Pages - Menu

Monday, June 03, 2013

Sinopsis The Virus Episode 5 Part 1

11 Hari penyebaran virus, malam hari. 

Myung Hyun berada diruangannya, membaca berbagai sumber informasi yang ada di internet. Ia merasa bimbang, tentang kenapa hanya Rumah Sakit Sang Rok yang pasiennya terinfeksi. Dan adanya hubungan dengan Dae Yong Industry serta kejahatan besar di balik penyebaran virus ini. 

Tanpa berdiam diri, Myung Hyun berniat pergi kerumah sakti untuk memeriksa keadaan In Chul. Ketua tim Go dan Sun Dong kurang setuju, "Kenapa harus ke sana? Bukankah anda barus saja kembali?. Pagi tadi anda kecelakaan, dan anda juga yang mengoperasi Kim In Cheol. Jika anda tidak peduli dengan diri anda, anda juga bisa sakit".

Myung Hyun berkata jika perkataan wartawan Jung benar, sesuatu diluar bayangan kita mungkin telah terjadi. Aku merasa lebih nyaman melihat dia ada didepan mataku sampai sumsum tulangnya diekstrak". 

Ji Won bertanya, "Anda benar-benar percaya dengan laporan Reporter Jeong?. Tidak ada bukti yang menunjukkan kalau penelitian sudah dilakukan di klinik".
"Tidak ada bukti yang menunjukkan hal sebaliknya", balas Myung Hyun. Ia lalu meminta Joo Young utnuk memeriksa apa ada hubungan antara 2 kebakaran yang terjadi dengan rumah sakit Sang Rok.
"Ya", jawab Joo Won. Myung Hyun pergi. 

Ji Won terlihat khawatir dengan Myung Hyun. Sun Dong berkata kali ini pimpinan Lee tidak terlihat seperti manusia seperti biasanya. Ketua tim Go mengambil selimut, lalu menyahut, "Dia suka terlibat dalam urusan orang lain. Jika sudah begini siapa yang bisa menghentikannya. Toh, vaksinnya akan segera keluar. Setidaknya aku bisa tidur nyenyak malam ini".

Dokter Se Jin berjalan di lorong rumah sakit. Ia merasa curiga ketika melihat penjaga tidak ada di depan ruang isolasi In Chul. Ia lalu masuk ke ruang perawatan, di belakang pintu ada staf CDC yang bertugas menjaga tidak sadarkan diri. Dan menemukan tempat tidur yang kosong, hanya ada noda darah diatas sprei. 

Lintah darat mendorong brankar pasien menjauh dari ruang perawatan. In Chul yang sadar bisa melihat dengan jelas, wajah penculiknya. Ia berusaha melepaskan diri,  tapi apa daya tangan, dan kakinya terikat. Mulutnya pun di plester. Tidak ada satupun yang curiga meski mereka berpapasan dengan perawat.

Myung Hyun tiba di rumah sakit Nasan, berjalan masuk ke lobby. Kemudian masuk ke dalam lift, menuju ruang perawatan yang berada di lantai atas.

Dokter Se Jin segera menghubungi Myung Hyun, "Pimpinan Lee telah terjadi sesuatu. Kim In Cheol menghilang". 
Myung Hyun terkejut, "Kau bilang apa? Dia menghilang?". 
Dokter Se Jin menduga ini adalah penculikan, Penjaga yang ditempatkan di kamar pasien bilang, ada 2 orang.

Myung Hyun keluar lift, berlari. Berselisahan jalan dengan 2 lintah darah. Mereka melihat Myung Hyun, tapi Myung Hyun tak melihat. Myung Hyun berhenti berlari ketika melihat ceceran darah di lantai yang menuju lift. Saat ia berbalik, 2 lintah darah sudah masuk ke dalam lift. Myung Hyun berlari ke arah lift, tapi keburu pintu lift tertutup.

