Pages - Menu

Wednesday, November 27, 2013

Sinopsis The Heirs Episode 14 Part 2

Bo Na menyebarkan undangan, ia mengadakan pesta bersatunya kembali Lee Bo Na dan Chan Young. Undangan itu juga ia berikan pada Young Do tepat di depan wajahnya. Young Do tanya apa ini. Apa Bo Na ingin mengudangnya untuk berkelahi.


Bo Na menjawab itu pesta balikan ia dan Chan Young, acaranya bertepatan dengan hari ujian masuk universitas. Young Do tanya apakah Bo Na yakin Yoon Chan Young akan datang. 

"Hei!", seru Bo Na kesal. 

"Aku bilang ini sebagai seorang Oppa kepada adiknya. Laki- laki tidak menhyukai pesta seperti ini. Itu sama saja memberitahu semua orang, 'Aku bodoh'. 

Bo Na kesal dan mengambil kembali undangannya, "Kau tidak usah datang". 

Saat Bo Na berbalik, ia melihat Ye Sol di depan loker. Buru-buru Ye Sol pergi untuk menghindar tapi Bo Na memanggil Ye Sol dan mengejarnya. Bo Na menyerahkan undangan dan bertanya kenapa Ye Sol lari saat ia memanggil. Ye Sol berdalih aku tidak lari. 

"Jika aku berlari ke arahmu, kau juga harus berlari mendekatiku!. Aku akan mengadakan pesta balikan dengan Chan Young. Kau harus datang! Kaulah yang menjadi alasan kami putus". 

Ye Sol mulai menangis. Bo Na lebih dulu minta maaf. Ye Sol juga meminta maaf. 

"Aku lebih minta maaf" ucap Bo Na lagi.
 
"Aku yang lebih minta maaf", balas Ye Sol

"Aku yang lebih lebih lebih minta maaf", ujar Bo Na lagi.  
Bo Na dan Ye Sol sibuk melontarkan permintaan maaf. Saking sibuknya, bahkan Bo Na tak menyadari Kim Tan yang jalan melewatinya dan mengambil salah satu undangannya. 


Diruang penyiaran, Hyo Shin duduk melamun menatap undangan Bo Na - Chan Young. Pesta yang di adakan di hari yang sama di mana ia harus mengikuti ujian masuk universitas. Kim Tan datang menemuinya, seperti biasa ia masuk dulu baru mengetuk pintu. Kim Tan bertanya bagaimana perasaan Hyo Shin. 

Hyo Shin melihat undangan di tangan Kim Tan, ia tanya apa Kim Tan akan datang ke pesta Bo Na juga?. Kim Tan berkata seharusnya Hyo Shin mengkhawatirkan saja ujianya. Hyo Shin kan sudah senior (kelas 3 ). 

"Orang tuamu akan menahanmu setahun lagi (tidak lulus) jika kau membuat lebih dari lima jawaban salah. Hyung, apa kau tidak takut berada di kelas yang sama seperti aku?". 

Hyo Shin menyuruh Kim Tan diam.(Saat ini Kim Tan membahas ini saja, wajah Hyo Shin sudah terlihat tertekan). Ia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apa yang Kim Tan lakukan dengan pintu itu, "Beraninya kau merusakkan pintu ruang siaranku?". 
"Berhentilah mengkhawatirkan hal yang remah. Khawatirkan saja ujianmu!", ujar Kim Tan ngeles. 
Hyo Shin tersenyum. Dengan nada khawatir Kim Tan bertanya apa Hyo Shin akan melakukan yang terbaik (ujian masuk universitas). 

"Tentu saja", jawab Hyo Shin tersenyum. (Tapi kenapa melihat senyum Hyo Shin, justru membuat khawatir).

Ibu Hyo Shin mengantar putranya ke tempat di ujian (tertulis). Ibu Hyo Shin tersenyum dan sedikit merapihkan mantel Hyo Shin. Seakan memberikan dukungan ia minta Hyo Shin untuk bersikap tenang dan jangan merasa tertekan.

Hyo Shin mengangguk pelan, minta pada ibunya masuk ke dalam mobil, cuaca di luar dingin. Ibu Hyo Shin mengatakan akan pergi ke kuil. Ia akan terus berdoa hingga Hyo Shin menyelesaikan ujiannya.

"Ibu tidak perlu berdoa. Aku masuk sekarang", kata Hyo Shin lalu berjalan menuju arah pintu gerbang. Melewati para suporter yang mengelukan-elukan namanya memberi semangat. 

Ibu Hyo Shin masuk ke mobil tanpa memastikan, apa putranya benar-benar masuk ke gedung ujian atau tidak. Justru Hyo Shin yang melihat kepergian ibunya. Akankah Hyo Shin mengikuti ujian seperti harapan ibunya?. 

