Pages - Menu

Showing posts with label Islam.. Show all posts
Showing posts with label Islam.. Show all posts

Friday, July 20, 2012

Kekuatan Doa



Tidak ada ibadah yang lebih utama bagi lidah setelah membaca Alquran selain Zikrullah dan menyampaikan segala kebutuhan melalui doa yang tulus kepada Allah. Oleh karena itu doa juga mengandung pengertian meminta, memohon, mengajukan dan mengadukan setiap persoalan dan keinginan hatinya kepada Allah Swt dengan segala kerendahan hati dan penuh pengharapan untuk segera di kabulkan. Maka tanamkan dalam hati bahwa ada hal penting yang wajib terpenuhi bagi orang yang berdoa yaitu :  

Rasa tawadhu dan kerendahan hati, suara yang penuh kelembutan sehingga merasakan dalam setiap munajatnya ingatan yang kuat bahwa Allah zat yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui segala keinginan dan kebutuhan hambaNya. Dalam hadist qudsi di ungkapkan: " Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : " Aku beserrta hamba ku selagi dia mengingat ku dan kedua bibirnya bergerak gerak menyebutku." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Berdoa dengan rasa takut, penuh pengharapan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan segala permohonannya. Allah berfirman " Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan sungguh sungguh (berharap akan di terima). Sesunguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (Q.S Al A'rof : 56)

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan saat berdoa, yaitu mencari waktu ijabah, seperti " 
1. Seusai Sholat Fardhu, ditanyakan orang kepada Rasulullah; Ya Rasulullah doa manakah yang sangat di dengar oleh Allah? Rasulullah Saw menjawab yaitu doa di tengah malam dan setelah selesai shalat fardhu" (HR. At-Tirmidzy).

2. Ketika tengah atau akhir malam, Rasulullah Saw bersabda "pada setiap malam, tuhan kita turun ke langit dunia, yaitu ketika bersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman : "Barang siapa yang berdoa kepada ku pasi ku perkenankan, dan siapa yang memohon kepadaku pasti akan ku beri, dan siapa yang memohon ampunan kepadaku, pasti akan ku ampuni." (HR. Bukhori, Muslim, Tirmizi).

3. Saat Sujud, " Saat seorang hamba sangat dekat dengan tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka banyak banyaklah berdoa pada saat itu" (HR. Muslim).

4. Di waktu lapan dan tenang, " Barangsiapa yang menginginkan doanya di ijabah oleh Allah Swt dalam keadaan kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapang ". (HR. Tirmidzy dan Hakim).

Doa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Sang Khaliq merupakan wujud kepasrahan dan refleksi kedhaifan. Lebih terasa lagi kekhusyukan berdoa ketika Ramadhan mendekati 10 hari terakhir. Tentunya detik-detik ramadhan memberi nuansa tersendiri dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bahkan sebagian orang memilih berdoa di depan ka'bah dengan mengambil umroh Lailatul Qodar. Sambil memperbanyak i'tikaf maka kekuatan doa menjadi senjata ampuh bagi seorang mu'min. 


