Pages - Menu

Monday, December 02, 2013

Sinopsis The Heirs Episode 15 Part 1


Episode 15

Dihapadan semua orang Kim Tan mencium kening Eun Sang dengan lembut. Seakan mereka lah yang menjadi raja dan ratu malam ini, di pesta Bo Na - Chan Young. Anak-anak yang melihat hanya berani bisik-bisik di belakang mereka.

Sementara itu diluar, Rachel berusaha melepas pita bunga yang terikat di pergelangan tangannya. Karena terlalu kesal, ia bahkan kesulitan melepas pita itu. Young Do yang juga ikut keluar, menarik tangan Rachel dan membantu melepaskan pita itu.

Setelah terlepas, Rachel langsung menarik tangannya dengan marah. Young Do yang juga marah bertanya apa Rachel menyuruh Eun Sang datang kesini?. Untuk layanan katering?. 

"Aku sedang kesal. Aku merasa seperti pecundang, jadi jangan bicara padaku. Jangan katakan apapun". 

Young Do berkata Eun Sang sudah menyelamatkan Rachel hari ini. Karena Eun Sang sendiri yang mengaku, maka Young Do berbaik hati melepaskan Rachel kali ini, "Tapi ini untuk yang terakhir, Sister". 

"Apakah Cha Eun Sang tahu kau sangat peduli padanya?', cibir Rachel. 

"Tentu saja tidak. Akan sangat memalukan jika dia tahu", jawab Young Do. 


Young Do berbalik hendak masuk ke dalam. Myung Soo yang keluar dengan berlari, buru-buru menahan Young Do masuk. Myung Soo mulai meracau dan bicara tidak jelas seperti orang mabuk. 

"Apa kau mabuk?", tanya Young Do. 

Myung Soo garuk-garuk kepala, bingung mau bicara apa. Tujuannya hanya ingin mencegah Young Do melihat apa yang terjadi di dalam. Ia lalu mengalihkan pembicaraan, dan menunjuk Rachel.

"Hei!. Yoo Rachel, kau juga. Apakah kau ingat surat yang aku berikan saat wisuda SMP kita?". 

"Kenapa jika aku ingat?", tanya Rachel. 

Myung Soo mengomeli Rachel yang selalu saja bersikap begini. Bagaimana bisa Rachel tidak pernah membalas surat, yang selalu ia berikan setiap setahun sekali. Rachel dan Young Do menatap Myung Soo dengan heran. Mereka berpikir Myung Soo sudah mabuk. 

Sampai akhirnya muncul 3 siswa (2 diantaranya teman Ye Sol) berjalan melewati mereka. Gadis-gadis ini pergi sambil mengomel. Marah dan tidak percaya pada apa yang mereka lihat di dalam. 

"Cha Eun Sang, benar-benar tak bisa dipercaya!. Dia seharusnya tahu posisinya. Bagaimana bisa dia mencium Kim Tan?", ujar mereka sambil berlalu. 

(Ih..yang nyium kan Kim Tan, bukan Eun Sang. Sirik aja mereka itu). 

Rachel dan Young Do tentu saja dibuat terpaku terkejut mendengarnya. Usaha Myung Soo jadi sia-sia, buru-buru ia ngibrit pergi dari sana, beralasan pergi ke kamar kecil. 

"Aku pergi duluan", ujar Young Do berusaha tidak peduli meski terlihat jelas raut sedih di wajahnya. 
Sementara Rachel semakin merasa kalah. Meski begitu ia memutuskan kembali masuk ke dalam. Saat hendak masuk ke dalam ia bertemu dengan Hyo Shin. Ekspresi wajah Rachel berubah melihat Hyo Shin, seperti memikirkan sesuatu untuk membalas kekalahannya malam ini. 

Hyo Shin mendekati Rachel, bertanya kenapa Rachel berada di luar. Rachel berkata ia sedang menunggu Hyo Shin, "Aku sangat merindukanmu". 

Hyo Shin bergidik heran mendengar kata-kata aneh keluar dari mulut Rachel, "Aku?", tanyanya tak yakin. 

Pembicaraan mereka terputus karena ada panggilan masuk ke ponsel Hyo Shin, dari Hyun Joo. Hyo Shin menyuruh Rachel masuk duluan. Rachel menurut dan berkata, "Sunbae juga harus masuk". 

Hyo Shin menjawab teleponya, ia tetap bersikap ceria seperti biasa. Hyun Joo yang sedang marah bertanya apa Hyo Shin sudah gila?. Kenapa kau tidak ikut ujian masuk perguruan tinggi?. Hyo Shin berkata hanya dengan cara ini yang membuat Hyun Joo menelponya. 

Hyun Joo tanya dimana Hyo Shin sekarang, "Ibumu sangat marah dan dia mencarimu". 

"Aku akan mengatakannya kalau kau datang sendirian. Kau mau datang?".

Beralih ke kediaman keluarga Kim. Hee Nam sedang merapihkan bantal sofa ketika tiba-tiba Ny. Han menggiringnya masuk ke ruang kerja presdir Kim. Ny. Han minta Hee Nam berjaga di depan pintu untuk mengawasi keadaan diluar. Meski presdir Kim sekarang sedang tertidur, "Sekarang kau sudah terlibat denganku, ahjuma". 

Awalnya Hee Nam bengong, pada akhirnya ia berjaga mengawasi pintu begitu melihat Ny. Han berjalan mendekati lemari brankas. Ny. Han berencana membuka brankas presdir Kim. Ia teringat perkataan Kim Tan yang bilang kalau presdir Kim menyewa mata-mata untuk memata-matai tindakan Kim Tan. Ny. Han membulatkan tekadnya untuk membuka brankas. 


Sementara Hee Nam berjaga di pintu. Ny. Han berpikir, kombinasi angka apa yang dipakai presdir Kim sebagai password brankas. Ny. Han memecet-mecet tombol brankas, memasukan angka kombinasi yang ada di benaknya. Usaha pertama gagal, kedua juga gagal, begitu terus. 


Hingga akhirnya Ny. Han merasa putus asa dan menyampaikan keluhannya pada Hee Nam, "Passwordnya bukan tanggal ulang tahun Won atau Tan, juga bukan ulang tahun yayasan, ulang tahunnya atau pun ulang tahunku!. Menurutmu passwordnya apa?". 

"Misson Imposible" Hee Nam pun menunjukan kemahirannya. Ia meraut pensil menggunakan cutter untuk mendapatkan serbuk karbon. Setelah selesai, ia meniupkan serbuk karbon itu ke tombol nomor brankas. Hingga terlihat lah tombol nomor mana saja yang sering dipencet presdir Kim. 

Ny. Han yang semula menatap bingung, kini berbisik kagum, "Wow, Kau benar-benar ahli dalam hal ini!".

Dengan menggunakan notesnya, Hee Nam bertanya, "Apakah Anda sudah bisa menebaknya?". 

Ny. Han berpikir dan memencet tombol lagi. Kali ini pintu brankas terbuka. Tapi Ny. Han justru merasa kecewa karena ternyata password yang digunakan adalah tanggal ulang tahun ibunya Kim Won. 


