Wednesday, February 06, 2013

Sinopsis Incarnation of Money Episode 1 Part 2

Bi Ryung berada di lantai 2 bersama Joong Man, ia telah berganti pakaian. Bi Ryung bilang ia sengaja memakai baju terbaik hari ini, lalu ia bertanya apa Joong Man akan menghukum Kang Seok. Joong Man berkata "lupakan saja, lagi pula dia tidak mau mendengarkanku". Jam menunjukkan pukul 9 kurang 5 menit. Joong Man melihat ke luar jendela.

Pembawa acara mengumumkan bahwa kembang api akan segera di mulai. Para undangan berkumpul di luar rumah. Kang Seok melihat Se Kwang, ia berniat menghampirinya, tetapi pengacara Hwang terlebih dahulu mendatangi Se Kwang dan memberikan sesuatu padanya. Selanjutnya Se Kwang masuk ke dalam rumah.
Se Kwang mengetuk pintu "apa kau mencariku presdir?". Joong Man menyuruh Se Kwang masuk. Bi Ryung berniat pergi untuk membiarkan mereka bicara dengan bebas. Joong Man menahannya karena ia bersama mereka. Joong Man mengatakan dalam hidupnya ia melakukan sesuatu hal yang baik, menjaga Bi Ryung dan Se Kwang. Keduanya mengucapkan terima kasih. Joong Man bertanya benarkah. Bi Ryung menambahkan berkat Joong Man ia bisa menjadi artis dan mendapatkan penghargaan, jika dirinya tak berterima kasih maka ia bukanlah manusia.
Joong Man bertanya "bukan manusia?". Bi Ryung tersenyum genit, "tentu saja".Se Kwang tetap berusaha tenang, tapi tatapan matanya mencurigakan.

Joong Man berdiri, mengambil senapan yang telah ia siapkan sebelumnya. Bi Ryung bertanya "apa itu senapan asli?". Joong Man menjawab ia menggunakan senapan itu untuk berburu babi hutan. Bi Ryung merasa kasian pada babi-babi malang itu. Joong Man berkata Bi Ryung tak perlu merasa kasihan pada babi-babi itu, karena mereka bukan manusia.

Joong Man menodongkan senapannya pada Bi Ryung dan Se Kwang, Bi Ryung terkejut setengah mati.
Joong Man : kalian berdua, kenapa kalian mengkhianatiku?.
Ia berdiri, membuat Bi Ryung semakin ketakutan "Kau wanita jalang menjadi sukses berkat uangku, dan sekarang kau mengkhianatiku?. Kau melakukannya dan berharap tetap hidup, hah?. Aku tidak berburu manusia, aku berburu bintang, lebih buruk dari binatang, sampai jumpa di neraka".
Joong Man menarik pelatuk senapan, Bi Ryung berteriak...

Pada saat yang sama, kembang api telah dinyalakan. Para undangan menikmati letusan kembang api yang terlihat menakjubkan di langit malam. Kang Seok melihat ke sekeliling mencari keberadaan ayahnya. 

Kembali dalam ruangan. Joong Man panik begitu mengetahui senapannya tidak bekerja "kenapa ini, kenapa ini".
Se Kwang mengeluarkan 2 peluru dari dalam kantong jasnya "kau mencari ini"?.

Joong Man marah, "Kau keparat". Ia membalik pegangan senapan, berniat menghantamkannya pada mereka. Mendadak badanya lemas, kepalanya pusing. Dalam waktu cepat tubuhnya terjatuh ke lantai. 

Kang Seok bertanya pada pengacara Hwang "apa ayah di lantai 2?".
Pengacara Hwang binggung, hidungnya berkerut-kerut,  "Apa?, tidak...tidak...mungkin tidak...."
Kang Seok : Bagaimana dengan Eun Bi Ryung? apa dia sudah pergi?.
Hidung pengacara Hwang kembali berkerut-kerut "mungkin saja dia...ya, dia sudah pergi...pergi".
Kang Seok : jadi kurasa, ayah bersama Eun Bi Ryung dilantai 2.
Kang Seok masuk kedalam rumah.
Pengacara Hwang menahannya "Kang Seok...Kang Seok...".
Kang Soek tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan pengacara Hwang.

