Pages - Menu

Saturday, June 21, 2014

[Micro Drama] One Line Love Episode 1


Title : One Line Love/Line Romance
Genre : Romance
Episode : 3 Episodes
Air Time :    * Episode 1 : 09 Mei 2014
                   * Episode 2 : 15 Mei 2014
                   * Episode 3 : 16 Mei 2014 

Cast : 
Lee Min Ho as Min Ho
Bay Hayden as Ling Ling
Kim Kang Hyun as Min Ho's Manager
Kim Bo Mi as Stylist's Min Ho

Min Ho, seorang penulis dan komposer handal, tengah membuat sebuah lagu di ruang kerjanya. Dari tutus piano yang ia tekan terciptalah nada yang kemudian ia tulis ke buku musik. (Coba lihat perpustakanya oppa, wah banyak banget bukunya. Saya pasti betah lama-lama tinggal di ruangan itu, plus ditemanin oppa, makin betah..kekeke).

Siang ataupun malam, ditaman ataupun di dalam ruangan, Min Hoo terus bekerja membuat sebuah lagu. Tapi, suatu hari inspirasi dan ide seakan hilang dari otak jeniusnya. Min Ho tampak frustasi ketika tidak ada satupun nada yang terasa pas yang keluar dari gitar yang ia petik. Min Ho meletakan gitar itu dan menutup matanya, lelah. 

Manager Min Ho (Kim Kang Hyun) heran melihat buku musik yang kosong, "Kenapa?. Kehabisan ide?", tanyanya mendekati Min Ho. "Makanya sudah kubilang, kau harus merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Seni harus penuh dengan rasa, rasa". 

Min Ho tak mengubris ocehan manager, "Aku keluar sebentar". 

"Waktunya sebentar lagi. Kau harus menyerahkan judul lagunya minggu ini". 

Min Ho mengambil kaca mata hitam dan gitarnya, "Makanya aku pergi dulu". 

(Ya..ya, mungkin dengan berjalan-jalan keluar Min Ho bisa menemukan inspirasi). 

Begitu keluar rumah, Min Ho menutupi kepalanya dengan Hoddie dari sweater yang ia kenakan. Tak lupa memasang kaca mata hitam lalu memanggil anjing kesayangannya "Brown" untuk menemaninya pergi jalan-jalan. 

Ling Ling, turis asal China check out dari hotel tempat dia menginap. Dengan menggunakan bahasa mandarin, resepsionis menawari Ling Ling perlukah memanggil taksi untuk mengantarnya ke bandara. Dengan halus Ling Ling menolak. Ia akan keluar sebentar selama satu jam dan menitipkan kopernya di hotel. 

Waktu satu jam Ling Ling gunakan untuk berjalan-jalan. Ia sibuk mengabadikan pemandang yang indah dengan kamera ponsel, termaksud Namsan Tower yang terkenal itu.  Pemandangannya keren.

Tidak lengkap rasanya jika tidak "berselfie ria". Mungkin itulah yang dirasakan Ling-Ling. Namun, ia tampak kesulitan saat ingin mengambil gambar dirinya sendiri dengan background pemandangan. Ling Ling menoleh ke kanan dan kiri mencari orang yang bisa membantunya mengambil foto. Tepat saat itulah ia melihat Min Ho dan Brown berjalan tak jauh darinya. 

Stylist Min Ho datang kerumah Min Ho membawakan makanan, ia bertanya pada sang manager kemana Min Ho oppa pergi. Manager menjawab dia keluar. Stylist panik, "Dia pakai baju apa?". 

Manager mengangkat bahu, "Dia pakai baju biasa (casual)".

Sylist jadi kesal, itu sebabnya banyak orang bilang kalau stylist Min Ho bodoh. Sylist khawatir bagaimana jika ada orang iseng yang mengambil foto Min Ho dengan baju biasa dan mengungahnya ke internet. 

Don't worry atuh neng, sekalipun Min Ho oppa pakai celana boxer tetap kelihatan oke. Kekeke..

Min Ho menutupi wajah dengan kedua tangannya saat Ling-Ling menghampirinya (maklum artis terkenal gitu loh). 

"Permisi. Bisa tolong fotokan aku", pinta Ling Ling dalam bahasa mandarin.

Min Ho menunduk menyembunyikan wajahnya. Ling - Ling mengulagi dalam bahasa inggris yang terbatas, "Photo, please". 

"Astaga, kenapa dia bisa mengenaliku?. Padahal aku sudah menyamar", guman Min Ho pada dirinya sendiri. Ling Ling yang tak mengerti bahasa korea menatapnya bengong.

"I'm Sorry. No. No", tolak Min Ho menyilangkan tangan di depan dada.

