang kepada Shalihah. Ibunya sempat memohon kepada istri majikanya untuk yg terahkir kalinya sebelum ia dihukum mati, ia meminta uang untuk pengobatan Shalihah sabagai ganti atas kesalahan yang tidak dilakukanya. Sebenarnya istri majiknya itu mengetahui bahwa ibu shalihah hanya menbela diri dan tidak sengaja membunuh suaminya. Mulanya Shalihah tidak mau meneriama uang tersebut, namun ahkirnya ia menerimanya setelah mendengar kabar bahwa salah satu dari ketiga gadis pemulung itu mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak biaya. 

Ditengah sakitnya yang parah, Shalihah pergi kepemakaman ayahnya. Ditengah perjalanan ia membaca sebuah surat kabar yang memberitakan seorang narapidana wanita di arab telah meninggal dunia sehari sebelum narapidana tsb di hukum mati. Wanita itu adalah ibunya yang meninggal dengan tenang tanpa harus menjalani hukuman atas kesalahan yang tidak dilakukanya. Hal itu membuat Shalihah tenang dan menghembuskan napas terahkirnya dalam perjalanan itu setelah ia melakukan ibadah dan kembali kefitrahnya sebagai seorang muslimah.

Ya Allah , aku menangis karena takut terkena siksaMu
Ya Allah, aku menangis karena takut terkena murkaMu
Ya Allah, aku menangis karena takut terputus oleh rahmatMu
Tangisku untuk melebur dosa-dosaku
Tangisku untuk membersihkan berbagai aib
Tangisku adalah untuk menjadi kekasihMu

Wo Ai Ni Allah



Pengarang : Vanny Chrisma W
Penerbit    : Diva Press
Pencarian seorang gadis kecil cina tentang jati diri dan ketuhanan. 

Amei Chan, gadis belia cantik berusia 14 tahun harus rela putus sekolah karena dianggap aneh oleh teman-temanya dan orang-orang disekelilingnya. Ayahnya mengalami gangguan jiwa semenjak ia memutuskan untuk mencari tuhan. Amie Chan dan ayahnya terlahir dari keturunan China Atheis. Namun hal itu berubah semenjak ayah Amei chan mengaku sering bermimpi aneh yang menurutnya mimpi itu merupakan petunjuk dari tuhan. Tidak ada yang percaya pada ayahnya, bahkan ibu Amei chan menganggap bahwa suaminya itu sudah menjadi gila. 

Hanya Amei chan yang percaya akan mimpi yg dikatakan oleh ayahnya. Dengan setia, setiap hari Amei chan menemani ayahnya berkeliling untuk menanyakan tentang ketuhanan kepada para pemuka agama. Namun jawaban yg ia dapatkan blm bisa memenuhi keinginan tahunya akan tuhan. Sampai pada suatu hari ayah Amei chan tewas dibunuh oleh para anak buah dari kakaknya sendiri. Sebelum tewas ayahnya sempat berpesan kepada Amei chan untuk meneruskan misinya dalam mencari tuhan.

Setiap harinya Amei chan melakukan kebiasaan yang seirng dilakukan oleh ayahnya semasa ayahnya masih hidup. Amei chan terus saja bertanya kepada setiap orang tentang keberadaan tuhan. Mengetahui hal ini ibu Amei chan menganggap anaknya telah menjadi gila seperti ayahnya. Puncaknya ia membuang Amei chan dijalanan dan hal itu menyebabkan Amei chan mengalami penyakit gangguan jiwa yang akut.

Amei chan yang terbuang dirawat oleh seorang mahasiswa psikiologi dan menjadikan Amei chan sebagai pasienya. Dengan telaten Husein merawat Amei chan dan berusaha mengilangkan trauma yang dimiliki gadis kecil itu. Banyak rahasia yang terkuat dalam hidup Amei chan yang ternyata menakutkan dan sulit untuk diterima untuk gadis seumurnya. Siksaan, cacian dan penderitaan mengiringi jalan hidupnya. Sampai pada ahkirnya ia menemukan tuhan yang ia cari.