Joong Man kesulitan bernapas, Se Kwang menatapnya dengan mata penuh dendam "apa kau ingat, beberapa waktu lalu. Saat kau membunuh seseorang dengan alasan mengemudi dalam keadaan mabuk. Ada orang yang dipenjara, tapi bukan kau. Orang itu meninggal dalam penjara. Meninggal karena penyakit mengerikan. Benar, hidup yang kau ganti dengan uangmu itu adalah ayahku. Dengar baik-baik, pembunuh yang membunuhmu adalah istrimu".

Mundur ke beberapa jam sebelumnya. Se Kwang menyelinap ke dapur, menaburkan racun ke dalam ramuan herbal yang sedang dimasak. Pengacara Hwang masuk ke ruangan Joong Man dan mengeluarkan 2 peluru dari senapan. Gi Soon yang tidak mengetahui ada racun di dalam minuman herbal, memberikannya pada Joong Man. 

Se Kwang : Apa aku harus memberitahumu satu hal lagi?". Semua keberuntungan yang sangat aku banggakan, tidak akan jatuh ke tangan anakmu, bahkan satu sen pun.
Usai mendengar itu, Joong Man menutup mata. 

Bi Ryung bertanya "apa dia sudah meninggal?". Ia ketakutan dan berlari keluar. Di ujung lorong ia melihat Kang Seok yang berjalan ke arahnya. Bi Ryung kembali masuk ke dalam ruangan, ia memberitahu Se Kwang " putra presdir Lee datang, bagaimana ini?".

Se Kwang menyuruh Bi Ryung tetap di dalam ruangan, sementara ia keluar lewat jendela melompati balkon tepat saat Kang Seok membuka pintu. 

Bi Ryung berteriak panik " Presdir Lee, presdir tolong sadarlah". Kang Seok berlari menghampiri tubuh Joong Man "ayah...ayah...ayah...sadarlah...ayah buka matamu, ayah".  Secepat kilat Se Kwang sudah kembali ke ruangan itu, seolah tak mengetahui apa-apa, ia bertanya apa yang terjadi. Bi Ryung menjawab "entahlah, semuanya terjadi tiba-tiba...dia tidak bisa bernapas, kelihatannya dia sudah meninggal".

Se Kwang berkata untuk tidak menyentuh apapun di ruangan ini, ia akan memanggil polisi.
Kang Seok melihat tangan Joong Man bergerak "ayah masih hidup. Dokter Kang ada diluar, panggil dia, cepat!". Se Kwang dan Bi Ryung sama-sama terkejut, mereka berharap Joong Man meninggal dunia saat itu juga.

Joong Man dilarikan ke rumah sakit. Kang Seok meminta pada doktor Park untuk menyelamatkan ayahnya. Gi Soon menenangkan putranya "tidak apa-apa Kang Seok, ayahmu tidak akan meninggal". Mereka menangis bersama.

Tim investigasi menyita semua barang bukti yang ada di tempat kejadian. Bi Ryung di minta datang ke kantor polisi untuk penyelidikan, semula ia tak bersedia. Se Kwang memberikan kode,. Bi Ryung bersedia menjadi saksi.
Petugas investigasi yang lain menanyai Se Kwang. Ia bertanya pekerjaan Se Kwang. Se Kwang menjawab ia akan menjadi jaksa (setelah lulus ujian), dan sekarang menjadi asisten pengacara. Petugas investigasi itu langsung menundukkan kepala. Ponsel Se Kwang berdering, ia permisi keluar.

3 tersangka berkumpul membahas kondisi presdir Lee yang setengah koma. Dia mungkin bisa sembuh atau meninggal. Jika presdir Lee hidup mereka bertiga akan berakhir, dan surat wasiat palsu yang telah mereka buat akan sia-sia. Se Kwang memutar otaknya, jangan sampai rencana mereka gagal.

Se Kwang menyelinap masuk ke kamar rawat Joong Man. Ia berdiri sendirian menatap Joong Man yang terbaring tak berdaya dengan mesin monitor detak jantung di sebelahnya. Tangannya bergerak menuju tombol monitor, menekannya.....dan.....