Hee Nam minta pada Ny. Han untuk segera bergegas mengambil apa yang Ny. Han inginkan. Sementara ia kembali berjaga di depan pintu. Ny. Han pun bergerak cepat, beruntung dengan mudah ia menemukan amplop coklat yang ia cari, berisikan foto-foto yang dikirim oleh mata-mata presdir Kim. 

Ada foto Kim Tan bersama Eun Sang, saat di Amerika maupun di Korea. Ny. Han kesal, "Coba lihat mereka ini!". Ada juga beberapa lembar foto Hyun Joo bersama Kim Won. Dan satu foto lain yang membuat mata Ny. Han terbelalak terkejut. 

"Ini apa lagi?. Omo!. Omo!", serunya dengan mulut membulat. 


Kembali ke pesta Bo Na - Chan Young. Kim Tan dan Eun Sang saling melemparkan pandangan maut dan tersenyum malu-malu. Mereka berkumpul besama Bo Na, Chan Young dan juga Hyo Shin. 


Bo Na bertanya pada Hyo Shin bagaimana ujiannya. Chan Young mendengar ujian tahun ini lebih sulit di bandingkan tahun kemarin. 

"Soalnya tak sesulit itu", jawab Hyo Shin tanpa memberitahu mereka kalau ia tidak mengikuti ujian. 


Eun Sang kagum dan menuji Hyo Shin sangat pintar. Eun Sang memuji tapi Kim Tan justru sebaliknya. Ia merangkul pundak Hyo Shin dan bertanya, "Apakah kau yakin menjawabnya dengan benar?. Aku punya firasat buruk tentang ini".

Hyo Shin melepas rangkulan Kim Tan, "Kau tahu apa soal ujian". Chan Young setuju dengan pendapat Hyo Shin. Dan itu membuat Kim Tan mendesis kesal. (Kasian amat Kim Tan, karena rangking 100, jadi diremehkan kemampuan otaknya. ^^). 


Rachel muncul dan jalan mendekati mereka. Kim Tan yang pertama kali melihatnya bersikap siaga. Sebelum menghampiri Rachel, ia minta pada mereka untuk mengalihkan perhatian Eun Sang ke tempat yang lain. 

Bo Na langsung protes, "Tapi Cha Eun Sang tidak boleh melihat Chan Young".

Tapi tetap saja mereka ber-4 melihat kemana Kim Tan pergi, yang kini berdiri di depan Rachel, menghadang jalannya. 


Rachel bertanya apa sekarang Kim Tan merasa bahagia, karena sudah mengatakan pada dunia kalau Kim Tan menyukai gadis miskin?. Kim Tan berharap Rachel juga bisa merasa bahagia sama seperti dirinya. Dan ucapan itu Kim Tan katakan sungguh-sungguh. 

"Aku bisa menyerah kalau kau tidak menyukaiku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu bahagia. Demi mendapatkan Cha Eun Sang, kau harus kehilangan seseorang. Atau kehilangan yang lebih berharga lagi", ucap Rachel tajam. Ia pun meninggalkan Kim Tan dan jalan mendekati Hyo Shin. 

Hyo Shin mengucapkan selamat pada Bo Na - Chan Young atas bersatunya mereka. Dengan nada bercanda, ia berharap hubungan mereka akan menjadi hubungan cinta dan benci lagi. Chan Young mengingatkan pada Hyo Shin jangan coba-coba mengacaukan pestanya. 

"Sunbae", panggil Rachel mengalihkan perhatian Hyo Shin.


Hyo Shin yang dipanggil pun menoleh. Tanpa berkata apa-apa lagi, Rachel langsung mencium bibir Hyo Shin. Semua mata terbelalak terkejut melihat pertunjukan kedua ini, yang pastinya lebih heboh dari sebelumnya. Anak-anak berbisik-bisik. Kim Tan menatap tak percaya (gak mungkin cemburu, kan!). 


Pada saat yang sama Hyun Joo datang, sama seperti yang lainya ia juga terkejut melihat ciuman itu. Hyo Shin melihat kedatangan Hyun Joo. 

Setelah Rachel melepas ciumannya. Hyo Shin bertanya apa Rachel ingin membuat Tan cemburu?. 

"Tidak", jawab Rachel, " Aku ingin merusak hubunganmu dengan Kim Tan. Jika kau tidak bisa berteman dengannya lagi, itu akan lebih baik. Aku tidak mempunyai perasaan apa-apa pada sunbae". 


Hyo Shin menahan tangan Rachel yang hendak pergi dan berkata, "Aku juga tidak punya perasaan apa apa padamu". Hyo Shin balas mencium Rachel. Membuat yang melihatnya tercengang terkejut. 

Hyo Shin mencium Rachel, tapi matanya mengarah pada Hyun Joo. Sama seperti Kim Tan, Hyun Joo hanya menghela napas tak percaya. Tidak ada kecemburuan sama sekali. 


Sementara anak-anak lain hanya berani bisik-bisik. Bo Na dengan nyaring mengungkapkan kekesalannya.  Saking kesalnya, sampai-sampai ia melepaskan bando yang menghiasi rambut indahnya. 

"Sialan! Sialan! Ini pestaku!. Aish...sialan!". 

Eun Sang jalan pulang dengan sempoyongan, seperti orang mabuk. Kim Tan yang jalan di belakangnya tersenyum geli. Ia tanya apa sebenarnya yang Eun Sang minum tadi.

"Jus. 3 gelas", jawab Eun Sang mengacungkan 3 jarinya.

Kim Tan heran jus apa yang sampai membuat orang mabuk. Ah..ia tahu ini pasti kerjaan Jo Myung Soo, si biang pesta itu pasti diam-diam mencampurkan jusnya dengan alkohol. Eun Sang berguman kenapa ia merasa kepanasan. 

Kim Tan tertawa, "Jangan menggodaku. karena aku tidak akan bisa menahannya.". 

"Hei, Kim Tan!", seru Eun Sang berbalik seakan-akan ingin mengomeli Kim Tan seperti biasa.

"Kenapa?", tanya Kim Tan balik menggoda.

"Kim Tan sangat tampan", Eun Sang tersenyum memuji pacarnya.

Kim Tan tersenyum senang di puji, "Berhenti bersikap imut seperti itu. Kau bisa dalam bahaya".


Kim Tan jalan mendahuli Eun Sang, langkahnya terhenti saat Eun Sang berkata, "Kau selalu berjalan ke arahku setiap kau melihatku. Kim Tan". 

Kim Tan berbalik dan menatap Eun Sang. 

"Kau selalu berada dalam kesulitan karena aku. Kim Tan", sambung Eun Sang kemudian.


Wajah Kim Tan berubah serius, "Jika kau mengatakan sesuatu lagi, aku akan meninggalkanmu di sini", ancamnya. 


Eun Sang menggeleng manja, "Kim Tan! Sekarang aku sudah menyukaimu. Benar-benar menyukaimu". 


