Pages - Menu

Sunday, May 11, 2014

Sinopsis Big Man Episode 4 Part 1

Ji Hyuk berdiri kebingungan diantara 2 kubu yang berkelahi. Kubu serikat buruh dan kubu perusahaan (suruhan direktur Do). Melihat kubu buruh mulai tumpang satu persatu, Ji Hyuk melepas jasnya dan memukuli kubu dari perusahaan (baju hitam).

"Beraninya kalian membuat keributan di sini. Ini perusahaanku". 

Ji Hyuk benar-benar kuat, ia mampu mengalahkan kubu perusahaan seorang diri dengan tangan kosong. Kepala serikar buruh, Kim Han Doo heran apa yang Ji Hyuk lakukan. Karena mereka mengira Ji Hyuk lah yang mengirim pasukan untuk bertarung dengan mereka. 


Tak hanya Kepala Kim yang bingung. Pemimpin kubu perusahaan juga bingung karena Ji Hyuk malah menyerang mereka. Ji Hyuk berhenti berkelahi ketika tiba-tiba Mi Ra memanggil namanya. Pemimpin kubu perusahaan memberi kode pada anak buahnya untuk berhenti berkelahi. 

Ji Hyuk mengingatkan Mi Ra, jangan berani mendekat. Berbahaya, "Aku akan menanganinya sebagai Presdir dari perusahaan ini". Ji Hyuk memasang kuda-kuda, bersiap melayangkan tinjunya. 

"Anda presdirnya", tanya pemimpin kubu perusahaan.  

"Benar. Aku orangnya, siapa yang menyuruhmu kesini?". 

Pemimpin kubu perusahaan mengaku hanya mendapat telepon dari perusahaan. Ji Hyuk bingung, perusahaan apa, "Aku ini perwakilan dan presdir dari Hyun Sung Distribution". 


Mi Ra jalan mendekat. Ji Hyuk kembali melarang. Mi Ra mengajak Ji Hyuk pergi. Disaat Mi Ra dan Ji Hyuk sibuk berdebat. Pemimpin kubu perusahaan bertanya pada kepala Kim dari jauh, sembari menunjuk Ji Hyuk, "Apa dia benar-benar presdirnya?". 

Kepala Kim mengiyakan dengan anggukan. Pemimpin kubu perusahaan nyengir. Takut kena marah nich.


Ditempat lain, presdir Kang rapat dengan para tim penasehat (orang-orang balik layar presdir Kang). Ada direktur Do diantara mereka. Ia yakin begitu aksi mogok para pekerja di mulai, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka dan tidak akan selesai dengan sendirinya. 

"Berikutnya?", tanya presdir Kang melihat staf yang duduk di sebelah kiri. 

"Hyun Sung Distribution akan bangkrut", jawabnya. 

Presdir Kang tersenyum puas, seperti tidak masalah dengan hal itu. Staf berkata kebangkrutan kali ini akan menghapus semua kecurigaan disekitar Hyun Sung Group. Sebagian besar saham di ambil (pemegang saham) dan modal asilnya di ambil alih perusahaan. 

"Kau bilang itu tidak akan jadi masalah, kan?', tanya presdir Kang pada direkutur Do. "Aku yakin punya anak yang tepat. Bukankah begitu?". 

Raut wajah direktur Do tampak berubah, lalu mengangguk. 


Istri dan anak Park Dong Wan (pegawai yang meninggal) menunggu di pemakaman bersama Mi Ra. Mereka menunggu mobil yang membawa peti mati Dong Wan. Young Chan, anak dari Dong Wan bertanya pada ibunya siapa lagi yang mereka tunggu. 

"Kita sedang menunggu rekan kerja ayahmu", jawab istri Dong Wan.

"Ibu, mereka tak akan muncul" kata Young Chan sedih, "Pria yang mabuk kemarin bilang begitu padaku. Ayahku hanyalah karyawan honorer, jadi tak seorang pun akan membantu pemakanannya Ayahku akan segera dilupakan karena tak seorang pun akan mengingatnya. Itu tidak benar". 

Istri Dong Wan berusaha menghibur Young Chan bahwa itu tidak benar. Wajah sedih Young Chan berubah cerah ketika menunjuk ke suatu tempat. Iring-iringan 5 mobil pengangkut barang bergambar wajah Dong Wan bergerak mendekati area pemakaman, "Ibu..itu ayahku, kan?". 

"Iya, kau benar. Itu ayahmu, Young Chan. Dia adalah ayahmu yang kita banggakan", jawab istri Dong Wan terharu. 


5 mobil itu parkir dengan rapi di area pemakanam. Gambar wajah Dong Wan dan tulisan "Park Dong Wan, kami akan terus mengenangmu. Kaulah keluarga dari Hyun Sung yang kami banggakan". Menghiasi bagian kiri dan kanan mobil. 

Kepala Kim bersama rekan kerja Dong Wan lainnya bergabung bersama mereka. Tak lama Ji Hyuk datang dengan mobilnya sendiri. 