Pintu terbuka, Kang Seok bertanya kapan Se Kwang datang. Se Kwang balik bertanya tentang keadaan Joong Man. Kang Seok menjawab tim medis akan terus memantau keadaannya dalam beberapa hari. Se Kwang berpura-pura menghibur Kang Seok, ia bilang Presdir Lee bukanlah orang lemah, ia tak akan ambruk seperti ini.

Mi Woo Soo masuk dengan membawa kabar buruk, Ny. Park di bawa ke kantor polisi. Kang Seok merasa bingung kenapa ibunya harus ditangkap polisi.

Gi Soon dikawal 2 polisi, ia ditetapkan sebagai tersangka. Bi Ryung dan Gi Soon bertemu dikantor polisi. Gi Soon menatap marah Bi Ryung.
Bi Ryung : Bagaimanapun juga, kau bertingkah seperti orang yang anggun, tapi kau tidak jauh berbeda. Buta karena cemburu, kau bahkan membunuh suamimu

Plak...Gi Soon menampar keras Bi Ryung " Wanita jalang sialan. Apa mencuri suami orang lain tidak cukup bagimu, sampai kau melakukan hal semacam ini?".
Bi Ryung : Maksudmu aku yang membunuhnya?
Gi Soon : Kau mungkin bisa membodohi orang lain, tapi bukan aku.

Bi Ryung membalas tamparan Gi Soon lebih keras, "Bukan orang lain yang melakukan hal itu tapi kau. Karenamu aku diseret ke sini dan diselidiki sebagai saksi. Kau tahu itu.
Gi Soon : Berani-beraninya kau...!. Gi Soon ingin menyerang Bi Ryung, tapi dua polisi menahannya.
Bi Ryung : Hentikan ini. Tolong selidiki orang ini dengan teliti. Dia pasti pembunuhnya. Sialan, sungguh tidak beruntung.
Bi Ryung pergi meninggalkan Gi Soon yang masih berusaha meredam emosinya.

Se Kwang berniat melaksanakan rencananya yang sempat gagal, dari luar ia melihat Kang Seok sedang merewat Joong Man dengan sabar. Se Kwang memilih untuk tetap diluar, pengacara Hwang datang. Se Kwang berkata sulit bagi mereka untuk melepas alat bantu pernapasan. Pengacara Hwang menyampaikan berita bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke kejaksaan, dan kejaksaan sudah mulai menyelidiki kasus ini. Se Kwang bertanya siapa jaksa yang bertugas. 

Gi Soon dibawa ke kantor jaksa Kwon Jae Gyu, yang menangani kasus Joong Man. Jaksa Kwon Jae Gyu dikenal sebagai jaksa yang sering membuat masalah seperti tidak taat dan kecelakaan, sehingga namanya tidak terlalu populer. Tapi, ia sangat gigih jika menangani kasus kriminal, meskipun harus melewati air dan api.

Di ruang introgasi, Gi Soon berulang kali menyangkal dan menjelaskan kalau dia bukan pelaku yang sebenarnya. Jaksa Kwon berkata di dalam minuman herbal yang dibawa Gi Soon, ditemukan racun mematikan Tetrodotoxin. Gi Soon terkejut mendengarnya. Jaksa Kwon kembali bertanya tentang hubungan yang kurang baik antara Gi Soon dan Lee Joong Man. Gi Soon berkata ini tidak adil, seseorang pasti telah menjebak diriku.

Jaksa Gwon tak percaya, ia sudah sering mendengar hal seperti itu. Jaksa Kwon mendekat, menatap tajam Gi Soon, ia mengancam akan memberikan tuntutan hukuman maksimal. Gi Soon terbata-bata meminta dipanggilkan pengacara. Jaksa Kwon pergi, ia akan menulis surat penangkapan. Gi Soon menangis, takut dan juga bingung. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.