Myung Hyun berlari menuruni anak tangga. Berlari keluar rumah sakit, ia melihat penculik masuk kedalam mobil, "berhenti", teriaknya. Tapi mana mungkin penculik itu mau menuruti perintah Myung Hyun. Secepat mungkin mereka pergi dari rumah sakit. Sebuah mobil ambulane melaju mengikuti mobil penculik.

Myung Hyun mengejar dengan mobilnya, dan menghubungi Joo Young, "Kim In Chul diculik. Nomor plat mobilnya 9308. Itu mobil van. Mereka menuju ke arah selatan. Segera hubungi polisi". 

Ji Won bertanya apa yang terjadi. Joo Young berkata Kim In Chul telah di culik. Semua terkejut. Joo Young segera melacak nomor plat yang disebutkan Myung Hyun. 

Myung Hyun berusaha mengejar. Di depannya ada mobil ambulance, yang memang sengaja menghalangi laju mobil Myung Hyun.  Lalu lintas yang ramai, tidak memungkinannya untuk menyalip kendaraan lain. Myung Hyun frustasi, berkali-kali membuyikan klakson, sebagai tanda ia sedang terburu-buru. Tapi mobil ambulance yang ada di depan tidak mau minggir, dan tetap menghalangi jalan.

Jo Young berhasil melacak mobil van itu, gambar wajah nama pemiliknya muncul di layar monitor. Namanya Im Sang Taek. Ketua tim Go menghela napas, kasihan tidurnya terganggu. Tim CDC ini memang tidak pernah bisa tidur tenang.

Sun Dong mengenali Sang Taek sebagai bos dari lintah darat yang menjual Kim In Chul pada rumah sakit Sang Rok. Ketua tim Go mengajak Sun Dong pergi ke kantor Sang Taek. Ji Won berjaga di markas, jika butuh bantuan telepon saja. 

Ji Won bertanya pada Joo Young, "Sudah ketemu lokasi mobil vannya?
Joo Young : Saya bisa menemukan lokasinya setelah masuk ke website Badan Kepolisian Nasional Divisi Lalu Lintas . Aku sudah mendaftarkannya sebagai kendaraan yang dicari. Itu akan muncul setelah tertangkap oleh kamera video.

Mobil van Sang Taek melewati lampu merah, begitu pula dengan mobil ambulance. Sementara Myung Hyun tak berhasil melewati lampu merah, tertahan beberapa detik. Mobil van berbelok ke arah persimpangan jalan Sang Am Dong. Myung Hyun minta Joo Young untuk terus melacak kemana arah mobil van pergi.

Ji Won bicara dengan Myung Hyun melalui telepon, "Pimpinan Lee, pemilik mobil van sudah diketahui. Dia bos rentenir yang pernah anda temui. Ketua tim dan Seon Dong sedang dalam perjalanan ke sana". 

Myung Hyun heran bagaimana mereka tahu. Mata Myung Hyun terbelalak lebar, "Tunggu. Mereka sudah tahu tentang penelitian di Rumah Sakit Sang Rok. Mereka berencana menjual darah Kim In Cheol".

Di dalam mobil, In Chul bergerak-gerak menahan sakit, darah terus menetes dari luka operasinya yang belum sembuh. Sang Taek berteriak, "Hei, hei. Jangan bergerak. Mobilnya berguncang". Wajah In Chul benar-benar ketakutan. 

Teman Sang Taek bertanya, "Apa kita bisa mendapatkan uang dengan menjualnya?".
Sang Taek : Darah anak itu mengandung antibodi. Mereka membutuhkannya untuk membuat vaksin. Kita bisa memainkan harganya. Selama kita memberikan darahnya ke pihak yang tepat, kita bisa mendapatkan keuntungan.

Suara tawa Tang Saek terdengar mengerikan. Rupanya mereka tidak bekerja pada siapa-siapa. Penculikan ini murni ide Tang Saek.