Petugas Housekeeping memandang Kim Tan dengan pandangan aneh. (Petugas ingin membersihkan kamar Kim Won, tapi kehadiran Kim Tan di ruangan itu membuatnya merasa tak nyaman). Kim Tan berkata ia tak punya tujuan lain lagi. Ia mempersilahkan petugas housekeeping mengerjakan tugasnya dan tidak akan menganggu. 

Kim Tan lalu duduk di meja kerja Kim Won. Iseng-iseng ia melihat dokumen yang ada sana. Dokumen daftar nama pemegang saham Jeguk Holding (Sebenarnya saham itu milik presdir Kim, tetapi memakai nama pinjaman. Nantinya saham itu akan diberikan kepada Kim Tan). 

Dalam daftar itu terdapat nama Yoon Jae Hoo. Kim Tan menghubungkannya dengan percakapan yang ia dengar antara Kim Won dan Jae Hoo kemarin malam di telepon. Ia lalu menghubungi Jae Hoo untuk menanyakan hal itu. Tapi Jae Hoo berkata akan menelpon lagi nanti. Klik..sambungan telepon terputus. 

Terjadi kehebohan di Jeguk company. Jae Hoo melihat papan pengumuman, berisikan daftar nama orang-orang yang di pindahtugaskan (atas perintah Kim Won). Salah satunya terdapat nama direktur Jung (kakak/adik Ny. Jung Ji Sook) yang di mutasikan ke Filipina. Semua nama yang tercantum dalam pengumuman itu adalah nama orang-orang yang ada dalam daftar pemegang saham Jeguk Holding (orang-orang presdir Kim)


Jae Hoo menemui Kim Won. Ia berkata telah melihat pengumuman pemindahan tugas, "Kau yang memulai perang ini". 

"Tapi namamu tidak ada di sana. Jadi pilihlah jika aku harus menambahkan namamu atau tidak", Kim Won memberikan Jae Hoo pilihan, apakah akan berada di pihaknya atau tidak. 

Presdir Kim kaget dan marah saat mendengar kabar itu dari direktur Jung. Pemindahan tugas ini sama saja dengan Kim Won telah memecat semua orang-orang presdir Kim. Direktur Jung yakin Kim Won telah mempersiapkan diri (untuk berperang). Ia sendiri di kirim ke piliphina. Apa yang harus ia lakukan. 

Presdir Kim berkata bicara di telepon tidak akan mengubah apapun. Karena direktur Jung sudah di pindahkan, maka dia harus pergi suka atau tidak. 

Kim Tan tiba di restoran tempat ia janjian bertemu dengan Eun Sang. Ia menelpon Eun Sang, bilang kalau ia sudah ada di restoran dan bertanya dimana Eun Sang sekarang. 

"Di sebelah kananmu", jawab Eun Sang yang ternyata duduk bersama Ny. Han...hahaha..rupanya Ny. Han menjadikan Eun Sang sebagai sandra untuk bertemu dengan Kim Tan. 

"Sudah kutebak. Kau hanya akan datang kalau aku membawa sandera. Aigo..Setelah bersusah payah membesarkan seorang anak...", keluh Ny. Han. 

"Sekarang kau bekerja sebagai mata-mata Ibuku?", gerutu Kim Tan pada Eun Sang setelah mengambil tempat duduk ditengah mereka. 

"Aku memberikanmu ponsel. Setidaknya kau harus menjawabnya. Kenapa kau tidak menjawab telepon Ibu?", omel Ny. Han. 

"Karena aku tidak ingin ibu menangis", jawab Kim Tan, "Apa ibu membawa apapun?". 

Ny. Han menghela napas dan menyodorkan tas berisi mantel untuk putranya, "Pakai ini.  Mulai besok, udaranya semakin dingin". Kim Tan memeriksa tas dengan wajah cerah, tapi ia langsung protes ketika tak menemukan apa-apa selain mantel.

"Ibu tidak bawa sesuatu yang lain?. Seperti uang?". 

"Tidak akan! Kau harus mengalami kesulitan ini untuk kembali ke rumah", gertak Ny. Han

"Aku tak akan kembali. Aku tidak lagi menjadi bagian dari keluarga", ujar Kim Tan seraya mengenakan mantel yang di bawakan ibunya. 

Ny. Han berkata Rachel datang kerumah dan sepertinya sudah mengetahui hubungan Kim Tan dan Eun Sang, "Ibu sudah mencoba menjelaskan padanya. Apa yang akan kalian lakukan sekarang?".

"Kita akan bahagia", ucap Kim Tan memandang Eun Sang

"Hei!", tegur Eun Sang yang akhirnya membuka suara setelah dari tadi diam saja. 