Kang Seok membaca judul artikel surat kabar tentang kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Ny. Park Gi Soon kepada suaminya Lee Joong Man, pengusaha real estate. Isi beritanya tentang jaksa Kwon Jae Gyu yang mengeluarkan surat penangkapan. Kang Seok meremas surat kabar itu, ia bertanya pada temannya "dari mana kau membeli koran ini?". Anak itu menjawab ia beli dari kios sebelah sana. Kang Seok mengeluarkan uang "beli semua surat kabar itu, dan bakar semuanya".
Anak itu duduk di sebelah Kang Seok, ia bertanya apa benar ibu Kang Seok pelakunya. Salah satu teman anak itu menutup mulutnya "hei, jangan bicarakan itu!". Anak itu tidak mau "bukankah kalian ingin tahu".
Anak itu meminta Kang Seok mengatakan yang sebenarnya, bukankah mereka berteman.
Kang Seok tersenyum mengejek "teman? siapa? kau hanya bawahanku, bukan teman".
Anak itu kesal "kalau begitu, kau hanya seorang putra pembunuh". 

Kang Seok berdiri, dengan cepat ia memukul anak itu, terus memukul tanpa memberikan kesempatan pada anak itu untuk membalas. Beberapa teman mereka mencoba merelai, Kang Seok menyingkirkan mereka. Ia melampiaskan amarahnya dan terus memukuli anak itu.
Kang Seok duduk sendiri memegang koin di tangannya, bibirnya luka. Ia ingat saat ayahnya membela dirinya yang memukul seorang anak hingga masuk rumah sakit. Joong Man tak memarahi Kang Seok meski orang tua anak itu tidak terima dan menuntut Kang Seok masuk ke dalam penjara. Joong Man menilai ini masalah sederhana. Ia menyuruh Gi Soon untuk menambahkan uang kompensasi. Secara tak langsung Joong Man mendidik Kang Seok, bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya. Karena itu Kang Seok menganggap orang miskin sebagai bawahannya.

Kang Seok pergi kerumah sakit, ia membuka pintu. Beberapa dokter keluar dari kamar Joong Man.
Mi Woo Soo menangis "tuan muda apa yang kita harus lakukan pada presdir?"
Se Kwang dan ahjusshi memasang wajah sedih, Kang Seok bertanya : ada apa?
Ahjusshi :  dokter bilang, presdir mati otak sekarang.
Kang Seok bertanya dengan nada lemah : mati...otak...?
Ahjusshi : secara medis dia sudah mati.

Kang Seok melihat ayahnya, ia tak percaya, air matanya mulai  tergenang : apa maksudmu? ayah masih bernapas sekarang, jantungnya masih berdetak.
Ahjusshi : dia hanya mengandalkan mesin. Sekarang, menurutku kita harus melepas alat bantu pernapasannya.
Kang Seok menggeleng "tidak, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh ayahku". Ia berlari memeluk Joong Man "ayah. ayah kau belum meninggal, kan?. Ayah buka matamu, ayah sadarlah, ayah! ayah! kumohon, ayah!".

Se Kwang merangkul Kang Seok. Ia beradu pandang dengan pengacara Hwang (sepertinya rencana mereka berhasil).
Gi Soon bertemu dengan pengacara Hwang yang akan menjadi pengacaranya. Gi Soon bertanya apa mereka bisa menang di persidangan. Pengacara Hwang meminta Gi Soon untuk tidak cemas, karena kali ini Se Kwang membantunya. Pengacara Hwang sengaja memancing emosi Gi Soon. Ia mengatakan presdir Lee mengubah surat wasiatnya, Gedung di Myeongdong diberikan pada Eun Bi Ryung.

Gi Soon shock "ini gila". Gi Soon kemudian meminta pengacara Hwang untuk mengubah surat wasiatnya, ia tak akan memberikan uang sepeser pun pada wanita itu. Gi Soon akan memberikan stempel dan semua dokumen yang diperlukan, cari cara paling tepat untuk mengurusnya.

Pengacara Hwang bilang bahwa hal itu tidak mudah karena presdir Lee masih hidup. Gi Soon bertanya apa masalahnya. Karena dirinya lah pewaris asetnya. Setelah surat warisan selesai dan ia dinyatakan tak bersalah, maka dengan tangannya sendiri ia yang akan melepas alat bantu pernapasan. Pengacara Hwang mengangguk mengerti.