Ji Hyuk menghampiri Young Chan, "Mulai hari ini, akulah ayahmu. Panggil aku ayah". Ji Hyuk mengeluarkan amplop dan berkata ini adalah saku pertama yang ia berikan sebagai ayah. Kapanpun jika Young Chan membutuhkan uang datanglah padanya. 

"Karena mulai sekarang aku akan menjadi ayahmu", ucap Ji Hyuk tersenyum sembari mengelus lembut wajah Young Chan. 

Bukan hanya Mi Ra ataupun istri Dong Wan yang tersentuh dengan kebaikan Ji Hyuk. Tapi para rekan Dong Wan terutama Kepala Kim yang merubah penilaiannya pada Ji Hyuk. 

Dalam perjalanan pulang, Mi Ra merasa penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi semalam. Ji Hyuk berkata dengan santai, saat ia bilang dirinya adalah presdir Hyun Sung, mereka mendengarkannya begitu saja. 

Flashback. Malam itu 2 kubu yang mulanya berantem menjadi berteman. Ji Hyuk menyuruh mereka mengecat mobil box yang digunakan untuk mengangkut barang. Tak hanya memerintah, Ji Hyuk ikut serta mengerjakannya. 

Pimpinan kubu perusahaan melakukanya dengan wajah memelas. Ia berkata sebenarnya mereka datang bukan untuk melakukan pekerjaan semacam ini (mengecat). Ji Hyuk berkata, "Akulah presdirnya. Turuti saja perintahku". 

Pimpinan kubu menurut meski dengan terpaksa. (Liat mukanya yang melas itu bikin ketawa...hihihi). Flashback end. 

Mi Ra khawatir jika Ji Hyuk selalu bersikap seperti ini akan mempengaruhi keuangan persahaan. Ji Hyuk yakin hal ini tidak akan ada hubungannya dengan perusahaan, ia sudah mendapatkan gajinya untuk satu tahun ke depan. 

Mi Ra yang tampak kesal minta Ji Hyuk menurunkannya di depan jalan, "Aku akan naik taksi" Ji Hyuk mengajak Mi Ra kembali ke Seoul sama-sama. Mi Ra ingin membantah, tapi Ji Hyuk lebih dulu menyela. 

Ia menyodorkan surat yang telah di tandatangani. Dari kantor Hyun Sung pusat Mi Ra di pindahkan ke Hyun Sung Distribution sebagai Manager di tim Manajemen Pendukung. Tertanda 17 Mei 2014 di setujui oleh Presdir Hyun Sung Distribution, Kang Ji Hyuk.

Mereka berhenti sebentar untuk membeli minuman. Saat Mi Ra keluar dari toko dengan membawa 2 kaleng minuman, ia melihat Ji Hyuk yang tertidur di dalam mobil (Kasian, Ji Hyuk pasti lelah). 

Mi Ra melihat kerah kemeja Ji Hyuk yang terkena noda cat. Sejenak ia memandang wajah yang tampak tenang yatenang Ji Hyuk yang tengah tertidur (ampun, gantengnya Kang Ji Hwan.. >,<). Tak tega membangunkan, Mi Ra memilih menunggu hingga Ji Hyun terbangun dengan sendirinya. 

Ketua tim Goo bersama yang lainya sudah mendengar Ji Hyuk berkelahi dengan serikat buruh. Buruk sekali. Mereka mencemaskan acara diskon musim semi yang sebentar lagi di laksanakan. Ketua tim Goo berkomentar Ji Hyuk bukan di tunjuk sebagai presdir tapi sebagai malaikat yang akan membunuh mereka semua. 

Tak lama Ji Hyuk datang dengan wajah cerah. Mereka semula yang menggunjing mau tak mau menundukkan kepala tanda hormat begitu melihat Ji Hyuk. Dengan penuh semangat Ji Hyuk mengumumkan bahwa ini adalah berita terbaik yang pernah terjadi di Hyun Sung Distribution. 

"Dengar mulai hari ini So Mi Ra akan bekerja sebagai tim manajer di tim Management Pendukung. Dia yang paling cantik dan pintar di Hyun Sung Distribution Dia akan bekerja bersama kita. Tepuk tangan". 

Ji Hyuk tepuk tangan sembari ber yel - yel dengan hebohnya. Diantara semua karyawan hanya Yoo Jae yang ikut bertepuk tangan, "Kami menyayangimu, So Mi Ra!. Say Hei..Hei...Ho oo.....Hooo"  

Yel-yel Ji Hyuk berhenti ketika Ji Hyuk menyadari wajah masam para karyawannya. Ketua tim Goo yang memang sejak awal meragukan kemampuan Ji Hyuk menanyakan alasan kenapa Ji Hyuk turun langsung menemui serikat buruh. Tak lain hanya ingin memberikan Mi Ra surat pengangkatan itu. Ji Hyuk menganguk takut-takut (hehehe, yang jadi presdir di sini siapa??).  

"Sekarang ini situasinya sedang gawat", kata Ketua Tim Goo nyaring, "Seseorang yang merupakan Presdir, apa masuk akal bagi anda kalau anda lebih mementingkan hal sepele semacam ini, hah?. Semua karyawan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya. Apa anda tahu seberapa keras usaha mereka?". 

