Pages - Menu

Tuesday, October 28, 2014

Sinopsis Reset Episode 4 Part 2

Begitu keluar dari rumah sakit, tempat yang pertama penyidik Go kunjungi adalah rumah Woo Jin. Kebetulan disana juga ada kabag Han dan juga Eun Bi. Bukan sambutan yang ia dapatkan, tapi omelan dari kabag Han yang menganggap penyidik Go gila. Bukannya berisirahat di rumah sakit malah datang kesini.

Penyidik Go minta kabag Han memberinya makanan yang lezat. Dokter bilang ia harus banyak makan makanan yang lezat. Makanan rumah sakit yang hambar membuat selera makannya hilang. Semula Kabag Han tidak paham, setelah penyidik Go memberi kode barulah ia mengerti untuk pergi menyiapkan makanan dan mengajak Eun Bi pulang serta. 

Tinggalah Woo Jin dan penyidik Go berdua. Woo Jin tahu apa maksud ke datangan penyidik Go. Ia ingat saat mengurai kode di buku rekening rahasia milik Park bersaudara. Ada nama "Go Myeong Shik", ikut tercatat di buku itu. Go Myeong Shik adalah nama lengkap penyidik Go. 

"Kau datang karena buku itu?", tanya Woo Jin membuka percakapan

"Karena aku, kau membakar buku itu?", pernyidik Go balik tanya

"Tidak, jawab Woo Jin, "Buku itu akan di kembalikan?"


Penyidik Go berkesimpulan jadi buku itu tidak pernah di bakar. Woo Jin tanya apa karena uang dan minta penjelasan selengkapnya. Tapi, tidak ada yang bisa penyidik Go jelaskan, ketika saatnya tiba ia akan bertanggung jawab. 

Woo Jin bertanya kapan? dan kenapa penyidik Go harus bertanggung jawab. Penyidik Go bilang akan tertangkap jika saatnya tiba dan yang bisa ia lakukan sekarang adalah tetap membantu Woo Jin karena tak mungkin bagi Woo Jin melakukannya sendirian.

Woo Jin yang khawatir menyuruh penyidik Go untuk melarikan diri. Penyidik Go tidak mau, ia yakin pasti Woo Jin sudah membaca namanya di dalam buku rekening itu sampai menyuruhnya untuk kabur. Woo Jin tak mengerti, sekarang ini siapa yang sedang mengkhawatirkan siapa. Sayang pembicaraan itu terputus karena kedatangan Eun Bi yang mengajak mereka untuk makan.

Yoon Hee pulang kerja. Ia mengirim sms pada seseorang (sepertinya nomor Woo Jin) dan minta orang tersebut untuk bertemu dengannya. 

Woo Jin dan lainnya berada di rumah kabag Han. Mereka sedang makan saat Woo Jin mulai membahas kasus Yoo Chang Seon 7 tahun yang lalu. Ia ingin tahu bagaimana detail ceritanya. Kabag Han dan penyidik Go saling pandang, dengan terbata ia mulai menjelaskan. 

Yoon Hee masuk ke dalam taksi. Ia menerima sms balasan yang menyuruhnya untuk datang ke tempat 7 tahun yang lalu. 

Di rumah Woo Jin, kabag Han selesai menceritakan kasus yang menimpa Yoo Chang Seon dan menambahkan saat itu Woo Jin mendapat banyak tekanan. Woo Jin berkata ada beberapa kejadian yang tidak bisa ia ingat. Woo Jin pikir ingatan yang hilang hanya tentang Seung Hee dan beberapa waktu lalu ia percaya telah kembali mendapatkan semua ingatannya. Tapi, ternyata ada banyak kejadian yang tidak bisa ia ingat. 7 tahun lalu merupakan batas waktu penutupan kasus Seung Hee. 



Kabag Han dan penyidik Go saling pandang. Woo Jin yakin mereka berdua tahu sesuatu. Kabag Han berkata sebenarnya hari ini ia pergi ke psikolog tempat Woo Jin sering konsultasi. Ia mengetahui alamat itu dari GPS ponsel Woo Jin. Kabag Han sendiri yang menginstall aplikasi itu tanpa sepengetahuan Woo Jin karena ia merasa khawatir pada Woo Jin yang sering terlibat dalam masalah. 