Ah..Kim Tan terpana dengan pengakuan Eun Sang. Perkataan yang terlontar dari orang mabuk biasanya jujur, sejujur-jujurnya. Tak sampai disitu, Eun Sang bahkan meraih tangan Kim Tan yang ada disaku. Menggengamnya dan tersenyum malu-malu. 
Kim Tan merasakan tangan Eun Sang yang dingin, "Kenapa tanganmu begitu dingin?. Kau membuatku khwatir saja". Kim Tan menggengam kedua tangan Eun Sang. Memberi kehangatan dengan meniupkan udara hangat dari mulutnya ke tangan Eun Sang.


Eun Sang tersenyum bahagia menerima perhatian Kim Tan. Tapi sayangnya moment bahagia ini terganggu karena dering telpon dari ponsel Kim Tan.


Ternyata yang menelpon itu adalah Ny. Han, dan saat ini berada di lobby hotel mengunggu putranya. Kim Tan datang, duduk di depan ibunya. Ny. Han bertanya dari mana saja Kim Tan?, apa kau bersama Cha Eun Sang?. 

Kim Tan tak menjawab, ia bertanya apa yang ingin ibunya bicarakan. Ia buru-buru terbang kesini karena tadi ibunya bilang ada hal penting, "Jadi, bisakah kita lewati bagian interogasi ini?"

Ny. Han menyodorkan tas berisi mantel baru untuk Kim Tan. Ia khawatir karena cuaca besok akan semakin dingin. 

"Apakah ini sesuatu yang penting itu?. Ibu pikir aku akan membeku sampai mati?", Kim Tan senang menerima perhatian ibunya. Ia mengambil tas itu dan menaruhnya di samping kursi tempat ia duduk. 

Ny. Han mengaku bukan karena alasan itu ia datang kesini. Sebenarnya, ia telah menyusun rencana untuk Kim Tan, "Pertama, besok kau akan minta maaf pada Rachel. Katakan kau menyesal". 

"Ibu, apakah Ibu masih belum menyerah?", tanya Kim Tan heran. 

Ny. Han minta Kim Tan percaya padanya. Ia punya sesuatu yang bisa membuat pertunangan Kim Tan dan Rachel kembali seperti semula, "Memang caranya sedikit murahan. Besok Ibu akan menemui Ibunya Rachel". 

"Ibu", sela Kim Tan tidak suka. "Bukan pertunangan ini yang aku inginkan! Apakah ibu tidak mengerti juga?. Aku tidak ingin menjalani kehidupan palsu lagi, Ibu". 

"Bagaimana bisa hidupmu itu palsu?", seru Ny, Han dengan nada lebih tinggi, "Apapun yang dikatakan orang, kau ini putra kedua Jeguk Grup". 


"Lalu, Ibu ini siapa?. Apakah dengan hanya menjadi menjadi Ibu Kim Tan, tak cukup bagi ibu?". 

Kim Tan menunduk sedih, "Bahkan bagi Ibu, jika aku bukan putra kedua Grup Jeguk. Aku bukanlah siapa-siapa". 

Ny. Han terkejut mendengar perkataan putrnya. Kim Tan berdiri dari tempat duduknya. Ia mengucapkan terima kasih atas mantel dan berpesan agar ibunya hati-hati dalam perjalanan pulang. Kim Tan pergi, Ny. Han menjadi sedih, meresapi perkataan Kim Tan. 


Kim Tan pergi ke kamar dan mendapati kamar Kim Won yang gelap. Tak ada Kim Won di dalam, bahkan barang-barangnya sudah tidak ada. Kim Tan semakin sedih melihat ruangan yang tampak lenggang itu. 

Dirumah, Hyo Shin disidang kedua orang tuanya. Ayah Hyo Shin bertanya untuk memastikan. "Kau tidak mengikuti ujian masuk perguruan tinggi? Kau berani melakukan hal yang seperti ini?". Hyo Shin membenarkan, bersiap menerima resiko yang akan ditanggungnya. 

Ibu Hyo Shin berkata pada suaminya kalau mereka telah membuat keputusan yang salah. Ia lalu berkata pada putranya dengan lembut, "Entah itu Ilmu Sosial atau Ilmu Budaya, pelajarilah apa yang kau suka". 

"Apa ayah dan ibu serius?", tanya Hyo Shin penuh harap.

"Lagipula kau sudah gagal tahun ini", tambah ayah Hyo Shin, "Jadi lakukanlah apa yang kau inginkan. Pelajari apa yang Kau inginkan dan juga belajar Leet. (Korea LSAT). Dengan begitu kau bisa masuk ke sekolah hukum". 

"Karena kau sudah belajar banyak hal, kau akan labih siap ujian tahun depan. Semangatlah , Lee Hyo Shin", ujar ibu Hyo Shin menggenggam tangan putranya, seakan memberi dukungan. 

Harapan Hyo Shin yang semula mulai tumbuh, seakan terhempas ke lantai. Hyo Shin menghela napas kecewa dan tertekan. Ia menarik tangannya dari genggaman ibunya. 

"Sama seperti wawancara perguruan tinggi. Ayah dan ibu bisa menjadwal ulang ujian perguruan tinggi untukku. Kenapa ayah dan ibu tidak memarahiku saja!. Kalian membuatku sesak napas!. Apa Ibu dan Ayah sadar kalau ini sangat menyiksa?".

"Apakah kau tahu betapa putus asanya kami memiliki anak yang mengecewakan?", ucap ayah Hyo Shin mulai marah. 

Ibu Hyo Shin mengingatkan suaminya bisa terlambat pergi ke pertemuan, ia akan memberi pengertian pada Hyo Shin. Sebelum pergi ayah Hyo Shin berkata, "Apapun mimpi yang kau punya. Ayah juga mempunyai impian yang sama saat aku memilikimu. Jangan lupakan itu".

Hyo Shin menekan rasa frustasinya, begitu berat beban yang ia tanggung. 

Keesokan harinya kabar Hyo Shin yang tidak ikut ujian masuk perguruan tinggi sudah menyeber di sekolah. Kim Tan menemukan Hyo Shin duduk melamun. "Lee Hyo Shin", tegurnya membuyarkan lamunan Hyo Shin. 

Layaknya seorang adik yang perhatian pada kakaknya. Ia memarahi Hyo Shin dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi, " Kenapa Kau tidak ikut ujian masuk perguruan tinggi?. Kau suka mendapatkan perhatiaan dari anak-anak?".
Seperti biasa Hyo Shin menanggapinya dengan gaya bercanda, ia melihat sekitar lalu bergantian menunjuk dirinya dan Kim Tan, "Mereka membuat lelucon tentang kita. Hubungan cinta-benci melawan Nomor Satu. Kau Nomor Dua. Bukannya seharusnya hubungan kita jadi canggung sekarang?". 


"Berhentilah menjadi sok pintar. Kau bahkan tidak mengukuti ujian masuk perguruan tinggi", Kim Tan duduk disamping Hyo Shin. Dengan nada serius ia bertanya, "Apakah kau baik-baik saja?. Apa yang mereka katakan padamu di rumah?". 