Wednesday, April 04, 2012

99 Asmaul Husna



Dzikir Asmaul Husna

99 Asmaul Husna


1.         YAA ALLAH
2.        YAA ROHMAN   (Yang Maha Pengasih)
3.        YAA ROHIIM  (Yang Maha Penyayang)
4.        YAA MALIK  (Raja Yang Maha Berkuasa)
5.        YAA QUDDUUS  (Yang Maha Suci)
6.        YAA SALAAM  (Yang Maha Sejahtera)
7.        YAA MU’MIN  (Yang Maha Mengamankan)
8.       YAA MUHAIMIN  (Yang Maha Memelihara)
9.        YAA ‘ AZIZ   (Yang Maha Perkasa)
10.    YAA JABBAAR  (Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari)
11.     YAA MUTAKABBIR  (Yang Memiliki Kebesaran)
12.    YAA KHOOLIQ  (Yang Maha Pencipta)
13.    YAA BAARI’  (Yang Maha Menata)
14.    YAA MUSHOWIR  (Yang Pembentuk Rupa Mahluk)
15.     YAA GHOFFAAR  (Yang Maha Pengampun)
16.    YAA QOHHAAR  (Yang Maha Perkasa)
17.     YAA WAHHAAB  (Yang Maha Pemberi Karunia)
18.    YAA  ROZZAAQ   (Yang Maha Pemberi  Rezeki)
19.    YAA FATTAAH   (Yang Maha Membuka)
20.   YAA ‘ ALIIM   (Yang Maha Mengetahui)
21.    YAA QOOBITH  (Yang Maha Pengendali)
22.   YAA BAASITH   (Yang Maha Melapangkan)
23.   YAA KHOOFIDH  (Yang Maha Merendahkan)
24.   YAA ROOFI’  (Yang Maha Mengangkat)
25.    YAA MU’IZZ  (Yang Maha Membeningkan)
26.   YAA SAAMI  (Yang Maha Melihat)
27.    YAA MUDZILL  (Yang Maha Menghinakan)
28.   YAA BASHIIR  (Yang Maha Melihat)
29.   YAA HAKAM  (Yang Maha Menetapkan)
30.   YAA ‘ADLU  (Yang Maha Adil)
31.    YAA LATHIIF  (Yang Maha Lembut)
32.   YAA KHOBIIR  (Yang Maha Waspada)
33.   YAA HALIIM  (Yang Maha Penyantun)
34.   YAA ‘ ADZIM   (Yang Maha Agung)
35.    YAA  GHOFFUR (Yang Maha Pengampun)
36.   YAA SYAKUUR  (Yang Maha Bersyukur)
37.    YAA ‘ ALIYY   (Yang Maha Tinggi)
38.   YAA  KABIIR  (Yang Maha Besar)
39.   YAA HAFIIZH  (Yang Maha Penjaga)
40.   YAA MUQITT  (Yang Maha pemberi Kekuatan)
41.    YAA HASIBB  (Yang Maha Pembuat Perhitungan)
42.   YAA  JALIIL  (Yang Maha Mempunyai Keagungan)
43.   YAA KARIIM  (Yang Maha Mulia)
44.   YAA ROQIIB  (Yang Maha Megawasi)
45.    YAA MUJIIB  (Yang Maha Mengabulkan)
46.   YAA WAASI’  (Yang Maha Luas)
47.    YAA  HAAKIM  (Yang Maha Bijaksana)
48.   YAA WADUUD  (Yang Maha Penyiram Kesejukan)
49.   YAA MAJIID  (Yang Maha Penyodong Kemegahan)
50.   YAA BAA’ITS  (Yang Maha Membangkitkan)
51.     YAA SYAHID   (Yang Maha Menyaksikan)
52.    YAA HAQQU  (Yang Maha Besar)
53.    YAA WAKIIL  (Yang Maha Pemganggul Amanat)
54.    YAA QOWIYY  (Yang Maha Pemberi Kekuatan)
55.    YAA MATIIN  (Yang Maha Kokoh)
56.    YAA WALIYY  (Yang Maha Melindungi)
57.    YAA HAMIID  (Yang Maha Terpuji)
58.   YAA MUHSHII  (Yang Maha Menghitung)
59.    YAA MUBDI  (Yang Maha Memulai)
60.   YAA MU’IID  (Yang Maha Mengembalikan)
61.    YAA MUHYII  (Yang Maha Menghidupkan)
62.   YAA MUMIIT  (Yang Maha Mematikan)
63.   YAA HAYYU  (Yang Maha Hidup)
64.   YAA QUYYUUM  (Yang Maha Menegakkan)
65.    YAA WAAJID  (Yang Maha Menentukan)
66.   YAA MAAJID  (Yang Maha Mulia)
67.    YAA WAAHIID  (Yang Maha Tunggal)
68.   YAA SHOMAD  (Yang Maha Dibutuhkan)
69.   YAA QOODIR  (Yang Maha Menentukan)
70.   YAA MUQTADIR  (Yang Maha Berkuasa)
71.     YAA MUQODDIM  (Yang Maha Mendahulukan)
72.    YAA MU’AKHKHIR  (Yang Maha Mengahkirkan)
73.    YAA AWWAL  (Yang Maha Permulaan)
74.    YAA AAHKIR  (Yang Maha Ahkir)
75.    YAA ZHOOHIR  (Yang Maha Nyata)
76.    YAA BAATHIN (Yang Maha Gaib)
77.    YAA WAALI  (Yang Maha Memberikan)
78.   YAA MUTA’AALII  (Yang Maha Meninggikan)
79.    YAA BARRU  (Yang Maha Dermawan)
80.  YAA TAWWAAB  (Yang Maha Pemberi Taubat)
81.    YAA MUHTAQIM  (Yang Maha penyiksa)
82.   YAA ‘AFUWW  (Yang Maha Pemaaaf)
83.   YAA RO’UUF  (Yang Maha pengasih)
84.   YAA MAALIKAL MULKI  (Yang Maha Menguasi Segala Kerajaan)
85.   YAA DZAL JALAALI WAL IKHROM  (Yang Maha Memiliki Kebesaran     Serta Kemuliaan)
86.   YAA MUQSITH  (Yang maha Menyeimbangkan)
87.   YAA JAAMI’  (Yang Maha Pengumpul)
88.  YAA GHONIYY  (Yang Maha Kaya)
89.   YAA MUGHNII  (Yang Maha Pemberi Kekeyaan)
90.   YAA MAANI’  (Yang Maha Mencegah)
91.    YAA DHOORU  (Yang Maha Pemberi Derita)
92.   YAA NAAFI’  (Yang Maha Pemberi Mamfaat)
93.   YAA NUUR  (Yang Maha Bercahaya)
94.   YAA HAADII  (Yang Maha Pemberi Petunjuk)
95.    YAA BADII’  (Yang Maha Pencipta Keindahan)
96.   YAA BAAQII  (Yang Maha Kekal)
97.    YAA WAARIST  (Yang Maha Pewaris)
98.   YAA ROSYID  (Yang Maha Pandai)
99.   YAA SHOBUUR  (Yang Maha Sabar)

