Pages - Menu

Monday, April 01, 2013

Sinopsis The Virus Episode 2 Part 1

In Chul berada di kereta api, berdiri berpegang pada handle yang menggantung. In Chul menutup mulutnya saat batuk, lalu berpegang lagi pada handle bis. Pemuda A di sebelah In Chul tampak mengantuk, tanpa sadar badannya condong ke In Chul. In Chul terkejut dan melepas handle yang ia genggam, lalu menggenggam handle lain. Pemuda A meminta maaf, handle yang di pegang In Chul kini di pegang Pemuda A.

Pemuda A minum soju bersama beberapa temannya. Botol soju dan gelas mereka berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Mereka juga memakan soup dari panci yang sama.

Markas CDC. Myung Hyun bersama tim nya masih serius memperhatikan rekaman sosok In Chul yang terekam di CCTV Atm. Ponsel Myung Hyun berdering, tertera nomor yang tidak di kenal di layar ponsel. Myung Hyun akan menjawab, tapi perhatiannya teralih saat Sun Dong bertanya apakah In Chul mengetahui kalau dia terinfeksi. Ketua tim Go menjawab dari perilakunya menunjukkan kalau dia tidak mengetahuinya.
"Siapa tahu. Apa dia sengaja melakukannya', ucap Joo Young menyahut
"Bagaimanapun juga, orang itu masih hidup, jadi tingkat kematiannya tidak 100%. Apa mungkin ada korban lainnya?", ucap Ji Won kemudian.

Sun Dong bilang, ia sudah memeriksa semua orang yang kontak langsung dengan orang yang terinfeksi kecuali In Chul. Myung Hyun berkata Meskipun ada orang lain lagi yang lolos dari Rumah Sakit Sang Rok, mereka pasti sudah mati sekarang. In Chul merupakan satu-satunya orang yang selamat dari kebakaran itu. Ji Won tampak ragu, karena tak ada bukti kalau In Chul berasal dari rumah sakit Sang Rok.

Myung Hyun meminta Joo Young untuk memerikasa rekaman CCTV bis, untuk mengetahui dari mana In Chul berasal. Ia lalu memberi tugas pada ketua tim Go dan Sun Dong ke Hwayang Dong, melihat apa ada warga yang terinfeksi. Ji Won berinisiatif pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah In Chul berada disana.

Myung Hyun masuk keruangan Direktur Shim Tae Jin. Saat Myung Hyun masuk, Direktur Shim tengah berbicara ditelepon dengan menteri kesehatan. Ponsel Myung Hyun kembali berdering, dari nomor yang tidak dikenal sama seperti tadi. Myung Hyun kembali mengabaikan panggilan telepon itu saat Direktur Shim bertanya apakah dia mengerjakan tugasnya dengan baik, "Apa kau butuh waktu setahun?. Bagaimana kita bisa membiarkannya terus berlanjut?".

Direktur Shim mengeluh karena mereka selalu mendapat telepon pertanyaan dari berbagai media. Para wartawan bahkan sudah mengelilingi gedung markas CDC untuk mencari informasi. Myung Hyun bilang seharusnya dari awal masalah penyakit menular ini tidak perlu disembunyikan dari masyarakat.

Ada 50 orang yang terinfeksi. Termasuk warga yang kemungkinan melakukan kontak langsung, lebih dari 100 orang sudah diambil sampelnya, "Kau pikir hanya karena kau ingin menghentikannya, penularannya akan berhenti?", teriak Myung Hyun kemudian.
"Sebelum berkembang lebih jauh, penularan ini harus dihentikan!. Ini sudah seminggu dan
penularannya masih terus berlanjut", seru Direktur Shim tak mau kalah.

Myung Hyun memberitahukan tentang tentang 12 orang penumpang bis yang terinfeksi dan tidak ada hubungannya dengan rumah sakit Sang Rok. Diantara para penumpang bis itu ada seorang yang mereka lihat di rekaman video dan orang itu masih hidup, mereka berharap orang tersebut memilki antibodi melawan virus. Baik vaksin maupun perawatan akan dilakukan. Direktur Shim meminta Myung Hyun untuk menemukan orang yang dimaksud, sementara dia akan mencari cara untuk menghambat media.

