Pages - Menu

Thursday, May 19, 2011

Masjid Terindah Di Dunia


Berikut ini merupakan 10 Masjid terindah dan terbesar di dunia. Salah satunya termaksud Masjid yang ada Di Indonesia. Yukz kita Cek & Ricek.

1.  Masjid Al Haram, Makkah, Saudi Arabia


Masjidil Haram adalah merupakan masjid terbesar di dunia. Masjidil Haram memiliki luas wilayah 400.800 meter persegi yang dapat menampung sampai 4 juta jemaah haji dari berbagai negara pada setiap tahunya.  Terletak di kota Mekkah. Masjid ini merupakan masjid tersuci bagi umat islam. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat.

2. Masjid Al Nabawi, Madina, Saudi Arabia


Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad Saw,  dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid juga digunakan sebagai pusat masyarakat, pengadilan, dan sekolah agama.

3. Masjid Al Aqsa, Jerussalem, Israel (Palestina)


Masjid Al-Aqsa, adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur).  Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang. Masjid ini dapat menampung hingga 5000 jemaah.

4. Masjid Zahir, Kedah, Malaysia


Masjid Zahir dibangun pada tahun 1912, sebuah usaha yg dibiayakan Tunku Mahmud Ibni Almarhum Sultan Tajuddin Mukarram Shah. Masjid ini merupakan makam dari Kedah warriors yang telah meninggal sambil mempertahankan Kedah dari Siam pada 1821. Arsitektur dari masjid ini terinspirasi oleh AZIZI Masjid di Langkat kota di Sumatera Utara. Di Masjid ini terdapat 5 kubah utama yang melambangkan 5 Rukun Islam.

5. Masjid Sultan Ali Saifuddin, Brunei Darussalam


Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid kerajaan Islam yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Kesultanan Brunei. Masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid paling spektakuler di kawasan Asia Pasifik dan menjadi daya tarik utama bagi para turis.  Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin dianggap di antara orang-orang Brunei sebagai lambang dari negaranya.

6. Masjid Taj'ul, Bhopal, India


Taj'ul Masjid, adalah sebuah masjid yang terletak di Bhopal, India. Ini adalah salah satu mesjid terbesar di Asia . Masjid juga digunakan sebagai sebuah madrasah (sekolah Islam) di siang hari.

7. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh


Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh.
Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya. Masjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).

Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.

8. Masjid Sultan, Singapore


Masjid Sultan, pada tahun 1928, begitu mendapat uang dari Kongsi Dagang Inggris sebanyak SGD 3000, Sultan Singapura langsung merenovasi sebuah masjid yang ada di kawasan Little India. Perubahan antara lain juga dengan mengganti kubah lama dengan kubah emas. Masjid ini segera menjadi masjid terbesar di Singapura, dari sekitar 80-an masjid yang ada.

Lain halnya di Singapura. Seberapapun besar masjid dibangun di sini, tak satu pun bunyi adzan boleh dilantunkan. “Menganggu ketenangan,” kata seseorang. Meski muslim perlu pengingat sholat yang unik seperti adzan, tapi karena pemerintah tidak memahami esensi “adzan” maka adzan dilarang bunyi. Karena minoritas maka muslim di Singapura diam saja. Bergeming. Diam juga pilihan dan mereka membunyikan adzan lewat speaker dalam ruangan masjid saja: tak sampai keluar.

Satu-satunya (mungkin) masjid yang boleh membunyikan adzan adalah masjid Sultan di sekitar Arab Street. Masjid Sultan adalah masjid tertua kedua di Singapura dan dikategorikan sebagai museum nasional. Oleh sebab itu, ia mendapat perkecualian.

9. Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan


Masjid Faisal di Islamabad adalah masjid terbesar di Pakistan dan Asia Selatan dan masjid terbesar keenam di dunia. Ini adalah masjid terbesar di dunia sejak tahun 1986-1993. Masjid Faisal adalah Masjid Nasional Pakistan. Masjid ini memiliki daerah tertutup 5.000 m2 (54.000 sq ft) dan memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 300.000 jamaah (100.000 dalam ruang shalat utama, halaman dan portico dan 200.000 lainnya di lahan sebelah). Meskipun ditutupi ruang shalat utama lebih kecil daripada yang dari Masjid Hassan II di Casablanca. Masjid Faisal memiliki kapasitas terbesar ketiga menampung jamaah dalam pekarangan setelah Masjidil Haram (Grand Mosque) Mekkah, Masjid Nabawi (Mesjid Nabi) di Madinah. Masing-masing dari empat menara mesjid tingginya adalah 80 m (260 kaki) merupakan menara tertinggi di Asia Selatan) dengan diameter 10 m.

Masjid Faisal ini diambili nama almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, yang mendukung dan membiayai proyek ini.

 10. Masjid Baitul Mukarram, Dhaka, Bangladesh


Baitul Mukharam merupakan masjid Nasional Bangladesh, berlokasi di Dhaka, ibukota Bangladesh, didirikan pada tahun 1960. Masjid tersebut berkapasitas 30,000 orang, memberikannya tempat terhormat diantara 10 masjid terbesar di dunia. Namun, masjid tersebut senantiasa penuh sesak. ini khususnya terjadi selama bulan suci Ramadhan, yang mengakibatkan pemerintah Bangladesh menambah perluasan pada masjid sehingga meningkatkan kapasitasnya menjadi hampir 40,000 orang jamaah.

Tuesday, May 17, 2011

Baby Faced Beauty


Title  :  Baby Faced Beauty/Pretty Young Beauty
Genre :  Comedy, Romance
Film Date :  May, 2011

Cast :  
Jang Nara as Lee So Young
Ryu Jin as Ji Seung Il
Choi Daniel as Choi Jinn Wook

Udah lama ndak ngeliat acting Jang Nara. Unnie berwajah imut ini come back ke layar kaca dan bermain dalam drama Baby Faced Beauty yang merupakan salah satu drama komedi di tahun 2011 ini.

Lee So Young, seorang wanita yang berumur 34 tahun. Ia telah bekerja selama 14 tahun di sebuah perusahaan tekstil, tapi karena usianya yang sudah tak muda, pimpinannya secara sepihak memberhatikan So Young dengan alasan menyuruhnya untuk menikah.

Sejak kecil, Lee So Young bermimpi menjadi seorang designer, tapi harapanya tak terwujud karena ia tak bisa melanjutkan pendidikanya ke jenjang universitas. So Young mempunyai seorang adik perempuan yang sering bertingkah semaunya dan menyusahkan So Young, terlebih lagi ibu mereka yang terlihat lebih menyayangi dan memanjakan So Jin membuat So Young semakin merasa tertekan, padahal selama ini So Young yang menanggung beban keluarganya. 
 
Dengan giat, So Young berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dan melamar di berbagai tempat, tapi karena pendidikannya yang hanya tamatan SMA ditambah usianya yang sudah memasuki kepala 3, membuat So Young mendapatkan penolakan. Hingga suatu hari atas rekomendasi dari pemilik apertemen yang ia tinggali, So Young mendapatkan pekerjaan di sebuah toko.
 
Di hari pertama kerjanya, So Jin telah membuat masalah, karena So Young tidak memberikannya uang untuk membeli baju baru, So Jin mengambil salah satu mantel mahal dan pergi ke klub malam. Tentu saja ulah So Jin tersebut membuat So Young mendapatkan masalah dan dimarahin habis-habis'an oleh bosnya. Lalu, So Young menyusul So Jin ke klub malam, disanalah ia bertemu dengan Jin Wook. So Jin yang mengetahui bahwa kakaknya mencarinya menitipkan mantel tersebut kepada Jin Wook, maka terjadilah tarik menarik antara Jin Wook dan So Young. Sampai ahkirnya terjadi insiden yang mengakibatkan kekacauan di klub malam tersebut.
 
Pemilik klub malam tersebut tidak terima dam meminta ganti rugi sebesar 20 Juta Won kepada So Young dan Jin Wook, sampai ahkirnya So Young berhasil melarikan diri dan Jin Wook yang akhirnya mengganti rugi dengan menjual mobil kesayangannya. Hal ini membuat Jin Wook membenci So Young yang membuat ia kehilangan mobil kesayangannya.

