Monday, November 05, 2012

7 Keajaiban Alam Yang Langka

Alam memang sering kali menyajikan karya yang indah mempesona, kecantikannya yang langka dan tidak ada duanya bahkan sering kali kita anggap sebagai sebuah keajaiban. Tentu saja ciptaan tuhan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun hingga berpuluh-puluh tahun ini pantas untuk dijaga. Kita mungkin mengenal berbagai keajaiban alam seperti Great Barier Reef di Australia, Green Canyon di Colorado atau tempat-tempat terkenal lainya. Namun perlu diketahui bahwa di dunia banyak di penuhi keajaiban alam yang menarik yang mungkin belum banyak di kenal. Berikut 7 Keajaiban alam yang langka versi On The Spot.

1. Ice Tower, Gunung Erebus, Antartika


Antartika atau kutub selatan memiliki menara es yang terletak di Gunung Erebus yakni gunung yang paling aktif di kutub selatan. Panasnya lahar bertemu dengan es yang sangat dingin kemudian menciptkan menar-menar es yang unik dan alamiah. Pemandangan gunung erebus menjadi kian menarik dengan menara-menara es yang senantiasa memancarkan uap ke udara. Menara-menara ini memiliki ketinggian sekitar 60 kaki atau sekitar 20 meter. Yang luar biasa struktur menara es ini juga dapat di temukan di planet mars, bulan di milik planet jupiter, saturnus serta neptunus.

2. Kasha Katuwe Tent Rock, New Mexico


Kasha Katuwe Tent Rock merupakan situs keajaiban alam yang berjarak sekitar 40 mil dari Santa Fe, New Mexico. Situs alam ini sendirisebuah merupakan bentukan geologi yang terbentuk karena letusan gunung berapi yang terjadi antara enam hingga tujuh juta tahun yang lalu. Selama berabad-abad cuaca serta erosi telah membentuk batuan letusan gunung berapi tersebut menjadi seperti tenda. Tempat wisata ini hanya di buka pada siang hari dan para wisatawan bisa menikmati keindahannya dari atas dengan melewati sebuah ngarai kecil terlebih dahulu. Karena keunikannya pada tahun 2001 lalu mantan presiden Amerika, Bill Clinton mensyahkan Kasha Katuwe sebagai monumen Amerika Serikat dengan nama Kasha Katuwe Tent Rock National Monument.

3. Hot Water Beach, Selandia Baru


Sumber air panas di tepi pantai merupakan keajaiban alam yang langka di Selandia Baru. Nama pantai ini dikenal dengan nama Hot Water Beach yang menjadi satu-satunya pantai dengan sumber air panas di dunia yang dibiarkan secara alami. Hot Water Beach merupakan pantai di pantai timur dari Coromandel Peninsula, Selandia Baru. Sumber air panasnya menyebar di berbagai tempat  persis di bawah permukaan pasir. Bahkan sumber air panas yang merembes di bawah permukaan pasir dapat mencapai suhu hingga 60 derajat celsius. Para pengunjung bisa menggali pasir pantai yang dirembesi air panas dan membentuk sebuah kolam untuk berendam. Meskipun tempatnya cukup terpencil, namun banyak wisatawan yang mengunjungi pantai unik ini. Selain berendam air panas, pengunjung juga dapat memancing dan surfing di pantai tersebut. 

4. Salar de Uyuni, Bolivis


Salar de Uyuni atau Salar de Tunupa merupakan dataran garam terluas di dunia yang terletak di Bolivia bagian tenggara di puncak pegunungan Andes diketinggian 3.650 meter.
DIperkirakan sekitar 40.000 tahun yang lalu, danau ini merupakan bagian dari Danau Michin yang merupakan danau terbesar di masa prasejarah. Ketika mengering terdapat 2 danau yang tersisa, yakni Danau PoopĆ³ dan Uru Uru, serta 2 gurun garam terbesar, Salar de Coipasa dan Salar de Uyuni.