Kepala Kim datang menghentikan ocehan ketua tim Goo. Ketua tim Goo yang terheran-heran dengan kedatangan Kepala Kim bertanya apa yang membawa kepala Kim kemari. Kepala Kim menitipkan Ji Hyuk pada mereka, "Tolong jaga dia baik-baik. Untuk pertama kalinya, sepertinya kami punya presdir yang bisa kami andalkan". 

Ketua tim Goo terkejut. Belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak mengabarkan barangnya akan di kirim dari kantor pusat. Aksi mogok berakhir. Semuanya bertepuk tangan gembira. 
Ketua tim Goo menjabat tangan kepala Kim dan mengucapkan terima kasih. Lalu bertanya pada Ji Hyuk, "Apa mungkin anda ikut berkelahi demi menyelesaikan aksi mogok ini". Ji Hyuk tampak bingung, sembari menatap kepala Kim ia berkata tidak meminta mereka untuk menghentikan aksi mogok. 

Seakan mencari kepastian, ketua tim Goo menoleh pada kepala Kim. Kepala Kim mengangguk mengiyakan perkataan Ji Hyuk. Ketua tim yang merasa tak enak hati akhirnya menundukan kepala memuji kerja keras Ji Hyuk. Para staf bersuka ria kembali bekerja. Ji Hyuk hanya bengong melihat para bawahannya.

Satu masalah telah selesai. Para pekerja yang semula mogok mulai berkerja kembali mengantarkan barang ke kantor cabang. Dengan mobil box bergambar wajah almarhum Dong Wan. 

Apa kabar baik ini membuat presdir Kang senang?. Tentu saja tidak, wajahnya bertambah gelap setelah mendengar laporannya, "Jadi beginikah caramu mengatasinya", sindirnya pada direktur Do. Direktur Do menunduk meminta maaf. Jika Ji Hyuk ada di perusahaan, ia menyuruh direktur Do untuk memanggil Ji Hyuk ke ruangannya. 

Di depan Ji Hyuk, presdir Kang berpura-pura menjadi seorang ayah yang baik. Dengan memeluk Ji Hyuk dan memuji kerja kerasnya. Ia mempersilahkan Ji Hyuk duduk. Ji Hyuk membelakangi presdir Kang saat menuju tempat duduk. Saat itulah wajah asli presdir Kang terlihat, jahat dan licik. 

Keduanya duduk dikursi. Presdir Kang merasa keputusannya memilih Ji Hyuk sebagai presdir adalah keputusan yang tepat. Karena Ji Hyuk sudah menyelamatkan Hyun Sung Distribution. Pasti sulit berbicara dengan para pekerja. Bagaimana bisa Ji Hyuk melakukannya. 

Ji Hyuk berkata dengan bingung dan nada canggung, "Sebenarnya, aku tidak menyelesaikan aksi mogoknya, tapi aku butuh dengan orang yang akan kupindahkan ke perusaahan kami. Memang bukan itu alasannya, tapi entah bagaimana secara tidak sengaja berhasil dengan sendirinya". 

"Maksudmu sejak awal kau tidak berniat melakukannya?". 

"Iya", jawab Ji Hyuk terbata

Presdir Kang menggenggam tangan Ji Hyuk, "Kau sudah bekerja keras. Kembalilah bekerja". Lalu tersenyum dan menepuk pundak Ji Hyuk. 

Ji Hyuk membungkuk hormat, lalu pergi. Senyum palsu presdir Kang langsung sirna  seketika itu juga.

Di luar ruangan, Ji Hyuk meraba tangan dan pundaknya bekas di sentuh presdir Kang. Ia menutup wajahnay dan tersenyum malu-malu.  (Poor...Ji Hyuk, seandainya kau tahu niat terselebung dari "ayahmu"). 

Direktur Do masuk keruangan presdir Kang, saat pria tua itu sedang memegangi kepalanya (pusing pak,). Ia mulai meragukan keputusannya memilih Ji Hyuk sebagai presdir kantor cabang. Seakan meyakinkan dirinya sendiri, presdir Kang berkata Ji Hyuk pria yang bodoh, hanya tubuh kuat yang dia miliki. Tapi masalahnya sulit untuk memprediksi apa yang akan dia lakukan. 

Presdir Kang memerintahkan direktur Do untuk mengawasi dan melaporkan setiap gerakan Ji Hyuk. Kenyataan kalau Ji Hyuk itu bodoh dan ceroboh yang akan menjadi racunnya. Racun. 

Mi Ra membawa barang-barangnya kembali ke tempat semula. Direktur Do yang melihatnya bertanya apa yang Mi Ra lakukan. Mi Ra menjawab, ia sudah menyelesaikan tugas sesuai yang di perintahkan. Kang Ji Hyuk melakukannya sendiri, tanpa bisa ia hentikan (menemui para buruh dan menyelesaikan masalah). 

Hari beritkutnya, Mi Ra menuangkan cereal ke mangkuk untuk sarapan. Ia membuka lemari es untuk mengambil susu. Niat itu ia urungkan saat melihat bungkusan makanan pemberian Ji Hyuk. 