So Jin tak merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan. Ia pun meminta So Young untuk menggantikan kerja part time selama seminggu sebagai model disebuah perusahaan design, The Style. Ibu mereka pun menyuruh So Young untuk menggantikan tugas So Jin. Dengan berat hati, ia pun memakai identitas So Jin dan berpura-pura berumur 25 tahun. Sementara So Jin pergi berlibur dengan tenang.

The Style merupakan perusahaan dimana Jin Wook juga berkerja di sana. Banyak kejadian lucu setiap kali Jin Wook dan So Young bertemu. Sebagai staf sementara dan memiliki usia yang lebih muda dibandingkan dengan staf lain, So Young sering mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari para seniornya, mereka percaya bahwa So Young berusia 25 tahun karena ia memiliki wajah yang terlihat awet muda. Meskipun hanya staf sementara tapi So Young memiliki kemampuan sebagai seorang designer, kemampuannya itu mendapat perhatian dari Direktur Baek.

Menjadi seorang designer tidaklah seindah bayangan So Young, ia harus melewati berbagai cobaan untuk meraih impiannya tersebut. Belum lagi tekanan dari pimpinan Yoon Seo yang merasa iri dan cemburu setiap kali So Young mendapatkan perhatian dari Direktur The Style, Ji Seung Il. Dengan cara licik Yoon Seo berkali-kali ingin menyingkirkan So Young keluar dari The Style. Setiap kali terjadi masalah, Jin Wook dengan suka rela selalu membantu So Young, perlahan-lahan ia mulai menyukai So Young, tanpa ia ketahui bahwa So Young lebih tua 7 tahun darinya.

Ketika identitas So Young terungkap, orang-orang yang selama ini mendukungnya berbalik memusuhinya karena kecewa kepadanya termaksud Jin Wook. Dengan segala cara So Young berusaha untuk mendapatkan maaf dari orang-orang yang telah ia buat kecewa.

Soundtrack  Baby faced Beauty

Presiden Favorit




Presiden Indonesia mana yang paling disukai publik saat ini? Apakah Susilo Bambang Yudhoyono? Soeharto? Megawati Soekarnoputri? Atau Soekarno?
Dari enam Presiden yang telah memimpin Indonesia, ternyata Presiden Soeharto yang paling disukai publik dan dinilai paling berhasil. Inilah temuan lembaga survei Indo Barometer yang dilansir pada Minggu, 15 Mei 2011 ini.

Hasil yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, namun mungkin tidak bagi sebagian lain. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik. Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur. 

Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. Sebanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-MEgawati-BJ Habibie, dan Gus Dur.

Ternyata Soeharto yang telah menjabat sebagai presiden selama 32 tahun ini telah membuat publik simpatik. Pasalnya selain dianggap sebagai presiden yang paling disukai ternyata Soeharto juga dinilai sebagai presiden yang paling berhasil dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden Republik Indonesia.

Survei yang dilakukan oleh lembaga Indobarometer ini dilakukan pada 25 April hingga 4 Mei 2011 dilakukan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan proses pengumpulan data melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Survei ini melibatkan 1.200 orang responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,0% pada tingkat kepercayaan 95 %. Para responden dipilih dengan metode multistage random sampling yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia.

Telepas dari kesalahan yang dilakukan oleh Soeharto, dalam masa jabatannya beliau mampu membawa indonesia menjadi negara yang berkembang dan makmur.  Tidak banyak terjadi kekacauan di Indonesia seperti saat ini. Banyak orang tua zaman dulu merasa lebih mudah dalam mencari rezeki, harga sembako yang relatif stabil dan tidak sering mengalami kenaikan harga. Bahkan Indonesia pernah mendapat julukan " Macan Asia " pada masa pemerintahan Soeharto.

Siapapun Presiden kita saat ini, kita wajib menghargai dan mendukung beliau. Yang pasti semua presiden yang pernah dan sedang memimpin Indonesia saat ini memiliki tujuan yang sama Yaitu " Menjadikan Indonesia lebih maju, dan mensejahtrakan rakyat Indonesia ".