Bagaimana kalian bisa bahagia? Bagaimana?", tanya Ny. Han, "Rachel tidak ingin membatalkan pertunangannya. Pergilah meminta maaf sebelum dia berubah pikiran. Dan kalian harus putus". 



"Ibu. Ibu seharusnya mengatakan itu dengan menyodorkan uang. Tak ada makan siang yang gratis", kata Kim Tan mencoba bercanda. 

"Kau pikir berapa lama ayahmu akan membiarkanmu melakukan ini?. Kau mau diseret pulang seperti anjing?", tanya Ny. Han.

"Itulah sebabnya aku tidak punya waktu untuk melakukan ini, Ibu", jawab Kim Tan menarik tangan Eun Sang untuk pergi, "Aku pergi. Jaga diri ibu".

Eun Sang bertanya mau kemana, Kim Tan menjawab kemana saja. Ny. Han teriak kesal, "Anak bandel! Jangan coba-coba berpikir untuk kembali". Setelah teriak ia menutupi wajahnya...Malu...

Kim Tan dan Eun Sang berjalan-jalan. Wajah Eun Sang sedikit muram, Kim Tan bertanya apakah hati Eun Sang sakit mendengar perkataan ibunya. Eun Sang menjawab tidak, hanya sulit di percaya, "Saat ibumu bilang 'kalian harus putus'. 

"Kau seharusnya takut, tapi kau malah berpikir bahwa ini sulit untuk dipercaya" kata Kim Tan, "Lalu, apa kita akan terus berjalan seperti ini?"

Eun Sang bertanya apa Kim Tan ingin pergi ke suatu tempat. Kim Tan ingin jalan berpegangan tangan. Eun Sang mengulum senyum. 

"Kenapa kau tertawa?", tanya Kim Tan. "Kau akan menjadi wanita yang paling bahagia dalam radius 100 km".

"Kenapa?".

"Karena aku akan menggandeng tanganmu". 

Eun Sang kembali tersenyum dan mengulurkan tangannya, "Oke. Ayo kita lihat apakah itu benar". 


"Baiklah", tapi Kim Tan tidak mengandeng tangan Eun Sang melainkan merangkul pundaknya. 

Eun Sang protes, "Kau bilang kau ingin memegang tanganku?". 

"Dan kau percaya itu?", ujar Kim Tan membuat Eun Sang merengut. Kim Tan berkata, "Berhenti merengek dan jangan menjadi sandera untuk ibuku lagi". 


"Tidak... Hari ini, sebenarnya ibumu yang jadi sanderaku. Karena aku ingin bertemu denganmu", jawab Eun Sang. 



Kim Tan tertawa senang, "Benarkah?. Kita harus pergi ke mana?. Kau ingin makan sesuatu yang enak?". 

Eun Sang mengingatkan Kim Tan bahkan tidak mempunyai uang. Kim Tan berdalih memang sekarang ini ia tak punya uang, tapi itu hanya untuk sekarang. 

"Ingat apa yang aku katakan, tentang apa yang akan aku lakukan jika kau membalas perkataanku?", pandangan Kim Tan mengarah ke bibir Eun Sang (hahaha..mupeng). 

Eun Sang mendelik, "Kau tahu itu memalukan, bukan?". Ia melepaskan diri dari rangkulan Kim Tan dan berkata akan pergi kerja. 

Kim Tan protes lalu bagaimana dengannya. Eun Sang janji akan menelpon Kim Tan nanti. Eun Sang berbalik membelakangi Kim Tan dengan wajah tersenyum.


Kim Tan adalah pria yang pintar membuat Eun Sang terkejut. Tiba-tiba ia memeluk Eun Sang dari belakang. Menangkap badan Eun Sang dengan mantelnya. Kim Tan tak ingin melepaskan gadis itu begitu saja. 

"Apa yang kau lakukan?", tanya Eun Sang kaget. 

"Menghentikanmu pergi kerja", Kim Tan tersenyum, "Kau melakukan hal seperti ini di ruang penyiaran". 

"Itu tidak sama", Eun Sang tersipu malu. 

"Berapa kali kau menghentikan perkelahian pria?. Apa kau menghentikan perkelahian mereka dengan cara seperti ini juga?". 

"Aaahh....kau ini benar-benar calon suami pencemburu", Eun Sang melepaskan diri pelukan Kim Tan. 


"Lain kali...Bisakah kau menghentikanku seperti ini?", Kim Tan kembali memeluk Eun Sang. Kali ini dari depan. 

"Hei", protes Eun Sang. 

"Aku tidak memelukmu. Aku hanya memberimu contoh", ujar Kim Tan tersenyum.