Ketua tim Go tiba di kantor Sang Taek bersama beberapa anggota polisi. Kantornya gelap, tidak ada siapa-siapa disana.
"Sial. Mereka punya sarang lainnya", kata ketua tim Go dengan napas naik turun.
Polisi berkata sudah mendirikan pos pemeriksaan di daerah ini. Ia mengajak Ketua tim Go untuk memeriksa didaerah lain. 

Mobil van Tang Saek terus menembus jalan raya. Tiba-tiba sebuah mobil ambulance menghadang di depan mobilnya. Mobil ambulance itu sama dengan ambulance yang tadi menghalangi mobil Myung Hyun. Tang Saek berteriak, "Minggirkan mobilmu".

Sopir ambulance turun dengan santai, yang ternyata adalah Peter Jo (sebelumnya Mr. T). Hanya dengan satu kali pukulan, ia bisa melumpuhkan Tang Saek.

Joo Young menghubungi Myung Hyun, "Mobil van Tang Saek telah ditemukan oleh mobil patroli polisi, di daerah Hodong, Yeonnam-dong, Mapo-gu. Myung Hyun segera meluncur ke lokasi. Bersimpangan dengan mobil ambulance yang dikendarai Peter.

(Baru tau nich kalau Mr. T bernama Peter Jo dan Mr. X bernama Steve Norman)

Saat Myun Hyun tiba di lokasi, sudah ada polisi di sana. Polisi hanya menemukan mobil van yang kosong tanpa pengemudi. Myung Hyun membuka mobil, hanya tetesan darah In Chul yang tertinggal. Marah dan kesal campur aduk jadi satu, "Mereka tidak mungkin pergi terlalu jauh. Kita harus menemukan mereka". 
Polisi bersedia membantu, dan akan meminta bantuan tambahan untuk menemukan mereka.

Myung Hyun memperhatikan kamera terpasang di tiang pojok seberang jalan. Ji Won menelpon Myung Hyun, "Anda sudah menangkap mereka?". 
Myung Hyun : Tidak. Kami kehilangan jejak mereka. Mereka meninggalkan mobilnya dan melarikan diri. 

Ji Won : Jadi, mereka mungkin ada di sekitar wilayah itu?
Myung Hyun : Aku tidak yakin. Mungkin saja mereka bertemu dengan pembelinya dan pindah ke mobil pembeli tersebut. Lagipula, noda darah Kim In Cheol ada di mobil van itu. Kirimkan tim investigasi ke sini sekarang. Setelah itu, hubungi polisi dan minta mereka untuk memeriksa kamera video di seberang jalan itu.

Pengacara Hwang Seok Suk masuk ke gudang kosong yang digunakan untuk menyekap lintah darah dan In Chul. Tangan dan kaki mereka terikat di kursi, dengan mulut tertutup plester. Tampak jelas wajah ketakutan dari 3 sandera ini. Steve dan Peter berdiri berjaga di sebelah kiri.

Myung Hyun kembali ke markas CDC, memeriksa rekaman CCTV yang ada di dalam rumah sakit Nasan. Gambar dokter Yoon tertangkap berdiri di depan pintu ruang isolasi perawatan In Chul. Tak lama kemudian, lintah darat datang dan memukul penjaga.
"Geng yang mengerikan". komentar ketua tim Go.

Beralih ke monitor 2 yang menampilkan rekaman video CCTV yang ada di depan rumah sakit Nasan. Setelah mobil van Tang Saek pergi dari rumah sakit, Myung Hyun ingin mengejar. Tapi lebih dulu mobil ambulance tanpa logo rumah sakit mengikuti mobil van. Myung Hyun ingat perkataan wartawan Jung, tentang adanya sebuah ambulance tanpa logo yang membawa seorang pasein.

Myung Hyun tak menyangka ia bisa melewatkannya. Ini membuktikan bahwa ada hubungan antara kebakaran yang terjadi di Rumah Sang Rok dengan kebakaran di dua tempat lainnya.
Ji Won : Itu artinya kalau orang yang kita cari adalah rentenir itu?
Myung Hyun : Bisa ya, bisa tidak. Lagipula, kita harus menemukan ambulans itu secepat mungkin. Jika dugaan kita benar, mereka tidak akan melepaskan Kim In Cheol.