Berita tentang kematian akibat penyakit menular di Hwayang Dong dan tidak adanya penjelasan dari tim CDC menjadi topik hangat di berbagai berita televisi. Wartawan Jung memperhatikan email peristiwa kebakaran rumah sakit Sang Rok yang ia terima. Pimpinan wartwan Jung datang dan bertanya bagaimana dengan hasil yang mereka dapatkan. Apa pihak CDC masih menyembunyikan sesuatu. Wartawan Jung tidak bisa melaporkan apa-apa, karena ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Wartawan Jung pamit akan pergi selama beberapa hari ke beberapa tempat di Jecheon. Pimpinan wartawan Jung bertanya apa disana juga ada warga yang terinfeksi. Wartawan Jung bilang sebenarnya belum lama ini, kebakaran yang  terjadi di Rumah Sakit Sang Rok,  terjadi juga di Jecheon dan Gongju. Ada seseorang yang mengirimkan email padanya tentang kejadian ini.

Ji Won melaporkan pada Myung Hyun bahwa ia telah menyebarkan foto In Chul ke berbagai tempat termaksud ke rumah sakit, tapi sejauh ini tak ada seorang pun yang melihat sosoknya. Sulit bagi rumah sakit yang punya terlalu banyak pekerja untuk ditanyai secara sistematis apa pernah melihatnya, "Apa mungkin dia tidak mengalami gejala serius lainnya?", tanya Ji Won kemudian.

Myung Hyun berpikir jika memang begitu, itu artinya In Chul memiliki vaksin atau antibodi dalam tubuhnya. Ji Won baru ingat saat mereka masuk ke ruangan kerja direktur rumah sakit, ia melihat laporan penelitan dokter Yoon Il Joong dari Rumah Sakit Nasan. Ini soal penelitian vaksin super yang efektif melawan jenis virus influenza yang berbeda. Tetapi penelitiannya dihentikan 2 tahun lalu, mungkin saja penelitian ini gagal.

Ji Won berpendapat, semestinya Virus bermutasi yang dulu dipakai dalam penelitian ini, seharusnya masih ada. Wabah Flu di Rusia tahun 1977 awalnya terjadi karena virus yang bocor dari laboratorium yang melakukan penelitian virus H1N1. Ada kemungkinan virus bermutasi yang diciptakan di laboratorium penelitian dokter Yoon Il Joong mungkin bocor. Ji Won maupun Myung Hyun bersepakat untuk menyelidiki kasus ini.

Mereka berdua kemudian pergi kerumah Sakit Nasan untuk menemui dokter Yoon Il Joong. Putra dari seorang pasien Kim Chong Cha yang diduga terinfeksi virus, bertanya pada perawat dimana ibunya dirawat. Perawat meminta maaf karena hanya dokter dan petugas medis saja yang di izinkan masuk keruang isolasi.

Putra dari pasien itu tak mau mendengar alasan yang menurutnya tidak masuk akal, tidak ada alasan bagi pihak rumah sakit untuk menahan pihak keluarga mengunjungi pasien. Ia juga bertanya jenis penyakit apa ini. Perawat tidak tahu secara pasti, karena pemeriksaan masih di lakukan. Putra Kim Chong Cha semakin marah, ia berteriak bertanya dimana ibunya dirawat.

Myung Hyun menahan putra Kim Chong Cha. Karena hasil pemeriksaan belum keluar, maka keluarga pasien akan dikarantina. Putra Kim Chong Cha berteriak minta di lepaskan. Ji Won ikut bicara, lebih baik jika putra pasien diperbolehkan menemui ibunya dengan memakai pakaian pelindung. Myung Hyun tetap bersikukuh keluarga pasein harus dikarantina. 2 Petugas CDC datang, membantu Myung Hyun menahan putra pasein. Putra pasien memberontak minta di lepaskan.

Ji Won berkata pada Myung Hyun seharusnya dia mempunyai rasa simpati pada putra pasein, mungkin ini adalah terakhir kalinya mereka bisa bersama. Ji Won lalu meminta maaf karena bicara dengan nada tinggi.