Di ruangan Se Kwang, ahjusshi memutar rekaman perkataan Gi Soon barusan. 
Pengacara Hwang : Dengan merubah bukti ini maka polisi akan menyelidiki kasus ini hingga akhir dan menetapkan Gi Soon sebagai tersangka.
Se Kwang : bukan saatnya, aku akan membuat vonis tidak bersalah pada Ny. Park.
Pengacara Hwang: apa maksdumu?
Se Kwang : Percobaan pembunuhan maksimal 7 tahun. Sebagai seorang tahanan, dia bisa bebas dalam 5 tahun. 
Pengacara Hwang : masalah belum selesai, presdir Lee belum meninggal. 
Se Kwang : Bukankah kau dengar perkataannya kalau dia akan melepas alat bantu pernapasannya jika dia tidak bersalah.

Pengacara Hwang: tersangka percobaan pembunuhan menjadi seorang pembunuh.!.

Se Kwang tak menjawab, pandangan matanya benar-benar dingin

2 wartawan berteriak di depan rumah keluarga Lee "apa ada orang didalam, ada yang ingin kami tanyakan". 
Kang Seok membuka pintu gerbang, menatap marah ke duanya, ia menyiram air kepada kedua reporter itu "jika kalian kembali lagi, aku akan menyiramkan air panas pada kalian". Ia melemparkan ember dan masuk kedalam. Dari balik tembok, Kang Seok mendengarkan percakapan 2 wartawan itu. 

Pria 1 : kurasa dia putra presdir Lee. Wow...jadi dia akan mewarisi keberuntungan besar. Aku iri padanya Seseorag akan dipanggil "jutawan" pada umur seperti itu!
Pria 2 : Hei, ibunya membunuh ayahnya dan dipenjara. Apa kau iri soal itu?..
Pria 1 : Kita pergi sekarang. Kita bukan wartawan dari departemen sosial. Seorang jutawan real estate meninggal  bukanlah berita besar bagi kita.
Pria 2 : Kau tahu wanita simpanan Lee Joong Man
itu artis Eun Bi Ryeong, bukan?. Dan... kalau Eun Bi Ryeong punya pria lain!
Pria 1 :  Apa? Kalau begitu wanita simpanan Presiden Lee punya pria simpanan lain?
Pria 2 : Bagaimana?Jika aku menggali dengan baik dan menambahkan beberapa cerita. itu akan menjadi skandal yang cukup besar, kan?Ah, seandainya kameraku tidak hilang saat itu.
Kang Seok membuka pintu gerbang "apa yang barusan kau katakan?". Kedua paparazzi itu terkejut, mereka berlari mengira Kang Seok akan menyiram mereka dengan air panas. Kang Seok ingin mengejar, tapi mereka berlari jauh. Kang Seok berpesan pada Mi Woo Soo, jika kedua orang itu datang lagi, jangan biarkan mereka pergi, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.

Sidang ketiga terdakwa Gi Soon dibuka. Jaksa penuntut Kwon Jae Gyu menghadirkan saksi seorang dokter, ia bertanya "Tetrodotoxin. Juga dikenal sebagai "racun blowfish". Apa gejala mematikan yang disebabkan obat ini?"
Saksi : Karena kesulitan bernapas, korban mati lemas
Jaksa Kwon : Jadi, gejala ini sama seperti yang dialami Presiden Lee Joong Man. Apa itu benar?
Saksi : ya.
Se Kwang batuk-batuk dan membuat keributan kecil yang membuyarkan kosentrasi jaksa Kwon. Ia memandang kesal Se Kwang. Hakim mempersilahkan Jaksa Kwon untuk melanjutkan.

Jaksa Kwon : Didalam minuman herbal yang diberikan terdakwa Gi Soon pada presdir Lee Joong Man ditemukan tetrodotoxin. Selain itu, terdakwa juga meminum obat rematik yang mengandung tetrodotoxin".