Penyidik Go berkata jika orang lain tahu mereka akan salah paham. Melakukannya tanpa sepengetahuan pemiliknya termaksud tindakan ilegal. Kabag Han membela diri, itu ia lakukan karena merasa khwatir. 


Woo Jin tidak mempermasalahkan hal itu, yang jadi masalah sekarang adalah tindakan Mr. X yang memamfaatkan hilangnya ingatannya untuk menjalankan serangkaian rencana kasus X itu.

Woo Jin yakin kematian bunuh Kim Man Cheol, Han Mi Seon dan Yoo Chang Seon berkaitan dengan ingatannya yang hilang. Karena kematian mereka, perlahan-lahan ingatannya akan kembali. Mulanya Woo Jin akan mencoba melacak keberadaan Mr. X melalui serangkaian kasus itu tapi setelah mendengar tuduhan omong kosong Dong Soo hari ini, Woo Jin menyadari sesuatu. 

"Apa?. Setelah mendengar omong kosong Dong Soo apa?", tanya penyidik Go ingin tahu. 

Woo Jin berkata bukan yang dikatakan Dong Soo, tapi apa yang dilakukan Dong Soo. Selama ini Woo Jin selalu ingin tahu siapa sebenarnya Mr. X ini. Tapi ia malah mengabaikan hal terpenting, yakni maksud X merencanakan semua ini. Woo Jin mengerti sekarang, X merencanakan semaunya dengan hati-hati dan menjadikan dirinya sebagai kambing hitam atas kematian orang-orang itu. 




Penyidik Go merasa gelisah dan merasa X ini bukan orang biasa. Dia selalu mengirim informasi yang hanya Woo Jin saja yang tahu, yang membuat Woo Jin selalu berada di jalan tersangka, "Kalau kau tetap ingin menyelidiknya sendiri, kau akan tertangkap".

Kabag Han menyela, "Tunggu sebentar. Informasi yang hanya Yeonggam yang tahu?. Kau tidak pernah memberitahuku apa-apa", protes kabag Han pada penyidik Go.

Woo Jin minta maaf, sebelum ia mengetahui secara pasti, ia tidak akan pernah memberitahu kabag Han. Eun Bi ikut nimbrung dan merasa setuju dengan pendapat penyidik Go. Terlalu bahaya bagi Woo Jin untuk menangkap X sendirian. Kabag Ha minta Eun Bi jangan lagi mendengarkan perbincangan mereka. Eun Bi bertanya memangnya kenapa?, bukankan ia juga bagian dari keluarga ini.

Penyidik Go juga setuju dengan kabag Han, Eun Bi tak perlu mendengarkan pembicaraan ini lagi dan minta pada gadis itu untuk menunggu dirumah kabag Han. Meski enggan, mau tak mau Eun Bi menurut. Saat berjalan keluar ia melihat ponsel Woo Jin di atas meja. Ada pesan dari Yoon Hee yang belum di baca Woo Jin. Entah iseng atau apa, diam-diam Eun Bi menbawa ponsel Woo Jin. 

Petugas melarang sepasang kekasih yang ingin masuk ke taman. Tamannya di tutup karena berbahaya saat malam hari. Akhirnya sepasang kekasih itu pergi. Tak lama kemudian, terlihat Yoon Hee yang berjalan mendekati taman, tepat saat si petugas mendapat panggilan untuk berkumpul di pos. Petugas pergi tanpa melihat kedatangan Yoon Hee. 


Eun Bi terkejut membaca sms dari Yoon Hee lalu kembali masuk ke dalam rumah Woo Jin. Eun Bi mengembalikan ponsel Woo Jin dan berkata, "Yeonggam!. Daebak gambarnya bergerak sendiri". 

Woo Jin yang melihat gambar itu langsung terkejut. Eun Bi, kabag Han dan Penyidik Go  saling pandang. Tampaknya ada masalah serius. 

Tanpa merasa takut, Yoon Hee terus berjalan masuk ke dalam taman. Suasana malam membuat taman ini terlihat menyeramkan dengan cahaya remang-remang. 

Woo Jin terkejut melihat ponselnya yang menerima dan mengirim sms dengan sendirinya. Ia tak menyentuh apapun tapi sms masuk dan sms balasan darinya terus bermunculan di layar ponsel. Woo Jin mencoba mengetik sms tapi tidak bisa, ponsel itu seperti terkunci. Woo Jin bingung, "Kenapa begini?".  