Myung Hyun menatap Ji Won dengan tatapan tajam, "Apa kau pernah melihat tindakan penyelamatan yang ada di rumah sakit?. Jika orang itu tertular, apa tindakan pengamanan bisa menghentikan penularannya?. Jumlah yang terinfeksi meningkat menjadi 50 orang dalam waktu singkat. Jika kita menghitung semua orang terinfeksi yang masih belum ditemukan, jumlahnya akan berlipat ganda. Apa kau akan membiarkan setiap orang terinfeksi karena kau merasa kasihan pada mereka?".

Dokter Kim Se Jin datang dengan membawa hasil pemeriksaan. Hasilnya negatif, pasein Kim Chong Cha tidak terinfeksi virus. Ia meminta pada perawat untuk membawa putra Kim Chong Cha menemui ibunya.

Dokter Se Jin membawa Myung Hyun dan Ji Won ke ruangannya sembari menunggu dokter Yoon datang. Ji Won memperhatian hamster yang ada didalam kandang, ia bertanya apakah hamster itu digunakan untuk penelitian. Dokter Se Jin membenarkan awalnya disisakan untuk euthanasia, tapi hamster itu mampu bertahan dan mereka tidak tega membunuhnya. Myung Hyun bertanya bagaimana dengan perkembangan vaksin untuk virus baru ini. Dokter Se Jin menjawab perkembangannya selalu gagal, tak seorang pun yang tahu berapa lama hal ini akan berlangsung. Ji Won berkata mungkin masih ada harapan.

Dokter Yoon Il Joong masuk dan mendengar ucapan Ji Won. Dokter Se Jin memperkenalkan Myung Hyun dan Ji Won pada dokter Yoon. Dokter Yoon lalu bertanya apa maksud ucapan Ji Won barusan. Ji Won menjawab, tim mereka sudah menemukan seseorang yang mungkin memiliki antibodi virus dalam tubuhnya.

Myung Hyun melihatkan foto In Chul pada 2 dokter di hadapannya, "identitasnya belum diketahui, dia muncul di 2 daerah yang terinfeksi dan selamat". Tapi kami belum memastikan apa dia pembawa antibodi. Aku mencurigai dia mungkin sumber infeksinya".

Myung Hyun bertanya apakah mereka pernah melihat orang ini sebelumnya. Dokter Yoon berkata ia tidak tahu pasti, dan tidak bisa mengingatnya. Dokter Se Jin bilang ia baru pertama kali melihatnya. Myung Hyun meminta mereka untuk segera menghubunginya jika kebetulan bertemu dengan In Chul.
Jo Win bertanya pada dokter Yoon, "Yang kuketahui, 2 tahun lalu, kau melakukan penelitian mengenai vaksin super?".
Dokter Yoon mengangguk, "kami memang meneliti suatu vaksin yang mungkin bisa digunakan  untuk mengobati varian virus mematikan dari virus influenza". 

Myung Hyun lalu bertanya apa mungkin vaksin itu juga efektif melawan virus yang saat ini tidak bisa diobati dengan oseltamivir.
"Tentu, seperti namanya, ini vaksin super. Kami memakai cara yang unik menemukan antibodi pada burung dan hewan yang mampu menetralkam virus flu burung. Kami juga berhasil mengisolasi antibodinya. Ini proyek penelitian yang penting", jawab dokter Yoon, sambil melirik dokter Se Jin yang tetap diam dan tidak berkomentar.
"Kalau begitu, apa penelitiannya masih berjalan?", tanya Ji Won kemudian.

Dokter Yoon memandang dokter Se Jin dengan tatapan sinis, "tidak. Karena beberapa alasan penelitiannya dihentikan untuk sementara waktu". Myung Hyun merasa curiga, ia bertanya apa alasannya. Dokter Yoon berbalik bertanya, "apa alasannya itu harus ada hubungannya dengan masalah saat ini?

Dokter Se Jin menyela pembicaraan, ia harus kembali ke labotarium. Myung Hyun memberikan kode pada Ji Won untuk mengikuti dokter Se Jin. Ji Won mengerti, dan pergi keluar ruangan. Myung Hyun memperhatikan dokter Yoon, tampaknya ia mencurigai sesuatu. Dokter Yoon berkata tak ada lagi yang ingin ia katakan mengenai penelitian itu, selain itu dokter Yoon merasa dirinya tak memiliki kewajiban untuk memberitahukan hal itu pada Myung Hyun.

