Pages - Menu

Saturday, May 24, 2014

Sinopsis A Hundred Years Inheritance Episode 49 Part 2

Kang Jin menggelar jumpa fans, tapi stand Kang Jin sepi. Jangankan penggemar, satu semut pun tidak ada yang datang. Manager yang menemani Kang  Jin mengajak Kang Jin untuk mundur dan pulang saja. Ki Ok setuju, lebih baik kita akhiri. Kang Jin tidak mau berhenti disini, karena ini adalah jumpa fans pertama dalam hidupnya.

Melalui microfon, Kang Jin memberi pengumuman akan membagikan album CD-nya yang telah di tandatangani. Tak itu saja, ia pun menyanyikan lagu andalannya, "Teuro Teuro".


Nenek dan Do Hee kebetulan lewat di daerah itu dan melihat aksi Kang Jin. Mereka heran, apa yang Kang Jin lakukan disana. Melihat banner wajah Kang Jin yang terpajang di depan, Do Hee menebak Kang Jin mengadakan acara jumpa fans, menyedihkan tak ada seorang pun yang datang. 

Do Hee mengajak nenek untuk mendekat, menonton aksi Kang Jin. Tapi nenek malah mengajak Do Hee pulang, "Ayo cepat, kita tidak punya waktu".


Sesampainya di rumah nenek segera mencari Kang Sook. Nenek menyuruh Kang Sook untuk memasak mie. Kang Sook terheran-heran, "Mie?. Untuk apa?". Kang Sook menatap Do Hee, yang di tatap mengangkat bahu, tanda tidak tahu.


Sementara itu Ki Ok dan Kang Jin sedang duduk sembari meminum es ketika nenek berserta anak dan menantunya datang. Ternyata nenek mempunyai ide brilian untuk menarik penggemar datang. Dengan membagikan mie dingin yang sangat di cocok nikmati saat cuaca panas seperti sekarang. Nenek berkata ini disebut dukungan tenaga. 

Mie buatan rumah mie sudah terkenal kelezatannya. Dalam sekejap, banyak orang memadati stand Kang Jin. Sembari menikmati mie yang lezat, mereka mendengarkan suara Kang Jin sekaligus mendapat CD yang telah  ditanda tangani. Berkat acara ini, orang yang dulu tidak mengenal Kang Jin, menjadi mengenalnya.


Ki Choon iseng menggoda Kang Sook, kenapa hari ini ia tidak melihat cinta pertama Kang Sook, Bong Soo. Ki Choon memanggilnya, kue beras yang di olesi minyak wijen. Kang Sook terlanjur kesal pada orang itu, jika dia datang maka Kang Sook akan mengusirnya.


Ki Ok mengucapkan terima kasih pada nenek. Nenek mengakui meskipun Kang Ji adalah gigolo rumah atap, tapi kemampuanya menyanyinya benar-benar baik. Ki Ok cemberut mendengar nenek memanggil suaminya dengan panggilan gigolo. Nenek memarahi Ki Ok yang ia nilai kurang sopan, "Kau jadi marah pada Ibu, hanya karena Ibu mengatakan sesuatu yang buruk tentang suamimu!". 

Nenek lalu tersenyum dan berkata, "Ibu bercanda, bercanda". Ki Ok yang semula cemberut ikut tersenyum.

Baguslah, nenek kini benar-benar menganggap Kang Jin sebagai menantunya. 

Chul Goo minum es loli dan teringat perkataan Chae Won dirumah sakit, kalau Chae Won akan tetap setia menunggu Se Yoon sadar dari komanya, tak peduli jika ia harus menunggu setahun atau sepuluh tahun.

Ponsel Chae Won menerima sms, ia diminta seorang pelanggan untuk menjadi supir pengganti. Yang memintanya datang ke perusahaan Tae San. 

Sesampainya di depan perusahaan Tae San, Chul Goo segera masuk ke dalam mobil sedan hitam. Di dalamnya ada seorang wanita yang memakai jasa Chul Goo hari ini. Dengan penuh hormat, Chul Goo berkata akan mengantar orang tersebut dengan aman sampai tujuan. 

"Anda akan pergi kemana, nyonya?", tanya Chul Goo kemudian. 