"Semangatlah, Lee Hyo Shin", jawab Hyo Shin tersenyum menirukan ucapan ibunya, "Begitulah".

Kim Tan heran sebenarnya kehidupan neraka seperti apa yang di jalani Hyo Shin. Hyo Shin membalas Kim Tan juga sedang tidak hidup diatas awan. Ia lalu meminta maaf soal kemarin malam, "Berani sumpah. Aku tidak merencanakan ciuman  yang  kedua. Aku hanya ingin menunjukkannya pada seseorang". 


Kim Tan terdiam sesaat menatap Hyo Shin, lalu berkelekar, "Lalu...Apakah seseorang itu aku??". Hyo Shin bergidik mendengar kepedan Kim Tan, lalu tersenyum geli. Sementara Kim Tan menatapnya khawatir. Seperti mengetahui apa yang Hyo Shin rasakan sekarang. 

Akibat pengakuannya kemarin malam, menempatkan Eun Sang berada dalam masalah disekolah. Seusai pelajaran olahraga 3 gadis sok jagoan (2 diantara teman Ye Sol) menyilangkan tangan, berhadang jalan Eun Sang. 

Eun Sang bertanya apa ada yang ingin mereka bicarakan. Mereka mencibir tingkah Eun Sang yang berlagak menjadai OKB, apa Eun Sang sudah tidak waras. Eun Sang menyadari kesalahannya dengan meminta maaf karena telah membohongi mereka selama ini. 

"Permintaan maaf di tolak" vonis mereka, "Anak dari Nyonya pemilik bar berbohong bahwa mereka memiliki perusahaan air kemasan. Dan sekarang seseorang di Grup Kepedulian Sosial berbohong bahwa dia adalah orang kaya baru. Lihatlah apa yang kau sudah lakukan. Bagaimana kau bisa merayu Kim Tan?. Apakah kau bisa memberitahu kami bagaimana caranya?". 

"Aku tidak ingin memberitahu", jawab Eun Sang. 

"Hei!", seru salah satu dari mereka maju mendorong bahu Eun Sang, "Kim Tan melindungimu, bukan?".

"Dunia ini terlalu besar untuk ditaklukkan iblis.", ujar Young Do menghampiri mereka, sekaligus memberi peringatan bagi ke-3 gadis itu. 

Tapi mereka malah mengadu seakan mencari dukungan, berkata bahwa Eun Sang masuk ke sekolah ini dengan berbohong menjadi orang kaya baru. Dengan tatapan mengancam Young Do berkata, "Setahuku aku tidak mengijinkanmu bicara denganku. Aku jadi bingung".

Nyali mereka langsung ciut diancam seperti itu. Mereka pun tahu diri dan pergi tanpa mendapatkan apa-apa. Young Do mengiringi kepergian mereka dengan sebaris nasehat, "Berhenti bersekongkol!. Belajar untuk hidupmu sendiri!". 

Eun Sang berterima kasih karena Young Do telah menjadi Ksatria Hitamnya. Young Do bertanya siapa yang ksatria, "Jika aku ksatriamu, maka Kim Tan itu Pangeran Tampan-mu (pangeran berkuda putih)?. Wajahku lebih putih dari dia". (hahaha).

Eun Sang tertawa geli. Mereka lalu jalan bersama dengan santai. Eun Sang tanya apa Young Do sudah mendengar kabar Hyo Shin yang tidak mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Young Do berkata sejak dulu Hyo Shin adalah sosok sunbae yang ia sukai, "Sekarang aku lebih menyukainya lagi". 

"Lihat. Kau dan aku bisa ngobrol seperti ini tanpa membahas soal rahasiaku", ujar Eun Sang. 

"Kenapa mendadak jadi sok akrab?. Membuatku canggung". 

"Aku hanya berpikir mungkin Kau sulit dalam mengekspresikan dirimu", ucap Eun Sang membuat Young Do semakin canggung. 

Young Do berkata Eun Sang bisa berjalan sendirian sekarang. Eun Sang bingung, memangnya tadi Young Do menemaninya jalan?. Young Do kesal, "Kau bahkan tidak menyadari apa yang sudah kulakukan untukmu". 

(Dengan kehadiran Young Do di samping Eun Sang, akan menjauhkan Eun Sang dari anan-anak yang ingin mengerjainya. Tapi Eun Sang gak sadar dan itu membuat Young Do kesal). 

Young Do berbalik pergi. Langkahya langsung terhenti begitu mendengar panggilan dari guru pengawas. Yach, ini saatnya "petugas kebersihan", SMA Jeguk melaksanakan pekerjaannya. 

2 namja keren "Petugas kebersihan" SMA Jeguk, Kim Tan dan Young Do membersihkan kaca dengan malas-malas'an tanpa saling bicara. Tugas ini sebagai hukuman atas perkelahian mereka di ruang penyiaran tempo hari. 

Tanpa sengaja Young Do melihat ke arah pintu masuk lobby, wajahnya langsung shock melihat apa yang ada di hadapannya. Kim Tan yang merasa penasaran mengikuti arah pandang Young Do, dan reaksinya pun sama seperti Young Do. 

Mereka melihat Kim Won dan Dong Wook jalan masuk ke lobby. Keduanya langsung panik dan saling melontarkan pertanyaan. 

"Apakah kau memberitahu ayahmu?", tanya Kim Tan lebih dulu.

"Bagaimana denganmu? Apakah kau memberitahu kakakmu?", balas Young Do.
 
"Apakah ayahmu tahu tentang nilai-nilaimu?".

"Bisakah kau katakan pada ayahku kalau aku mengalahkanmu?". 

Pertanyaan mereka itu bisa bisa di sebut sebagai perhatian atau minta bantuan, ya?. Diam-diam mereka saling memperhatikan satu sama lain, namanya juga mantan sahabat.

Young Do dan Kim Tan memandang ayah dan kakak mereka dengan wajah cemas. Dan 2 pria dewasa itu menatap mereka dengan tatapan tajam, bercampur heran melihat 2 pemuda yang beranjak dewasa itu membersihkan jendela sekolah. 

Udah mahal-mahal di sekolahin, eh jadi petugas kebersihan.. kekekeke

Kim Tan dan Young Do menunduk pasrah saat Ny. Ji Sook bicara pada Kim Won dan Dong Wook sebagai ketua dewan sekolah. Ny. Ji Sook berkata pasti Kim Won dan Kim Won sudah mendengar dari seketaris mereka tentang tujuan ia memanggil kedua wali siswa, "Aku paham kalau kalian orang sibuk. Tapi ini sudah diluar kendaliku". 

Kim Won melirik tajam pada Kim Tan yang duduk tak jauh darinya. Ia meminta maaf. Lainya halnya Dong Wook yang berkata akan memberi memperingatkan Young Do nanti.

"Apakah Anda tahu tentang nilai Young Do, Presdir Choi?", tanya Ny. Ji Sook. "Young Do rangking 98". 

Young Do memejamkan mata pasrah dan Dong Wook berkata, "Aku akan memperingatkan dia tentang hal itu juga.". 