Myung Hyun kembali bertanya pada dokter Yoon, "dari yang ku dengar, 2 tahun lalu kau menciptakan jenis virus baru dalam penelitian apa virus mematikan saat ini ada hubungannya dengan penelitian itu?".
Dokter Yoon tentu saja mengelak tuduhan Myung Hyun, alasan kenapa dibuat laboratorium penelitian ini untuk menangani situasi gawat seperti ini. Selain itu, penelitian ini beresiko. Mereka tidak punya virus, selain virus bermutasi yang sudah ada sebelumnya, yang berasal dari manusia. Dan sampelnya juga di simpan di tempat yang dingin dan aman.

Dokter Yoon tertegun sejenak, ia mulai mengerti maksud pertanyaan Myung Hyun, "Tunggu, Apa kau menduga kalau virus yang menyebar saat ini berasal dari laboratorium penelitianku?".
Myung Hyun berbalik bertanya, "Kau sendiri yang mengatakannya. Apa mungkin hal itu terjadi?".
Dokter Yoon tak menjawab, ia hanya tertawa. Myung Hyun memperhatikannya dengan tatapan curiga.

Dikoridor rumah sakit, Ji Won menanyakan hal yang sama pada dokter Se Jin tentang kemungkinan penelitian virus baru dokter Yoon yang bocor. Dokter Se Jin berkata hal itu tidak mungkin terjadi, silsilah dalam virusnya tidak sama. Selain itu dialah orang yang menciptakan mutasi dari virus itu. Ji Won terkejut dan tak tahu jika ada penelitian gabungan seperti itu. Dokter Se Jin berkata itu hal yang biasa, ia bersedia memberikan informasi tentang penelitian itu jika Ji Won membutuhkannya. Ji Won berkata hal itu akan sangat membantu kerja timnya. Dokter Se Jin tersenyum, ia meminta Ji Won untuk mengikutinya ke labotarium.

In Chul masih berada di kereta api. Disampingnya berdiri seorang pemuda, kita panggil saja dia Pemuda B. Lagi-lagi In Chul batuk, wajahnya semakin pucat. Kereta api berhenti di stasiun tujuan. In Chul dan pemuda B keluar dari kereta api, mereka berdua berdiri di depan toko. Pemuda B berbicara dengan temannnya yang secara kebetulan bertemu. In Chul kembali batuk. Pemuda B lalu mengajak temannya pergi ke rumah makan. Sementara In Chul masih berdiri, menunggu seseorang.

Myung Hyun hendak pergi dari rumah sakit, menunggu di depan pintu lift. Ponselnya kembali berdering, dari nomor yang tidak dikenal. Pintu lift terbuka, Myung Hyun menyingkir saat petugas medis keluar membawa pasien yang terinfeksi virus, darah keluar dari kedua matanya. Salah satu petugas medis berkata wali dari pasien tidak bisa dihubungi, "Ny. Lee Seo In, kau bisa mendengarku?", panggil petugas medis tersebut.

Myung Hyu masuk ke dalam lift, seketika ia terkejut, tangannya menahan pintu lift saat mendengar nama Lee Seo In di sebut. Sontak Myung Hyun berlari menghampiri mereka, 

"Lee Seo In, Lee Seo In. Ada apa ini?. Bagaimana dia bisa terinfeksi?". Petugas medis menjawab tidak tahu, kasusnya dilaporkan melalui telepon emergency 911. Mereka sudah mencoba menghubungi wali dari Seo In tapi tidak ada jawaban.
"Myung Hyun", panggil Seo In lirih. Mata Myung Hyun berkaca-kaca, "Seo In, aku disini. Sadarlah..sadarlah".

Petugas medis meminta Myung Hyun untuk minggir, mereka segera membawa Seo In ke ruang perawatan. Myung Hyun terus berteriak memanggil Seo In, ia benar-benar tampak shock dan terpukul melihat kenyataan Seo In yang terinfeksi virus.