Pelanggan itu tak menjawab, hanya mengulurkan secarik kertas bertuliskan, "Taman di pinggir sungai Han". Tak banyak bertanya lagi, Chul Goo segera berangkat. Sesekali, ia melirik ke kaca, merasa aneh dengan penampilan wanita itu yang memakai kacamata dan topi lebar, tampak sekali kalau wanita itu sengaja ingin menyembunyikan wajahnya agar tidak di kenali.

Wanita itu menegur Chul Goo untuk berhenti melirik kearahnya, fokus saja menyetir. Chul Goo meminta maaf, lalu terkejut seperti merasa familiar dengan suara wanita itu. Mendadak ia menepikan mobil, wanita itu menjerit kesakitan karena kepalanya terhantuk.

"Supir macam apa kau ini. Apa kau tidak bisa menyetir dengan benar?", omel wanita itu yang ternyata adalah Hong Joo.  

"Suara itu", Chul Goo terbelakak seakan ingin meyakinkan pendengarannya.

"Kupikir setidaknya kau tidak lupa pada suara mantan istrimu", ucap Hong Joo membuat Chul Goo semakin terkejut. 

Hong Joo melepas kacamatanya, lalu tersenyum "Lama tidak bertemu. Supir Kim".

"Kenapa kau disini?", tanya Chu Goo terbata. 

"Bisnis. Aku ada beberapa ide dalam bisnis".

Chul Goo mengerti, tapi yang tidak ia mengerti bagaimana Hong Joo mengetahui profesi barunya sebagai supir pengganti. Hong Joo tersenyum tipis, kenyataan kalau Kim Chul Goo telah jatuh miskin dan menjadi supir pengganti kabarnya telah sampai ke Paris. 

"Kau bicara apa?", bentak Chul Goo pelan. 

Hong Joo merasa lapar, ia menyuruh Chul Goo pergi ke tempat makan terdekat. Chul Goo mendengus kesal. Hong Joo pun bertanya, "Kenapa kau tidak jalan?. Apa tidak mungkin bagimu membelikan makan untuk mantan istri yang sudah lama tidak bertemu, supir Kim?". 

Chul Goo mengajak Hong Joo ke cafe dekat stasiun kereta. Chul Goo berkata tempat satu-satunya yang memungkinkan dirinya untuk memberi makan Hong Joo, dalam posisinya yang sedang sulit ini. Porsinye besar dan makanannya enak, tempat ini terkenal sebagai cafe terbaik bagi para supir. 

"Baiklah, aku menyukainya", Hong Joo tersenyum meminta Chul Goo mengandengnya keluar. 

Bukan main terkejutnya Chul Goo saat melihat perut Hong Joo yang buncit," Wah..apa ini?. Kenapa perutmu seperti ini?. Apa kau sakit?", tanya Chul Goo menunjuk perut Hong Joo.

"Aku hamil", jawab Hong Joo tanpa beban.

Mulut Chul Goo terbuka lebar saking syok-nya, "Ha...hamil...?. Apa kau menikah lagi?". Dimana ayah bayinya?".

Plak..tiba-tiba Hong Joo menampar wajah Chul Goo, "Apa itu yang dikatakan oleh ayah sang bayi?". 

Hong Joo merengut lalu pergi lebih dulu. Chul Goo syok bertanya pada dirinya sendiri, "Ayah bayi?.  Siapa..Aku?". 


Terhampar begitu banyak hidangan di atas meja. Hong Joo makan dengan lahapnya. Chul Goo yang masih syok, tak mempunyai selera makan. Ia masih tak percaya bahwa bayi yang di kandung oleh Hong Joo adalah anaknya. Seingatnya ia mabuk dan membuat kesalahan hanya sekali, bagaimana mungkin Hong Joo bisa hamil?. 

"Aku tahu. Kau memang ahli, sayang, kata Hong Joo menggoda.

"Benarkan, bagaimana bisa cuma sekali dan kau bisa hamil?". 

Hong Joo kesal, "Kau berkali-kali mengulangi "cuma sekali". Apa kau ingin aku menamai anak kita "cuma sekali"?". 

"Kau bisa bercanda di saat-saat seperti ini?. Ma Hong Joo, tatap mataku dan katakan apa benar ini bayiku?. Apa kau sangat yakin?". 

