Pages - Menu

Sunday, October 14, 2012

Alat Musik Tradisional Dari Berbagai Negara


Sebelum ada alat musik modern seperti gitar, piano ataupun biola. Alat-alat musik tradisional lebih dahulu di gunakan untuk mengeluarkan suara merdu, bahkan tak jarang menjadi ciri khas dari suatu daerah. Berikut beberapa di antaranya.

1. Seruling, Gendang, Angklung, Gamelan


Indonesia memiliki banyak alat musik tradisional seperti seruling, gendang dan angklung, gamelan. Masing-masing dari alat musik tersebut memiliki bunyi yang berbeda-beda. Seruling merupakan alat musik tiup yang biasanya terbuat dari bambu. Gendang merupakan alat musik pukul yang terbuat dari kulit binatang sapi ataupun kambing. Gamelan merupakan alat musik pukul yang terdiri terdiri dari beberapa alat musik yang dibunyikan secara bersamaan dan menciptakan bunyi yang merdu. Sedangkan angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu yang dibunyikan dengan cara digoyangkan dan mengeluakan bunyi yang bergetar dalam susunan nada. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

2. Kalimba


Kalimba atau juga di sebutl thumb piano (piano jempol) adalah alat musik perkusi. Alat musik ini merupakan versi modern dari alat musi tradisonal Afrika Selatan bernama mbira. Terdiri dari sebuah koatak resonator berongga dengan tuts-tuts logam yang menempel ke bagian atas untuk memeberikan not-not berbeda. Instrumen ini berhasil menarik perhatia grup musik Earth Wind and Fire untuk membuat, serta menyanyikan sebuah lagu khusus berjudul Kalimba Story, yang liriknya bercerita tentang alat ini dan tentunya tidak lupa sembari menyisipkan nada-nada dari instrumen unik yang satu ini.

3. Bagpipe


Bagpipe adalah alat musik tradisional dari Skotlandia. Bagpipe berbentuk kantung udara yang terbuat dari kulit. Kantung itu akan membesar pada saat di tiup. Udara dalam kantung lalu ditekan agar udara keluar melalui beberapa pipa yang menghasilkan nada. Instrumen ini biasa dimainkan penduduk skotlandia pada saat perayaan natal dan paskah, serta perayaan hari pelindung Skotlandia "St Andrews Day". Instrumen ini pernah digunakan group band Korn pada lagu yang berjudul " Shoot and Ladders".

4. Didgeridoo


Didigeridoo adalah alat muski tradisional dari Australia Utara. Alat ini berusia ribuan tahun. Bentuknya panjang dan agak mengerucut, berukuran 1,2 meter. Didgeridoo mengeluarkan bunyi yang khas bergantung kemahiran peniupnya. Konon, alat musik tiup ini terbentuk dari sebatang kayu yang dilubangi oleh rayap. Selain dari kayu, didgeridoo juga bisa dibuat dari pipa plastik. Didgeridoo jenis ini disebut drone. Cara memainkan Didgeridoo adalah dengan menempelkan bibir pada bagian atas didgeridoo, kemudian menggetarkan bibir kita. 

5. Gayageum


Korea Selatan memiliki alat musik petik Gayageum yang adalah kecapi yang memiliki 12 senar. Kecapi ini diciptakan pada abad ke-6 di Kerajaan Gaya. Jenisnya terdiri dari 2 menurut musik yang dihasilkannya, yakni sanjo dan jeongak. Sanjo gayageum digunakan untuk pementasan musik solo dan jeongak gayageum untuk pementasan musik orkestra. Bagi penggemar drama korea pasti pernah melihat alat musik ini dalam drama "Heartstring" yang dibintangi oleh Park Shin Hye dan Salah satu personil CNBlue Yong Hwa. 

6. Guzheng


Guzheng atau Kecapi Cina termasuk alat musik tradisional Cina yang paling populer. Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, diatasnya terbentang 21 senar. Di tengah senar tersebut ditempatkan pengganjal yang dapat digeser untuk menaikan atau menurunkan frekuensi nada. Senar-senar tersebut di setel pada nada pentatonis China yang terdiri dari nada : do, re, mi, sol dan la.
Si Maqian ahli sejarah zaman dinasti Han menulis bahwa sebelum dinasti Qin, Guzheng sudah menjadi alat musik popular untuk mengiringi lagu. Guzheng pada awalnya hanya memiliki 5 senar. Pada zaman dinasti Qin dan Han jumlah senarnya menjadi bertambah menjadi 12. Pada zaman dinasti Ming dan Qing jumlahnya bertambah lagi menjadi 14 – 16 . Standar Guzheng sekarang ini digunakan sejak tahun 1970 terdiri dari 21 senar.
Guzheng dimainkan dengan cara dipetik. Jari-jari untuk memetik memakai alat bantu berupa kuku palsu terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik. Tangan kanan umumnya dipergunakan untuk memainkan melodi, sedangkan tangan kiri untuk memainkan chord.

7. Sitar

 
Sitar merupakan alat musik yang merupakan perpaduan dari gitar dan biola ini sangat merdu didengar. Sitar merupakan keluarga alat musik kecapi yang dimainkan dengan cara dipetik. Bentuknya yang unik menjadikannya alat musik yang khas dan unik. Leher panjang dan tubuh berongga labu menghasilkan resonansi kaya dan harmoni. Alat musik ini berasal dari daerah Asia selatan dan sering di jumpai ditanah Hindustan, India.

8. Shamisem


Shamisem merupakan alat musik asal jepang yang memiliki tiga buah senar dan dipetik menggunakan bachi. Shamisen kualitas tinggi memiliki kulit pelapis yang didapat dari perut kucing betina yang belum kawin. Sedangkan untuk kualitas yang biasa saja pelapisnya terbuat dari kulit punggung anjing.
 
9. Aulos


Aulos adalah alat musik tiup yang berasal dari Yunani-Romawi. Aulos juga di temukan di Mesir dan daerah sekitarnya. Alat musik ini terbuat dari kayu. Bentuknya terdiri atas dua buah tabung seruling yang disatukan dan memiliki empat atau lima buah lubang nada. Aulos ini sulit untuk dimainkan karena memiliki dua buah buluh yang disatukan.

10.  Tumpong


Tumpong adalah alat musik yang berbentuk seruling dari Filipina. Tumpong memiliki lima lubang, satu berada dibagian atas dan empat lubang berada di bagian bawah. Tumpong sering dimainkan dalam acara keluarga pada malam hari. Sama seperti seruling pada umunya, tumpong terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara di tiup.

 

2 comments:

  1. sangat membantu menambah wawasan....

    ReplyDelete
  2. thank you so much what a brief information..!

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)