"Apakah hanya ini yang ada dipikranmu?", omel Eun Sang, lalu terkejut, "Oh..ini", serunya merasakan sesuatu di kantong Kim Tan. 

"Aku tidak akan tertipu", kata Kim Tan tak mau melepaskan pelukannya. 

"Ada uang", Eun Sang menunjukan kertas berharga itu, yang ia temukan di saku mantel Kim Tan. 

"Wah! 50,000 Won!", Kim Tan langsung melepaskan pelukannya dan mengambil uang itu. 

"Apa kau barusan melepasku hanya demi uang 50,000 Won?", seru Eun Sang tidak percaya. 


Kim Tan berkata kehidupan memang seperti ini. Eun Sang mendesis tak percaya. Ponsel Kim Tan bergetar, ia menjawabnya yang ternyata dari Jae Hoo. Jae Hoo tanya apa mereka bisa bertemu sekarang. Kim Tan mengiyakan, mengetahui apa yang ingin Jae Hoo bicarakan. Pada Eun Sang ia minta maaf karena tak bisa mengantar ke tempat kerja. 

Kim Tan dan Jae Hoo bertemu. Kim Tan akhirnya mengetahui daftar pemegang saham dengan nama pinjaman adalah hadiah yang akan ia terima di hari ulang tahunya. Jae Hoo berkata pengalihan nama saham atas nama Kim Tan di hentikan sementara, karena presdir Kim sedang marah pada Kim Tan. Tapi tetap saja Kim Tan akan menerimanya. 

"Kudengar kau mendapat masalah. Jika orang lain mengetahui kebenaran tentangmu, ayahmu akan membuatmu menjadi pemegang saham utama untuk membuatmu berdiri sendiri. Lalu kau akan memiliki jumlah saham yang sama dengan kakakmu", jelas Jae Hoo. 

Kim Tan menghela napas berat, "Hyung pasti sangat marah".

Jae Hoo mengatakan Kim Won yang terlebih dahulu memulai perang melawan presdir Kim. Har ini dia memecat semua orang-orang presdir Kim, "Semua nama orang di daftar yang kau lihat. Semua orang yang ada di pihakmu". 

"Aku terseret masuk ke panggung pertempuran tanpa aku ketahui", kata Kim Tan. 

"Kau adalah putra kedua Grup Jeguk. Kau sudah memiliki semua ini sejak kau lahir. Tapi ada hal lain yang harus kau korbankan. Contohnya ...hal yang kau inginkan?". 

"Aku tahu", ucap Kim Tan muram, "Aku juga tahu kenapa ayah ingin aku bertempur.  Karena jika aku tidak bertarung, aku akan memimpikan sesuatu yang lain. Jika hyung memenangkan pertarungannya melawan ayah. Apa selanjutnya aku yang bertarung?".

"Mungkin", jawab Jae Hoo. Dan wajah Kim Tan semakin muram. 

Bo Na dan Rachel berada di salon yang sama. Rachel menyuruh Bo Na pergi ke salon lagi. Bo Na berkata Rachel saja yang pergi, ia sudah berlangganan di sini selama bertahun-tahun. Rachel tanya berapa banyak tamu yang akan datang di pesta Bo Na, "Apakah Cha Eun Sang akan datang juga?". 


"Dia harus bekerja, dia... tak bisa datang", ujar Bo Na keceplosan.

"Oh. Begitu dia harus mencari nafkah. Dimana dia bekerja?". 


Bo Na pura-pura tidak tahu dimana Eun Sang bekerja. Rachel yakin Bo Na tahu. Bo Na tidak tahu Rachel sudah mengatahui status Eun Sang. Bo Na terpaksa bohong dengan mengatakan Eun Sang bekerja atas permintaan orang tuanya, 

"Mereka adalah orang kaya baru. Mereka tidak terbiasa punya uang banyak. Mereka takut jatuh bangkrut. Jadi mereka selalu mencari uang". 

"Jam berapa pestamu?", tanya Rachel merencanakan sesuatu.


"Apa pedulimu?. Aku punya firasat buruk tentang ini. Jangan datang ke pestaku hari ini", sentak Bo Na mengingatkan. 

Young Do baru selesai mandi, bahkan belum sempat menyisir rambutnya ketika menerima sms dari Rachel. Di sms, Rachel mengaku saat ini berada di tempat kerja Eun Sang, apa Young Do tidak penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dalam keadaan rambut basah dan belum disisir itu, Young Do mengambil helm dan mantel. Bergegas pergi ke cafe tempat Eun Sang bekerja. Tanpa ia ketahui, Rachel duduk di dalam mobil, memantaunya dari jauh. Rachel lalu Mmembuntuti Young Do di belakang. Rupanya itu hanya trik licik yang digunakan Rachel untuk mengetahui dimana tempat kerja Eun Sang. 