Sunday, February 05, 2012

Maulid Nabi Muhammad Saw



Hari ini merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2012. Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabÄ«), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. 

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Muslim Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan muslim Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq. 

Maulid dirayakan pada banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia, serta di negara-negara lain di mana masyarakat Muslim banyak membentuk komunitas, contohnya antara lain di India, Britania, Rusia dan Kanada.  Arab Saudi adalah satu-satunya negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi. Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya.

Di Indonesia, perayaan maulid Nabi diselenggarakan di surau-surau, masjid-masjid, majlis ta’lim dan di pondok-pondok pesantren dengan beragam cara yang meriah dan dengan sejumlah acara, antara lain ; khitanan masal dan berbagai perlombaan. Malam hari tanggal 12 Maulid merupakan puncak acara. Biasanya mereka membaca sirah nabawiyah (sejarah hidup Nabi sejak kelahiran sampai wafatnya), dalam bentuk prosa dengan cara berganti-ganti dan kadang-kadang dengan dilagukan. Sebagian lagi sejarah Nabi tersebut dikemas dalam bentuk puisi-puisi yang sudah dipersiapkan. Salah satu puisi maulid Nabi saw ditulis oleh Syeikh Barzanji. Tradisi Mauludan paling megah dan biasanya dihadiri ratusan ribu orang diadakan di Kraton-Kraton di Jawa. Sejak menteri Agama dijabat orang NU, konon K.H. Wahid Hasyim, peringatan Maulid Nabi dijadikan sebagai hari libur Nasional dan diperingati di Istana negara. Tahun-tahun terakhir peringatan ini diadalakan di Masjid Istiqlal dan selalu dihadiri oleh Presiden.

Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa pelaksanaan peringatan Maulid Nabi adalah Bi'dah dan ada pula yang menyatakan sesat. Hal itu dikarenakan pada masa Rasulullah masih hidup tidak pernah ada perayaan yang bertepatan dengan hari kelahirannya. Benar atau tidaknya hanya Allah Swt yang Maha Mengetahui segalanya. Menurut hemat saya Peringatan Maulid Nabi hanyalah merupakan bukti cinta dan hormat kita terhadap Rasulullah Saw. Dan mengingatkan kita kembali tentang sejarah hidup dan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan dan melindungi hukum Islam di muka bumi ini.