Penolakan Min Ho membuat Ling-Ling cemberut dan kecewa. Sebagai pria yang baik, Min Ho merasa tak enak hati telah membuat wanita kecewa. Pada akhirnya ia memberi lampu hijau, "Oke. Photo. Oke". 

Min Ho siap bergaya mengira Ling-Ling akan memotret dirinya. Ling-Ling kembali kebingungan, aduh mau ngomong apa gitu ya, bahasa mereka berbeda.  

"Ah..Aku mengerti", Min Ho melepaskan Hoddie lalu berkata, "Palli (cepat)...please". 

Tapi Ling-Ling masih tetap diam. Min Ho kembali berguman, "Ah..Menjengkelkan sekali". Dengan penuh percaya diri Min Ho melepaskan kacamata hitamnya, tersenyum tipis lalu membuat V Sign, "Oke". 

Kenarsisan Min Ho membuat Ling-Ling tersenyum samar. Akhirnya Ling-Ling menjelaskan, "Bukan kau. Tapi aku. Aku ingin berfoto". 

"Kamu?", tanya Min Ho. Ling-Ling mengiyakan, sembari menunjuk pemandangan dan memberikan ponselnya pada Min Ho. Min Ho tertawa sumbang, "Ah. Hahaha. Tentu saja". Malu nich yee...>_< 

Ling-Ling berpose, Min Ho mulai menghitung, 1..2..3.. jepret. Ling Ling minta di fotokan sekali lagi bersama Brown, anjing Min Ho. 

"Brown", tanya Min Ho. Ling-Ling mengiyakan... Min Ho ngomel dalam bahasa korea, "Brown belum pernah foto dengan siapa-siapa".  Baru kali ini ada cewek lebih tertarik foto dengan anjing dibandingkan dirinya.

Ling Ling tentu saja tak mengerti apa yang dikatakan Min Ho, ia bicara pada Brown, "Namanya Brown, ya?. Aku Ling Ling kita akan berfoto bersama". 

Min Ho mendesis pelan, dengan malas ia mengambil foto lalu mengembalikan ponsel Ling Ling. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan bukannya berterima kasih, Ling Ling malah asyik bermain-main dengan Brwon. 

Min Ho menghela napas, namun kekesalannya lenyap saat melihat senyum Ling Ling. Ia terdiam terpana, kata-kata puitis tiba-tiba terangkai dengan mudah di dalam otaknya.

"Seperti sinar matahari yang menyinari dirimu. Suaramu bergema dalam lubuk hatiku". 

Ling Ling berdiri, mengejar Brown yang berlari meninggalkan tempat itu, tanpa ia sadari Cony (USB) miliknya jatuh. Min Ho terpaku di tempatnya merasakan "sesuatu" yang menjalar di dalam hati. Inspirasi itu tiba-tiba muncul di dalam otaknya. 

"Seberapa jauhnya dirimu, aku akan tetap berteriak memanggilmu dengan sepenuh hati". 

Ling Ling yang berhasil mengejar Brown membawa anjing itu kembali ketempat tadi. Ketika ia kembali. Ling Ling melihat Min Ho yang bersandar pada bangku dengan memejamkan mata, sembari memainkan gitarnya. Look so handsome

Siapa yang tidak terpana jika disuguhi pemandangan ini, ditambah lagi dengan melodi-melodi halus yang diciptakan Min Ho. Gadis itu tersenyum menikmati pemandangan gratis yang tersaji di depannya.

Min Ho berhenti memetik gitar, menarik napas lega. Kemudian berdiri menghadap Ling Ling, "Akhirnya aku bisa menciptakan sebuah lagu. Berkat dirimu". 

Ling Ling jalan mendekat, "Kau musisi?".

Min Ho mengiyakan. Ling Ling memuji lagunya bagus. Min Ho tersenyum tersipu, "Terima kasih". Untuk sesaat keduanya tampak canggung. Ling Ling berkata aku segera pergi.

 Ponsel Ling Ling berdenting. Pesan Line. Min Ho bertanya, "Line?". 

"Kau punya?". 

Min Ho mengambil ponsel miliknya, menunjukan aplikasi chating Line, "Tentu". 

"Line Friend", Ling Ling mengambil alih ponsel Min Ho, menambahkan akun line miliknya ke dalam daftar teman Min Ho. 

Min Ho tersenyum saat menerima Ling Ling mengembalikan ponsel miliknya. Mereka saling bertatapan sembari tersipu malu-malu.."Ah...Seandainya Ling-Ling itu saya.. Huhuhu...ngarep".  

Ling Ling dalam perjalanan ke bandara ketika menerima pesan Line dari Min Ho, "Hei!. Cony milikmu", bunyi pesannya. Ling-Ling merogoh kantongnya dan baru menyadari kalau ia kehilangan benda itu, "USB ku". 

Flashback. Min Ho memungut Cony yang jatuh di lantai. Tertera nama "Ling Ling" dibagian belakang. 