Tanpa membuat waktu, Myung Hyun berlari menuruni tangga darurat menuju tempat parkir. Dengan tangan bergetar, dan terburu-buru ia berusaha memasukkan kunci mobil., tapi tidak berhasil.Myung Hyun berusaha menenangkan dirinya. Setelah merasa sedikit tenang, ia berhasil menghidupkan mobil dan mengendarainya menuju ke suatu tempat dengan kecepatan penuh. Menyalip bis dan mobil-mobil  yang menghalangi jalannya.

Sesampainya di tempat tujuan, Myung Hyun berlari untuk bertemu dengan seorang dokter yang telah menunggunya di depan rumah sakit. Dokter itu memberikan satu kantung T limfosit. Dokter itu bertanya apa yang terjadi. Myung Hyun berkata ia tidak bisa memberitahukannya sekarang, dan akan menjelaskannya nanti. Myung Hyun segera kembali kerumah sakit Nasan.

Myung Hyun berlari disepanjang koridor rumah sakit Nasan, ia tak ingin membuang waktu untuk menyelamatkan Seo In. Ia menggedor kaca ruang perawatan, memanggil nama Seo In. Dokter Se Jin yang saat itu sedang memeriksa Seo In terkejut, meraih pesawat telepon yang menempel di dinding, "ada apa?", tanyanya.
Myung Hyun memperlihatkan kantung yang ia bawa, "Ini isinya T limfosit sel Seo In. Tolong suntikan padanya".
(T Limfosit : jenis sel darah putih yang berhubungan dengan sistem imun)

Dokter Se Jin menolak, tidak ada jaminan jika itu akan efektif, sebaliknya mungkin malah terjadi sitokin (kerusakan yang cepat dari sistem imun), "kami tidak mau bereksperimen dengan pasien".
Myung Hyun berkata ia adalah wali Seo In, sebagai walinya ia meminta dokter Se Jin untuk melakukannya. Meski wali pasien menyetujui, tapi dokter Se Jin tidak bisa melakukannya, ini masalah kode etik rumah sakit.

Myung Hyun berteriak di telepon, "Apa kau punya cara. Apa kau punya cara untuk menyelamatkan Seo In!!!".
Dokter Se Jin terdiam, "baiklah. Berikan padaku. Aku akan melakukannya. Tapi, seperti yang kukatakan, ini mungkin akan beresiko besar baginya', ucap dokter Se Jin kemudian.
Myung Hyun mengangguk, tanda ia setuju atas segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Myung Hyun melihat saat dokter Se Jin menyuntikkan T limfosit ke tubuh Seo In. Ia berdiri gelisah, dengan wajah penuh kecemasan. Pandangannya tak lepas memperhatikan Seo In yang terbaring lemah di atas tempat tidur.

Dokter Se Jin dan Myung Hyun kembali bicara di telepon. Myung Hyun bertanya berapa lama lagi Seo In akan mampu bertahan. Dokter Se Jin berkata Seo In sudah terinfeksi virus, ia tidak tahu seberapa efektifnya suntikan barusan, bisa jadi suntikan itu tidak berpengaruh, "Kau harus mempersiapkan dirimu".

Myung Hyun terdiam, tubuhnya terasa lemas mendengar ucapan dokter Se Jin barusan. Terduduk lemas, bersandar pada dinding. Myung Hyun menangis diam, air matanya mengalir membayangkan nasib wanita yang ia cintai berada di ambang kematian.

Sun Dong menerima kabar dari kepolisian. Ada seseorang yang meninggal karena terifeksi virus di wilayah Daerim dong. Orang itu mempunyai teman sekamar, tapi identitasnya tidak diketahui.

Saat tiba di tempat kejadian, petugas polisi menunjuk wanita yang duduk melamun. Dia adalah pacar korban yang menelepon kepolisian. Kematian pacarnya membuatnya terpukul. Ketua tim Go meminta Sun Dong untuk melakukan tes darah pada wanita itu, dan juga dengarkan semua apa yang dia katakan.

Ketua tim Go bersama petugas medis yang lain masuk ke dalam rumah memeriksa kondisi mayat. Mayat itu ternyata adalah Hyung Shik, teman In Chul. Kondisi mayatnya sama seperti yang lain, darah keluar dari mata dan kedua telinga. 