Kemudian Ny. Ji Sook melontarkan pertanyaan yang sama pada Kim Won, "Apa Anda tahu peringkat Tan, Tn. Kim?. Rangking 100! Rangking 100!". 

Kim Tan menelan ludah getir. Kim Won bertanya apa itu peringkat secara nasional. Ny. Ji Sook menjawab Itu adalah peringkat untuk kelas junior SMA Jeguk. Dari 100 siswa.

Kim Won langsung bengong menatap Kim Tan seakan tak percaya pada prestasi yang diraih adiknya itu.

"Aku tidak melakukan hal setengah-setengah.", ujar Kim Tan menanggapi tatapan kakaknya. 

Young Do menunduk takut saat keluar dari ruang ketua dewan bersama ayahnya. Dong Wook berkata ternyata IQ Young Do tidak berpengaruh pada nilai pelajaranya di sekolah (IQ Young Do = 150, Genius) 

"Tapi tetap saja...Kau mengalahkan Tan untuk pertama kalinya", ucap Dong Wook lalu pergi.

Haha..ternyata rangking 98 malah menyelamatkan Young Do dari hukuman. Bahkan Young Do sampai bengong mendengar ayahnya berkata seperti itu. Syukur dech..terbebas dari pukulan.  




Tak jauh beda dengan Young Do. Kim Tan pun menunduk pasrah saat keluar bersama Kim Won. Kim Won hendak membentak adiknya, tapi urung ia lakukan begitu melihat Kim Tan yang menunduk takut seperti anak kecil yang akan di marahi ibunya. 

"Ini yang akan kau lakukan sampai ujian akhir (ujian kelulusan)?', tanya Kim Won kemudian. 

Kim Tan menggeleng, "Tidak, aku akan berusaha lebih baik lagi", jawabnya tanpa berani mengangkat wajah.

"Apakah kau bisa membuatnya lebih buruk?", omel Kim Won. 

Diomeli seperti itu malah membuat Kim Tan tersenyum, ia menganggap itu sebagai bentuk perhatian, "Tapi kenapa aku menyukai Hyung jika marah begini?. Kukira Hyung tidak perduli dengan nilaiku". 

Kim Won sedikit melunak, "Kau tak ada kelas? Apa kau harus  membersihkan kaca setiap hari?". Kim Tan tak menjawab, ia mengucapkan terima kasih atas kedatangannya kakaknya ke sekolah, lalu kembali ke kelas. 

Saat Kim Won berbalik, ia berpapasan dengan Hyun Joo. Tapi Hyun Joo jalan melewatinya begitu saja. Kim Won melihat wajah Hyun Joo tampak lesu, ia bertanya apa pekerjaan Hyun Joo di sekolah berat, "Wajahmu kelihatan kurus". 

"Mereka masih memperlakukanku seperti seorang guru. Artikel soal diriku yang yang yatim piatu tidak dirilis. Berkat pertimbangan Presdir Kim, artikelnya akan dirilis minggu depan" ujar Hyun Joo tanpa memandang wajah Kim Won. 

"Artikelnya tidak akan diliris", ucap Kim Won.

Hyun Joo terkejut dan menatap Kim Won. 

"Dan jawab teleponku!. Itu tidak akan membunuhmu", ucap Kim Won lalu pergi. 

"Apa Oppa yang menghentikan perilisan artikelnya?", tanya Hyun Joo. 





Kim Won tak menjawab, berjalan menjauh dengan wajah tersiksa. Hyun Joo memandangi punggung Kim Won yang menjauh dengan sedih. 

Ny. Han ternyata benar-benar serius pada ucapannya untuk menemui Esther. Ia berterima kasih karena Esther sudah bersedia datang. Ia tahu Esther orang sibuk maka itu, ia akan langsung ke pokok permasalahan. 

"Silahkan", ucap Esther dingin. 

Tapi yang mengejutkan adalah, maksud Ny. Han minta Esther datang bukan untuk memperbaiki pertunangan Rachel dan Kim Tan. Justru sebaliknya, Ny. Han ingin Esther membatalkannya pertuangan itu secara resmi. 

(Tampaknya perkataan Kim Tan semalam berhasil menyentuh hati Ny. Han untuk lebih memikirkan kebahagian putranya dibandingkan penikahan bisnis).

"Harusnya aku yang membatalkannya. Sopan santun macam apa itu?", kata Esther merasa tersinggung. 

Ny. Han berkata itulah yang di inginkan Kim Tan dan ia pun berpikiran demikian.

Esther memandang rendah Ny. Han, ia tak tahu harus memanggil Ny. Han dengan sebutan apa, "Terserah. Bagaimanapun, aku tidak peduli apa yang kau dan Tan pikirkan. Dan juga, aku tak mengerti kenapa aku membicarakan sesuatu yang sangat penting ini denganmu". 

"Karena ini penting makanya kita harus membicarakannya!. Karena aku ini Ibunya Tan". kata Ny. Han tetap tersenyum sesopan mungkin. 

"Ibu Tan yang kukenal adalah ketua dewan yayasan", sanggah Esther. 

Ny. Han tahu bagaimana Esther menilai dan menganggapnya driinya seperti apa, tapi ia tak peduli dan sudah terbiasa dengan perlakuan semacam itu, "Hanya saja, mereka masih terlalu muda, untuk diikat dalam perjanjian  perusahaan. Tan & Rachel ...Jadi, Pertunangan ini". 



"Rachel terlalu berharga untuk menikahi anak haram", sela Esther tajam, "Maafkan aku karena menggunakan kata-kata kasar. Aku hanya menjadi seorang ibu yang melindungi putrinya. Kuharap kita tidak bertemu lagi". 

Ny. Han menyodorkan amplop coklat di meja, semula ia tak ingin melakukan hal ini, tapi tidak ada pilihan. Apapun itu Esther tidak tertarik, meski ia tak tahu apa yang ada di dalam amplop tersebut. 

Esther hendak pergi ketika Ny. Han mengeluarkan isi dari dalam amplop itu yang ternyata adalah foto saat Esther dan Jae Hoo berciuman. 

"Maafkan aku", ucap Ny. Han. "Aku hanya ingin menjadi seorang ibu yang melindungi putranya. Maafkan aku jika sudah kasar".

Esther terkejut, meski ia bisa menyembunyikan rasa terkejutnya dengan baik, "Benar-benar trik kotor. Kenapa kau mengurusi kehidupan pribadi seseorang?", ucapnya geram. 

"Oke. Kita batalkan pertunangan ini. Sepenuhnya", ucap Esther tidak mempunyai pilihan lain, bayangkan jika foto itu sampi tersebar. Rencana pernikahannya dengan ayah Young Do pasti akan berantakan. 

"Ya. Itulah yang ku inginkan. Batalkan", ujar Ny. Han tersenyum lega mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan Esther hanya bisa menalan kemarahannya. 



Hyun Joo memberikan tugas pada siswanya untuk membaca salah satu novel klasik. Buat review isi cerita itu dengan gaya bahasa mereka sendiri, tugas ini merupakan tugas kelompok. Mereka bisa menentukan kelompok mereka sendiri, satu kelompok terdiri dari 2-4 orang.