Jadi siapa presiden favoritmu?

Sumber : Yahoo, VIVAnews.


Monday, May 16, 2011

My Mom



Judul                      : My Mom/Along Visit
Tahun Produksi        :  April, 2010

Cast :
Park Jin Hee as Ji Suk
Kim Hae Sook as Ji Suk Mom's
Jo Young Jin as Ji Suk Father's

Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Seneng banget setelah lelah bekerja, ketika sampai dirumah disuguhi film korea. Bagi para pencinta film atau drama dari korea, film yang satu ini wajib tonton. Film ini sangat menyentuh dan sedih banget, dan dijamin air mata akan dengan ikhlas mengalir jika menontonnya. Berkisah tentang cinta yang sangat besar seorang ibu kepada putrinya, yang tak mengenal lelah dan pamrih.

Sejak kecil Ji Suk adalah seorang gadis kecil yang periang dan cerdas. Ibu Ji Suk sangat bangga dan sayang kepada Ji Suk. Ibu Ji Suk hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, sedangkan ayahnya adalah seorang supir truk.  Ji Suk memiliki seorang adik, tetapi justru Ji Suk lah yang lebih disayang oleh ibunya dibandingkan dengan adiknya. Bagi Ibu Ji Suk, putrinya itu lebih berharga dibandingkan dengan apapun, termaksud harga diri dan nyawanya sendiri. Tapi tak begitu adanya dengan Ji Suk, bagi Ji Suk ibunya adalah hal terburuk dalam hidupnya. 

Ji Suk merasa malu dengan sikap ibunya yang sering datang kesekolahnya dan membawakan ia bekal makanan. Suatu malam, Ji Suk melihat ayahnya yang sedang mabuk memukuli ibunya. Melihat itu, Ji Suk berlari dan menangis ditaman. Namun, setelah beberapa lama Ibunya menemukannya di taman.
" Ibu sangat merepotkan, ibu jangan pernah datang kesekolahku " itulah yang Ji Suk katakan pada ibunya. Namun ibunya hanya tersenyum dan berkata
"  Mungkin kau malu mempunyai ibu bodoh sepertiku, aku memang tak pantas menjadi ibumu, tapi ibu sangat bangga melahirkanmu. " Kata-kata yang sangat menyentuh siapapun yang mendengarnya.

Ji Suk yang telah dewasa menjadi seorang gadis yang cantik dan pintar. Kecerdasannya membawanya masuk ke universitas korea yang makin membuat ibunya bangga kepada Ji Suk. Masuknya Ji Suk ke universitas membuatnya ia terpisah dengan ibunya. Setiap hari ibu Ji Suk selalu merasa kesepian dan khawatir kepada Ji Suk. Ji Suk merasa agak risih setiap kali ibunya datang dan membawa banyak makanan untuknya dan memperlakukannya seperti anak kecil. Ibu Ji Suk tak pernah marah akan sikap Ji Suk yang terkadang bersikap kurang baik padanya. Tanpa sepengetahuan siapapun, ia mulai menabung untuk kelak akan diberikan kepada Ji suk.

Saat Ji Suk kerja part time, ia bertemu dengan Jun Su. Mereka saling jatuh cinta. Tetapi hubungan mereka mendapatkan ganjalan karena orang tua Jun Su tidak merestui hubungan mereka dikarenakan Ji Suk berasal dari keluarga miskin. Bahkan Ibu Jun Suk memaki-maki Ji Suk didepan ibunya. Tentu saja hal itu membuat ibu Ji Suk marah, ia pun menyuruh Ji Suk untuk melupakan Jun Su dan mencari pria yang lebih baik. Selang berapa hari Ji Suk terlihat sering melamun karena tak bisa melupakan Jun Su. Hati Ibu Ji Suk sakit melihat hal ini, hatinya hancur melihat anaknya sedih. Dengan nekat dan tanpa sepengetahuan siapapun, ibu Ji Suk pergi menemui ibu Jun Su. Di depan ibu Jun Su, ia berlutut dan memohon untuk menerima anaknya. Ibu Ji Suk merasa bersalah karena kebodohannya sehingga membuat putrinya tak bisa menikah dengan pria yang dicintainya. Tanpa rasa malu ia terus memohon kepada Ibu Jun Su untuk menerima Ji Suk sebagai menatunya. Sikap ibu Ji Suk ini membuat hati ibu Jun Su luluh dan merestui hubungan Ji Suk dan Jun Su.

