Pages - Menu

Friday, June 20, 2014

Sinopsis A Hundred Years Inheritance Episode 50 Part 2 (Final)

Choon Hee khawatir jika Se Yoon tidak bisa berjalan lagi. Hyo Dong yakin hal itu tidak akan terjadi. Choon Hee berharap Se Yoon akan baik-baik saja.  Hyo Dong menggenggam tangan Choon Hee, "Jangan ada keraguan. Percayalah padanya". 

Chae Won mengajak Se Yoon jalan-jalan di sekitar halaman rumah sakit. Chae Won melepas kalung dengan liontin cincin yang ia pakai dan mengembalikannya pada Se Yoon. Ia berterima kasih karena Se Yoon masih menyimpan cincin itu, ia berpikir Se Yoon akan membuangnya saat mereka putus. 

"Sebenarnya hari itu aku mendapat tiket pesawat dari ibumu dan pergi ke bandara. Tadinya aku berencana ikut dengamu dan meninggalkan semuanya. Jadi jangan marah padaku". 

"Bagaimana mungkin aku bisa marah padamu. Kau selalu berada disisiku. Terima kasih. Aku berhutang hidupku padamu". 

Chae Won akan memberikan Se Yoon kesempatan untuk membayarnya, "Sekarang karena ayahmu sudah merestui...".

"Maaf", potong Se Yoon, "aku mungkin tidak bisa berjalan lagi. Aku tidak bisa melamarmu dalam kondisi seperti ini". 

Chae Won kaget, "Se Yoon-shi". 

"Maafkan aku", ucap Se Yoon sedih. 

Young Ja pindah kembali kerumah lamanya yang kini menjadi rumah Hong Joo. Young Ja sekarang bisa bernapas lega karena telah meninggalkan lingkungan yang buruk. Rumah ini adalah surga. Ngomong-ngomong kenapa ia tak melihat Ms. Park. 
 
Hong Joo menjawab ia telah mengirim Ms. Park kembali kerumah ibunya. Young Ja mengerti, lalu apa ada pelayan lain di rumah ini. Hong Joo tersenyum "manis", "Kenapa kita membutuhkan pelayan sementara ada ibu". 

"Apa?. Apa kau mengatakan kalau aku yang melakukan pekerjaan rumah tangga?", tanya Young Ja tak percaya. 

"Lalu apa aku yang harus melakukannya", tanya Hong Joo masam. 

Young Ja menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bukan begitu maksudnya. Ia berjalan menuju kamarnya yang dulu. Hong Joo menghalangi di depan pintu, "Sekarang ini menjadi kamarku". Young Ja tak mau terima, "Apa yang kau bicarakan. Ini adalah....."

"Ini adalah kamar utama dan ibu ingin menggunakannya?. Jika ibu ingin dari menantumu bersikap bijaksana", skak Hong Joo

"Hidup dari menantu?", tanya Young Ja. Hong Joo mengangguk mengiyakan. Wkwkwk...

Chul Goo datang. Young Ja terlihat seperti ingin mengadu pada putranya. Tapi sebelum Young Ja sempat bicara, Hong Joo lebih dulu bertindak, "Ibu mengijinkanku untuk menggunakan kamar tidur utama karena aku hamil. Ibu benar-benar banyak berubah". 

Chul Goo senang mendengarnya, sudah ia bilang ibunya berjanji akan menjadi ibu mertua terbaik se-Korea, "Terima kasih ibu". Young Ja yang merasa kalah melampiaskan kekesalannya dengan memukul kepala Chul Goo. Kasian dech. Hong Joo tersenyum. Mau tak mau Young Ja ikut tersenyum meski terpaksa. 

"Jadi kau menolak untuk melamar Chae Won?", tanya Sol Joo

Se Yoon tidak bisa meminta Chae Won untuk menikah dengannya. Ia mungkin akan mengalami dampak lanjutan setelah operasi. Se Yoon tak ingin membebani Se Yoon. Tidak bisa. Sol Joo minta Se Yoon jangan berpikir pesimis, berpikirlah positif.