Dan pagi itu, Mi Ra sarapan makanan yang dibelikan Ji Hyuk tempo hari. Mi Ra tersenyum ketika memakannya, ternyata rasanya lebih enak dari yang ia bayangkan. 


Petugas security menahan pengantar makanan di lobby. Tidak ada yang memesan makanan itu di sini. Tapi pengantar makanan bersikeras ada yang memesan. Security semakin tak percaya saat pengantar makanan bilang orang yang memesan berada di lantai 17. Dimana presdir Kang Ji Hyuk berada.

Mi Ra yang baru datang menghentikan langkahnya saat mendengarkan percakapan mereka. Pengantar makanan yang kesal segera menelpon nomor pemesan, dan menyerahkannya pada security. 

Di ruangannya, Ji Hyuk menyantap Jajangmyun pesannya dengan lahap. Disaksikan Mi Ra dan pengirim makanan. Selesai menyantap makannya, Ji Hyuk meminta pengantar makanan untuk membereskan mangkuk mie. Pengantar makanan sedikit mengeluh. Ada etika di dalam berbisnis. Ji Hyuk tidak bisa membuatnya menunggu hanya dengan memasan satu mangkuk mie. 

Ji Hyuk mengeluarkan jurus jitu, sebelumnya ia juga sering berurusan dengan antar mengantar makanan. Meskipun hanya pesanan satu mangkuk makanan, itu aturan agar mengirimkannya tanpa mengeluh. 

"Selain itu, berapa lama kau harus kesini lagi untuk mengambil mangkoknya?. Lebih dari 30 menit, 'kan?. Aku ini sedang membantumu. Dasar bodoh". 

Pengantar makanan pergi sembari mengomel, karena Ji Hyuk membayar satu makanan dengan kartu kredit (bukan uang tunai). 

"Hei, hati -hati di jalan. Jangan lupa gunakan helm", pesan Ji Hyuk pada pengantar makanan. 
Mi Ra menatap Ji Hyuk lekat saat pria itu sedang menusuk-nusuk giginya unutk membersihkan sisa-sisa mie. Di tatap seperti itu membuat Ji Hyuk takut, "Apa?. Aku salah lagi?". Mi Ra bertanya kemeja yang Ji Hyuk pakai hari ini sama dengan yang di pakai kemarin, kan?.

Ji Hyuk mengangkat kerah kemejanya, "Baru ku pakai 3 hari", jawabnya polos...(wkwkwkw). 

Kemudian, Mi Ra dan Ji Hyuk berada di butik. Mi Ra asyik memilih beberapa setelan jas untuk Ji Hyuk. Tanpa melihat ekspresi "merinding" Ji Hyuk saat melihat label harga untuk satu setelan jas. 
Ji Hyuk bertanya kenapa Mi Ra membeli banyak, dua saja sudah cukup. Mi Ra menyahut, Ji Hyuk adalah cerminan Hyun Sung Distribution. Begitu Ji Hyuk memutuskan menjadi presdir, setidaknya dia harus bersikap dan berpenampilan seperti seorang presdir. Dan,  jangan melepaskan dasi saat berada di kantor. 

"Mulai sekarang aku akan mencuci pakaian anda dan menyiapkannya setiap hari". 

Beberapa menit kemudian, Ji Hyuk keluar dari ruang ganti dengan memakai salah satu setelan jas pilihan Mi Ra. Mi Ra menyodorkan dasi yang cocok digunakan. Ji Hyuk mengaku tidak tahu caranya memasang dasi. 

"Lalu, bagaimana cara anda memasang dasi selama ini?"

"Seminggu yang lalu, pemilik butik yang memasangkan dasinya. Aku pasti tidak sengaja melepaskannya".
Tanpa di minta, Mi Ra berinisiatif membantu Ji Hyuk memasang dasi. (Hm..apa Mi Ra juga melakukan hal yang sama pada Dong Suk). Tangan Mi Ra bergerak lincah melilit dasi menjadi sebuah simpul.

Mulanya Ji Hyuk tampak kikuk. Tapi rasa kikuknya berangsur hilang saat melihat wajah Mi Ra dari dekat. Ji menutup matanya, mencium aroma parfum yang Mi Ra pakai..Hmm..wangi...
Wajah keduanya semakin dekat saat Mi Ra menarik ujung dasi. Merasa Canggung, Mi Ra secara spontan melepas dasi dan menjauh, "Maafkan aku. Kurasa aku lupa bagaimana cara mengikat dasinya". 

"Kurasa sudah selesai", jawab Ji Hyuk gugup. 


Mi Ra menilai dasi ini tidak cocok dan ingin mengantinya dengan yang lain. Ji Hyuk berkata tidak perlu, karena ia menyukainya. Mi Ra yang juga gugup segera pergi meninggalkan Ji Hyuk setelah berpesan pada pegawai butik untuk membungkus semua yang dipilih dan kirimkan ke Hyun Sung Company. 


Ji Hyuk membetulkan letak dasi seraya mengamati kepergian Mi Ra. 
Mi Ra merebahkan dirinya ke atas kasur begitu sampai di rumah. Ia memandang fotonya bersama Dong Suk diatas meja, "Kumohon cepatlah kembali. Ini terlalu sulit bagiku". 