Young Do yang tidak menemukan Rachel di dalam cafe, segera pergi ke luar. Ia menelpon Rachel, bertanya di mana kau. 

"Dibelakangmu", jawab Rachel berdiri di belakang Young Do, lalu mematikan ponselnya. 

Young Do berbalik. Dengan sinis Rachel berkata jadi ini tempat kerja Cha Eun Sang. Young Do marah, "Apa kau mengikutiku?". Ia bahkan menarik kerah baju Rachel, "Kau benar-benar mau mati?". 

"Bahkan sekarang kau memukul perempuan?", cibir Rachel.


"Aku tidak takut menjadi orang brengsek demi Cha Eun Sang", jawab Young Do membuat Rachel tertegun. 

Young Do melepas cengkramannya. Rachel berkata harusnya Young Do merasa takut. Karena dengan Young Do menyukai Eun Sang, itu akan menjadi masalah bagi Eun Sang, "Bagaimana bisa kau langsung ke sini hanya dengan mendengar namanya?".

Rachel tersenyum sinis lalu pergi. Young Do menelan rasa geramnya. Ia tetap berada diluar tak beranjak dari tempatnya. 


Pesta Bo Na - Chan Young. Pesta yang meriah. Myung Soo bertindak sebagai DJ malam itu. Disediakan berbagai macam permainan yang tentunya tidak akan membuat bosan. Undangan wanita yang datang memakai pita bunga di pergelangan tangan mereka. 

Bo Na dan Chan Young berkeliling menyapa dan memotret tamu mereka satu persatu. Bo Na menyapa Ye Sol dan 2 temannya. Mereka mengucapkan selamat pada Bo Na. Sang nyonya rumah pun tersenyum ramah, berterima kasih atas kedatangan mereka. 

Chan Young lalu memotret mereka. Setelah itu Bo Na mengajak Chan Young berfoto bersama. Dan Chan Young memberi kecupan lembut di pipi Bo Na, membuat Bo Na tersipu malu. 

Keduanya tersenyum bahagia melihat hasil jepretan foto mereka. Chan Young memuji Bo Na terlihat cantik sekali dalam foto. 

Tapi suasana bahagia itu mendadak menjadi suram dengan kehadiran Rachel. Bahkan Myung Soo yang biasa tidak peduli, terlihat terkejut dengan kedatangannya. 

Chan Young yang melihat lebih dulu bertanya apa Bo Na menundang Rachel. Tidak, jawab Bo Na. 

"Menjengkelkan sekali. Kenapa kau datang", ujar Bo Na tidak suka begitu melihat Rachel.

"Terima kasih atas sambutannya", ucap Rachel tak peduli, "Kupikir ini tempat yang bagus untuk minum kopi. Aku memesan kopi. Aku yang traktir". 

"Benarkah?. Kau yang traktir?", tanya Bo Na tidak percaya (tumben banget Rachel baik). Rachel mengiyakan dengan sinis. Chan Young memandang curiga.


Young Do masih berada di luar cafe tempat kerja Eun Sang. Ia melamun duduk diatas motor dengan wajah bersalah. Tak lama Eun Sang datang, ia heran apa yang dilakukan Young Do diluar, "Disini dingin, masuklah". 

"Yoo Rachel tahu kau bekerja di sini. Aku membuat kesalahan, maaf", kata Young Do menunjukan wajah menyesal.


"Sudah cukup lama aku menyembunyikannya. Dia tahu sesuatu yang lebih parah. Tidak apa-apa", ucap Eun Sang tenang. 

"Jika nanti Rachel datang, kau bisa..."

"Kau tahu aku punya begitu banyak ksatria pelindung. Jangan khawatir", sela Eun Sang. 

Young Do ingat itu adalah ucapanya saat pertama kali menganggu Eun Sang. Ketika ia menahan Eun Sang dikelas dan mempermalukan Eun Sang dengan menghamburkan isi tasnya. 

"Sepertinya saat itulah. Aku mulai menyukaimu", ucap Young Do kemudian.

Eun Sang tertegun. Bagaimana pun Young Do masih merasa khawatir. Ia minta Eun Sang menelponya jika terjadi sesuatu. Young Do pergi.


Eun Sang masuk ke cafe. Atasan Eun Sang mengatakan mereka mendapat pesanan katering. Ia menyodorkan kertas bertuliskan alamat dimana pesanan katering itu harus di antar, "Kau bisa langsung pulang sesudahnya". 

"Baiklah", Eun Sang menerima kertas itu. 

Ia lalu menelpon Chan Young. Menanyakan dimana alamat tempat pesta Bo Na - Chan Young diadakan hari ini. 