Kembali ke gudang penyekapan. Seon Suk bertanya pada Peter, "Kau telah bekerja keras.
Tidak ada yang melihatmu, kan?".
"Ya", jawab Peter.

Seon Suk berjalan mendekat, bicara pada lintah darat, "Terima kasih, kami berhasil membawa dia kembali dengan selamat. Meskipun kau tidak melakukannya dengan sengaja. Yang jelas, terima kasih untuk masalah yang kau buat. Kau tahu dimana letak kesalahanmu?. Kau ikut campur terhadap sesuatu yang seharusnya tidak kau sentuh. Kami tidak tertarik dengan orang sepertimu.

Entah kau pinjamkan Kim In Cheol seharga 3 juta Won dengan bunga 400%. Entah dia tidak punya uang membayarmu, atau kau memutuskan untuk menjual dia selayaknya budak. Itu bukan urusan kami. Karena di dunia ini, orang tidak berguna sepertimu ada dimana-mana. Karena itu, apapun yang akan aku lakukan padamu, itu bukan karena aku menyimpan dendam pribadi padamu.

Sang Taek berteriak marah dengan kondisi mulutnya yang tertutup. Seon Suk menatap tajam Sang Taek, "Anggap saja ini untuk menebus kejahatanmu di masa lalu".

Lalu beralih menatap In Chul, "Ini berlaku juga untukmu, Kim In Chul. Kami akan melakukan yang terbaik, dengan penuh kelembutan, cepat dan tenang. Dan mengakhiri semuanya dengan cara yang menyakitkan".

In Chul jelas ketakutan setengah mati, merintih dan memohon dengan wajah memelas. Seon Suk memasang wajah dingin, memberi kode pada Steve. Steve mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
"Jangan ada kesalahan. Selesaikan", ucap Seon Suk.

In Chul mulai menangis, menggelengkan kepala memohon pengampunan. Steve mengeluarkan jarum suntik. Mendekati sang korban lalu menyuntikkanya ke bagian leher. In Chul menutup mata menahan sakit. Cairan nya yang disuntikkan hanya sedikit, tapi dampaknya mengakibatkan kelumpuhan dan menghentikan detak jantung seketika.

Seon Suk keluar gudang tanpa beban, ataupun rasa bersalah. Terdengar jeritan kesakitan dari dalam gudang. Ia lalu mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang, "Selesai. Baiklah".

Dokter Yoon dan dokter Se Jin jalan di koridor rumah sakit. Dokter Yoon masih tidak percaya bagaimana bisa In Chul di culik, siapa penculiknya. Dokter Se Jin berkata saat ini masih dalam proses pencarian. Dokter Yoon curiga, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi di rumah sakit?. Dia dikawal oleh seseorang dari CDC. Bahkan pengawalpun tidak bisa menghentikan mereka. Apa yang mereka lakukan saat bertugas.

Dokter Se Jin bertanya, "Kepala bagian, semalam anda berada di ruang isolasi perawatan In Chul. Anda melihat sesuatu?". 
Dokter Yoon : Apa maksudmu?. Kenapa aku harus masuk ke ruang isolasi?
Dokter Se Jin menjelaskan, bahwa gambar dokter Yoon tertangkap CCTV sedang memasuki ruang isolasi.

Dokter Yoon : Aku kesana hanya untuk mencari tahu apa kita bisa mengekstrak sumsum tulang belakang pasien itu. Paling lambat, ekstrasi sebaiknya dilakukan pagi ini. Jika aku tahu akan terjadi seperti ini, aku akan mengambil resiko untuk mengekstrasinya diawal. Sekarang, orang-orang pemerintah itu bisa melakukan seperti yang mereka inginkan.