Ling Ling membalas pesan Min Ho, "USB itu sangat penting. Bagaimana ini?". 

Manager dan stylist Min Ho duduk ditaman sembari menikmati bir dan ayam. Stylist Min Ho tak mengerti, orang yang kehilangan benda itu yang seharusnya datang kemari, kenapa malah Min Ho oppa yang repot-repot mengantarnya ke bandara, "Apa seorang artis harus melakukannya?". 

Manager Min Ho bisa mengerti. Jantung Min Ho pasti berdebar. Stylist mengira jantung Min Ho berdebar karena berlari terlalu cepat. Manager membenarkan bukan karena berlari, tapi perasaan. 

"Apa mungkin, Min Ho oppa jatuh cinta pada gadis itu pada pandangan pertama?".

"Kenapa?. Tidak boleh?". 

Stylist menganggap itu tidak mungkin. Tidak ada cinta pertama di dunia ini. Manager heran, memangnya kenapa, "Saat aku pertama kali melihatmu.....", sadar pada apa yang akan ia katakan, manager mendadak menghentikan ucapannya. 

"Memangnya. Ada apa?", tanya stylist dengan gaya imut.

Manager meminum birnya lalu berkata, "Kurasa kau sangat cocok menjadi stylist. Akulah yang memilihmu". 

Doeng...hahah kecewa dech... 

Ling Ling termenung di bandara. Tangannya menggenggam erat Cony. Ling Ling tersenyum melihat benda kecil itu.

Flashback. Min Ho datang ke bandara, ia berlari sembari menoleh ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Ling Ling. Min Ho baru berhenti berlari setelah menemukan gadis itu. Ling Ling terkejut melihat Min Ho ada di bandara. Min Ho tersenyum saat menyerahkan  Cony pada Ling Ling. Ah, Ling Ling tersenyum menerima kebaikan hati Min Ho. Flashback end.

"Cony, maafkan aku sudah menghilangkanmu. Kalau bukan karena dia, semuanya akan menjadi kacau".

Diluar bandara, Min Ho bicara pada Brown. Ia membuat alasan kenapa mau repot-repot datang ke bandara. Bukan karena Ling Ling, tapi karena USB itu sangat penting, "Bagaimana jika dia menyuruhku mengirimkan USB itu ke China?. Pasti merepotkan. Kau tahu aku benci sesuatu yang merepotkan, kan?". 

Benar, karena ia membenci sesuatu yang merepotkan ia mau mengantar USB ke bandara. Ponsel Min Ho menerima pesan Line dari Ling Ling, sticker ucapan terima kasih. Min Ho menunjukan ponselnya pada Brown, "Hei. lihatlah. Dia berterimakasih padaku". 

Haruskah dibalas?. Tidak usah, mau balas apa. Min Ho berpikir dan kembali bertanya pada Brown, "Tapi karena aku artis, aku harus membalasnya, kan?. Mungkin dia akan menjadi penggemarnya suatu hari nanti. Baiklah, dibalas saja". 

Min Ho sibuk memilih sticker mana yang akan ia pilih. Ada sticker Kim Tan dan Eun Sang juga. Brown tiba-tiba menyalak. Min Ho melonjak terkejut, tanpa sengaja ia mengirim sticker I Love You. 

 "Ah. Brown kau mengagetkanku". 

Min Ho kembali fokus pada ponselnya, ia terbelalak begitu melihat layar ponsel, "Apa?. Apa-apaan ini?". 

Ling Ling  terkejut tak percaya menerima balasan yang dikirim Min Ho. Sementara itu Min Ho yang panik berusaha menghapus sticker sambil ngomel-ngomel. Tapi apa daya sudah terkirim, "Ah..aku bisa gila". Hahaha..reaksinya Min Ho lucu. 

Min Ho akhirnya pasrah, ya sudahlah, lalu tersenyum-senyum sendiri. Begitu pula dengan Ling Ling. Rasa suka mulai tumbuh di hati mereka. Mau donk oppa kiriman sticker I Love You-nya. Hehehe...



END

Ah, kangennya sama Min Ho oppa.. semenjak The Heirs selesai tayang, saya selalu menunggu drama terbarunya. Drama pendek ini bisa menjadi pengobat rindu, abisnya nunggu Gangnam Blues tayangnya masih lama sich, akhir tahun 2014. 

Pasti sudah banyak yang tahu kalau micro drama ini merupakan iklan aplikasi Chating Line yang dibuat menjadi Mini drama, seperti iklan Toyota Camry. Hanya berjumlah 3 episode dengan durasi yang pendek 11-16 menit. Videonya sudah banyak tersedia di Youtube ataupun dialymotion.

1 comment:

  1. Lagu di ending Episode 3 abis main piano di airport itu lagu siapa ya? Makasih

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)