Chae Won melamun saat berkerja di pabrik. Perkataan Se Yoon yang mungkin tak bisa berjalan lagi membebani pikirannya. Chae Won menarik napas panjang, mencoba kembali fokus pada pekerjaannya. 

Tuan Park Gyu Shik datang ke rumah mie. Ia adalah kepala koki di Blue House sekaligus ketua panitia perjamuan untuk acara Pertukaran Budaya Asia. Ki Choon heran, "Bagaimana Anda bisa tahu tentang kami?". 
Tuan Park berkata mie keluarga Uhm mempunyai reputasi yang bagus dan ia ingin memperkenalkan mie dari rumah mie pada perjamuan acara pertukaran budaya asia. Ki Moon dan Ki Choon kaget, "Mie kami?". Tuan Park mengiyakan, ia juga ingin melihat proses pembuatan mie secara langsung. Dengan senang hati Ki Moon dan Ki Choon mengarahkan Tuan Park menuju pabrik.  

Se Yoon memulai rehabilitasi. Ia berusaha semampunya agar bisa kembali berjalan seperti sedia kala. Dokter yang membimbingnya berkata bahkan orang lumpuh sebagian bisa berjalan lagi setelah rehabilitasi. Jangan menyerah. 

Ruang rawat Se Yoon kosong saat Chae Won tiba disana. Chae Won bingung kemana perginya Se Yoon. Seorang perawat masuk, ia bertanya apa pasien di ruangan ini dipulangkan?. Perawat menjelaskan pasien di ijinkan untuk keluar selama beberapa hari. 

"Keluar?. Kemana?", tanya Chae Won. Perawat menggeleng tidak tahu. Lalu pamit pergi. Chae Won menghubungi ponsel Se Yoon, tapi tidak aktif. Chae Won cemas, kemana Se Yoon pergi. 

Young Ja konsultasi dengan psikiater. Ia merasa stres dengan tingkah Hong Joo. Young Ja menjuluki Hong Joo sebagai rubah licik yang sangat jahat. Yang hanya berpura-pura baik padanya apabila didepan Chul Goo. Tapi Hong Joo menunjukan warna aslinya saat Chul Goo tak ada. Hong Joo bahkan meneliti dengan cermat kwitansi-kwitansi, pembukan rumah tangga.

"Murahan dan menjijikkan. Aku dulu menghasilkan uang sebanyak yang dia hasilkan sekarang. Tapi dia seperti tahu segalanya dan berlagak pamer kekayaan. Dia menjijikkan!", ucap Young Ja berapi-api. 

 Psikiater bisa mengerti pasti Young Ja merasa tertekan. Young Ja berkata hatinya terkoyak-koyak karena tertekan. Perutnya seperti berkecambuk. Lebih parahnya lagi, ia bahkan kalah penting dibandingkan coco, anjing peliharaan menantunya. 

"Dia memeluk anjingnya, menyediakan semua kemewahan untuk anjingnya. Tapi dia tidak pernah menanyakan apa aku sudah makan atau belum. Basa-basi pun tidak. Dengan kata lain, dia tidak manusiawi!". 

Psikiater mengambil kesimpulan, "Jadi menantumu adalah sumber dari stresmu?". 

Young Ja mengiyakan, ia ingin hidup di dunia tanpa adanya menantu. Setiap hari seperti perang tanpa adanya kontak senjata, "Aku muak terhadapanya". 

Selesai berkonsultasi, Young Ja meminum ramual herbal. Setelah mengeluarkan semuanya, sekarang ia merasa lebih baik. Young Ja melihat Chae Won di lobby. Mantan menantunya itu berjalan dengan wajah sedih. 

"Chae Won, sayang", panggil Young Ja sok akrab.