Salar de Uyun diperkirakan mengandung 10 miliar ton garam, dan kurang dari sekitar 25.000 ton garam diproduksi dari sini. Danau garam yang mengering ini salah satu keajaiban alam yang paling indah, karena jika musim hujan tiba permukaannya akan menjadi danau yang dangkal. Pancaran sinar matahari yang berpendar dengan endapan garam serta lapisan permukaan air yang tipis membuatnya bagaikan cermin raksasa yang memantulkan langit serta objek-objek di atasnya. Pada setiap bulan November, Salar de Uyuni menjadi daerah hunian bagi 3 spesies burung flamingo di Amerika Selatan: burung flamingo chili, andes, dan James.

5. Fly Geyser, Nevada, Amerika Serikat


Mungkin tak banyak yang tidak mengetahui letak Geyser unik di Nevada ini. Geyser yang terletak sekitar 20 mil atau 32 km utara dari Gerlach , di Washoe County, Nevada, Amerika Serikat di kenal dengan nama Fly Geyser. Sebenarnya Geyser ini tidak terbentuk secara alami, melainkan akibat dari sebuah insiden penggalian sumur yang terjadi pada tahun 1916. Awalnya sumur tersebut berfungsi dengan baik, namun sejak tahun 1960'an air sumur tersebut memanas dan menyembur ke atas. Kandungan mineral yang larut mulai meningkat dan membentuk gunung kecil dengan air mancur panas. Hingga kini luapan air panas Fly Geyser mencapai 1,5 meter. Selain itu di sekitarnya muncul puluhan kolam kecil yang sangat cantik. Kandungan air mineralnya didalamnya menjadikan bebatuan di sekitarnya menjadi berwarna-warni.

6. Goldstream Parlk River, Kanada


Warga Kanada di kejutkan dengan perubahan warna air sungai Goldstream Park River yang yang berubah menjadi warna hijau pekat. Kejadian ini sempat menghebohkan dunia karena sempat dianggap sebagai suatu pencemaran. Warga di sekitar sungai ini menyangka bahwa perubahan warga sungai menjadi hijau diakibatkan karena pencemaran limbah kimia berbahaya. Namun ternyata warna hijau sungai Goldstream bukan berasal dari limbah kimia melainkan berasal dari Fluorescein yakni cairan alami yang tidak berbahaya. Fluorescein memang dapat ditemukan dialam, hanya saja kapasitasnya yang besar membuat warna air sungai ini berubah menjadi hijau.

7. Plitvice Lake,  Kroasia


Jika Danau Kelimutu di Ende, NTT adalah danau kembar tiga. Maka Plitvice Lakes di Kroasia memiliki 16 danau yang bisa berubah warna. Seperti lego yang disusun berundak, danau-danau di Plitvice Lakes National Park ini terlihat sangat menawan. Keenam belas danau di taman nasional ini dipisahkan menjadi bagian atas dan bagian bawah. Posisinya pun berurutan mulai dari ketinggian 630 meter hingga keposisi paling rendah 500 mete. Danau-danau ini pun dilengkapi dengan puluhan ari terjun yang sangat cantik. Tebing-tebing bebatuan yang ada disekelilingnya menjadi pemisah sekaligus mempertegas keindahannya.

Selain bentuk dan jumlahnya yang unik, wisatawan akan dipertontonkan atraksi yang jauh lebih menarik dengan perubahan warna-warna dari danau ini. Air Plitvice Lakes memang mempunyai warna yang khas, mulai dari biru kehijauan, abu-abu, atau biru. Namun, warna-warna air di danau ini pun bisa berubah seketika tergantung jumlah mineral dan sinar matahari yang mengenai permukaan danau. Panorama cantik Plitvice pun selalu memukau wisatawan yang datang. Jepretan-jepretan dari kamerapun tak henti-hentinya diarahkan ke danau.

Taman yang masuk dalam Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO ini memang memiliki pesona yang luar biasa. Di kawasan Plitvice Lakes, traveler akan menerima sajian alam yang istimewa dan lengkap dalam satu tempat. Panorama danau, air terjun, dan hutan menjadi satu kemasan yang sangat apik dalam Plitvice Lakes.


No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mampir di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar ya...Trims....:)