Semoga rahmat dan salam selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad Saw yang telah menjadi penerang bagi jalan yang gelap dan menjadi suri tauladan yang sempurna bagi ummat islam. 


Sumber : Wikipedia 

Monday, August 01, 2011

Ramadhan Mubarak



Marhaban Yaa Ramadhan. Tak ada bulan yang paling mulia selain bulan Ramadhan. Rasulullah Saw sampai menggelari bulan ramadhan ini syahrul mubarak, yaitu bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan dan pembebasan bagi setiap manusia yang melewati sepuluh hari pertama hingga sepuluh hari terahkirnya dengan amalan-amalan saleh. Dengan puasa, tarawih, tadarrus,, qiyamul lail yang istiqamah, bahkan dengan sahur dan ifthar yang tertib (diahkirkan/didahulukan), bulan ramadhan ini akan membuahkan hikmah yang tidak ternilai dalam qalbu siapa pun yang ihklas menjalaninya. 

Alahmdulillah kita dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah pada malam dan siangnya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ali Bin Abi Thalob as, berkata "Suatu hari Rasul Allah Saw berkotbah di hadapan kami, beliau berkata "Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan yang penuh dengan berkah, rahmat dan maghrifat. Bulan yang disisi Allah merupakan bulan yang paling mulia. Hari-harinya paling mulia, malam-malamnya paling muli dan saat saatnya paling utama. 

"Di bulan ini kalian di undang untuk menjadi tamu-tamu Allah dan kalian di ajak untuk dapat melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini". Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapr dan dahaga pada hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihanilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal dari memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal dari mendengarnya. 

"Berilanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertobatlah kepada Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepadanya dengan doa di waktu-waktu shalat kalian. Karena ia adalah sebaik-baiknya waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba Nya disaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon kepada Nya dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil. 
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan lah diri kalian dengan beristighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa meka ringankanlah ia dengan sujud yang lama".

"Ketahuilah bahwa Allah Swt telah bersumpah dengan kemuliaan Nya untuk tidak mengazab orang yang shalat dan orang yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan tuhan seru sekalian alam"

"Wahai umat manusia, barang siapa di antara kalian menolong seorang mukmin yang berpuasa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskanya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa di masa lalunya". 

Sampai di sini seseorang bertanya kepada Rasul Allah, "Wahai Rasul Allah, tidak semua dari kami mampu untuk bersedekah seperti itu". Lalu, Rasul Allah menjawab "Hindarilah api neraka meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka meskipun dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah Swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar". 

"Wahai manusia barang siapa diantara kalian yang baik ahlaknya di bulan ini maka ia akan mendapatkan kemudahan melewati shirat (jembatan di ahkirat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya". 

"Barang siapa menghentikan kejahatanny, maka Allah akan mencegah kemarahan Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa yang menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat Nya di hari pertemuan. Barang siapa yang memutuskan hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutuskannya dari rahmat Nya di hari pertemuan".
"Barang siapa yang melakukan shalat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selain Nya". 

"Barang siapa yang memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa yang membaca satu ayat Al-Qur'an di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Qur'an di bulan lain".

"Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian".

Dari berbagai sumber


Sunday, July 31, 2011

10 Kelalaian Di Bulan Ramadhan



Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah  dan ampunan. Kedatanganya senantiada dinanti-nantikan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Namun pada kenyataanya disana-sini masih kita jumpai beberapa kesalahan baik yang kita sadari tau tidak, seakan sudah membudaya dan dianggap sebagai amalan yang benar dalam bulan Ramadhan, namun pada hakekatnya keliru. Berikut beberapa diantaranya adalah:

1. Minim Pengetahuan
Padahal Allah Saw berfirman: "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui". (An-Nahl: 43). Dan Rasulullah Saw bersabda "Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah, niscaya ia dipahamkan dalam urusan agamanya". (Muntatfaq Alaih).