(Hm..mungkinkah perasaan Mi Ra mulai goyah?). 

Ji Hyuk masuk ke bar dan melihat pasangan muda mudi yang sedang asyik berciuman di dekat tangga masuk (si pria adalah Moon Myung Ho, pria yang dijodohkan dengan Jin Ah). Ji Hyuk berjalan masuk ke dalam sambil menatap mereka dengan heran. 

Kedatangan Ji Hyuk ke bar itu tak lain untuk menjemput Jin Ah (Ah, naksir sama cincin-nya Jin Ah, "Bentuk bintang. I Love Star"). Ji Hyuk mengomeli Jin Ah yang terus bergantung pada alkohol. Jin Ah senang melihat supir penggantinya telah datang. Jin Ah menyuruh Ji Hyuk duduk dan menunggunya menghabiskan minuman. 

"Hei, kau sudah mabuk. Ayo pergi", Ji Hyuk menjauhkan gelas Ji Ah. 
Jin Ah mengerti, ia akan memberikan Ji Hyuk uang tambahan jika bersedia menunggu. Ji Hyuk menatap heran uang tip tambahan pemberian Jin Ah. Bukan uang tapi origami yang berbentuk burung bangau. 

"Kenapa tidak suka?. Kau mendapatkan uang dan juga cintaku", 

"Dasar bocah ini".
Jin Ah merampas kembali origami miliknya. "Kalau tidak mau ya sudah". Lalu memberikannya kepada bartender. Bartender mengucapkan terima kasih. Jin Ah berkata bartender saja menyukainya, kenapa Ji Hyuk tidak suka. 

Myung Ho masuk bersama teman kencannya. Ia melihat Jin Ah dan menyuruh wanita itu untuk menunggu disana.

Dengan wajah lucu, Ji Hyuk berkata jika ia menjadi bartender, ia akan memasukan kertas bangau tadi ke mulut Jin Ah, "Aku juga akan memukulmu. Satu pukulan 3 gigi". (gimana itu, hahaha). Jin Ah meleletkan lidah, tanda mengolok.

Myung Ho menghampiri Jin Ah dan merangkulnya. Ia mengenali Ji Hyuk (saat di ulang tahun perusahaan) dan berkata akan segera menikah dengan Jin Ah, "Senang bertemu denganmu" 

Jin Ah menepis tangan Myung Ho, "Aku tidak akan menikah denganmu. Orang yang mau kau nikahi adalah putri dari Hyun Sung Group. Aku bukan lagi putri mereka. Jadi aku tidak harus menikah denganmu". 

"Kau kabur dari rumah lagi?", tanya Myung Ho

Jin Ah yang tak mau menjawab mengajak Ji Hyuk pergi. Ia memberikan kunci pada Ji Hyuk, "Aku akan ke kamar mandi sebentar, jadi siapkan mobilnya". 

Myung Ho menganggap Jin Ah lucu. Ji Hyuk mengamati wajah Myung Ho sejenak lalu bertanya, "Kau akan menikah dengan Jin Ah?. Kau yakin?". Myung Ho berkata akan segera menikahi Jin Ah begitu mereka menetapkan tanggalnya. 

Myung Ho yang semula percaya diri menjadi gugup saat Ji Hyuk berkata melihat Myung Ho bersama wanita lain. Bagaimana jika Jin Ah melihatnya. Tidak masalah, jawab Myung Ho ia tak peduli meskipun sering mendengar cerita soal Jin Ah bersama pria lain, "Kami saling menghargai masalah pribadi kami, kau tahu". 

Ji Hyuk tersenyum geram, "Masalah pribadi?". 
Yang terjadi kemudian, Jin Ah melihat Ji Hyuk memukuli Myung Ho, "Tidak apa-apa meskipun Jin Ah melihatnya?. Aku yang tidak setuju. Keterlaluan. Aku tidak tahu bagaimana caramu menjalani hidupmu, tapi aku takkan membiarkannya. Jika kau mengganggu "adikku" lagi aku sendiri yang akan membunuhmu, paham?". 

"Baiklah, aku mengerti" jawab Myung Ho dengan mulut berdarah
Ji Hyuk melepaskan Myung Ho dan memukulnya sekali lagi, lalu pergi. Jin Ah tersenyum kecil, "Siapa yang menyebut dia sampah?. Kalau dia memang seperti sampah".

(ya,,ya,, sampah yang berhasil membuat hati Jin Ah bergetar).