Pacar Hyung Shik bercerita, beberapa hari yang lalu Hyung Shik memiliki teman sekamar. Sebelum tinggal bersama Hyung Shik, orang itu pernah di rawat dirumah sakit. Dia dikejar-kejar oleh lintah darah dan menjual organ tubuhnya pada rumah sakit itu. Tapi dia berhasil lolos, selama beberapa hari dia bersembunyi dari lintah darat dan tinggal disini. Pacar Hyung Shik menebak, Hyung Shik meninggal karena orang itu.

Sun Dong masuk ke dalam rumah memanggil ketua tim Go. Ia merasa teman sekamar korban merupakan orang yang menyebarkan virusnya. Ketua tim Go dan Sun Dong lalu bertanya siapa nama teman Hyung Shik.

Pacar Hyung Shik menjawab dengan wajah takut, "Hyung Shik memanggilnya Kim In Chul. Hyung Shik bilang dia akan memberinya pekerjaan. Mereka akan bertemu di Stasiun Gangnam malam ini. Kami akan pergi kesana bersama", jelas pacar Hyung Shik. Sun Dong bertanya jam berapa mereka akan bertemu. Pacar Hyung Shik mulai menangis, "seharusnya mereka bertemu sejak sejam yang lalu".

Ketua tim Go bertanya, "apa kau mempunyai nomor telepon Kim In Chul". Pacar Kim In Chul menggeleng. Sung Dong menunjukkan ponsel korban yang di sita untuk digunakan sebagai barang bukti. Ketua tim Go mengambil ponsel Hyung Shik, ia jua memerintahkan Sun Dong untuk menghubungi Myung Hyun. Bilang padanya untuk segera pergi ke stasiun gangnam.

Myung Hyun berada di toilet rumah sakit Nasan saat Joo Young menghubunginya.  Melaporkan berita terbaru, bahwa pada saat ini ketua tim Go dan Sun Dong berada di wilayah Daerim-dong untuk mengindetifikasi korban yang meninggal karena terinfeksi virus. Joo Young bertanya, apa pimpinan Lee tidak ingin pergi kesana. Myung Hyun terdiam, pikirannya masih terfokus pada kondisi Seo In. Ia hanya Joo Young kembali mengabarinya jika ada informasi terbaru, setelah itu ia memutus sambungan telepon.

Setelah membersihkan dirinya, Myung Hyun masuk ke ruang isolasi dengan memakai pakaian pelindung. Seo In sudah sadar, meski kondisinya masih sangat lemah, wajah nya tampak pucat, "Aku... Kenapa? Apa aku terinfeksi?. Jangan menyembunyikan apapun dari dariku. Katakan yang sebenarnya. Apa aku akan mati?. Myung Hyun-sshi", tanya Seo In lemah.

Myung Hyun : Pertama, kau sudah menerima suntikan sel dari sistem imunmu sendiri. Aku tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung. Saat ini, kami masih belum punya vaksin ataupun cara pengobatannya. Ya... Kau mungkin mati. Tapi... Aku akan melakukan apapun
semampuku untuk mencegahnya. Tidak peduli apapun itu, aku akan menyelamatkanmu. Aku pasti akan menyelamatmu.

Seo In menangis, air mata yang keluar tidak berwarna bening seperti pada umumnya. Air mata berwarna merah karena sudah bercampur dengan warna darah. Myung Hyun menunduk, menahan air matanya yang akan keluar. Myung Hyun mulai bertanya bagaimana Seo In bisa terinfeksi, "Selain kau, mungkin ada orang lain juga yang terinfeksi. Mulai dari tiga hari lalu. Kau pergi kemana dan siapa yang kau temui?.  Cobalah untuk mengingatnya".

Seo In menjelaskan ia hanya pergi kerumah abu, mengunjungi putri mereka, Jeon Hui. Myung Hyun terisak mendengar nama putrinya di sebut, "Lalu. Apa kau sempat melakukan kontak dengan orang lain?". tanya Myung Hyun kemudian.
Seo In ingat saat di mini market ia bertemu dengan seorang pria muda yang tampak pucat dan letih. Pria muda itu batuk di hadapannya. Myung Hyun bertanya kapan itu terjadi. Seo In menjawab kejadian itu terjadi kemarin, setelah ia pulang dari rumah abu.