Para siswa mengeluh tidak mempunyai waktu untuk kerja kelompok. Rachel berkata ia sudah membaca semua novel klasik saat masih duduk dibangku sekolah dasar. Tapi Hyun Joo mempunyai penilain lain, baik Rachel maupun siswa lainya sudah dewasa dan berubah, dan pandangan mereka pada suatu bacaan juga akan berubah.



Bo Na mengajak Chan Young membentuk satu kelompok. Chan Young menerimanya dan janji akan membantu Bo Na. Bo Na juga mengajak Eun Sang untuk gabung. 

Eun Sang mengiyakan dengan segera. Ow..ow...tapi ada 2 pasang mata yang menatap Eun Sang dari belakang, dengan tatapan penuh arti. Kim Tan dan Young Do. 

Dan inilah yang terjadi selanjutnya. Kim Tan dan Young Do datang ke tempat cafe Eun Sang bekerja. Mereka kini satu kelompok dengan Eun Sang. Tentu saja Eun Sang tidak bisa menerimanya begitu saja. 

Eun Sang menyilangkan tangan di dada, memarahi mereka, "Siapa yang mengelompokkan kita bersama?. Aku ada di kelompok Bo Na dan Chan Young". 

Kim Tan dan Young Do hanya menunduk di marahi seperti itu. Hahaha..lucunya mereka. Eun Sang tanya perbuatan siapa ini, "Apakah kau, Choi Young Do?". 

"Ini bukan kelompok yang aku inginkan", sangkal Young Do membuat Eun Sang bertanya lalu kelompok seperti apa yang Young Do inginkan. 

"Choi Young Do, Cha Eun Sang. Suzy and Hyuna", jawab Young Do bercanda. Tapi tetap saja berhasil membuat Kim Tan melirik kesal padanya. 

"Aku tidak ingin bercanda", sahut Eun Sang dingin, "Apakah kau, Kim Tan?". 
"Jika itu aku yang membuatnya, maka aku akan membuat kelompok yang berisi, Kim Tan, Cha Eun Sang, Cha Eun Sang, dan Cha Eun Sang". (hahaha...segitu sukanya sama Eun Sang, sampai gak punya sosok idola). 

Gantian Young Do yang menoleh padanya, dan Kim Tan langsung berkomentar, "Apa lihat-lihat?".

 "Kalian berdua, hentikan!", ultimatum Eun Sang pun terdengar, "Aku benar-benar sibuk bekerja sekarang. Jadi tolong kerjasamanya. Aku tahu kalian tidak akan pernah membaca bukunya. Jadi aku sudah mempersiapkan ini. Aku akan membaca bukunya. Jadi kalian harus nonton versi filmnya. Dan setidaknya menyumbangkan kata-kata". 




Eun Sang memasangkan earphone masing-masing ketelinga 2 namja itu dan mengancam akan mencoret nama mereka jika tidak mau bekerjsama, "Aku benar-benar akan melakukannya. Lihatlah layarnya. Jangan sampai berkelahi. Pikirkan saja kalau kalian berada di dunia yang berbeda".

Eun Sang memutar videonya lalu meninggalkan mereka. Kim Tan dan Young Do melempar pandangan tidak ikhlas.
Tapi apakah Kim Tan dan Young Do anak penurut?. Bagaimana mereka bisa menatap layar laptop dan menonton film jika ada pemandangan lebih menarik di depan mereka. 

Jadinya, begini lah keduanya yang tampak akur dan manis jika duduk bersama. Cute sekali mereka..hihihi... masing-masing menyedot minuman mereka, sembari sibuk mengamati Eun Sang yang sedang bekerja melayani pelanggan. 

Tepat saat itu ada satu pelanggan yang melayangkan complain karena Eun Sang salah membuat minuman. Dengan gaya angkuh pelanggan itu mengaku sudah mengatakan dengan jelas memesan 2 jus kelapa. 

Sertentak Pangeran tampan dan ksatria hitam hendak berdiri untuk membela "Putri" mereka. Eun Sang melihatnya dan langsung mendelik pada keduanya.

Dengan gaya ala "Enrique". Eun Sang menggerakan kedua jarinya ke arah mata lalu ke arah mereka, "I'm watching you". 

Memberi mereka isyarat untuk diam di tempat. Layaknya 2 bocah nakal yang di marahi ibunya, Kim Tan dan Young Do kembali duduk dengan patuh. Hahaha. Cute-nya mereka. 

Tapi sayang, kecute'an mereka itu terganggu dengan kedatangan 2 pria berjas yang mengaku sebagai bodyguard. Mereka dikirim presdir Kim untuk membawa Kim Tan pulang. Young Do melepas earphone dengan kesal, "Yang Mulia Grup Jeguk!. Apa karena ini kau keluar dari rumah?".

Kim Tan tak mempunyai waktu membalas perkataan Young Do. Ia memandang Eun Sang yang tampak khawatir, jalan keluar dari meja kassir. Kepala bodyguard berkata presdir Kim mengijinkan mereka untuk menggunakan kekerasan jika Kim Tan tidak mau bekerja sama. 

Eun Sang yang mendengarnya semakin khawatir. 2 bodyguard itu memegang tangan Kim Tan, mengajaknya berdiri. 

"Lepaskan. Aku akan pergi", ucap Kim Tan tetap tenang. 

"Jika kau membutuhkan lemparan Judo ku, kau bisa saja meminta bantuanku", tawar Young Do. 

Kim Tan berdiri dan menolak tawaran Young Do, tidak untuk hari ini. Ia menenangkan Eun Sang dengan berkata, "Jangan khawatir. Aku hanya pulang ke rumah lebih dulu". Sebelum pergi, Kim Tan memperingatkan Young Do jangan berani-berani menyentuh Eun Sang selama ia tidak ada. 

Kim Tan pergi di iringi tatapan khawatir dari Eun Sang. Pada atasanya, Eun Sang minta pulang lebih awal 30 menit dari waktunya. Ia akan membayarnya besok. Atasan Eun Sang bertanya, apa pria muda tadi itu barusan diseret pulang?, apa dia dari keluarga kaya?.

Eun Sang tak menjawab. Melepas celemeknya dan menatap Young Do ragu, "Anu...?".

"Apa?, sahut Young Do, "Kau butuh tumpangan?. Bis terlalu lamban, ya kan?". 

Eun Sang bertanya bisakah Young Do mengantarnya pulang. Young Do mengeluh, sekarang hanya tinggal mereka berdua (tanpa Kim Tan). Kesempatan langka  ini membuatnya ingin berpesta, tapi Eun Sang malah ingin pulang, bagaimana ini?. 

Eun Sang tak bicara lagi, berbalik mengira Young Do menolak permintaanya. Tapi Young Do hanya berpura-pura menolak, karena pada akhirnya ia berkata. "Kau berhutang padaku kali ini", ucapnya lalu keluar lebih dulu. 