Chae Won bersikap santun saat Young Ja menghampiri. Lama tak bertemu, kata Young Ja basa basi. Chae Won bertanya apa yang dilakukan Young Ja dirumah sakit. Young Ja menajawab ia datang untuk bertemu dengan psikiater, dan bercerita mengalami tekanan mental akhir-akhir ini. 

"Apa sesuatu terjadi?", tanya Chae Won. Young Ja menjawab hanya ini dan itu. 

Sejenak Chae Won dan Young Ja saling bertatapan. Young Ja ingat bagaimana ia menyiksa, memfitnah Chae Won saat masih menjadi menantunya. Seakan tak cukup dengan hal itu, ia juga melakukan banyak kelicikan hingga berhasil membuat Chae Won dan Chul Goo berpisah. Young Ja menghela napas mengingat semua kejahatannya di masa lalu. Sekarang ia bisa mengerti perasaan Chae Won. Situasi yang ia rasakan kini sama dengan yang pernah Chae Won alami dulu. 

"Sebenarnya seluruh manusia di ciptakan sama, baik ibu mertua maupun menantu sama-sama manusia. Sekarang karena aku di perlakukan buruk aku bisa memahamimu". 

Chae Won heran, "Kenapa kau mengatakan itu?".

Young Ja menganggap apa yang terjadi pada dirinya kini atas balasan dari dosa-dosa yang ia lakukan. Menuai apa yang dulu di tabur. Saat itu ia tak mengerti perasaan Chae Won, tapi sekarang ia paham bagaimana rasa tertekan itu. 

"Aku sudah melakukan banyak kesalahan padamu. Maafkan aku", ucap Young Ja sungguh-sungguh.

Chae Won terdiam seakan tak percaya dengan permintaan maaf yang terucap dari mulut mantan mertuanya itu. Young Ja takut mungkin diperlakukan dengan buruk seumur hidup jika tidak meminta maaf seperti ini pada Chae Won.   

Young Ja beranjak pergi usai meminta maaf, lalu kembali lagi dengan menjejelakan sejumlah uang ke dalam genggaman tangan Chae Won, "Kau terlihat kurus. Kau harus menjaga dirimu sendiri sebelum menjaga orang lain. Belilah makanan atau kosmetik dengan uang ini". 

"Tidak perlu", Chae Won ingin mengembalikan uang itu. Young Ja minta Chae Won menerima, hanya ini yang ia punya sekarang. 
 
Ponsel Young Ja berdering, ia mengangkatnya dan terdengarlah suara Hong Joo yang bertanya, "Ibu, kau dimana?". Young Ja melirik Chae Won sebentar sebelum menjawab, ia berkata keluar sebentar karena ada urusan. Hong Joo meminta Young Ja membawa Coco ke dokter hewan untuk vaksin.

Young Ja teriak kesal, "Hei!. Aku bisa mati karena depresi. Apa susahnya kau sendiri yang pergi". 

Hong Joo pun teriak dengan suara yang tak kalah nyaring, "Ibu!".

Sangat nyaring sehingga Young Ja harus menjauhkan ponsel dari telinga. Pada akhirnya ia yang mengalah. Dengan suara lembut Young Ja berkata akan segera pulang, lalu menutup telepon. Young Ja tersenyum sembari menepuk pundak Chae Won, "Sampai jumpa lagi". 

Chae Won melihat Young Ja pergi dengan tatapan bingung. Terlebih lagi saat melihat uang yang ada dalam genggamannya. 

Rumah mie dalam keadaan kosong saat Chae Won pulang. Baik di dapur ataupun di kamar,  tidak ada satu anggota keluarga yang terlihat.  Ia bingung, kemana perginya semua orang. Ponsel Chae Won berdering, dari Ki Moon.


Ki Moon berkata terjadi masalah besar, mie yang mereka digunakan pada perjamuan pertukaran budaya ternyata sudah basi. Orang-orang mengalami keracunan. Chae Won kaget mie basi?. Itu tidak mungkin. Tak banyak berkata-kata lagi, Chae Won menutup telepon dan pergi ketempat acara.