2. Sahur dan imsak sebelum waktunya
Seorang muslim disunnahkan untuk makan sahur untuk mengikuti sunnah Rasulullah, yaitu pada ahkir waktu menjelang adzan shubuh karena kata "Sahur" yang artinya ahkir malam, menjelang subuh bukan pada awal-awal malam. Rasulullah bersabda: "Hendaknya kalian makan sahur, karena itu adalah makan pagi yang berkah". (HR. Nasa'i). Sedang patokan imsak berdasar pada firman Allah: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar (subuh). (QS. Al-Baqarah: 287). Rasulullah Saw pun bersabda"Jika salah seorang dari kalian mendengar adzan padahal gelas ada ditangannya, janganlah ia letakkan sebelum ia memenuhi hajatnya (meminumnya)". (HR. Abu Daud, Hakim dan ahmad).

3. Hanya Menjaga Hal-Hal Lahiriah
"Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh puasanya dari makan dan minum". (HR. Al-Buhkari).

4. Puasa Tetapi Tidak Shalat
Sebagain orang ada yang berpuasa, tetapi meninggalkan shalat atau hanya shalat ketika sedang berpuasa saja. Orang semacam ini puasa dan sedekahnya perlu ditingkatkan. Sebab shalat merupakan tiang dan pilar utama agama islam. 

5. Banyak Tidur
Orang yang banyak melakukan tidur di bulan Ramadhan melandaskan perbuatannyan dengan sebuah hadist dhaif yaitu "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah". Hadist ini diriwatkan oleh Ibnu Mandah dari Ibnu Umar dan Imam Al Baihaqi dari Abdullah Ibnu Abi Aufa. Hadist ini adalah dhaif. Al Hafizh Al Iraqi juga mendhoifkan hadist ini didalam takhriij beliau terhadap kitab Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali.

6. Melakukan Kegiatan Yang Menggundang Syahwat
Syaikh Shalih Al Utsaimin mengatakan, bahwasanya apabila seseorang bermimpi basah pada saat berpuasa maka tidak ada sanksi baginya, karena mani yang keluar bukan atas keinginannya, bahkan keluarnya mani itu tidak ia sadari. Sedangkan bagi yang sengaja mengeluarkan mani dengan sengaja, maka sesungguhnya ia berdosa besar kepada Allah Swt, sehingga hal itu menyebabkan puasanya batal dan wajib baginya mengqadha dan bertaubat dengan benar. (Lihat  Majalis Syahri Ramadhan Hal: 160).

7. Berbuka Dengan Sesuatu Yang Haram
Seperti minuman yang memabukkan, rokok dan sejenisnya. Atau berbuka dengan sesuatu yang didaptakan dengan cara yang haram. Orang yang makan dan minum dari sesuatu yang haram tak akan diterima amal perbuatannya dan tak mungkin pula doanya dikabulkan.

8. Membaca Al-Qur'an Hanya Pada Malam Bulan Ramadhan
Sebagian kaum muslimin hanya membaca Al-Qur'an pada bulan Ramadhan saja, dan meninggalkan Al-Qur'an setelah bulan Ramadhan usai. Padahal membaca Al-Qur'an bernilai pahala.  Rasulullah Saw "Barang siapa yang membaca Al-Qur'an, maka setiap huruf yang ia baca akan diberikan ganjaran pahala sebanyak sepuluh pahala, saya tidak katakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif itu satu huruf, Lam itu satu huruf, Mim itu satu huruf" (HR. Tarmidzi).

9. Sering Meludah Karena Takut Batal
Tidak ada dalil yang menyatakan batalnya puasa seseorang karena menelah ludah. Bahkan dengan seringnya meludah dapat mengotori tempat dan mengundang lalat hingga menimbulkan banyak penyakit.
10. Anggapan Puasa Batal Karena Mengeluarkan Darah Walaupun Hanya Sedikit
Tidak ada dalil yang secara jelas menjelaskan bahwa keluarnya darah dari anggota tubuh selain Haid, nifas dan berbekam dapat membatalkan puasa, dan hal ini tidak bisa dikiaskan dengan hadist: "Berbuka puasa orang yang berbekam dan dibekam" (HR. Tarmidzi dan Abu Daud). Karena hadist ini hanya dikhususkan bagi orang yang berbekam, adapun keluarnya darah yang tidak banyak baik karena luka, mimisan, atau sebab lainya tidak membatalkan puasa. 