Chan Young menyebutkan, "79-15 Cheongdam, Gangnam". Eun Sang mencocokannya dengan alamat di kertas yang ia pegang. Alamat yang sama. Ia menyadari ini adalah perbuatan Rachel. 

Kim Tan duduk merenung di lobby. Tampak memikirkan pembicaraanya dengan Jae Hoo tadi. Ponselnya berdenting menerima sms dari Eun Sang.

"Dimana kau? Apakah kau mau pergi ke pesta Chan Young?". 

"Baru mau pergi. Kenapa?", balas Kim Tan, 

"Aku dalam perjalanan kesana sekarang. Jangan terkejut jika kau melihatku di sana", balas Eun Sang kemudian. 

Kim Tan bingung, lalu membalas, "Bukannya kau sedang kerja?. Kenapa kau pergi ke sana?". 


Tak ada balasan dari Eun Sang. Kim Tan menelpon tapi nomor Eun Sang tidak aktif. Merasa tidak enak, buru-buru Kim Tan pergi. Ia berpapasan dengan Young Do di pintu masuk. Tapi Kim Tan jalan melewati Young Do begitu saja, sepertinya ia memang tidak melihat Young Do. Berbeda dengan Young Do yang sampai menoleh ke belakang melihat Kim Tan pergi. 


Pesta Bo Na - Chan Young dimulai. Sepasang kekasih itu memberi kata sambutan, sekaligus berterima kasih atas kehadiran teman-teman. Bo Na tahu diantar teman-temannya itu ada yang membuat taruhan apakah ia akan putus dari Chan Young atau tidak, "Awas kalian!". 

Chan Young mengatakan semua cocktail yang disediakan tidak beralkohol, "Minum yang banyak tidak akan bikin kalian mabuk, hanya akan membuat kalian pergi ke toilet".

Myung Soo berkomentar perkataan itu benar-benar hanya bisa di katakan oleh ketua kelas. 

"Terutama kau!. Jangan selundupkan alkohol", Chan Young memperingatkan Myung Soo, si biang pesta. 

Kemudian mereka dikejutkan dengan kedatangan Eun Sang yang membawa minuman, sebagai pesanan katering. Rachel tersenyum puas, targetnya kini ada di depan mata. Chan Young dan Bo Na terkejut cemas. Dengan santainya Eun Sang meletakan 2 dispenser minuman di atas meja. 

Anak-anak mulai bisik-bisik. Salah satu dari mereka bertanya apa Eun Sang sedang bekerja saat ini. Eun Sang mengiyakan, "Apakah pestanya menyenangkan?". Mereka bertanya lagi kenapa Eun Sang bekerja. 

"Untuk menghasilkan uang", jawab Eun Sang, "Selamat Yoon Chan Young dan Lee Bo Na". 


Chan Young menghampiri Eun Sang, "Apa yang terjadi?. Apakah ini perbuatan Rachel?". Eun Sang membenarkan, "Aku tahu, tapi aku tetap datang". 

Eun Sang minta anak-anak untuk berbaris, ia akan mulai menuangkan minuman. Jus sebelah kanan. Kopi di sebelah kiri. Tapi tidak ada dari mereka yang berbaris mengambil minuman.

"Cha Eun Sang!", tegur Chan Young. Bo Na terlihat semakin cemas. 

Myung Soo akhirnya bertanya, "OKB!. Kenapa kau kerja?. Apa usaha keluarga seperti Choi Young Do?". 

Semua mata menuju ke Eun Sang, menanti jawaban. 


"Sebenarnya Aku....Aku". 

Kim Tan masuk dan ucapan Eun Sang langsung terhenti ketika Myung Soo berseru memanggil nama Kim Tan. 


Kim Tan mendekati Eun Sang, mengajaknya keluar. Eun Sang berkata tidak sekarang. Ia disini untuk melayani pesanan katering. 

"Aku yang memesannya", ucap Rachel merasa bangga, "Aku pikir pestanya akan kekurangan minuman. Berikan aku kopi".

Bo Na mendelik geram. Eun Sang menjawab baik, siap menghidangkan kopi untuk Rachel. Sebelum itu terjadi Kim Tan bertanya kapan tugas Eun Sang selesai. Eun Sang menjawab setelah ia selesai membagikan minuman. 


Tanpa banyak berkata-kata, Kim Tan membalik meja hingga membuat minuman jatuh dan membasahi lantai. Semua terkejut melihat, tak menyangkan Kim Tan akan bertindak seperti itu. 

"Kau sudah selesai. Ayo keluar", Kim Tan menarik Eun Sang pergi. Sebelum pergi, Eun Sang minta maaf pada Rachel dan berkata akan membawakan ganti minuman yang baru. 