Singkat cerita, Ji Suk telah menikah dan melahirkan seorang putri. Kelahiran putrinya membuat Ji Suk sadar akan besarnya pengorbanan dan kasih sayang yang ibunya berikan kepadanya. Ia pun berjanji untuk bersikap lebih baik terhadap ibunya. Semenjak itu hubungkan Ji Suk dan ibunya menjadi lebih hangat. Beberapa tahun kemudian ayah Ji Suk meninggal. Kini ibu Ji Suk hidup seorang diri, sedangkan adik Ji Suk pergi wajib militer. Ibu Ji Suk menolak permintaan Ji Suk untuk tinggal bersamanya di Soeul. Sesekali Ji Suk datang menjenguk ibunya.

Suatu hari diketahui Ji Suk mengindap penyakit dan diperkirakan hidupnya tak akan lama. Ji Suk pergi mengunjungi dan mengajak ibunya pergi berbelanja baju dan membuat foto bersama. Pada akhirnya ibu Ji Suk mengetahui penyakit yang diderita oleh Ji Suk. Ibu Ji Suk sangat terpukul mengetahui kenyataan ini. Terjadilah dialog yang menyentuh antara ibu dan anak ini. Ji Suk meminta maaf kepada ibunya karena akan pergi meninggalkannya dan membuat ibunya kesepian.

Keesokan paginya, ibu Ji Suk mengantarkan Ji Suk ke stasiun kereta. Seperti sebuah firasat di antara keduanya, yang tak akan pernah bisa bertemu kembali. Ji Suk maupun ibunya enggan untuk berpisah, ibu Ji Suk bahkan menangis meraung-raung dan mengejar kereta api yang membawa Ji Suk pergi. Ji Suk hanya mampu menahan tangis didepan ibunya.

Film ditutup dengan kematian Ji Suk, Ibu Ji Suk telihat sangat terpukul dengan kematian Ji Suk. Kini ia benar-benar hidup sendiri dan kesepian tanpa Ji Suk. Ibu Ji Suk tetap menjalani hari-hari seperti biasa. Ia menunggu hingga kematian datang menjemputnya yang akan membawanya untuk bertemu dengan Ji Suk.


Saturday, May 14, 2011

Cover Komik Topeng Kaca


Lagi Binggung mau bikin postingan apa,  semalam karena blogger akhir-akhir ini agak sulit untuk diakses jadinya iseng-iseng buka komik lama, eh  ketemu ama komik topeng kaca. Komik topeng kaca ini merupakan salah satu komik kesayanganku. Setelah Saya perhatian ternyata cover komik ini telah mengalami banyak perubahan. Untuk cetakan komik lama, Elex Media mencetak cover komik dengan double cover (komik cetakan tahun 80-90'an). Untuk komik cover luarnya bewarna dan komik dalamnya tidak terlalu berwarna.  Seiring dengan bertambahnya tahun, lama kelamaan cover komiknya hanya mempunyai satu cover saja, dan kualitas kertasnya juga berubah. Tapi tetap saja, kesemuanya bagus dan menarik untuk dilihat. Sambil bernostalgia, yuk kita intip cover-cover dari komik topeng kaca. (1994-2011).  

     1. Topeng Kaca 1 - 9 (Edisi Awal)

     2. Topeng Kaca Syair Lidah Api 1 - 8


     3. Topeng Kaca Sejuta Pelangi 1 - 10



     4. Topeng Kaca Bayang Bayang Jingga 1 - 6

    
     5. Topeng Kaca Bidadari Merah 1 - 11


     6. Topeng Kaca Dua Akoya


     7. Topeng Kaca Bersatunya Dua Jiwa



Atas permintaan yang membludak dari penggemar komik topeng kaca, akhirnya Elex Media mencetak ulang komik ini dengan format yang berbeda. Dan ternyata edisi cetak ulang komik ini laku keras dipasaran, selain diburu oleh para penggemar setianya, komik topeng kaca ini juga banyak dicari oleh para penggemar baru. Tidak sia-sia Elex Media mencetak ulang komik ini, berarti semakin bertambah saja penggemar komik Topeng Kaca di Indonesia.