Dari Berbagai Sumber

Keajaiban Ramadhan

20 Keajaiban Bulan Ramadhan


1. Ramadhan Jalan Menuju Takwa
Allah Swt berfirman "Hai orang-orang yang beriman. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Q.S. Al-Baqarah : 183).

2. Ramadhan Bulan Mujahadah
Para ulama Salaf adalah suri tauladan bagi ummat. Muhajadah mereka dalam mengisi bulan ramadhan amat perlu di contoh. Imam Syafi'i misalnya, menghatamkan Al-Qur'an sebanyak dua kali dalam semalam. Ini dikerjakan di dalam shalat. Dengan demikian beliau menghatamkan Al-Qur'an 60 kali selama bulam ramadhan. Begitu juga dengan Abu Hanifah yang menghatamkan Al-Qur'an 2 kali dalam sehari.

3. Puasa Ramadhan Menumbuhkan Sifat Amanah
Wahbah Zuhaili dalam bukunya Al Fiqh Al Islami berpendapat, puasa mengajarkan rasa amanat dan muqarabah di hadapab Allah ta'ala, baik dengan amalan yang tampak dan bersembunyi. Maka tidak ada yang mengawasi seseorang yang berpuasa agar menghindari hal-hal yang dilarang dalam berpuasa kecuali Allah ta'ala.

4. Puasa Ramadhan Melatih Kedisiplinan
Puasa juga melatih kedisiplinan. Wahbah Zuhaili menjelaskan seseorang yang berpuasa harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas. Bahkan, dalam berbuka pun harus disegerakan.

5. Puasa Menumbuhkan Rasa Solidaritas Sesama Muslim
Wahbah Zuhaili juga menjelaskan bahwa puasa ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas di antara sesama muslim. Pada bulan ini, semua umat islam dari timur hingga barat, diwajibkan untuk menjalankan puasa. Mereka berpuasa dan berbuka dalam waktu yang sama, dikarenakan mereka memiliki rabb yang satu.

6. Pusa Ramadhan Melatih Kesabaran
Bulan Ramadhan adalan bulan di mana pada siang hari kita diperintahkan meninggalkan makanan yang asalnya halal, apalagi yang haram. Begitu juga disaat ada seseorang yang mengganggu kita. Rasulullah Saw bersabda: "Bila seseorang menghina dan mencacinya, hendaknya ia berkata "Sesungguhnya aku sedang puasa". (HR. Bukhori).

7. Puasa Ramadhan Menyehatkan
Rasulullah Saw bersabda "Berpuasalah, maka kamu akan sehat". (HR. Ibnu Sunni). Ada yang menyatakan bahwa hadist ini dhoif. Tetapi ada pula yang menyatakan derajat hadist ini sampai dengan tingkat hasan. (Lihat, Figh Al-Islami wa Adilatuh, hal 16190). Tetapi makna matan hadist ini tetap dapat diterima, karena puasa memang menyehatkan. Al-Harist bin Kaldah, tabib yang pernah mengabdi kepada Rasulullah menyatakan "Lambung adalah tempat tinggal penyakit dan sedikit makan adalah obatnya".

8. Lailatur Qadar Adalah Hadiah Dari Allah Untuk Ummat
Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwatha, dia telah mendengar seorang Ahlul Ilmi Tsiqoh yang telah mengatakan: "Sesungguhnya telah diperlihatkan usia-usia umat sebelumnya kepada Rasulullah Saw, atau apa yang telah Allah Saw kehendaki dari hal itu, dan sepertinya usia ummat beliau tidak mampu menyamai amalan yang telah dicapai oleh umat-umat sebelumnya, maka Allah memberi beliau Lailatur Qodar lebih baik dari seribu bulan. (HR. Malik).

9. Ramadhan Bulan Ampunan
Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah Saw bersabda: "Dan siapa yang berpuasa ramadhan dengan didasarinya keimanan dan pengharapan ridha Allah, diampunkan untuk dosa yang telah lalu. (HR. Bukhori).