Jin Ah tertidur saat mereka sampai dirumah keluarga Kang. Karena Jin Ah tak juga bangun meski berkali-kali dibangunkan, Ji Hyuk mengendongnya masuk. Jarak antara halaman dan rumah utama sangat jauh.
"Kita ada dimana?", tanya Jin Ah setengah bangun

"Dirumah", jawab Ji Hyuk

"Sudah kubilang kalau aku ini sudah pindah, dasar bodoh. Kenapa kau malah membawaku kemari?". Jin Ah memukul pundak Ji Hyuk dan menyuruhnya untuk segera kembali ke mobil dan pergi dari sini. 
Ji Hyuk tak mau, Jin Ah saja yang pergi sendiri. Jin Ah kembali merangkulkan tangannya ke leher Ji Hyuk, "Tidak mau. Jalan saja". Ji Hyuk tersenyum dan Ji Ah yang kembali tidur juga tersenyum. 
Di depan pintu rumah, Ji Hyuk bertemu dengan direktur Do. Direktur Do ingin mengantikan Ji Hyuk mengendong Jin Ah. Ji Hyuk berkata tidak perlu. Lalu masuk ke dalam semberi berkata kenapa badan Jin Ah sangat ringan padahal sudah tumbuh dewasa. Direkur Do menoleh, raut wajahnya berubah. 
Keluar dari kamar Jin Ah, Ji Hyuk melihat foto keluarga presdir istri dan kedua anaknya. Perhatian Ji Hyuk tertuju pada Dong Suk, "saudara" yang belum pernah ia temui. Presdir Kang yang lebih dulu melihat Ji Hyuk bertanya kenapa Ji Hyuk ke sini. Ji Hyuk menjawab mengantar pulang Jin Ah yang mabuk. 

Presdir Kang sedikit yang heran dan terkejut bertanya, "Apa kau minum dengannya?". Ji Hyuk menjawab tidak, Jin Ah yang menelponya untuk menjadi supir pengganti. Seakan tak yakin presdir Kang kembali bertanya, "Jin Ah menelponmu saat mabuk?". Ji Hyuk tertawa mungkin dibandingkan orang lain, Jin Ah berpikir akan lebih aman jika bersamanya. 

"Benar", ucap presdir Kang. 
Kemudian, Ji Hyuk menunjuk foto Dong Suk dan bertanya apa ini Dong Suk. Presdir Kang mengiyakan. Ji Hyuk ingin tahu kenapa Dong Suk bisa sakit. Presdir Kang tidak mengatakan dengan rinci hanya berkata awalnya Dong Suk hanya lemas.

"Ayah pasti khawatir", kata Ji Hyuk

"Benar". 

 "Aku ingin segera bertemu denganya", kata Ji Hyuk tak lepas memandang foto Dong Suk. 
Keesokan harinya, Mi Ra memberikan foto yang diminta Ji Hyuk. Foto keluarga Kang. Ji Hyuk menerimanya dengan senang hati. Mi Ra ingin tahu kenapa Ji Hyuk meminta foto itu. Tidak ada, jawab Ji Hyuk. Ia memuji Dong Suk terlihat sangat tampan dan terhormat, "Bukankah menurutmu sekilas kami mirip?". 

"Tidak. Tidak sama sekali", jawab Mi Ra cepat. 

Ups..keceplosan.. Ji Hyuk sedikit kaget, sama seperti Mi Ra yang juga terkejut dengan perkatannya sendiri. Dasar Ji Hyuk, ia malah memuji dirinya tampak lebih elegan. Mi Ra mohon pamit, tapi Ji Hyuk yang merasa penasaran bertanya orang seperti apa Dong Suk itu. Mi Ra berbohong dengan menjawab tidak tahu. Ji Hyuk tentu tak percaya, "Kau sudah lama berkerja dengannya. Seharusnya kau mengenalnya". 

Mi Ra berkata jika di lihat dari penampilannya, Dong Suk terlihat tidak berperasaan. Tapi setelah mengenalnya orang akan tahu bahwa sebenarnya Dong Suk berhati baik. Dia juga naif. Ji Hyuk takjub ternyata Mi Ra mengetahuinya sampai sejauh itu. Ji Hyuk memuji Mi Ra sangat pintar dan mungkin bisa membaca pikiran orang lain. 

Keceplosan dua kali membuat Mi Ra cepat-cepat ingin pergi, "Sampai ketemu saat rapat nanti". Kali ini Ji Hyuk mengijinkan. Setelah Mi Ra pergi, Ji Hyuk mengeluarkan foto keluarga Kang dari frame.
Beginilah kelakuan Ji Hyuk saat rapat. Hahaha..di saat Ketua tim Goo dan Yoo Jae berdebat membuat rencana musim semi. Ji Hyuk justru malah asyik berputar-putar di atas kursi.  Ketua tim Goo ingin memilih tuna Won Dong sebagai barang dagangan musim semi tahun ini. Bukan tuna atlantik yang lebih mahal dan tidak akan mendatangkan keuntungan.
 
Tapi Yoo Jae bersikeras tuna ataltik lebih terkenal di bandingkan tuna Wong Dong. Keuntungan bukanlah hal yang penting. Lebih penting memberikan banyak barang karena ini bagian dari promosi. Saat penjual memberikan barang promosi yang bagus, pembeli akan datang membeli produknya

Ji Hyuk menyela dengan pertanyaan simple, mana yang lebih enak diantara keduanya. Setelah mencoba ke dua tuna itu bukankah, tinggal memutuskan mana yang lebih enak. Ketua tim bertanya apa Yoo Jae pernah mencobanya, yang di jawab gelengan oleh Yoo Jae. Begitu pula dengan ketua tim  Goo.