Ki Ok memberikan pil penenang pada Kang Jin yang akan tampil pada pertunjukan langsung (seperti acara Music Bank) dimana penyanyi favorit akan mendapatkan trofi pada setiap minggunya. Ki Ok  mengingatkan agar Kang Jin jangan melakukan kesalahan sekecil apapun. Ia yakin suaminya akan menang. Disaat seperti ini Kang Jin harus menunjukan kemampuan, jangan menangis seperti acara kemarin. Kang Jin mengerti, aku bukan orang bodoh.

Karena ini pertunjukan langsung Kang Jin merasa sangat gugup. Ki Ok menyemangati, demi bayi yang ia kandung, jangan jadi pengecut. Berjuanglah. Fighting. Kang Jin mengelus perut Ki Ok, “Bayiku, Ayah akan melakukan yang terbaik di panggung. Berjuang!”.

Terdengar suara MC memanggil nama Kang Jin. Mendengar namanya di panggil, Kang Jin naik panggung dengan penuh semangat. Menyanyikan lagu andalannya “Teoru...Teoru..” (Gebrakan).

Dipenghujung acara, MC mengumumkan trofi minggu ini jatuh ke tangan Kang Jin. Ki Ok yang duduk di bangku penonton bertepuk tangan paling meriah untuk kemenangan suaminya. Kang Jin bersorak girang. Mungkin karena terlalu over, mendadak Kang Jin lemas dan pingsan di atas panggung. Memalukan..hahaha

Anggota keluarga Uhm melihat tayangan langsung itu dari salah satu kamar hotel. (Tunggu!. Kenapa mereka berpakaian sangat rapi, seperti akan menghadiri pesta?). Ki Choon geli melihat Kang Jin yang jatuh pingsan. Nenek yang khawatir menyuruh salah satu anaknya untuk menelpon Ki Ok, tanyakan apa dia baik-baik saja.

Ki Choon minta nenek jangan khawatir, Kang Jin hanya pingsan, tidak ada yang serius. Seul Hong yakin pertunjukan kali ini akan membuat Kang Jin kembali terkenal di situs Youtube. Ki Moon cukup merasa bangga pada Kang Jin yang menjadi pemenang. Do Hee sependapat, ia sering mendengar lagu Kang Jin di jalan-jalan setiap hari. Nenek memuji Kang Jin luar biasa, tidak mudah untuk menjadi pemenang. 
 Obrolan mereka terhenti ketika Bo Reum datang. Ia yang dari luar melihat kedatangan Chae Won memberitahukan kepada mereka. Serentak pamab, bibi dan nenek langsung berdiri meninggalkan ruangan. Sebenarnya apa yang tengah mereka rencanakan?.

Pada Bellboy Chae Won bertanya dimana letak International Convertion Centre.  Sebelum menjawab bellboy lebih dulu bertanya, “Apa anda nona Min Cha Won?”. Chae Won mengiyakan. Bellboy itu menunjukan jalan menuju ke tempat yang dimaksud.

Saat masuk ruangan Chae Won terkejut melihat Sol Joo dan Choon Hee yang menyambutnya dengan senyuman. Yang membat Chae Won terkejut adalah kenapa kedua ibu itu memakai hanbok, “Ibu. Apa yang terjadi?”.

“Gantilah bajumu dengan ini”, ucap Sol Joo menujuk gaun pengantin putih yang tergantung di hanger.

“Jadi apa yang terjadi?”, tanya Chae Won masih tidak mengerti.

Choon Hee : Kau sudah mengalami banyak kesulitan, ini hadiah dari kami untukmu.

Sol Joo : Kami memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan sederhana hanya dengan keluarga. Apa kau mau menikah dengan Se Yoon?.

Chae Won : Aku ingin, tapi Se Yoon belum siap.