10. Terbebas Dari Azab
Dari Jabir bin Abdullaj r.a, Rasulullah Saw bersabda: "Pada bulan Ramadhan ummatku dianugrahi lim perkara yang tidak diberikan kepada Nabi-Nabi sebelumku. Yang pertama, sesungguhnya jika Allah melihat mereka di awal malam dari Ramadhan, dan berang siapa yang telah dilihat Allah maka ia tidak akan mengazabnya selamanya........(HR. Baihaqy).

11. Lebih Harum Dari Misk Di Hadapan Allah
Rasulullah Saw bersabda: "....Yang kedua, sesungguhnya bau mulut mereka ketika sore hari lebih harum dihadapan Allah dari pada bau misk..... (HR. Baihaqy).

12. Dimintakan Ampunan Oleh Malaikat
Rasulullah Saw bersabda: ......"Yang kertiga sesungguhnya malaikat memintakan ampunan untuk mereka siang dan malam......"(HR. Baihaqy).

13. Di Bulan Ramadhan Surga Berbenah Diri
Rasulullah Saw Bersabda: ......Yang keempat, sesungguhnya Allah Azza Wajallah memerintahkan surgannya, ia berfirman: "Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-ku, sehingga mereka bisa segera beristirahat dari kelelahan hidup di dunia menuju negeri ku dan kemuliaanku,.....(HR. Baihaqy).

14. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, Setan Dibelenggu
Rasulullah Saw bersabda: "Jika Ramadhan tiba, dibuka pintu surga dan ditutuplah pintu nereka serta setan-setan dibelenggu. (HR. Bukhori).

15. Seluruh Hari Dalam Ramadhan Memiliki Keutamaan
Rasulullah Saw bersabda: "....dia adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya ampuna, serta paripurnannya adalah pembebasan dari neraka. (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahinya).

16. Berkah Memberi Minum
Rasulullah Saw bersabda: "Dan barang siapa yang memberi minuman orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya telaga minuman yang tidak menghauskan hingga ia masuk surga". (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahinya).

17. Sedekah Yang Terbaik
Rasulullah Saw bersabda: "Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah dibulan Ramadhan". (HR. Tirmidzi).

18. Doa Mustajab Di Bulan Ramadhan
Rasulullah Saw bersabda: "Tiga orang yang tidak ditolak doanya, orang yang berpuasa hingga berdoa, imam yang adil, dan orang yang terdzalimi. (HR. Tirmidzi).

19. Pahala Umrah Ramadhan Sama Dengan Pahala Haji
Rasulullah Saw bersabda: "Jika datang Ramadhan maka lakukanlah umrah, karena sesungguhnya ibadah umrah di bulan Ramadhan setaraf dengan ibadah haji". (HR. An-Nasai).

20. Malam Yang Istimewa
Allah Swt berfirman "Lailatur Qadar lebih baik dari pada seribu bulan". (QS. Al-Qadr:3). Wabbah Zuhaili menjelaskan bahwa menghidupkan ramadhan dan melakukan amalan didalamnya lebih baik dari pada menjalankan amalan dalam seribu bulan tanpa ramadhan. (Hidayatullah). 


Dari Berbagai Sumber






Sunday, July 17, 2011

Panduan Puasa Ramadhan



A.    PENGERTIAN PUASA
Puasa (ash-syiyaam) menurut bahasa artinya adalah sama dengan “al-imsaak” yaitu menahan. Pengertian puasa menurut istilah syara’ ialah suatu amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam metahari disertai niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.

B.    SYARAT PUASA
Syarat Wajib : Islam, baligh dan berakal, suci dari haid & nifas, mampu berpuasa
Syarat Syah : Islam, tamyiz, suci dari haid dan nifas, bukan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

C.    RUKUN PUASA
Niat, yaitu menyengajakan puasa di bulan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari (sebelum terbit fajar). Dari Hafsah Ummum Mu’minim r.a, bahwa Nabi Saw bersabda : “Siapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar maka tidak sah puasanya”.
Imsak (menahan), yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