Mi Ra tersenyum. Ketua tim Goo setuju akan memutuskannya nanti setelah mereka mencoba ke dua rasa dari tuna itu. Oke, satu masalah selesai. 
Presdir Kang meeting bersama tim belakang layar. Mereka berkata progam musim semi Hyun Sung Distribution akan berjalan dengan lancar. Di harapkan mereka akan mempertahankanya hingga bulan mei. 

Presdir Kang meremehkan mereka tak mempunyai barang bagus untuk dijual. Para staf membenarkan, jika semuanya berjalan lancar, mereka hanya akan mempertahankan apa yang mereka punya sekarang.

"Kalau begitu tak ada yang bisa menghentikan rencana kita?", tanya presdir Kang. 

"Benar.  Laporan kami juga menunjukkan hasil yang sama. Tapi pada hasil laporannya, ada lampiran klausula yang mengejutkan". 

*Klausula : Aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan atau perjanjian yang mengikat dan wajib di penuhi konsumen.

Kembali ke tim Ji Hyuk. Ketua tim dan Yoo Jae kali ini sibuk memperdebatkan tentang Jaruko. Yoo Jae heran kenapa ketua tim menyinggung tentang Jaroku. Cara kuno yang hanya membuat mereka capek jika tidak berhasil mengejarnya. Ketua tim berkata mungkin jika mereka memburunya lagi, kita akan bisa mengangkapnya. Situasi  peruahaan tak akan bisa di selesaikan oleh barang-barang kecil, "Kita harus memiliki barang besar seperti Jaroku agar bisa bertahan". 

Yoo Jae membalas sudah setahun mereka menyerah, dan Jaroku sudah menjadi milik Dae Saeng. Ji Hyuk yang tidak mengerti, menoleh ke ketua tim dan Yoo Jae secara bergantian. Perdebatan kedua tim itu terhenti ketika Ji Hyuk bertanya dengan wajah polos apa itu Jaroku. 

"Ah, itu. Kami tidak menyetujui syarat-syaratnya, jadi akhirnya kami menyerah sejak setahun yang lalu", jawab Yoo Jae. 

"Kami tidak menyerah. Presdir Kang Song Suk berjanji akan meluncurkan mereknya", ralat ketua tim Goo. 

*Jaroku = Nama merek dagang pakaian yang terkenal

Ji Hyuk menyahut kalau begitu lakukan saja. Yoo Jae menjelaskan mereka sangat pemilih dan masalahnya banyak orang yang sudah mengetahui kalau itu merek itu menjadi milik  perusahaan Dae Saeng. 

"Begini hanya karena ada penjaga gawangnya, kita tidak bisa mencetak gol?. Saat seorang wanita sudah menikah, kita tidak boleh mendekatinya?. Kita pasti bisa mendapatkan hatinya. Jika kita terus memikirkannya dan bertekad melakukannya kita pasti bisa mendapatkannya. Ada wanita yang menjualikan ikan asin di Pasar Woo Ri. Dia juga sudah menikah. Ada pria yang terus menerus mendekatinya, dan pada akhirnya dia menikahi pria itu dan hidup bahagia sampai sekarang", jelas Ji Hyuk panjang lebar 

(Aih,,yang ini gak boleh di tiru...gak baik jadi perusak rumah tangga orang). 

Yoo Jae tertawa geli, "Presdir menakjubkan", ucapanya seraya memberikan 2 jempol. Seperti biasa ketua tim Goo memasang wajah masam.

Pada Mi Ra, Ji Hyuk bertanya Jaroku itu perusahaan apa?. 

"Jaroku itu perusahaan pakaian kelas menengah yang penjualannya ada di peringkat pertama", jawab staf layar belakang presdir Kang, seakan menjawab pertanyaan Ji Hyuk.

Contohnya Meci di Jepang, penjualannya naik pesat begitu mereka menjual Jaroku di toko mereka. Krisis keuangan mereka teratasi setelahnya. Presdir Kang bertanya berapa persen Hyun Sung bisa membeli merek itu. Menurut laporan mendekati 0 %.

Presdir Kang berpikir apa dampaknya jika Hyun Sung (Ji Hyuk) berhasil mendapatkan hak mereka tersebut. Staf wanita berkata saham perusahaan akan mengalami kenaikan, dan kebangkrutan Hyun Sung yang mereka harapakan akan lebih sulit terwujud.  

"Kau bilang presentasinya 0%, kan?", tanya presdir Kang tanpa khawatir. 

Di depan pasar Woo Ri, ketua tim Goo menjelaskan syarat yang di minta Jaroku waktu itu. Pihak Jaroku ingin seluruh lantai dari pasar yang baru hanya menjual produk mereka. Pihak Hyun Sung sudah mendapatkan propertinya dan dananya pun sudah ada. Tapi pembangunan di hentikan karena para pedagang di pasar Woo Ri menolak ide bagus itu. 

Ji Hyuk terdiam mendengar penjelasan panjang lebar ketua tim. Dalam diamnya ia melihat Dal Sook bercengkrama dengan Dae Suk dan pedagang lainnya. Mereka tampak rukun seperti keluarga. Ji Hyuk menghela napas berat.