Dokter Se Jin : Apa yang harus kita lakukan sekarang?. Kita kehilangan kesempatan untuk
membuat vaksin, kepala bagian.
"Apa lagi, tidak ada yang bisa kita lakukan", ucap dokter Yoon lalu pergi. 

Dokter Se Jin terdiam memikirkan sesuatu. Merasa curiga dengan sikap atasannya itu. Mungkin saja ada sesuatu yang dokter Yoon sembunyikan darinya.

12 hari setelah virus menyebar.  

Markas CDC. Direkur Shim menyalahkan Myung Hyun atas peristiwa penculikan In Chul. "Kau bahkan belum melaporkannya padaku. Kau memilih untuk mengurusnya sendiri, iya kan?. Jika kau melaporkannya dari awal, tidak akan sampai ke tahap ini". 

Myung Hyun berkata ada orang yang menciptakan kecelakaan di siang hari seakan-akan itu terjadi secara wajar. Mereka bahkan berhasil melewati satpam rumah sakit dan menculik Kim In Cheol. Mereka tidak bisa dihentikan.

Direktur Shim pusing, "Ini bahkan belum satu hari pengumuman tersedianya antibodi. Bagaimana kita akan menjelaskan hal ini ke masyarakat?".
Myung Hyun : Laporkan saja apa adanya. Katakan saja kalau seseorang telah memanfaatkan Kim In Cheol untuk menyebarkan penyakit menular ini dengan bebas. Dan orang itu juga menghalangi penelitian terhadap vaksin tersebut.

Dirertur Shim marah, "Kau benar-benar menginginkan aku untuk melaporkan kejadian tidak wajar ini ke pejabat senior?". 
"Ya, karena kenyataannya seperti itu", jawab Myung Hyun. 
Sedetik kemudian, ponsel direktur Shim menerima panggilan telepon dari menteri kesehatan. Myung Hyun dan direktur Shim saling pandang.

Blue House. Rapat darurat. Menteri kesehatan Cheo Jeong Tae memberikan laporan, sampai kemarin tercatat angka kematian dari virus ini telah mencapai 215 orang. Ada lebih dari 300 pasien berada di Rumah Sakit Nasan. Jika di total, lebih dari 500 orang yang telah terinfeksi. 

Anggota dewan lainya menggelengkan kepala, "banyak sekali. Ini berita buruk". Menteri Jeong Tae berkata ini karena orang dengan antibodi mendadak hilang. Menteri pertanian menyalahkan pihak CDC, bagaimana mungkin mereka begitu ceroboh hingga kehilangan orang sepenting itu, "Sebagai menteri kesehatan apa yang kau lakukan". 

Menteri Jeong Tae berencana untuk menghubungi perusahaan internasional yang mengembangkan vaksin virus flu burung dan mendiskusikannya dengan mereka. 
"Apa kita bisa memastikan kalau pendekatan ini akan menghasilkan vaksin?", tanya Kim Do Jin. 

Menteri Jeong Tae, berkata telah mengujinya di lembaga penelitian yang akan melakukan penelitian vaksin antivirus untuk AI. Yang terbaik diantara mereka adalah perusahaan Global Life yang berkantor pusat di Belgia. Pengembangan super vaksin yang bisa melawan virus yang kebal terhadap Tamiflu, hampir selesai. 

Kim Do Jin diam tak berkomentar. Mungkinkah ia sudah tahu sejak awal, pemerintah akan memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Global Life. 

(Tamiflu merupakan obat antivirus yang memperlambat penyebaran influenza (flu) virus antara sel-sel dalam tubuh). 

Polisi memeriksa setiap mobil yang melewati jalan Sang Am Dong. Mereka mencocokan wajah penculik pada setiap pengendara mobil.

Beralih ke labotarium. Diam-diam dokter Yoon melakukan penelitan sendiri, dengan merahasiakannya dari dokter Se Jin. Dokter Yoon mengeluarkan cairan kuning dari Cooler Bag. Perlu di ingat, dokter Yoon sempat mengambil sampel sumsum tulang belakang In Chul sebelum di operasi. Ia begitu terobesi menjadi orang pertama yang menemukan vaksin virus. Siapa yang tahu, jika saat ini dia sedang mengembangkannnya.