Hong Joo mendelik marah, tangannya memegang gelas seperti ingin menyiram Chul Goo. Tapi sebelum hal itu terjadi, Chul Goo lebih dulu menahan dan meminta maaf. 

Hong Joo tak berniat meminta pertanggung jawaban Chul Goo, jadi jangan merasa terbebani. Chul Goo tak merasa itu sebagai beban, hanya saja ia merasa terkejut karena ini terlalu tiba-tiba. Chul Goo lalu bertanya, bagaimana dengan kondisi kesehatan Hong Joo, "Aku kau mengalami mual-mual?". 

Pertanyaan yang menunjukan sedikit perhatian itu membuat Hong Joo tersenyum. Ia berkata bayi di dalam kandugannya sangat manis. Ia tidak mengalami mual-mual dan tetap sehat. Chul Goo tampak lega. 

"Bagaimana kemajuan hubunganmu dengan Chae Won?", tanya Hong Joo kemudian, "Kurasa tidak bagus" ucap Hong Joo lagi melihat raut wajah Chul Goo yang berubah muram. 
Tapi tidak bagi Hong Joo, hubungan Chae Won dengan Chul Goo yang tidak mengalami perkembangan menerbitkan senyum di wajahnya sekaligus menambah nafsu makan. Hong Joo minta pada bibi pemilik rumah makan untuk memesan satu porsi makanan tambahan. 

Chul Goo protes, "Apa kau sedang berpesta?. Kapan kau akan makan ini semua?". 

"Aihs...aku akan membayar makananya", kata Hong Joo lalu melanjutkan makannya yang sempat terhenti. 

Choon Hee masih menunggui Se Yoon di rumah sakit, ia bicara dengan Se Yoon yang masih belum sadar, "Ini saatnya kau bangung. Bangunlah dan berjalan-jalan bersama ibu". Choon Hee menyentuh wajah Se Yoon dan menangis.

Terdengar suara ketukan di pintu, Chae Won datang bersama Hyo Dong. Chae Won memakai kalung Se Yoon. Ia berkata akan berjaga malam ini dan meminta ibunya untuk pulang bersama ayah. Semula Choon Hee tidak mau, tapi setelah Hyo Dong bilang nenek menunggunya di rumah, akhirnya ia berubah pikiran. 

Sebelum pergi, Choon Hee pamit pada Se Yoon yang belum sadarkan diri. Ia berjanji akan datang lagi besok pagi-pagi. 

Setelah Choon Hee dan Hyo Dong pergi, Chae Won berbicara pada Se Yoon, "Aku disini. Karena aku mengkhawatirkanmu seharian, bateraiku benar-benar habis. Apa kau bisa memberikanku tenaga?". 

Chae Won menempelkan dahinya ke dahi Se Yoon untuk beberapa detik. Isi ulang, sama seperti yang Se Yoon pernah lakukan dulu, ketika mereka baru berkencan. 

"Isi ulang selesai. Karena kau sudah mengisi ulang diriku, aku merasa bertenaga", ucapnya pelan, dengan air mata yang mengalir dengan sendirinya. 

"Apa maksud Ibu, Se Yoon dalam keadaan koma?", tanya Joo Ri tak percaya. 

Young Ja kesal, ia sudah mengatakan berkali-kali tapi Joo Ri masih terus bertanya, "Dia mengalami kecelakaan dan menjalani operasi bedah otak, tapi dia masih tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Jika kondisinya berlanjut, mungkinkah dia akan dalam kondisi koma permanen". 

"Kenapa ibu bilang begitu", bentak Joo Ri tidak terima.

Young Ja melonjak terkejut, lalu gantian teriak, "Kenapa kau berteriak begitu keras, menakuti ibu saja. Tentu saja ibu mengatakannya, karena ibu khawatir". 

Setelah berpikir Young Ja baru menyadari kalau Se Yoon benar-benar orang yang baik. Joo Ri langsung bangkit dari tempat duduknya. Tak menghiraukan pertanyaan ibunya, "Hei... Joo Ri, kau mau pergi kemana. Habiskan makanmu". 

"Aku sudah selesai. Aku akan segera pulang". jawab Joo Ri seperti orang yang terburu-buru. 