Sol Joo berkata kekhawatiran Chae Won tidak beralasan, pengantin pria sudah setuju untuk menikah.

“Se Yoon setuju?”, tanya Chae Won tidak yakin.

Choon Hee berkata siapa yang akan menolak pengatin wanita yang cantik seperti Chae Won. Senyum haru dan bahagia terpancar dari wajah Chae Won. 
Beberapa saat kemudian, Chae Won sudah berubah menjadi pengantin wanita yang cantik, tapi kenapa wajah Chae Won terlihat sedih?.

Sebelum acara pernikahan di mulai, Hyo Dong menemui putrinya di ruang tunggu. Hyo Dong memuji Chae Won terlihat sangat cantik seperti bidadari turun dari khayangan.

“Ayah. Maaf karena aku sudah membuat Ayah khawatir selama ini”, ucap Chae Won hampir menangis.

Hyo Dong merasa dirinyalah yang harus meminta maaf pada Chae Won, “Jangan menangis. Air matamu akan merusak dandanannya”.

Chae Won mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Hyo Dong mendekat, mengusap lembut air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata putrinya, “Jangan menangis”.

Pernikahan sederhana Chae Won dan Se Yoon diadakan di ruang terbuka. Dengan menggunakan kursi roda, Se Yoon berjalan diatas karpet putih. Sol Joo dan Choon Hee membantu Se Yoon mendorong kursi roda. Kemudian, Seul Hong selaku pembawa acara mempersilahkan pengantin wanita untuk masuk.
 
Hyo Dong menggandeng tangan Chae Won berjalan menuju altar pernikahan. Rona bahagia terlukis di wajah mereka.
 
Ki Choon yang juga ingin memiliki foto pernikahan mengajak Kang Sook memakai baju pengantin bekas Chae Won dan Se Yoon setelah acara selesai. Kang Sook berkomentar, Ki Choon satu-satunya orang yang menginginkan baju pernikahan bekas. Setidaknya cincinya tidak bekas, kilah Ki Choon.

Kang Sook berkata ia bersedia memakai cincin ini karena berasal dari hati Ki Choon. Tapi ia masih kesal jika mengingat cincin ini dimutahkan oleh Kang Jin. Ki Choon ikut kesal, Kang Jin seperti binatang peliharaan yang menyebalkan.

Se Yoon tersenyum menyambut pengantin wanita. Hyo Dong menyatukan tangan Chae Won dan Se Yoon, lalu duduk bersama presdir Lee.

Chae Won dan Se Yoon berpandangan penuh cinta. Sebelum akhirnya dengan perlahan Se Yoon menarik tangannya dari tangan Chae Won. 
Walau terlihat kesusahan, Se Yoon berusaha berdiri dengan kedua kakinya. Tak hanya Chae Won, semua yang menghadiri pernikahan tercengang melihat Se Yoon berdiri tanpa bantuan alat penyangga.

“Apa yang terjadi padamu?”, tanya Chae Won tak percaya pada apa yang dilihatnya.

“Kejutan. Aku bekerja keras melakukan rehabilitasi. Ini semua berkat dirimu", Se Yoon kembali mengenggam tangan Chae Won, "Terima kasih karena sudah berada disisiku. Terima kasih karena tidak menyerah terhadapku.”

Se Yoon tersenyum. Chae Won pun tersenyum, bahkan hampir menangis karena terlalu bahagia. 

Semua yang ada di acara pernikahan itu bertepuk tangan, ikut merasa bahagia bersama kedua mempelai. 

“Lihat, kan? Sudah kubilang Kakeknya Chae Won akan menolongnya dari surga”, komentar nenek.
Sol Joo berterima kasih pada Choon Hee yang telah melahirkan putra yang mengagumkan dan pantang menyerah. Choon Hee juga berterima kasih pada Sol Joo telah membesarkan Se Yoon dengan baik.