Se Kwang mengajukan keberatan "Jumlah tetrodotoxin dari minuman herbal sangat kecil". 
Jaksa Kwon menyela " Bahkan dengan jumlah yang kecil, itu bisa menyebabkan reaksi fatal dalam tubuh manusia".
Jaksa Kwon memberikan analisa laporan kandungan minuman herbal dan obat rematik kepada hakim. Kang Seok merasa tegang.

Hakim mempersilahkan, Pengacara Se Kwang untuk mengajukan pembelaannya. Se Kwang bertanya pada saksi "Presiden Lee Joong Man punya penyakit radang hidung (rinitis), bukan?
Saksi : ah, ya itu penyakit tua yang kronis. 
Se Kwang mengeluarkan obat radang hidung pada saksi dan meminta ia untuk membacanya, didalamnya terdapat kandungan Klorfeniramin Maleat sejenis antihistamin (obat anti alergi). Ia bertanya apa efek samping dari antihistamin.
Saksi : Bahkan jika ini sangat jarang, ada kemungkinan sesak napas akibat kesulitan bernapas.

Jaksa Kwon mengajukan keberatan "Menyemprotkannya ke hidung dengan jumlah yang sedikit.....
Se Kwang menyela "Bahkan jika jumlahnya sangat kecil, bisa berakibat fatal. Kurasa tadi jaksa yang mengatakannya".
Se Kwang memandang Jaksa Kwon dengan tatapan menantang "Selain itu, tidak terdeteksi tetrodotoxin dalam darah Presiden Lee Joong Man. Ini, aku ragu. Jika yang mengakibatkan
Lee Joong Man mati otak itu tetrodotoxi atau obat rinitisnya miliknya. Dalam kasus pidana, pihak yang bertanggung jawab untuk membuktikan terdakwa bersalah adalah jaksa".
Se Kwang menunjuk ke arah Jaksa Kwon yang terlihat menahan emosi.

Se Kwang melanjutkan " Itu artinya jaksa perlu bukti terdakwa Park Gi Soon, berusaha membunuh Lee Joong Man dengan tangannya sendiri. Namun, jaksa tidak bisa membuktikan tuduhan tersebut. Oleh karena itu, terdakwa Park Gi Soon, dipastikan tidak bersalah". 

Kang Seok berdiri dan bertepuk tangan sendirian. Jaksa Kwon terlihat tak berkutik. Pengacara Hwang dan Se Kwang tersenyum penuh kemenangan. Gi Soon yang duduk di kursi terdakwa, merasa memiliki harapan baru.

Sidang berikutnya hakim membacakan hasil sidang. "Kasus nomor 1998-Go-Hap-4576. Pengadilan memutuskan, Park Gi Soon......".
Gi Soon menutup mata tegang ditempatnya menantikan pembacaan surat keputusan, Kang Seok juga tak kalah tegangnya, ia menalan ludah. Se Kwang menatap dingin Kang Seok.


END



Komentar :
Di awal episode drama ini sudah sangat menarik. Begitu banyak pengkhianatan. Semua hanya karena uang dan dendam. Benar perkataan Lee Joong Man, uang bisa berubah menjadi menyedihkan dan menakutkan. Saya tebak pria misterius yang berbicara dengan jaksa Lee Cha Don adalah pengacara Hwang.

Suka dengan Kang Seok kecil disini, meski dia suka usil, tapi dia anak yang pintar. Kemungkinan dia akan mengalami lupa ingatan dan tidak tahu jati diri yang sebenarnya. Hm...sedikit merasa curiga pada jaksa Kwon, kenapa dia bisa begitu mudah dikalahkan oleh Se Kwang. Atau mereka sudah bekerja sama sebelumnya, mungkin saja Se Kwang menyuap jaksa Kwon untuk mengalah di sidang pertama. Setelah itu ia akan menuntut banding. Uang terkadang bisa menyelesaikan semua masalah. Tak hanya di film, di kehidupan nyata pun banyak terjadi.


4 comments:

  1. wah sepertinya tambah seru nih, ditunggu episode 2 nya ya mba,

    ReplyDelete
  2. ceritanya menarik nih .... lanjutin dunk episode 2 nya

    ReplyDelete
  3. Sinopsis episode 2 sudah di posting, silahkan di cek. :)

    ReplyDelete

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)