Joo Ri pergi, Chul Goo pulang. Young Ja menyuruh putranya untuk cuci tangan dan langsung makan. Chul Goo yang masih syok berkata tidak mempunyai selera makan, hanya meneguk segelas air putih. Young Ja tanya apa yang menyebabkan Chul Goo tak selera makan, apakah terjadi sesuatu..

"Hong Joo pulang ke Korea, ibu", jawab Chul Goo seperti orang linglung

"Wanita itu kenapa kembali lagi?. Hei, kau punya nomor telponya. Ibu ingin menemuinya".

Kenapa, tanya Chul Goo. Young Ja ingin mengambil kembali tunjangan yang diberikan Chul Goo, setelah dipikir-pikir tunjangan yang Hong Joo terima terlalu banyak, "Meskipun cuma sedikit, kita harus mendapatkan kembali uang itu dan membeli sebuah apartemen yang layak". 

"Ibu!", teriak Chul Goo tiba-tiba, untuk kedua kalinya Young Ja melonjak terkejut, lalu mengomel, "Hey kau menakuti Ibu!. Kenapa kau tiba-tiba berteriak?. Ibu hampir keguguran!" (Ekspresi/perumpamaan orang yang terkejut).

"Ibu hamil juga?", tanya Chul Goo polos..wkwkw

Young Ja mengatai Chul Goo bodoh, bagaimana mungkin di usinya setua ini bisa hamil. Chul Goo terdiam, belum pulih benar dari rasa syok-nya. 

Choon Hee memberi salam pada nenek. Nenek hampir menangis saat mengatakan kenapa Choon Hee begitu kejam pergi dari rumah, memutuskan komunikasi dan tidak menelpon sekalipun. Choon Hee meminta maaf, "Kupikir dengan aku menghilang adalah jalan terbaik bagi anak-anak".  

"Apa yang kau pikirkan cuma anak-anak  dan bukannya keluarga?. Ayahmu sampai akhir hidupnya sangat merindukanmu".

Choon Hee menangis, "Maafkan aku. Aku telah melakukan dosa-dosa karena tidak berbakti. Maafkan aku, ibu". 

Do Hee : Aku yakin ayah mertua bisa memahami semua itu.

Ki Choon : Pastinya, dia sangat senang dengan Soo Yi (kain kafan)  yang kau buat untuknya.

Ngomong-ngomong, Ki Moon mengkhawatirkan Se Yoon yang belum sadar dari koma. Nenek meminta mereka untuk tidak khawatir, "Ayahmu bukanlah orang yang bersantai saja melihat dari surga. Dia akan menggunakan pengaruh yang dia miliki kepada Kaisar Langit untuk membuat Se Yoon kembali ke jalannya". 

Kang Sook membenarkan perkataan nenek. Sekali lagi Choon Hee meminta maaf telah membuat mereka semua khawatir dengan pergi secara tiba-tiba, dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas telah bersedia menerimanya kembali. Nenek tersenyum, menerima Choon Hee dengan tangan terbuka.


Joo Ri datang menjenguk Se Yoon, bertemu dengan Chae Won yang sedang berjaga. Meksi terlihat tidak tahu malu, Joo Ri mengaku sangat mengkhawatirkan Se Yoon. Chae Won bisa mengerti, "Se Yoon pasti akan senang melihatmu". 

Chae Won bergeser, memberi tempat pada mantan adik iparnya. Joo Ri maju melihat wajah Se Yoon lebih dekat.

"Sunbae, kenapa kau berbaring seperti ini?. Kumohon bangunlah. Aku pernah mengalami masa-masa sulit saat kau kecelakaan mobil Eun Seol, bagaimana bisa kau seperti ini juga?. Aku belum punya kesempatan untuk minta maaf dengan benar atas hal buruk yang pernah kulakukan. Apa yang harus kulakukan jika kau terbaring seperti ini, Sunbae?. Bangunlah, kumohon. Bangun dan dengarkan apa yang kukatakan, ya?".

Beberapa menit kemudian, Chae Won mengantar Joo Ri keluar. Joo Ri tak tahu apa tuhan akan mendengar doa dari gadis jahat seperti dirinya, "Tapi aku akan berdoa supaya Se Yoon segera bangun". 

"Terima kasih". 