Perayaan ke 101 Mie keluarga Uhm. Keluarga mie sibuk melayani para tamu yang datang. Tidak seperti tahun sebelumnya, perayaan kali ini di penuhi para undangan.

Terdengar suara kakek, “Dunia sekarang sudah makmur dan mengabaikan mie. Tapi kembali ke masa-masa sulit, mie adalah makanan yang dihargai untuk memberi makan orang-orang kelaparan. Makanan yang disucikan untuk acara ritual, makanan yang menghangatkan hati untuk orang-orang kesepian. Aku berharap penerusku akan terus menjaga bara kehangatannya".

Seluruh anggota keluarga Uhm berkumpul untuk mengambil foto bersama. Say Kimchi....Senyum hangat mewarnai foto keluarga.

Dan pasangan pengantin baru ini berbulan madu dengan berjalan-jalan di pantai. Simple tapi terlihat manis.


Happy Ending. 


Komentar : 
Fuih...lega rasanya, akhirnya selesai juga. Hutang saya lunas, ya. Gimana?, puas dengan endingnya?. Kalau saya pribadi sich masih merasa kurang. Maunya melihat kehidupan rumah tangga Chae Won - Se Yoon dan melihat anak-anak mereka. Tapi kalau begitu, bisa-bisa sampai 100 episode donk, hehehe...

Semua permasalahan selesai dengan baik. Evil mother in law Young Ja menyadari kesalahannya, tak hanya itu dia juga merasakan yang dulu Chae Won rasakan. Awal-awal episode selalu emosi setiap melihat wajahnya Young Ja. Ditambah omelannya yang selalu pake urat. Bener-bener ngeselin. 

Thanks untuk semua reader atas dukungan dan kesabarannya menunggu hingga sinopsis ini rampung dibuat. Entah bagaimana jadinya jika tanpa dukungan kalian, mungkin saya sudah menyerah di pertengahan episode. Jujur saja, mood kadang suka naik turun saat membuat recap. Maka tak heran jika posting sinopsisnya sering telat.. Heehehe..Mianhae...

Segitu aja dech komentarnya, sekali lagi terima kasih banyak reader.. :) #membungkuk 90 derajat ala orang korea#. 

8 comments:

  1. Horeee \(^┌┐^)/ .. Happy ending en ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ (ˆںˆʃƪ) plus ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴. Ɣ㪪 .. Mbk Nuri ats sinpsisnya idem membungkuk 90 deg ....

    ReplyDelete
  2. finally.. selesai jg sinops n rasa penasaranku. gomawo eonni kerja kerasnya membuat sinops ini. sebenarnya sih pengen jg liat Se yeon - chae won bahagia d bbrpa episode. cm takutnya mlah tmbh panjang lg hehe...
    akhirnya makasih bnyk y mbak..
    - Dewi -

    ReplyDelete
  3. allhamdulillah akhirnya rampung juga sinopnya mba,, makasih ya mba untuk sinopnya,, walaupun aku sering cerewet tapi mianhe ya mba.. tetap fighting mba nulis sinpsis yg lainnya
    fm:cl

    ReplyDelete
  4. hore selesai jg...trimakasih sekali..kmrn sempat takut krn lama postingny.skrg lega...proyek slnjtny apa?
    btw..bravo mba nuri

    ReplyDelete
  5. terimakasih banyak mbak nuri... maaf tidak bisa berkata kata setelah membacanya... terimakasih... :)

    from
    dian

    ReplyDelete
  6. Ternyata ada mba nuri yg buat recap ini drama Ťђάηκ•⌣•ў☺ϋ ªķΰ punya DVD Ώyå tp ga bisa muter akhirnya ketolong juga sama ini sinopsis

    ReplyDelete
  7. Thank you banyak mbak nuriiii, saya adalah silent reader untuk drama yang 1 ini. hehehhehehehe

    ReplyDelete
  8. Terima kasih mba nuri,akhirnya mereka bersatu juga. 

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)