Penyidik Go merebut ponsel itu dan sama herannya dengan Woo Jin. 

Yoon Hee kembali mengirim sms untuk Woo Jin, "Oppa, kau dimana?"

"Dipersimpangan jalan, di tengahnya ada huruf X. Tunggu disana".




Wajah penyidik Go tegang, "Persimpangan huruf X!". Woo Jin yang panik mencoba menghubungi nomor Yoon Hee, tapi tidak aktif. Penyidik Go bertanya tempat 7 tahun lalu, dimana tempatnya itu?. Dengan nada lebih keras penyidik Go mengulangi pertanyannya dimana tempat itu?. 


"Tidak tahu. Tempat 7 tahun yang lalu, aku benar-benar tidak tahu. Aku benar-bernar tidak ingat", jawab Woo Jin kebingungan. 

Woo Jin mengirim sms pada X, "Ada Dimana sebenarnya Yoon Hee?. Kalau terjadi sesuatu pada Yoon Hee aku tidak akan melepaskanmu". 

"Hei!. Dari pada berkata seperti itu, lebih baik gunakan untuk mengingat ingatanmu. 7 tahun yang lalu kau bertemu dengan Yoon Hee disana untuk apa?. Kenapa kalian bertemu, kau benar-benar tidak ingat?. Jangan bilang kau tidak ingin memikirkannya. Kau pasti tahu. Sekarang ambil pulpenmu lalu tekan". 

Sementara itu Yoon Hee masih menunggu kedatangan Woo Jin dengan sabarnya. Dibalik semak-semak ada seseorang yang mengawasinya perlahan-lahan jalan mendekat. Saat Yoon Hee menoleh orang itu kembali bersembunyi. Yoon Hee melanjutkan langkahnya.

Woo Jin menekan pulpennya berkali-kali untuk menghipnotis dirinya sendiri, perasaan panik membuatnya sulit untuk kosentrasi. Sebisa mungkin ia mencoba kosentrasi tapi tidak bisa. Woo Jin frustasi dan membanting pulpennya, "Aku tidak bisa kosentrasi". 

Woo Jin merebahkan diri ke kasur menatap langit kamar sedikit demi sedikit kilasan 7 tahun lalu tentang tempat itu muncul di ingatannya. Ia melihat dirinya berdiri di taman itu, dan juga melihat dirinya yang berciuman dengan Yoon Hee. Setelah mengingat tempat itu, Woo Jin bergegas pergi. 

Secepat mungkin Woo Jin mengendarai mobilnya agar cepat sampai di tempat itu. Penyidik Go sampai di buat terheran-heran dengan aksi ngebut Woo Jin.

Pria penguntit itu terus mengikuti Yoon Hee dan mendorong Yoon Hee hingga terjatuh. Yoon Hee yang ketakutan berusaha menghindar, tapi pria itu mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya. Yoon Hee berteriak ketakutan. 

Untuk sampai di tempat itu, Woo Jin harus menabrak pembatas yang terpasang di tengah jalan, agar tidak ada orang masuk ke taman. Aksi nekat ini membuat dirinya di kejar beberapa petugas. Woo Jin yang terburu-buru bergegas masuk ke taman, sementara penyidik Go yang menghadapi para petugas.

Penyidik Go menunjukan kartu identitasnya yang berkerja di kantor kejaksaan. Akhirnya para petugas ikut membantu mencari Yoon Hee. 

Yoon Hee teriak ketakutan saat penguntit berjalan mendekati dirinya. Woo Jin yang mendengarnya segera berlari ke arah suara. Petugas lebih dulu datang menangkap penguntit itu yang ternyata orang gila yang sering berkeliaran di sekitar taman. Huf... orang gila ini menginginkan tas Yoon Hee. 

Woo Jin menghampiri Yoon Hee, masih dengan nada ketakutan Yoon Hee bertanya kenapa Woo Jin baru datang sekarang. Woo Jin memeluk Yoon Hee, menenangkan Yoon Hee yang menangis di pundaknya. 