  • Topeng Kaca Deluxe (Cetakan ulang)

        

Menurut kalian yang mana yang paling menarik. Kalau aku sich suka cover komik topeng kaca syair lidah api 3 dan syair lidah api 4. Maya terlihat cantik digambarnya. Setuju!!!!
Silahkan tinggalkan komentar.


Topeng Kaca Deluxe 12


Judul          : Topeng Kaca Deluxe 12
Pengarang :  Suzue Miuchi
Penerbit     :  Elex Media
Terbit         :  25 Mei 2011

Jalan terbuka lebar di depan Maya, setelah sukses bermain tunggal dalam "Lady Pirate Bianca". Namun, di sisi lain, Ayumi pun bermain tunggal dalam karya besar "Juliet" dan berhasil meraih penghargaan seni sebagai aktris terbaik.

Maya merasa Ayumi semakin jauh di atasnya.
Maya nyaris putus asa dan ingin mundur dari "Calon Bidadari Merah".
Dan Ibu Tsukikage memberi Maya waktu 2 tahun, untuk menyusul Ayumi. Setidaknya mendapat penghargaan yang sama. Jika Maya tidak berhasil mendapatkan penghargaan maka hak pementasan "Bidadari Merah" akan jatuh ketangan Ayumi. Sebagai saingannya Ayumi terus memperhatikan dan menunggu Maya untuk bersaing secara sehat dalam memperebutkan peran Bidadari Merah.

Nenek Pemungut Daun



Dahulu di sebuah kota, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Dia menjual bunganya di pasar. Jarak antara pasar dan rumahnya cukup jauh dan jarak itu ditempuhya hanya dengan berjalan kaki. Setiap harinya usai berjualan nenek itu pergi ke sebuah masjid besar yang ada di kota itu. Nenek itu berwudhu dan melaksanakan shalat Dzuhur. Menjadi kebiasaanya setelah shalat dan berdzikir, ia pun keluar masjid dan berjalan membungkuk-bungkuk dihalaman masjid. Rupanya Ia mengumpulkan daun yang berserakan di halaman masjid. Selembar demi selembar diambilnya. Tidak ada satu lembar daun pun yang ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman dengan cara itu. Padahal matahari di siang hari itu sangat terik bersinar dan keringat terlihat membasahi tubuhnya. Banyak pengunjung yang merasa simpatik dan iba kepadanya. Hingga suatu hari pengurus masjid memutuskan untuk membersihkan daun2 yang berserakan di sekitar halaman masjid sebelum nenek itu datang. 

Pada hari itu, Nenek itu datang dan langsung masuk ke masjid. Usai shalat ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinya, dia terkejut. Ia heran kenapa tak ada satu daun pun yang berserakan di situ. Dia kembali lagi masuk ke dalam masjid dan menangis dengan keras. Ia menanyakan kenapa daun-daun itu telah dibersihkan sebelum kedatanganya. Pengurus masjid pun menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.
Lalu nenek itu berkata " jika kalian merasa kasihan kepadaku, beri aku kesempatan untuk membersihkanya ". Tentu saja orang-orang merasa heran akan perkataanya, tapi tanpa banyak bicara akhirnya mereka mengabulkan permintaan nenek itu. 

Hari-hari selanjutnya nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu. Seorang Kiai terpandang di kota itu menanyakan kepada nenek itu, kenapa ia rela bersusah payah mengumpulkan dedaunan yang berserakan di sekitar halaman masjid. Nenek itu pun akan menjelaskan alasannya tapi dengan 2 syarat, pertama hanya Pak Kiai saja yang mengetahui rahasianya, dan yang kedua, rahasianya tak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Kini nenek itu telah meninggal dunia, dan inilah perkataan nenek pemungut daun kepada Pak Kiai.
" Saya ini hanya perempuan bodoh pak kiai, saya tahu amal-amal saya yang kecil itu juga mungkin tidak benar saya jalankan. Saya mungkin tidak selamat pada hari kiamat kelak tanpa syafaat dari Rasulullah. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan shalawat kepada Rasulullah. Ketika saya meninggal nanti, saya ingin Rasulullah menjemput saya. Biarlah semua daun-daun itu menjadi saksi bahwa saya membacakan shalawat kepada Rasulullah. 