Joo Ri seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan. Melihat wajah Chae Won yang sedih, akhirnya kata-kata itu terucap, "Kau sedang mengalami kesulitan, Onnie". Wuah..Joo Ri manggil Chae Won dengan panggilan, Onnie (kakak). Cukup sukses membuat Chae Won terkejut.

Joo Ri bisa mengerti perasaan Chae Won saat ini, karena ia juga berada dalam situasi yang sulit. Terkadang, ia merasa seperti mendapat hukuman dari tuhan atas perbuatan jahat yang pernah ia lakukan.
 
"Aku sangat kasar padamu dulu. Aku tidak menghormatimu sebagai orang yang lebih tua, meremehkanmu, menjebakmu. Aku seharusnya menghentikan Ibu saat dia melakukan hal-hal itu. Malahan aku melakukan hal yang lebih buruk darinya dan menyiksamu, aku tidak bersikap dewasa. Jika saja aku sadar sedikit lebih awal. Onnie dan aku, disamping sebagai saudara ipar, menurutmu apa kita bisa berteman baik". 

Chae Won tersenyum samar. Joo Ri pamit pergi. Entah merasa malu atau bersalah, Joo Ri memilih lari untuk segera pergi dari tempat itu. 

Secara tak langsung Joo Ri telah menyesali perbuatan jahatnya pada Chae Won. Meski Joo Ri tak meminta maaf, tapi kita semua tahu Chae Won yang baik hati pasti akan memaafkan Joo Ri. Benar begitu?. 

Waktu terus berjalan. Masing - masing pribadi tetap menjalani kehidupannya seperti biasa. Sol Joo memutuskan tinggal di panti dan melakukan pekerjaan sosial. 

Choon Hoo terus menjaga Se Yoon yang belum juga sadar dari tidur panjangnya. Chae Won bekerja di pabrik membuat mie, meski pikirannya sering mengkhawatirkan keadaan Se Yoon.

Setiap hari Chae Won datang menjenguk, sesekali ia membacakan buku. Seperti seorang ibu yang membacakan dongeng untuk anaknya.

Chul Goo protes karena Hong Joo terus memakai jasanya sebagai supir pengganti. Hong Joo menantang haruskah ia mengajukan complain pada perusahaan Chul Goo, agar melatih supir mereka agar bersikap lebih baik pada pelanggan. Alasan Hong Joo memakai jasa Chul Goo kali ini, karena hari ini ia ada jadwal pemeriksaan kandungan. Hong Joo ingin Chul Goo pergi bersamana. Ghul Goo menghela napas penuh beban dan berpikir. 

Hong Joo pun jadi kesal, "Tidakkah kau berpikir melakukan ini sebagai ayah bayi?",

"Ya, kau benar. Tapi..."

"Buka pintunya supir Kim. Kubilang buka pintunya!".

Hong Joo tersenyum senang ketika Chul Goo membuka pintu lebar-lebar dan memperlakukannya seperti "Nyonya besar". 

Sesudahnya Chul Goo berguman, "Wanita ini benar-benar. Aku bisa gila, hal-hal yang kulihat di TV kini terjadi padaku. LOL..


Chul Goo menatap takjub melihat pertumbuhan bayi yang muncul di layar monitor USG. Posisi berada di tempat yang benar. Kaki, tangan, kedua telinga, mata dan hidung semuanya baik-baik saja. 

"Apa bayinya sehat, dokter?", tanya Chul Goo

Dokter mengiyakan. Ginjal, paru-paru, hati dan tulang belakang semuanya normal. Chul Goo berseru antusias ketika melihat bayi bergerak di dalam kandungan Hong Joo, "Lihat, apa dia menguap dokter?".

"Ya, kurasa begitu", jawab dokter.

"Wow...ini sangat luar biasa", seru Chul Goo takjub, "Lihat...lihat kan, sayang"... Lalu tersadar, "Maksudku..Hong Joo-shi".

Chul Goo mendesis pelan dan tersenyum. Dokter tanya apa bagian tubuh Hong Joo yang terasa tidak nyaman. Hong Joo menjawab sekitar punggung bagian bawah. Dokter menjelaskan mungkin itu karena pengaruh berat badan Hong Joo yang naik tiba-tiba. 
  Dokter lalu bicara lalu pada Chul Goo, "Alangkah lebih baiknya jika suami bisa memijat di bagian tubuh tersebut sebelum tidur. Itu bagus untuk menenangkan bayinya juga".

