Pages - Menu

Monday, March 28, 2011

Kasih Tak Terbatas



Alkisah, Kala Dzunnun Al-Misri hendak mencuci pakaian di tepi sungai nil, dia melihat seekor kalenjing besar mendekati dirinya. Rasa cemas juga yang membuat Dzunnun memohon kepada Allah SWT agar terpelihara dari serangan serangga mematikan itu. Doanya terkabul, saat itu pula, si kalajengking berbelok dan bergerak cepat menyusuri tepi pantai.Dzunnun mengikuti, rupanya kalajengking itu bergerak ke pohon rindang. Disitu, kebetulan terbaring seorang pemuda yang dari mulutnya tercium bau minuman alkhohol. Kalejangking itu terus bergerak. Perasaan Dzunnun bercampuk aduk. Dia khawatir, kelajengking itu akan menyengat dan membuat pemuda itu terbunuh. Kekhawatiranya semakin menjadi - jadi setelah melihat di dekat pemuda itu bergerak seekor ular berbisa yang siap menerkam. 

Tapi yang terjadi kemudian di luar dugaan Dzunnun. Justru kalajengking itu, sigap menyengat kepala ular itu hingga tak berkutik. Setelahny, ia kembali ke tepi sungai, meninggalkan sang pemuda yang masih tidur terlelap. Dzunnun pun terus mengikuti kalajengking itu hingga hilang di tepian sungai. Kemudian dia kembali ke tempat pemuda tadi tidur. Dzunnun pun melantunkan syair.

Wahai engkau
Yang sedang mabuk kepayang
Yang maha agung selalu menjagamu
Dari setiap kekejian
Yang berahkir sengsara
Namun kenapa bisa
Si pemilik mata tertidur
Bukankah mata itu dapat mendatangkan kenikmatan?

Mendengar untaian syair itu, si pemuda ahkirnya terbangun dari tidurnya. Dzunnun pun menceritakan kepadanya apa yang baru saja terjadi. Mendengar penjelasan itu, pemuda tersebut ahkirnya bertaubat kepada Allah SWT. Pemuda itu ahkirnya menyadari betapa besarnya kasih Allah SWT kepada setiap mahlukNya. Bahkan untuk seorang pemabuk seperti dirinya, Allah masih memberikan perlindungan serta kesempatan untuk bertaubat.

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)