Pages - Menu

Thursday, January 10, 2013

Habibie & Ainun



Title : Habibie & Ainun
Genre : Romance, True Story
Publish : December, 2012
Produksi : MD Picture

Cast : 
Reza Rahadian as BJ. Habibie
Bunga Citra Lestari as Hasri Ainun Habibie
Tio Pakusadewo - H. M Soeharto
Vita Mariana Barrazza as Arlis
Ratna Riantiarno as R.A. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu Habibie)
Hanunf Bramanto as Sumohadi


Akhir tahun 2012 Film Habibie & Ainun telah mencuri banyak perhatian. Film ini telah memecahkan rekor dengan jumlah penayangan 241 di seluruh bioskop Indonesia, pada hari ketiga film ini resmi dimainkan. Habibie & Ainun merupakan kisah cinta yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Ditulis hanya dalam waktu 2,5 bulan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai pengobat rindu setelah Hasri Ainun Besari berpulang ke Rahmatullah pada 23 Mei 2010 silam. Ainun merupakan sosok istri yang sangat dicintai oleh Habibie. Film ini mengisahkan tentang cinta sejati yang tulus dan murni antara Habibie dan Ainun.

Bermula dari kisah masa remaja Habibie dan Ainun sewaktu mereka duduk di bangku Smp. Rudy Habibie adalah siswa jenius dan berpestrasi di sekolahnya. Sama halnya dengan Ainun yang juga terkenal pintar. Berawal dari tantangan ke dua temannya Habibie secara tiba-tiba mendatangi Ainun dan mengatakan bahwa Ainun jelek, dan hitam seperti gula jawa. Habibie langsung pergi setelah mengucapkan perkataan itu. Ainun tak lantas marah, ia justru tersenyum mendengar perkataan Habibie.

Beberapa tahun kemudian Habibie yang kuliah di Jerman mengisi liburannya dan pulang ke Jakarta. Kemudian ia bersilaturahmi ke rumah Ainun di Bandung. Habibie bertemu kembali dengan sosok Ainun yang telah menjadi seorang dokter. Ainun yang kini berdiri di depannya telah tumbuh menjadi gadis cantik, bahkan dengan santainya Habibie mengatakan bahwa Ainun yang dulu hitam seperti gula jawa kini telah berubah menjadi gadis cantik seperti gula pasir. 

Pertemuan itu membekas di hati Ainun dan juga Habibie. Ainun terkenal sebagai kembang desa yang banyak disukai oleh para lelaki. Habibie pun harus bersaing dengan pesaing lainya yang datang kerumah Ainun dengan membawa mobil mewah. Tapi tak butuh waktu lama bagi Habibie untuk bisa mendapatkan hati Ainun. Orang tua Ainun pun tampak menyukai Habibie. Ada adegan lucu saat Habibie melamar Ainun diatas becak. Ainun tidak berjanji menjadi istri yang baik bagi Habibie, tapi ia berjanji akan selalu berada disisi Habibe. Tahun 1962 jalinan cinta kasih mereka dipersatukan dalam pernikahan yang sakral dalam balutan adat jawa. 

Habibie lalu membawa Ainun pergi ke Jerman dan melanjutkan study nya. Tahun-tahun penuh kesulitan mereka lalui bersama. Ainun senantiasa berada disamping Habibie dengan segala kesederhana'an. Habibie yang tak mempunyai uang cukup untuk naik kereta api memilih jalan kaki menuju rumahnya. Ditengah terpaan hawa dingin Habibie berjalan di tengah hamparan salju dengan sepatu yang bolong. Setibanya di rumah, Ainun dengan setia menanti kepulangan Habibie. Dengan penuh kesabaran, Ainun mengobati kaki Habibie yang terluka dan memerah karena berjalan dengan sepatu bolong. 

Kehidupan Habibie dan Ainun mulai mapan saat Habibie berhasil membuat contoh kereta api yang mampu menampung beban sebesar 200 ton. Kelahiran anak pertama mereka semakin menambah kebahagiaan pasangan itu. Habibie kemudian menyelesaikan study nya dan mendapat gelar Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude (sempurna). Habibie kemudian mengirimkan surat ke Indonesia atas kesediaanya kembali ke Indonesia dan membuat pesawat. Beberapa hari kemudian Habibie menerima surat balasan bahwan yang berisi keinginan Habibie tersebut belum dapat terwujud dikarenakan tak adanya kesiapan di bidang industri.

Habibie pun menetap di Jerman menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang. Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB.

Beberapa tahun kemudian Seorang utusan datang dari Indonesia dan meminta Habibie untuk mengabdi kepada ibu pertiwi. Habibie rela melepaskan kemapanan dan kembali ke Indonesia. Berkat kerja kerasnya ia berhasil membuat pesawat terbang buatan anak bangsa dan diberi nama N-250. Meski untuk membuat pesawat itu, ia harus rela banyak kehilangan waktu untuk keluarganya. Penerbangan perdana pesawat buatan anak indonesai ini, juga disaksikan oleh Presiden RI, Soeharto.

Ainun senantiasa mendampingi Habibie dan mendukung suaminya. Hingga pada pemilu tahun 1998 Habibie terpilih sebagai Wakil Presiden. Gerakan reformasi dan demo mahasiswa menuntut Presiden Soeharto turun dari jabatannya. Kemudian Habibie naik dan disumpah menjadi Presiden ke-3. Ainun yang saat itu sudah mulai sering sakit mencoba bertahan dan tidak memberitahukan penyakit yang ia derita pada suaminya. Ia lebih memperhatikan kesehatan Habibie untuk minum obat tepat waktu dibandingkan kesehatan dirinya.

Saat Habibie turun dari jabata Presiden, sepasang suami istri itu memilih tinggal di Jerman dan melalui masa bulan madu panjang mereka. Sekembalinya ke Indonesia, Habibie baru mengetahui penyakit yang diderita oleh istrinya. Dalam usia yang tak lagi muda, Ainun di vonis menderita Kanker Ovarium stadium 4. Tanpa membuang banyak waktu Habibie membawa Ainun terbang ke Jerman untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sekalipun, Habibie tak pernah berpikir bahwa Ainun akan meninggalkan dirinya. Ia tetap yakin, Ainun kuat dan mampu bertahan melawan kanker yang bersarang di tubuhnya. Meski telah menjalani opreasi selama 9 kali tak membuat seluruh kanker di tubuh Ainun berhasil diangkat dikarenakan kanker telah menyebar. Setelah melalui masa kritis dan dibantu alat pernapasan Habibie melepaskan kepergiaan Ainun. 48 tahun telah mereka lalui dalam mengarungi kehidupan bersama dalam suka dan duka.

Sosok BJ. Habibie yang asli muncul penghujung film mendatangi makan Ainun. Film ini mengambil lokasi di Jerman dan Indonesia. Setting Jerman berlokasi Muenchen, Arkhen, dan Hamburg. Sedangkan di Indonesia ada di Jakarta, Bandung, dan IPTN

Sejak kecil saya sudah mengagumi sosok bapak BJ. Habibie. Terlepas dari semua kontoversi saat ia menjabat sebagai Presiden RI. Setelah menyaksikan film ini saya semakin kagum pada beliau. Jika saja semua anak bangsa Indonesia mempunyai rasa percaya diri dan pemikiran bahwa bangsa Indonesia bisa mandiri dan maju sebagai bangsa besar, mungkin keadaan negeri ini akan lebih baik dan tidak bergantung dengan negara luar.



























No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)