10 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Indonesia


Agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke 7 masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat international melalui selat malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Ummayah di Asia Barat sejak abad ke 7.

Menurut sumber menjelang ahkir perempatan ke tiga abad ke 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada tahun 100 H (718 Masehi). Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar Bin Abdul Aziz dari kekhalifahab Bani Ummayyah meminta dikirimkan seorang Da'i yang bisa menjelaskan islam kepadanya. 

Sejak itu, Islam mengalami perkembangan yang luar biasa. Baik dari segi penyebaran agama hingga sistem pemeritahan. Islam menjadi agama-agama resmi dari kerajaan yang dulunya yang beragama hindu dan budha. Perkembangan Islam pun relatif damai. Namun pada abad ke 15 Masehi, kedatangan imperiallis barat mengacaukan kedamaian yang ada.

Puncaknya, pada abad 17 hingga 18 Masehi, hubungan Islam di nusantara dengan pusat islam dunia terputus. Kejayaan islam hingga saat ini masih terlihat rekam jejaknya. Berikut 1o Masjid tertua dan bersejarah di Indonesia yang dibangun pada berabad-abad tahun yang lalu.

     1.   Masjid Saka Tunggal (1288) 


Masjid Saka Tunggal terletak di desa Cikakak kecamatan Wangon, di bangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Pilar Utama Masjid (Guru Saka). Proses pembangunan masjid kuno ini ditulis dalam buku karangan Kyai Mustolih, pendiri masjid. Tapi buku itu telah hilang beberapa tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 Rajab di adakan ziarah di masjid dan membersihkan makam Kyai Mustolih. Masjid ini terletak sekitar 30 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah. Disebut Saka Tunggal karena di masjid ini di tengahnya ada satu tiang (Saka Tunggal) sebagai maksud gambaran bahwa Allah itu satu. Di beberapa tempat terdapat hutan pinus dan hutan lainya yang dihuni oleh ratusan monyet yang jinak dan ramah.

     2.   Masjid Wapauwe (1414)


Masjid ini masih terawat dengan baik, dibangun pada tahun 1414 Masehi di Maluku. Masjid ini merupakan pusat penyebaran agama Islam di Maluku pada masa lampau. Mulanya masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di lereng gunung Wawane oleh Perdana Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jaiolo dari Moloko Kie Raha (Maluku Utara). Masjid Wapauwe hanya berukuran 10 x 10 meter, sedangkan bangunan tambahan yang merupakan serambi berukuran 6,35 x 4,75 meter. Tipologi bangunannya berbentuk empat bujur sangkar. Bangunan asli pada saat pendiriannya tidak mempunyai serambi. Konstruksi bangunan induk dirancang tanpa memakai paku dan hanya menggunakan pasak kayu pada setiap sambungan kayu.  Kitab suci Al-Qur'an tulisan tangan di masjid ini pernah dipamerkan di Festial Istiqal, Jakarta. Bebarapa tambahan baru adalah tempat wudhu, karpet, kipas, dan listrik untuk pencahayaan. 

Menurut cerita masyarakat sekitar masjid ini pernah berpindah tempat secara gaib,  dikisahkan ketika masyarakat Tehala, Atetu dan Nukuhaly turun ke pesisir pantai dan bergabung menjadi negeri Kaitetu, Masjid Wapauwe masih berada di dataran Tehala. Namun pada suatu pagi, ketika masyarakat bangun dari tidurnya masjid secara gaib telah berada di tengah-tengah pemukiman penduduk di tanah Teon Samaiha, lengkap dengan segala kelengkapannya. Wallahuallam.