Chul Goo menunduk malu-malu. Hong Joo tersenyum melihat ekspresi wajah Chul Goo yang salah tingkah.. Wah...sepertinya ada tanda-tanda mereka bakal balikan nich...aku dukung dech..Hahaha.

Dokter Kim bersama beberapa dokter masuk keruangan Se Yoon. Pada Chae Won berkata sudah sebulan sejak Se Yoon di operasi, tapi kekasihnya itu tidak menunjukan perkembangan, "Kapan dia akan bangun, dokter?".

Dokter Kim menjelaskan dalam kasus Se Yoon, kondisi ini bukan sekedar pingsan atau ketidaksadaran tetapi telah berkembang ke arah koma yang berlangsung lama lebih dari sebulan, "Ini bisa di pastikan kalau dia tidak akan sadarkan diri". 

"Maka selamanya dia tidak bisa bangun, apa itu maksudnya?", tanya Chae Won syok.

Dokter tak bisa menjawab. Chae Won beralih melihat Se Yoon yang terlihat tenang dalam tidur panjangnya.


END

Satu episode tersisa, apa yang akan terjadi pada pasangan kita ini?. Akankah berakhir happy atau sad ending???

Komentar : 

Andaikan Young Ja tahu kalau Hong Joo yang membeli rumah lamanya, bisa dipastikan ibu satu itu pasti akan menerima Hong Joo kembali sebagai menantunya. Dengan begitu Young Ja bisa kembali ke rumah itu, karena tak mungkin Hong Joo sudi tinggal di rumah kecil Young Ja saaat ini.

Hong Joo kembali ke Korea dalam keadaan hamil besar, saya suka itu..hehe... Semoga Chul Goo tidak lari dari tanggung jawab. Meski mereka telah bercerai, besar kemungkinan mereka akan menikah kembali dengan bahagia seperti foto di bawah ini...



Sejatinya, Choi Won Young pemeran Chul Goo dan Shim Yi Young pemeran Hong Joo, adalah pasangan suami istri dalam kehidupan nyata. Di pertemukan dalam drama, kemudian mereka memutuskan berpacaran selama 6 bulan. Secara resmi Choi Won Young melamar Yi Young pada bulan Desember 2013, dan mereka melangsungkan pernikahan pada 28 Februari 2014. 

Siapa sangka, pasangan suami istri dalam drama benar-benar menjadi pasangan suami istri di kehidupan nyata. Selamat untuk mereka berdua. Jadi suami yang baik ya Chul Goo, jangan sia-sia kan Hong Joo..Hehe.... 

13 comments:

  1. Loh ini beneran nuri? Kalo chul goo ama hong joo suami istri beneran?
    Berarti mereka dipertemukan krn drama AHYI ya? Waaaah congrats deeh, gak perlu lama" pacaran langsung nikah, hahaa

    Semangat nuri 1 episode lagi :D , lanjutkan!!

    ReplyDelete
  2. ayo mba!!! terus sisa 1 episode lagi nihhhh^^ semangat ya mba nulis sinopnya^ kutunggu besok yaaa:D

    ReplyDelete
  3. Fighting mba sisa 1 ep lg...sinopsis terpanjang nichhhh I like it

    ReplyDelete
  4. Langsung klik... Keren pacaran setelah nikah

    ReplyDelete
  5. Ayo dong mba.....satu episode lagi...

    ReplyDelete
  6. Ayo dong mba.....satu episode lagi...

    ReplyDelete
  7. Ayo dong mba.....satu episode lagi...

    ReplyDelete
  8. episode terakhirnya donk mbak yg baik hati..plisss

    ReplyDelete
  9. mba episode terakhirnya dong mba, udah gk sabar niiiihhhhh:(

    ReplyDelete
  10. mba kok beberapa hari ini kok gk ada posting2 ???? ayo dong mba sisa 1 ep lagi niiiihhhhh:(

    ReplyDelete
  11. kok episode terakhirnya gk diposting2 mbak? penasaran bgt

    ReplyDelete
  12. mbak nuri, lanjut lg dunk sinopsis AHYI ny.. penasaran bgt sama endingnya ni cerita.. tlng y mbak.. thx...

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)