Myung Hyun melihatkan foto In Chul pada Seo In, "apa wajahnya seperti ini?". Seo In tidak yakin, ia tidak bisa mengingat dengan jelas wajah pria muda itu. Myung Hyun kembali bertanya dimana Seo In bertemu dengan pria muda itu. "Daerim-dong. Mini market dekat rumahku", jawab Seo In. Mendengar nama Daerim-dong mengingatkan Myung Hyun pada sesuatu. Ia permisi keluar ruangan.

Sun Dong menelpon Myung Hyun, mereka merasa yakin bahwa pria muda (In Chul) yang tertangkap di rekaman video CCTV atm merupakan pembawa virus. Pria muda itu sekarang berada di stasiun gangnam. Saat ini ketua tim Go dalam perjalanan menuju kesana. Myung Hyun segera meluncur ke lokasi tujuan.

Myung Hyun menghubungi Ji Won. Memberi perintah padanya untuk menyampaikan berita ini pada direktur Shim agar meminta bantuan petugas tambahan. Ji Won mengerti, ia meminta Myung Hyun untuk menunggu disana hingga petugas tambahan datang. Setelah itu Myung Hyun kemudian menelpon Joo Young, memberi tugas untuk memeriksa rekaman CCTV yang ada disekitar stasiun gangnam.

Ji Won masuk ke ruangan direktur Shim. Sekretaris bilang direktur baru saja pulang. Ia segera berlari menuju tempat parkir. Tepat saat direktur Shim menginjak gas. Direktur Shim keluar. Ji Won berkata bahwa mereka telah menemukan menemukan pria yang ada di atm, yang dicurigai sebagai pembawa virus. Saat ini pimpinan Lee sedang dalam perjalanan ke stasiun Gangnam. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan antibodinya. Ji Won meminta direktur Shim untuk mengirimkan petugas tambahan.

Direktur Shim terdiam sejenak. Ia Mengambil ponsel dan berbicara dengan seseorang. Ia meminta petugas tambahan untuk segera pergi ke stasiun gangnam. Menutup stasiun gangnam dan bantu pimpinan Lee. Petugas tambahan pun bergerak cepat sesuai dengan perintah direktur Shim menuju stasiun gangnam. 

Joo Young tampak serius memperhatikan layar monitor. Terlalu banyak monitor CCTV dan juga terlalu banyak orang yang berlalu lalang, membuatnya sulit untuk mengenali sosok In Chul. Ji Won bersedia membantu, ia akan memperhatikan layar monitor di sebelah kanan.

In Chul masih menunggu kedatangan Hyung Shik di depan toko. Tanpa mengetahui apa yang telah terjadi pada temannya itu. Dia mulai kedinginan, lalu beranjak pergi menuju telepon umun.

Myung Hyun tiba di stasium gangnam, bertemu dengan ketua tim Go yang lebih dulu tiba. Ketua tim merasa kesulitan menemukan pria muda yang mereka cari, terlalu banyak orang. Ketua tim Go memberikan ponsel Hyung Shik pada Myung Hyun, mungkin saja pria muda yang mereka cari akan menelpon. 

Direktur Shim melapor pada menteri kesehatan, Cheo Jeong Tae. Bahwa tim Lee Myung Hyun menemukan seseorang yang dicurigai sebagai penyebar virus sekaligus pemilik antibodi yang kini berada di stasiun gangnam. Ia telah mengirimkan petugas tambahan, dan berencana untuk menutup stasiun gangnam sementara waktu.

Kim Do Jin, kepala staf presiden mendapat kabar tentang rencana penutupan stasiun gangnam. Ia tidak setuju dengan hal itu. Bukan hal mudah untuk menutup stasiun gangnam, yang merupakan stasiun teramai di Seoul. Bagaimana jika orang yang mereka maksud ternyata tidak memiliki antibodi. Bagaimana mereka akan menjelaskan hal ini pada masyarakat. Kim Do Jin mengancam direktur Shim akan kehilangan jabatannya jika tidak segera menarik mundur pasukan tambahan.


Lanjut ke Sinopsis The Virus Episode 2 Part 2

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)