Kim Tan pulang dengan dikawal bodyguard tentunya. Tak hanya itu saja, ia juga melihat 2 bodyguard lain berjaga dengan siaga di depan pintu masuk. Kim Tan terlihat sedikit cemas, menyadari situasi semakin memburuk. Presdir Kim telah menunjukkan kekuasaannya. 


Dan kini Kim Tan berada di ruang kerja ayahnya, ada Ny. Han juga di dalam sana. Sepertinya tujuan presdir Kim membawa Kim Tan pulang hanya untuk memarahinya. Dengan nada tinggi, ia bertanya sebenarnya apa yang sudah Kim Tan lakukan sampai Esther mengembalikan semua hadiah pertunangan dan membatalkan pertunangan. Padahal Padahal Rachel tidak ingin membatalkan pertunangan.

"Akhirnya dia membuat keputusan yang tepat", jawab Kim Tan. 

Ny. Han membela putranya dengan berkata aku lah yang membatalkan pertunangan kenapa malah menyalahkan Kim Tan, "Sejak awal aku tak menyukai Rachel. Dia mempunyai mata tajam dan hidung yang tajam". (Rubah donk...hehehe). 

"Bisa kau tutup mulutmu?", sentak presdir Kim membuat Ny. Han mengkeret. 

Presdir berkata kalau Kim Tan baru saja kesempatan terakhir, "Kau tahu apa artinya pembatalan pertunangan ini?. Mereka (keluarga Rachel) tidak akan tutup mulut tentang rahasiamu dan masalah keluarga kita lagi. Banyak orang akan membicarakan Grup Jeguk sebagai bahan ejekan". 

"Dan itu akan membuat ayah menjadi lebih kaya", sela Kim Tan, "Akan muncul gosip pertengkaran kakak beradik. Lalu, harga saham akan naik. Apa ada yang perlu dikhawatirkan?. Ayah bahkan tidak mengkhawatirkan apakah Ibu dan aku akan terluka". 

"Aku mengkhawatirkan hidupmu!. Apakah kau melakukan hal ini demi Cha Eun Sang?". 

"Aku melakukan ini karena Ayah", jawab Kim Tan

Presdir Kim marah, dan hendak memukul Kim Tan dengan tongkatnya. Ny. Han menghalangi, "Presdir, kumohon". 

Mendengar Ny. Han memanggil ayahnya dengan sebutan presdir membuat Kim Tan marah, "Siapa yang Presdir dirumah?. Apa ayah masih menjadi atasan Ibu?", tanyanya dengan nada tinggi. 

"Apa aku harus melakukan sesuatu pada Eun Sang?", tanya presdir Kim menggertak Kim Tan. 

Kim Tan tak gentar dan balik mengertak. Jika ayahnya menyentuh Eun Sang, maka presdir Kim tidak akan bisa melihat Kim Tan lagi selama sisa hidupnya. 

Presdir Kim melotot marah. Ny. Han mencoba meredam kemarahan presdir Kim, dengan mengatakan Kim Tan dan Eun Sang hanyalah anak SMA berusia 18 tahun, mereka tidak akan menikah sekarang.

"Mereka takkan menikah sekarang, tapi pertunangannya baru saja dibatalkan!", bentak presdir Kim keras hati. "Kau tidak boleh keluar dari kamarmu. Kau tidak boleh pergi ke sekolah. Berikan ponselmu padaku!". 

Hukuman Kim Tan dimulai hari ini, sekarang ia terkurung di kamar layaknya rapunzel. Ny. Han membujuk putranya kenapa tidak bisa bersikap tenang dan meminta maaf saja pada ayahnya, "Kau kehilangan ponsel dan komputermu. Kau dikurung di kamarmu. Apa yang akan kau lakukan sekarang?". (setidaknya masih ada televisi, kan?).



 "Bintang akan terlihat lebih jelas saat gelap. Karena sekarang gelap, aku bisa melihat bintang-bintang dengan lebih jelas", ujar Kim Tan. 

Ny. Han tak mengerti apa yang Kim Tan bicarakan. Kim Tan bertanya benarkah ibunya yang membatalkan pertunangan. 

"Ya. Ibu Rachel akan membatalkan pertunangan", jawab Ny. Han. 

"Ibu menemuinya?. Apakah dia mengatakan kata kata yang kasar?. Apa yang dia katakan?".


Ny. Han berkata ia telah mengurus Esther (lebih tepatnya mengancam), "Ibu ingin melakukan sesuatu yang kau inginkan. Karena aku ibumu". 

Kim Tan tersentuh, bertanya apa Ibunya tidak akan menyesalinya di kemudian hari. Tanpa ragu Ny. Han menjawab tidak, "Untuk pertama kalinya, Ibu bisa menjadi ibumu". 

Ny. Han menggenggam tangan Kim Tan, "Putraku menggenggam tangan ibu dan membawa ibu keluar dari kamarku". 

"Itu sebabnya sekarang aku terkurung. Kali ini giliran ibu yang mengeluarkan aku", tuntut Kim Tan meminta bantuan ibunya. 

Ny. Han menunduk sedih. Diam karena tak bisa memenuhi permintaan Kim Tan. Ny. Han mengalihkan pembicaraan menyuruh putranya beristirahat, "Panggil ibu jika kau lapar". Ny. Han pergi. 


Rachel tak bisa menyembunyikan tangisnya saat mendengar pertunangannya dengan Kim Tan telah di batalkan, "Sudah kubilang tunggu aku. Ibu bisa bercerai dan menikah sesuka hati. Kenapa ibu harus membatalkan pertunanganku?". 

"Jangan menangis. Ini tidak seperti dirimu. Tak bisakah kau berpikir lebih rasional?.  Bagaimana bisa kau  menikahi anak tidak sah?. Keluarga itu kacau. Inilah cara terbaik.", ucap Esther tidak terenyuh sedikit pun melihat putrinya menangis. 

"Waktu itu Ibu senang sekali karena Tan putra dari Jeguk Grup. Memangnya seberapa berkelasnya ibu?. Apakah Ibu yakin, tidak akan mengambil perusahaan ayah Young Do nantinya?. Ibu menyewa 7-8 pengacara dan melakukan hal itu pada Ayah saat Ibumenceraikannya!. Apa Itu yang namanya berkelas?", teriak Rachel marah. 

"Ibu baru saja menyelamatkanmu dari pernikahan palsu. Yoo Rachel!. Jaga ucapanmu!", hardik Esther marah. 

"Setidaknya, aku menyukai Tan", ucap Rachel tersedu-sedu diantara isak tangisnya. 


Esther terkejut dan berkata, "Aku juga menyukai ayahmu. Tapi kami bercerai. Lupakan semuanya". 

"Aku tidak butuh nasihat Ibu. Jangan ikut campur dengan hidupku lagi. Jangan memperalat aku dalam bisnis Ibu.  Aku, bukanlah produk baru Ibu untuk musim ini", Rachel pergi dengan isak tangis berderai. 

Esther termanggu. Tidak kah ia menyadari telah membuat putrinya terluka?. 