Rupanya di taman itu juga ada detektif Park, ia bisa melihat penyidik Go dan Woo Jin. Tapi Woo Jin dan penyidik Go tidak bisa melihat dirinya yang bersembunyi di balik semak-semak. Apa mungkin detektif Park salah satu anak buahnya Mr. X?. 

Woo Jin memandang Yoon Hee yang sedang tertidur di pulas di sofa rumahnya. Tangannya membelai rambut yang menutupi wajah Yoon Hee. Woo Jin ingat kejadian 7 tahun lalu, saat itu Yoon Hee membelai rambutnya, mereka berdua sedang berada di taman.

Flashback. Woo Jin berkata sudah 8 tahun Seung Hee meninggal. Yoon Hee tahu selama ini Woo Jin sudah berusaha lebih dari cukup. Woo Jin merasa bersalah, ia pikir dengan menjadi jaksa bisa menangkap pelakunya.

Yoon Hee melihat kunang-kunang yang mengingatkannya saat masih kecil, dulu ia dan Woo Jin sering datang ke tempat ini. Yoon Hee ingin kembali ke masa itu, kembali ke saat tidak ada satupun yang terluka. Woo Jin meminta maaf, "Ini semua salahku".

"Tidak, bukan begitu. Aku ingin kembali saat oppa belum jatuh cita pada Seung Hee onnie. Jadi oppa hanya bisa melihat aku". 

Perlahan Yoon Hee bergerak ingin mencium Woo Jin, tapi Woo Jin menahanya, "Kita tidak bisa mengembalikan waktu. Tidak ada jalan kembali dalam hidup ini. Maaf Yoon Hee, bagiku kau hanyalah adiknya Seung Hee". 

Yoon Hee terdiam, jelas ia merasa kecewa. Flashback end.

Kabag Han tidak bisa tidur, perkataan psikolog yang ia temui tadi siang memenuhui kepalanya. Psikolog berkata 7 tahun lalu Woo Jin menggunakan hipnotis untuk menyegel ingatannya sendiri. Woo Jin sendiri yang menutup pintu itu, masalahnya adalah Woo Jin berpikir pintu segel itu telah rusak. Tapi psikolog berpendapat masih ada satu bagian besar yang masih belum pulih. 

Bagaimana menyakitkannya ingatan yang di segel itu. Tapi Woo Jin memilih untuk menanggung resiko yang besar, kalau segel itu di buka rasa sakitnya akan sama banyaknya dengan waktu itu. Kalau segel itu terbuka maka Woo Jin akan sangat terluka. Namun, hanya Cha Woo Jin sendiri yang bisa mengatasi dan membuka segel itu. 

Malam itu Woo Jin melihat ingatannya yang lain, ingatan dirinya yang sedang mengamuk memukuli tersangka di ruang interogasi. Tidak puas hanya memukul, Woo Jin juga mencekik pria itu. Beruntung petugas polisi memisahkan mereka. Penyidik Go ikut menarik Woo Jin dari pria malang itu. Penyidik Go berkata batas kasus Seung Hee sudah di tutup, percuma jika Woo Jin ingin menangkap pelakunya, "Berhentilah sekarang". 

"Tidak!. Sebelum aku menghakhirnya tidak akan ada yang berakhir!", ucap Woo Jin penuh amarah. 

Ingatan demi ingatan terus bermunculan, termaksud ingatan saat dirinya yang berjalan di rimbunnya semak-semak penuh kemarahan dengan sebuah pistol terselip di balik punggungnya. 

Woo Jin memegangi kepalanya yang sakit, tiba-tiba muncul bayangan dirinya sendiri menyerangai menatap dirinya.

"Bisakah kau menahanya jika segel ini dibuka?", tanya si bayangan.

Ingatan Woo Jin berhenti saat mengingat dirinya pernah menembak seseorang. Woo Jin semakin bingung apa yang terjadi 7 tahun yang lalu. Berterpatan dengan itu, ia mendapat sms dari X yang berbunyi, 

"Selamat. Kau telah menyelamatkan Yoon Hee. Siapa selanjutnya?. Kabag Han? Penyidik Go? Atau....Jo Eun Bi?". 

Woo Jin marah dan melempar ponselnya ke cermin. Menatap wajahnya penuh kebingungan. Ingatan masa lalu seperti apa yang Woo Jin lupakan???..



END

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)