Di markas CDC, Tim Myung Hyun menunggu kabar dari polisi dengan gelisah. 

Dokter Se Jin ingin masuk ke labotarium, tapi di depan pintu tertempel tanda "Dilarang masuk". Di dalam labotarium, dokter Yoon menyuntikan cairan pada seekor tikus. Apa mungkin cairan yang disuntikkan itu adalah vaksin. 

Pagi hari. Seorang pekerja intruksi datang ke gudang penyekapan. Ia mundur ketakutan begitu membuka pintu. Tak berapa lama kemudian, polisi tiba. Detektif Kang Tae Sik menunduk memeriksa tanah, ada jejak ban mobil di lokasi kejadian. Selain itu mereka tidak menemukan petunjuk lain di luar gudang. Pihak CDC sudah dihubungi dan sebentar lagi akan datang.

Detektif Kim yang juga merupakan asisten detektif Kang bilang saksi mata mengatakan di dalam gudang itu seperti penjara, banyak darah.
Kang Tae Sik : Katakan pada CDC, jika dalam 10 menit mereka tidak segera datang, tempat ini akan berubah menjadi neraka.

Terdengar bunyi sirine mobil mendekat. Myung Hyun bersama timnya tiba di lokasi kejadian. Detektif Kang memperkenalkan diri pada ketua tim Go. Myung Hyun bersama tim lain terus jalan menuju gudang. Detektif Kang marah, karena Myung Hyun tidak mendengarkan ucapannya, "Hei, Kau. Kau termasuk geng penjahat, ya?". 

Myung Hyun berdiri di depan pintu, "buka pintunya". Tim medis CDC membuka pintu. Myung Hyun yang pertama kali masuk disusul yang lain, ada 3 mayat di depan mereka. Ia bisa melihat dengan jelas, wajah 2 lindah darat. Darah keluar dari mata mereka. Jelas mereka meninggal karena virus yang disuntikkan oleh pelaku. 

Disebelahnya lagi, ada mayat lain dengan kepala terkulai ke bawah. Myung Hyun berjalan mendekat. Ketua tim Go menahan lengannya, "Tunggu, pimpinan Lee". Myung Hyun mendorong ketua tim Go. Berlari menghampiri In Chul.

Myung Hyun mengangkat wajah In Chul. In Chul meninggal dalam kondisi mengenaskan. Kedua bola mata hitamnya naik ke atas, hanya bagian putihnya saja yang terlihat.

Myung Hyun berteriak frustasi, bahkan menangis, "Mereka kepar**".  Tubuhnya terasa lemas, pemuda yang berusaha ia tolong mati-matian kini sudah menjadi mayat. Ketua tim Go dan Ji Won juga tak kalah shock. Pupus sudah harapan mereka untuk menemukan vaksin.

Myung Hyun menjenguk Seo In. Menangis diam-diam sambil menggenggam tangan istrinya. Seo In terbangun. Myung Hyun meminta maaf karena telah membangunkan Seo In, "Aku hanya ingin menjengukmu sebentar, aku akan pergi". 

Seo In menahan tangan Myung Hyung, "Myung Hyung sshi, sayang aku takut".
Myung Hyun : Jangan khawatir. Aku akan menyelamatkanmu. Pasti.
Seo In : Aku tahu. Aku percaya padamu. 
Myung Hyun berusaha menahan air matanya, "Aku harus pergi. Aku akan datang lagi nanti".

Seo In menangis setelah Myung Hyun pergi, darah bercampur air mata keluar dari kelopak matanya. Myung Hyun memilih tempat sepi untuk menumpahkan kesedihannya. Menangis sepuasnya, sedih dan marah menjadi satu. Apa lagi yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan Seo In.


Lanjut ke Sinopsis The Virus Episode 5 Part 1

1 comment:

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)