Dalam perjalanan kembali ke perusahaan. Ji Hyuk melawati kantor polisi. Terlintas awal mula ia bisa akrab dengan para pedagang dipasar Woo Ri.

 Flashback, Ji Hyuk yang saat itu masih menjadi preman, berada di kantor polisi bersama "sang korban". Tangan Ji Hyuk di borgil atas tuduhan penyerangan. 

Pria yang menjadi korban ini mengejek Ji Hyuk dengan gaya tengil. "Kau tidak punya uang dan kekuasaan, kenapa masih memukuli orang?". 

"Aku menyerang karena aku tidak mempunyai keduanya, brengsek", Ji Hyuk kembali mengamuk dan menyerang pria itu. Tapi tindakannya ini dihalangi polisi yang berjaga. Mereka mengacam akan menambah masa tahanan Ji Hyuk. 

 Tiba-tiba para pedagang pasar Woo Ri secara serentak datang berbondong-bondong ke kantor polisi. Mereka menuntut penjelasan. Orang yang seharusnya di penjara adalah pria itu bukannya Ji Hyuk. Pria itu yang lebih dulu membuat keributan. 

(Liat tuch, kacamata pak polisi sampai melorot begitu...kekeke).

"Ji Hyuk malah membantu kami semua. Kenapa kalian menuduh Ji Hyuk pria jahat?. Bagaimana mungkin kalian menyebut diri kalian ini polisi?. Bukankah seharusnya polisi melakukan tugas kalian dengan benar?".

Ji Hyuk terkejut tak mengira para pedagang pasar Woo Ri akan datang membelanya. Salah satu petugas polisi berkata inilah hukum. Dal Sook menyela, "Tunggu, apa memborgol pria yang tidak bersalah itu disebut hukum?. Hukum macam apa itu?". 

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi jika kalian memborgolnya.  Kami akan ke Blue House untuk berdemo".

"Ayo kita lakukan saja.

"Benar. Kami akan menutup toko dan ayo kita ke Blue House".




Petugas polisi yang takut dengan gertakan mereka, meminta pedagang untuk melihat baik-baik wajah pria yang menjadi korban. Ini jelas-jelas penyerangan. Dal Sook berteriak pria itu pantas untuk di pukuli. Yang lain membenarkan. Seharusnya mereka yang memukuli pria itu lebh dulu. Karena pria itu sangat menyulitkan mereka. Polisi melakukan tindakan yang tidak benar dengan menangkap orang yang tidak bersalah.

"Jika kalian akan memenjarakan Ji Hyuk penjarakan juga kami". 

Dal Sook menenangkan Ji Hyuk untuk tidak khawatir karena dia tidak bersalah. Penjarakan saja pria itu. Para pedagang bergerak ingin memukuli pria itu, polisi melindunginya dari amukan masa. Ji Hyuk terharu dengan kebaikan pedagang pasar yang mau membelanya meski ia seorang preman. Flashback end.

Ji Hyuk menghela  napas berat, mampukah ia mengusir orang -orang di pasar Woo Ri yang sudah seperti keluarga baginya?. Cara apa yang akan Ji Hyuk gunakan untuk mendapatkan merek dagang Jaroku?. 


Lanjut ke Sinopsis Big Man Episode 4 Part 2

8 comments:

  1. mba nuri judul.y salah,
    skrg kan y k 4 :-)
    #sani

    ReplyDelete
  2. iya, salah judul. Sudah di perbaiki. Thanks untuk koreksinya. :)

    ReplyDelete
  3. di tunggu part 2 nya ea mbak nuri...... makasih buat sinopsisnya.......

    ReplyDelete
  4. hen2y- BalikpapanMay 13, 2014 at 1:23 PM

    Ditggu part 2 Ɣ㪪 .. Mba Nuri .. (Skedar info, ϑɪ̣̇ kbs work tayang perdana jam 21 wita snin & selsa , rabu-jumt Golden cross, 21.30 Ruby Ring )

    ReplyDelete
  5. maksud nya ap y??kok presdir kang menyingkir kn jihyuk malah kayak berharap kebabgkrutan d prusahaan ,,malah dengan mempertarukan prusahaan , tolong d jelasin, hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hyun Sung Group, adalah perusahaan besar yang memiliki banyak kantor cabang. Salah satunya Hyun Sung Distribution yang sekarang di pimpin oleh Ji Hyuk. Hyun Sung Group saat ini tengah di awasi oleh jaksa atas dugaan penggelapan. Untuk menutupi hal itu, maka presdir Kang sengaja membuat Hyun Sung Distribution bangkrut dengan menjadikan Ji Hyuk sebagai tumbalnya. Jika Hyun Sung Distribution bangkrut, maka kecuriggan jaksa bisa teralihkan.

      Delete
  6. ak kurang ngerti,kok presdir kang malah menginginkan prusahaan nya bangkkrut , ato mungkin dy rela prusahaan nya bangkrut untuk hncurkn ji hyuk ya ?,mohon di jelasin ,,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu emang keinginan presdir kang..lagi pula tidak ada kerugiaan bagi presdir kang sendiri. Targetnya cuma mau menyingkirkan ji hyuk.

      Delete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)