     3.   Masjid Ampel (1421)


Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini dirikan oleh Sunan Ampel dan di dekatnya terdapat kompleks makam Sunan Ampel. Saat ini masjid Ampel merupakan salah satu daerah tujuan wisata religi di Surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan berakrsitektur Tiongkok dan Arab, disamping kiri halaman Masjid Ampel terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah. Biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininya untuk penguat janji atau sumpah.

     4.   Masjid Agung Demak (1474)


Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para Wali Songo untuk penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Bahkan para wali bermusyawarah di Masjid Demak untuk membahas penyebaran agama Islam di Indonesia. 

Masjid ini didirikan oleh Raden Patah pertama dari Kesultanan Demak Bintoro pada abad 15 Masehi. Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai Saka Tatal bangunan serambi merupakan bangunan yang terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. 

     5.   Masjid Sultan Suriansyah (1526)


Masjid Sultan Suriansyah merupakan Masjid tertua di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dibangun pada tahun 1526 oleh Tuan Guru yang merupakan Raja Banjar pertama di Kalimantan Selatan. Masjid ini terletak di Utara Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. Banjarmasin dulu dikenal dengan Banjar Lama yang merupakan Ibukota Kesultanan Banjar untuk pertama kalinya. 

Arsitektur tahap Kontruksi dan atap tumpang tindi, merupakan masjid bergaya tradisional khas Banjar. Gaya masjid tradisional di Banjar, Mihrabnya memiliki atap sendiri dan terpisah dengan atap bangunan utama. Masjid ini dibangun di tepi sungai Kuin di Kecamatan Kesehatan. Hingga kini Masjid Sultan Suriansyah tetap terawat dengan baik dan makin ramai mendapatkan kunjungan.

     6.   Masjid Menara Kudus (1549)


Masjid Menara Kudus (disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu dari Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama dan terletak di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

     7.   Masjid Agung Banten (1552)

      
Masjid Agung Banten termasuk masjid tua yang penuh nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Masjid Agung Banten terletak di Kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.

Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.
Di masjid ini juga terdapat komplek makam sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid Agung. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat, dan kajian Islami dilakukan di sini.

Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km. Dahulu, selain digunakan sebagai tempang mengumandangkan azan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

     8.   Masjid Mantingan (1559)


Masjid Mantingan adalah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini dilaporkan didirikan di Kesultanan Demak pada tahun 1559. Didirikan oleh ubin lantai tinggi ditutup dengan cina buatan sendiri, dan juga kereta api-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. Bubungan atap bangunan gaya termasuk china. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam dan pendeta itu dihiasi dengan relief persegi bergambar margasatwa, dan penari penari diukir di batu kuning tua. Pengawasan pekerjaan konstruksi masjid ini tak lain adalah Babah Liem Mo Han. Di dalam kompleks masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan adik ipar Sultan Trenggono, penguasa terakhir Demak. Selain itu ada juga makam Waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.

     9.   Masjid Al-Hilal Katanga (1603)


Masjid ini dibangun pada tahun 1603 masehi pada masa pemerintahan Taja Gowa-24, Aku Manga’ragi Daeng-Manrabbiakaraeng Lakiung, x 14,4 meter. Tinggi bangunan 11,9 meter danSultan Alauddin. Kemudian pada tahun 1605 m, masjid ini benar-benar dirubah untuk diberi nama Masjid Katangka. Masjid berukuran 14,1 x struktur 14,4 meter dan sebuah bangunan tambahan 4,1 90 meter dinding tebel, bahan baku dari batu bata dengan atap ubin dan lantai porselen. Lokasi di Katangka, Gowa.

     10.   Masjid Tua Palopo (1604)


Masjid Tua Palopo, didirikan oleh Raja Luwu bernama Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604 m, masjid yang memiliki luas 15 m2 ini diberi nama Tua, berdasarkan usia masjid nya yang sudah tua. Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa bugis dan luwu memiliki dua arti, yaitu: Pertama, penganan yang terbuat dari campuran beras ketan dan air gula. Kedua, memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Kedua makna memiliki hubungan dengan proses pembangunan Masjid tua Palopo ini.

Sumber : Wikipedia dan berbagai sumber