Si pemilik Pesta, Bo Na geram, "Pestaku berantakan. Hei. Yoo Rachel! Apakah kau datang untuk melakukan ini?". 

"Ya. Bersenang-senanglah. Dia akan kembali". 


"Brengsek, kau. Aku aku akan membunuhmu", Bo Na yang tak tahan lagi ingin menyerang Rachel, membuat perhitungan denganya. Mungkin wajah Rachel akan rusak jika saja tidak ada yang menghalangi Bo Na. 


Myung Soo menelpon Young Do. Minta pada sahabat itu untuk segera datang. Ia berkata pestanya berantakan sekarang, "Tapi benar-benar seru", ujar Myung Soo tersenyum dengan gaya khasnya.


Kim Tan dan Eun Sang bicara di luar. Kim Tan bertanya kenapa Eun Sang harus melakukan ini, kenapa harus tetap datang jika sudah mengetahui semuanya, "Kau tahu Yoo Rachel memanggilmu untuk mengerjaimu. Kenapa kau datang?". 

"Bagaimana bisa aku tidak datang jika itu memang pekerjaanku?. Apa yang dikerjakan Choi Young Do tidak dipermasalahkan, tapi kenapa denganku?. Tidak apa-apa bila Young Do bekerja, tapi akan memalukan jika itu aku yang melakukannya?. Kenapa?. Karena orang tuaku tidak memiliki toko kopi?". 

Kim Tan tidak bermaksud seperti itu, ia hanya tak mau melihat Eun Sang di perlukan seperti ini. Eun Sang berkata hal yang paling membuatnya malu adalah, ketika ia tidak bisa berkata apa-apa saat siswa lain memanggilnya dengan sebutan orang kaya baru di sekolah, "Aku tidak malu karena aku miskin. Aku malu sudah berbohong". 

"Kau pikir aku tidak tahu?. Tidak bisa kah kau membiarkannya?", tanya Kim Tan. 

Eun Sang mengaku ia datang untuk mengatakan semuanya pada mereka, kalau ia bukan orang kaya baru dan selama ini sudah berbohong. 

"Kau sudah gila?", tanya Kim Tan tak habis pikir. 

"Aku tidak pernah tidur nyenyak karena selalu ketakutan akan ketahuan. Apa hari ini tidak apa-apa?. Apa besok mereka akan tahu?. Bagaimana kalau mereka tahu?. Kau merasakan hal yang sama. Kau menyembunyikan rahasia kelahiranmu hingga beberapa hari yang lalu. Tapi kau melakukannya. Kau memberitahu orang lain!".

"Tapi bisakah kau tidak melakukannya?. Aku tahu dari pengalaman!. Memberitahu mereka tidak akan membuatmu lebih bahagia", ujar Kim Tan berusaha menghentikan.

Eun Sang bersikeras meski begitu, ia tetap akan melakukannya. Kim Tan berkata Eun Sang akan terluka, "Kenapa kau begitu keras kepala?". 

"Aku belajar darimu. Aku akan terus melangkah maju, walaupun aku tahu aku akan terluka. Aku akan kembali", Eun Sang pergi. 


Kim Tan terpaku melihat kepergian Eun Sang. Rachel keluar dan mengikuti arah pandan Kim Tan. Dengan nada sinis Rachel berkata kisah cinta Kim Tan dan Eun Sang itu bergenre tragedi. 

"Ini bisa saja lebih menyenangkan jika Cha Eun Sang benar-benar orang kaya baru. Tapi dia terlalu 'rendah' bagiku untuk merebut semuanya. Tidak ada jalan lain untuk bersaing denganku. Ini adalah satu-satunya cara". 

"Jangan bicara denganku. Sampai kapanpun juga", kata Kim Tan singkat tanpa memandang Rachel.

Rachel langsung terdiam. Perkataan yang seperti menamparnya bolak-balik. Sakit pasti.



Kim Tan terus berada di luar menunggu Eun Sang datang. Tampak bimbang ingin menelpon atau tidak. Eun Sang akhirnya kembali dengan membawa 2 dispenser baru. Kim Tan menghampiri. 

"Jangan menghentikanku", pinta Eun Sang, "Bahkan jika kau menghentikanku ..."

"Aku yang membuatku tambah kesulitan karena akulah yang menyebutmu orang kaya baru. Maafkan aku. Ini salahku".


Eun Sang menggeleng.  

"Jika kau tidak bisa melakukannya. Menyerahlah dan biarkan aku memelukmu". 

Eun Sang mengangguk, "Kita masuk sekarang?". 


Kembali ke tempat pesta, dimana Eun Sang mengungkapkan jadi diri yang sebenarnya. Myung Soo bahkan tidak percaya mendengarnya dan minta Eun Sang mengatakan sekali lagi.