Young Do mengantarkan Eun Sang pulang naik motor, hingga di tikungan dekat kediaman keluarga Kim. Eun Sang terlihat canggung melepaskan pegangan eratnya dari jaket Young Do. Young Do juga tampak canggung.

Eun Sang siap turun dari motor, tapi Young Do minta padanya untuk tetap di atas. Young Do turun dari lebih dulu, meraih tangan Eun Sang dan membantunya turun dari motor. 

Dengan gaya khasnya Young Do meledek Eun Sang, "Sudah kubilang, masukkan tanganmu kedalam kantongku!. Hanya setelah kau kedinginan dan kehilangan jari-jarimu. Kau akan berpikir, "Ahhh, aku harusnya meletakkan tanganku dalam saku Young Do saat aku naik motor, begitu kan?". 

Eun Sang yang saat ini mengkhawatirkan Kim Tan, tak ingin meladeni ledekan Young Do. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas tumpangannya. Ia menaruh helm Young Do diatas motor, lalu jalan mendekati rumah kelurga Kim. 

Alangkah terkejutnya Eun Sang melihat 2 bodyguard berjaga di depan pintu gerbang. Langkahnya langsung terhenti saat itu juga. Young Do menghampiri Eun Sang, melihat apa yang Eun Sang lihat. Eun Sang semakin khawatir Kim Tan pasti di kurung di dalam.

"Ini adalah bab di mana kau tidak bisa membaca tanpa mengeluarkan air mata. Judul : Serangan Presdir", ujar Young Do mengetahui situasi yang sedang terjadi.

"Apa mereka di sana untuk menghentikan Tan agar tidak kabur?", tanya Eun Sang semakin khawatir. 

"Setengah dari karakter dalam bab ini adalah bodyguard. Ini bukan lagi masalah ayah dan anak. Ini pertarungan antar lelaki". Young Do memperhatikan wajah Eun Sang yang sedih, "Kau takkan bisa melihatnya meskipun kau tinggal satu rumah dengannya. Itu bagus untukku.  Aku pergi". 

Young Do jalan menuju motornya. Sebelum pergi, Eun Sang berkata akan membayar hutangnya pada Young Do untuk tumpanganya hari ini. Eun Sang melangkah pergi. Young Do menatap punggung Eun Sang yang menjauh dan berguman sedih, "Berhati hatilah. Kau bahkan tidak tahu apa yang akan aku minta darimu". 

Eun Sang berdiri di depan pintu gerbang, pada 2 bodyguard ia berkata. "Aku tinggal di rumah ini". 

Eun Sang diijinkan masuk. Di dalam rumah ia melihat ada 2 bodyguard lain berjaga di sekitar tangga yang menuju ke lantai dua, kamar Kim Tan. 

Kemudian Eun Sang pergi ke kamar, didalam ada ibunya yang langsung bertanya pasti Eun Sang sudah melihat apa yang terjadi di rumah ini, bisakah mereka pindah lebih cepat. Ia khawatir Eun Sang juga akan mendapat masalah. 

Eun Sang berkata masih ada orang yang tinggal di rumah yang akan mereka sewa, ia akan menelpon pemilik rumah. Ia lalu tanya, "Apa Tan di kurung di kamarnya?". Hee Nam membenarkan dan meminta Eun Sang tetap di dalam kamar dan jangan keluar. Eun Sang mengiyakan dengan anggukan.

Setelah ibunya pergi, Eun Sang mengirim sms ke ponsel Kim Tan, "Dimana kau sekarang?. Di kamarmu?. Apakah kau baik-baik saja?". 



Pesan Eun Sang memang masuk ke ponsel Kim Tan, tapi sayangnya presdir Kim yang membaca pesan itu. Karena saat ini ponsel Kim Tan sedang disita. Presdir Kim tak sendirian di ruang kerjanya, ia mengumpulkan Ny. Ji Sook, Ny. Han dan Jae Hoo. 

Tujuanya tak lain memberi perintah pada masing-masing tiga orang itu. Pada Ny. Ji Sook, presdir Kim memberi tugas untuk mencarikan seorang gadis yang bisa Kim Won nikahi. Teliti semuanya dan pilih yang terbaik.

"Dan juga, hanya karena Won memecat semua orang orangku, itu tidak akan membuat perusahaan menjadi miliknya. Jika kau ingin membantunya dengan sahammu, maka kita bercerai", ancam Presdir Kim sukses membuat Ny. Ji Sook terkejut. 

Ny. Han juga terkejut, diam-diam ia tersenyum senang mendengar ancaman itu. Sesuatu hal yang telah lama ia harapkan terjadi sejak dulu. Tapi senyum Ny. Han mendadak lenyap ketika presdir Kim juga memberi ancaman padanya. 

"Han Ki Ae!. Keluar dari rumah ini, jika kau ingin membesarkan Tan seperti itu". 

Wajah Ny. Han berubah kecut detik itu juga. 

Terakhir Sek. Yoon Jae Hoo. Presdir Kim memberitahu pertunangan dengan RS International sudah di batalkan. Ia yakin pihak Esther akan memberitahu semua orang kenyataan bahwa Kim Tan adalah anak tidak sah. Ia menyerahkan tugas itu pada Jae Hoo untuk mengurusnya. Jae Hoo mengiyakan perintah yang diberikan padanya.

Presdir Kim memberi tugas tambahan, "Kumpulkan para eksekutif hari ini. Pindahkan semua saham atas nama mereka. Berikan semua laporannya padaku besok. Lalu, berikan padaku surat pengunduran dirimu". 

Kata terakhir presdir Kim mengagetkan semuanya. Namun presdir Kim mengatakan itu tanpa alasan, "Won memecat semua orang orangku dan meninggalkanmu sendirian. Menurutmu apa artinya itu?". 


Tatapan Jae Hoo menerawang, "Aku tak pernah mengkhianati siapapun. Aku tak pernah menjadi musuh siapapun. Aku tak pernah meminta siapapun untuk memperhatikanku.  Begitulah aku sampai di tahap ini. Dan karena itulah kenapa aku baru saja dipecat".

"Benar", sahut presdir Kim, " Tanpa musuh, kau tidak akan memiliki sekutu. Aku tahu kau seorang pria yang berintegritas baik. Tapi, apa yang kau dapatkan dengan itu?. Mulailah mengajar Tan lagi. Akan kupertimbangkan untuk memecatmu atau tidak". 


"Baik", jawab Jae Hoo pelan.



Lanjut ke sinopsis The Heirs Episode 15 Part 2


Komentar : 

Daddy Kim mulai menunjukan taring dan tanduknya. Selanjutnya rencana apa yang akan ia lakukan untuk memisahkan Kim Tan dan Eun Sang. Disaat presdir Kim semaki jahat, maka Ny. Han mulai berubah dengan memikirkan keinginan putranya. Setidaknya ada satu orang yang memihak pada Kim Tan.

2 comments:

  1. Ditunggu kelanjutannya nuriiii :D , tumben gambarnya sedikit, hehehee

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat Nuri :)
    Ditunggu ya part 2 nya ✊

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)