D.   SUNAH PUASA
1. Makan sahur. “Makan sahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya”. (HR. Munttafaq ‘Alaih).
2. Mengakhirkan waktu makan sahur. Dari Zaid bin Tsabit r.a, ia berkata: kami makansahurbersama Rasulullah Saw, kemudian kami bangun untuk shalat Shubuh, ketika ditanya, “Berapa lama antara keduanya (sahur hingga shalat Shubuh) itu? Jawab Nabi Muhammad  Saw: “Kira-kira orang membaca lima puluh ayat”. (HR. Muttafal ‘Alaih).
3. Menyegerakan berbuka puasa. “Tidaklah manusia itu kehilangan kebaikan selama  ia mempercepat berbuka puasa”. (HR. Muttafal ‘Alaih).
4. Berbuka puasa dengan kurma atau air minum. “Nabi Saw, berbuka sebelum shalat, denganRuthbah (kurma tua), apabila tidak ada beliau berbuka dengan kurma kering, apabila tidak ada beliau berbuka dengan minum beberapa teguk air”. (HR. Tirmidzi).
5.  Membaca doa ketika berbuka. “Wahai Tuhanku, karena Engkau aku berpuasa, dan karena riqzi-Mu aku berbuka, dahaga telah hilang, urat-urat telah berair (segar) dan mudah-mudahan pahalanya ditetapkan”. (HR. Munttafaq ‘Alaih).
6. Memberikan makanan untuk seseorang yang sedang berpuasa. “Barangsiapa yang member makanan untuk berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka baginya mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa tersebut”. (HR. Tirmidzi).

E.    YANG MEMBATALKAN PUASA
1.      Makan dan minum dengan sengaja
2.      Melakukan hubungan suami istri pada siang hari
3.      Sengaja muntah
4.      Hilang/berubah niatnya
5.      Mendapat haid atau nifas
6.      Keluarnya mani dengan sengaja
7.      Murtad

F.    YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
1.    Makan dan minum karena lupa
2.    Keluar mani dengan sendirinya
3.    Memakai celak mata
4.    Bersiwak, berkumur dan beristinsyak
5.    Mandi dan berenang
6.    Kemasukan asap atau debu
7.    Memasukkan air ke telinga
8.    Mutah dengan tidak sengaja
9.    Janabah
10.  Menghirup aroma wangi
11.  Mencium istri
12.  Mencicipi makanan, lalu segera berkumur.

G.   HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN
1.   Berkata kotor, mencaci-maki, mengumpat, bertengkar & berkata berlebih-lebihan
2.   Sengaja melambatkan berbuka hingga selesai waktu shalat mahgrib
3.   Berbekam
4.   Bersiwak atau bersikat gigi setelah tergelincir matahari
5.   Berkumur-kumur secara berlebihan
6.  Sebagian ulama berpendapat bahwa suntik termaksud hal yang makruh bagi orang yang sedang berpuasa

H.  HUKUM ORANG YANG TIDAK BERPUASA RAMADHAN
1.   Orang sakit yang berbahaya jika baginya melaksankan puasa dan orang yang bepergian, tetapi wajib mengqadhanya (menggantinya) sejumlah hari yang ditinggalkan. Tidak berpuasa bagi mereka berdua adalah Afdhal, namun jika mereka berpuasa maka puasa mereka sah.
2.  Wanita haid dan nifas tapi wajib mengqadha. Jika berpuasa tidak sah puasanya. Aisyah r.a berkata :“Jika kami mengalami haid, maka diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha shalat”. (Hadist Munttafaq ‘Alaih).
3. Wanita hamil dan wanita yang menyusui, jika khawatir atas kesehatan anaknya tapi harusmeng-qadha dan member makan seseorang fakir miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Jika mereka berpuasa maka sah puasanya.
4.  Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh tapi harus memberi makan seseorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkanya.

I.      AMALAN SUNAH PADA BULAN RAMADHAN
1.  Melaksanakan shalat tarawih dan shalat sunnah lainya dalam rangka mengamalkan           qiyam Ramadhan
2.   Memperbanyak tilawah Qur’an, tadarus, mengkaji dan mengajarkan kepada orang lain.
3.   Memperbanyak sedekah dan member makan berpuas bagi orang yang berpuasa.
4.   Memperbanyak melakukan I’tikaf yaitu berdiam di dalam masjid dangan diiringinya niat.