"Alasanku bekerja adalah untuk menghasilkan uang. Alasan aku harus mencari uang karena keluargaku miskin" ucap Eun Sang terus terang. 


Young Do tiba di tempat pesta. Diantara mereka bertanya apa maksud perkataan Eun Sang. Bukannya selama ini Eun Sang mengaku sebagai orang kaya baru.

Eun Sang meminta maaf telah berbohong selama ini, "Aku bukan orang kaya baru. Aku dipindahkan ke SMA Jaguk sebagai bagian dari Grup Kepedulian Sosial". 

Semua terkejut mendengar pengakuan Eun Sang. 

Chan Young hendak menghampiri Eun Sang, tapi Kim Tan menahannya dan menggeleng. Young Do yang berdiri di belakang Eun Sang hanya bisa menatap cemas. Myung Soo bertanya, jadi selama ini Eun Sang hanya berpura-pura menjadi orang kaya baru?. 

Cibiran dan hujatan pun menghujani Eun Sang, "Daebak, benar-benar memalukan. Tak bisa kupercaya. Kau menggoda Kim Tan padahal kau ini hanya Grup kepudulian Sosial?". 

Bo Na dan Ye Sol menatap sedih. Rachel menyinggung senyum puas, sangat menikmati pertunjukan ini.

"Kim Tan sepertinya tak tahu hal ini", tanya teman Young Do.

"Kim Tan! Apakah kau tahu bahwa dia dari Grup Kepedulian Sosial?. Apa dia menipumu juga?". 


Kim Tan tak lepas memandang Eun Sang, "Ya. Aku tertipu", jawabnya membuat semua kaget, bahkan Eun Sang sendiri. 

Kim Tan menghampiri Eun Sang, berdiri tepat di sampingnya. Eun Sang menunduk.

"Dia bilang dia akan baik-baik saja. Tapi dia gemetar", ujar Kim Tan menatap Eun Sang. Yang artinya ia sudah tahu status sosial Eun Sang dan tidak mempermasalahkan hal itu. Eun Sang menoleh menatap Kim Tan.


Rachel pergi dengan wajah marah setelah mendengar bisik anak-anak yang merasa kasihan padanya. 


"Pestanya apa tidak ada musik, Myung Soo-ah?", tanya Kim Tan tanpa melepaskan pandangannya. 

"Apa yang kau bicarakan?. Tentu saja ada musik" jawab Myung Soo mengedipkan mata, lalu menuju meja DJ.

Kim Tan berkata pada semuanya untuk mengambil kopi sendiri, karena jam kerja Cha Eun Sang sudah selesai. Anak-anak lain hanya menghela napas heran. 


Lampu dipadamkan dan musik mengalun lembut. Eun Sang dan Kim Tan saling memandang. Eun Sang menghela napas lega, "Aku akhirnya melakukannya'". 

"Senang bertemu denganmu. Dari Grup Kepedulian Sosial, Cha Eun Sang. Aku anak tidak sah, Kim Tan.

Young Do tak sanggup melihat lagi, ia pergi dengan perasaan patah hati untuk kesekian kalinya.

"Sekarang, mari kita berpesta", Perlahan Kim Tan melepas celemek Eun Sang dan melepas ikat rambutnya. Rambut Eun Sang jatuh tergerai. Kim Tan lalu memasangkan pita bunga di pergelangan tangan Eun Sang. 


Kim Tan menatap Eun Sang dalam. Di hadapan semua orang, ia memberikan ciuman lembut di kening  Eun Sang. 

 Bo Na dan Chan Young tersenyum. 

Myung Soo tersenyum paling lebar di antara yang lain. 


Eun Sang perlahan menutup mata. Tersenyum merasakan kebahagian yang menjalar di hatinya. Lampu remang-remang membuat suasana semakin romantis. So sweet...


END


 

Komentar : 

Ah...bahagianya jadi Eun Sang...berasa dunia milik berdua, yang lain pada ngontrak. Seperti yang banyak terjadi di drama korea. Tidak lengkap rasanya jika tidak ada cobaan yang menguji cinta mereka. Semoga Kim Tan dan Eun Sang bisa melalui ujian itu dan berakhir happy ending.

Model rambut Young Do yang belum di sisir ini bagus juga. Image Bad boy-nya sedikit luntur, terlihat lebih manis dan kalem. Mungkin perubahan gaya rambut ini akan membawa kita ke perubahan sikap Young Do menjadi pribadi yang lebih baik.

2 comments:

  1. Semangat nuri heirsnya :D
    Bentar lg heirs mau tamat, bakal sedih deh

    ReplyDelete
  2. lanjutkan.. semangaaatt..

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)